Santapan Harian Keluarga, 08 – 14 Oktober 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Bersaksilah tentang Kristus

Minggu, 08 Oktober 2023

bahan bacaan : Yohanes 3 : 22-36

Kesaksian Yohanes tentang Yesus
22 Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis. 23 Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis, 24 sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara. 25 Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian. 26 Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya." 27 Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga. 28 Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya. 29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. 30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. 31 Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. 32 Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu. 33 Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar. 34 Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. 35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. 36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

Bersaksi tentang Kristus

Banyak orang cenderung ingin memperoleh pujian, mendapatkan posisi yang utama (pertama), menjadi yang terbesar atau menjadi berkuasa; baik dalam pekerjaan, karier, pendidikan, usaha, cinta bahkan dalam pelayanan gereja. Akibatnya sering terjadi konflik dan perpecahan. Hal ini pun dijelaskan oleh Penulis Injil Yohanes tentang adanya perselisihan antara murid dari Yohanes Pembaptis dan pengikut Yesus tentang baptisan yang dianggap berbeda dengan baptisan yang dilakukan oleh guru mereka (ay.26). Selain itu, Yesus semakin dikenal dan disukai banyak orang sehingga mereka memberi diri untuk dibaptis. Akibatnya, para murid menjadi marah karena guru mereka mulai kehilangan pengaruhnya atau mendapat tempat kedua. namun ketika Yohanes Pembaptis mengetahui hal tersebut, ia mengatakan bahwa dirinya hanya sebagai orang yang mempersiapkan kedatangan Mesias. Yesus adalah Mesias Anak Allah, karena itu percayalah kepada Yesus (ay34-36). Yohanes telah memberikan teladan bagi kita tentang kerendahan hati. Tuhan Yesus harus menjadi pusat dari pemberitaan dan kesaksian, bukan diri kita. Percayakanlah hidup kita sepenuhnya kepada Yesus, Sumber Kehidupan.

doa : Tuhan tuntunlah kami agar memiliki kerendahan hati dalam menyaksikan Nama-Mu, amin.

Senin, 09 Oktober 2023

bahan bacaan : Roma 5 : 5-8

5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. 6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. 7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. 8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Pengharapan kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat
Karya penyelamatan Allah dalam Kristus bagi kita sebagai orang percaya adalah merupakan anugerah yang besar dan ajaib, sebab tanpa anugerah itu, kita tetap hidup dalam dosa dan akibatnya adalah penghukuman kekal kepada kebinasaan. Paulus tegaskan hal tersebut kepada jemaat di Roma dan bagi kita sebagai keluarga Allah, bahwa hanya oleh dan didalam karya pengorbanan Tuhan Yesus maka setiap orang yang mengaku dan percaya akan diselamatkan. Pengakuan iman akan terwujud melalui seluruh kehidupan orang percaya pun kita sekeluarga yang tetap teguh dalam pengharapan kepada Kristus sebagai Juruselamat. Sekalipun kita menghadapi berbagai tantangan iman serta bergumul dengan kuasa dosa dan kedagingan. Namun kita yakin dan percaya, kita akan menjadi pemenang karena pengharapan kita hanya kepada Allah didalam Kristus. Nasehat ini penting bagi kita agar tidak perlu ragu dan kecewa atas berbagai persoalan dan tantangan hidup yang menjadi salib dalam kehidupan pribadi maupun keluarga. Dari pengalaman dan kenyataan hidup dalam cinta kasih Allah yang menyelamatkan, akan menjadi sarana bagi kita untuk bersaksi tentang Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat bagi semua orang yang belum percaya kepadaNya.

Doa: Roh Kudus menuntun orang percaya untuk menuruti perintah Tuhan. Amin.

Selasa, 10 Oktober 2023

bahan bacaan : Roma 5 : 9-11

9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. 10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! 11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Bermegah didalam Kasih Kristus yang Menyelamatkan
Rasul Paulus tegaskan kepada jemaat di Roma, bahwa oleh karya penebusan Tuhan Yesus yang menderita dengan darahNya yang tercurah di kayu salib telah mendamaikan kita dengan Allah. Ketika manusia pertama Adam dan Hawa, jatuh dalam dosa, maka manusia kehilangan kemuliaan Allah dan menjadi seteru Allah. Namun cinta kasih Allah yang besar, membuat Allah tidak menginginkan manusia binasa karena penghukuman dosa dan maut. Allah datang sebagai manusia didalam Tuhan Yesus Kristus yang mengorbankan diri-Nya menjadi pendamaian antara Allah dengan manusia. Itulah sebabnya manusia yang tadinya menjadi seteru Allah, telah didamaikan dan
dibenarkan didalam cinta kasih Tuhan Yesus Kristus. Hal inilah yang memberikan sukacita abadi dan membuat setiap orang percaya termasuk kita sekeluarga untuk tetap dan selalu bermegah dalam cinta kasih Tuhan Yesus Kristus. Biasanya orang akan bermegah karena hal-hal secara lahiriah atau material semata, seperti mempunyai uang yang banyak, harta yang melimpah, mempunyai jabatan, kedudukan atau kuasa. Hal seperti itu sangatlah manusiawi, namun semuanya itu hanya sementara dan tidak kekal serta tidak memberikan jaminan keselamatan. Paulus tegaskan bahwa hanya didalam cinta kasih Tuhan Yesus Kristus, maka setiap orang percaya pun kita sekeluarga akan menikmati dan mendapatkan keselamatan kekal. Kenyataan ini menjadi berita sukacita bagi semua dan hendaknya kita saksikan kepada orang lain pula melalui kata dan perbuatan tiap hari.


Doa: Terima kasih ya Yesus untuk kasih dan anugerah-Mu yang menyelamatkan kami. Amin.

Rabu, 11 Oktober 2023

bahan bacaan : Ibrani 3 : 1-6

Yesus lebih tinggi dari Musa
Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus, 2 yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, sebagaimana Musapun setia dalam segenap rumah-Nya. 3 Sebab Ia dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, sama seperti ahli bangunan lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya. 4 Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah. 5 Dan Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian, 6 tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.

Bersaksi Tentang Tuhan Yesus Melalui Seluruh Kehidupan Kita
Betapa bahagianya kita sebagai orang percaya menjadi bagian dari satu persekutuan yang dikepalai oleh Tuhan Rasul Imam Besar. adalah perantara orang percaya yang telah dibenarkan untuk menerima anugerah keselamatan. Tentu bukanlah hal mudah dan gampang, dimana kita tetap setia dan taat dalam menjaga pengharapan agar tetap teguh kepada Tuhan Yesus. Berbagai tantangan iman, godaan dan tawaran dari dunia dan kekuatannya akan terus menantang dan menggoda pengharapan kita kepada Tuhan Yesus. Namun apapun situasi dan kondisinya, kita tetap bersyukur bahwa semua itu menjadi bagian untuk menguji kesetiaan dan ketaatan kepada Tuhan Yesus. Kita akan gagal dan sia-sia ketika kekuatan dan kemampuan sebagai manusia yang kita andalkan. Kita mesti tunduk dan takluk kepada tuntunan Tuhan melalui kuasa roh-Nya, agar semua yang dilakukan bukanlah kehendak kita, melainkan kehendak Tuhan. Pekerjaan, usaha maupun pengabdian, pelayanan serta pendidikan anak-anak menjadi media untuk melakukan perintah dan kehendakNya sebagai wujud pengharapan kita menuju keselamatan kekal. Semua aktivitas itupun menjadi hal penting untuk kita bersaksi tentang Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat bagi dunia dan semua orang yang belum percaya. Dengan demikian semua itu kita lakukan dengan penuh kerendahan hati dan sukacita demi hormat dan kepujian namaNya.
Doa: Ajar kami Tuhan untuk selalu bermegah didalam kasihMu yang menyelamatkan. Amin.

Kamis, 12 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Timotius 4 : 6-10

6 Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini. 7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. 8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. 9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. 10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

Pengharapan Iman Kepada Kristus Yang Menyelamatkan
Hidup adalah sebuah perjuangan dengan berjerih lelah dalam menata dan membangunnya menuju kepada keselamatan kekal sebagai anugerah Allah didalam Kristus bagi setiap orang percaya. Hal ini menjadi inti nasehat rasul Paulus kepada Timotius sebagai anak didiknya yang akan melanjutkan tugas pelayanan pekabaran injil Kristus. Tidak sedikit tantangan iman yang dihadapi baik oleh Paulus maupun juga Timotius terhadap para penyesat yang menyebarkan ajaran-ajaran sesat. Demikian pun kita yang hidup saat ini, pun menghadapi berbagai tantangan iman. Baik itu karena berbagai ajaran-ajarab sesat namun juga berbagai penderitaan yang terkadang membuat kita ragu dan putus asa. Namun Paulus memberikan nasehat bagi Timotius serta kita semua untuk tetap berdiri teguh dalam iman dan pengharapan melalui persekutuan dengan Allah didalam beribadah. Sebab ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup sekarang maupun akan datang. Janji dari Tuhan yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati kehidupan kita setiap waktu. Demikian juga janji keselamatan kekal sebagai anugerah dari Allah dalam Tuhan Yesus Kristus. Tentu kita akan tetap menjaga dan memelihara janji tersebut didalam pengharapan kita yang kokoh dan teguh.
Doa: Kuatkan kami Tuhan untuk tetap teguh dalam pengharapan kepadaMu. Amin.

Jumat 13 Oktober 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 28 : 30-31

Paulus memberitakan Kerajaan Allah di Roma
30 Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. 31 Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.

Rela Hati Dalam Melayani, Nama Tuhan Dimuliakan
Teladan yang baik disaksikan melalui kehidupan dan pelayanan rasul Paulus dalam memberitakan injil Kristus bagi semua orang. Paulus sebagai seorang Yahudi dengan penuh sukacita menjawab panggilan pelayana dari Tuhan Yesus untuk melayani bangsa-bangsa bukan Yahudi. Dalam nas bacaan di hari ini menyaksikan bahwa demi pelayanan pekabaran injil, Paulus selama dua tahun penuh tinggal di Roma pada sebuah rumah yang disewa dari uang sendiri. Semua orang datang dan diterima dengan oleh Paulus dengan sukacita ia mengajarkan mereka tentang kerajaan Allah dan Tuhan Yesus Kristus. Pelayanan yang dilakukan dengan kerelaan hati dan tanpa paksaan sekalipun ada yang harus Paulus korbankan berupa waktu, tenaga pun juga uang. Namun semua itu tidak seberapa arti dan nilai jika dibandingkan dengan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang diberitakan oleh rasul Paulus. Kesaksian inipun mengajak kita untuk memberitakan tentang Tuhan Yesus melalui seluruh pekerjaan, usaha, pendidikan, pelayanan dan pengabdian diberbagai bidang hidup yang dianugerahi Tuhan bagi kita. Hendaknya semua itu kita lakukan dengan penuh sukacita dan kerelaan hati. Sebab dengan cara demikian semua orang akan melihat cara hidup dan pelayanan kita yang dengan sendirinya mereka pun percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang kita imani sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

Doa: Tuhan mampukan kami untuk melayani dengan keralaan hati demi kepujian namaMu. Amin.

Sabtu, 14 Oktober 2023

bahan bacaan : Ibrani 8 : 1-6

Imam Besar perjanjian baru
Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, 2 dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia. 3 Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. 4 Sekiranya Ia di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat. 5 Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu." 6 Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.

Tuhan Yesus Sebagai Perantara Manusia Dengan Allah
Pelayanan para imam dalam peribadahan Israel sebagaimana yang diatur dalam hukum Taurat, bahwa mereka menjadi perantara umat dengan Allah. Setiap korban persembahan yang disampaikan umat kepada Allah diatur sedemikian rupa dengan berbagai aturan dan tata cara dan dibawa oleh imam besar sebagai perantara. Melalui nas bacaan saat ini, disaksikan bahwa tugas pelayanan para imam sebagai perantara antara Allah dan umat telah digenapi melalui karya pengorbanan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menjadi Imam Besar dan Pengantara dari perjanjian yang mulia atas dasar janji yang lebih tinggi. Yakni perjanjian keselamatan yang telah dikaryakan oleh Allah sendiri. Hal tersebut menjadi sukacita bagi kita sebagai keluarga Allah, yang disebut juga Israel Perjanjian Baru, bahwa kita datang ke hadapan Allah tidak lagi membawa korban persembahan seperti dalam hukum Taurat di masa Perjanjian Lama. Namun melalui dan didalam Tuhan Yesus Kristus kita dilayakkan untuk datang dan bersekutu dengan Allah Bapa di Sorga. Ketika kita menaikkan doa baik secara pribadi, maupun bersyafaat bersama dengan umat, adalah penting bahwa doa kita panjatkan kepada Allah Bapa melalui perantara Tuhan Yesus Kristus. Hal ini menjadi kesaksian yang mesti kita beritakan didalam seluruh kehidupan sebagai orang percaya.

Doa: Terima kasih Tuhan Yesus. sebab Engkau menjadi perantara kami dengan Bapa di Sorga. Amin.

* SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2023. LPK-GPM

Tinggalkan komentar