Santapan Harian Keluarga, 15 – 21 Oktober 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Janganlah Kuatir akan Hidupmu

Minggu, 15 Oktober 2023

bahan bacaan : Matius 6 : 25-34

Hal kekuatiran
25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? 27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Janganlah Kuatir Akan Hidupmu
Kita bersyukur atas kasih dan anugerah Tuhan dalam kehidupan yang dijalani setiap kasih dan rahmat-Nya selalu baru setiap pagi. Memang diakui sebagai manusia yang terbatas, terkadang ketika berhadapan dengan berbagai tantangan ataupun persoalan dalam hidup dan membuat kita kuatir. Sebagai orang tua kita kuatir terhadap masa depan anak-anak ketika melihat situasi dan kondisi dunia saat ini, Sebagai anak-anak yang sementara berjuang mencari-cari pekerjaan dan belum mendapatkannya, juga membuat mereka kuatir akan masa depan. Kita semua pasti mengalami kekuatiran dalam hidup. Menarik bahwa di hari ini, Tuhan Yesus menasehati kita sebagai orang percaya untuk jangan kuatir. Untuk itu, Tuhan Yesus menunjuk kepada burung-burung di langit yang tidak menabur dan menuai serta tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapa di sorga. Bunga bakung yang tumbuh tanpa bekerja dan memintal, namun keindahannya tidak disamai oleh Salomo dalam kemegahannya. Dari sini kita belajar bahwa hidup kita yang mengatur dan menentukan adalah Bapa di sorga. Untuk itu sebagai orang percaya kita harus selalu berharap kepadaNya sebagai sumber hidup dan berkat. Kita mesti mencari Allah dengan kerajaan dan kebenaran-Nya, maka kita selalu menikmati berkat jasmani maupun rohani dalam sukacita abadi.
Doa: Tuhan mampukan kami agar tidak kuatir namun tetap yakin akan tuntunan tangan kasihMu, Amin.

Senin, 16 Oktober 2023

bahan bacaan : Mazmur 37:1-11

Kebahagiaan orang fasik semu
Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; 2 sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, 4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. 5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 7 Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. 8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. 9 Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri. 10 Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik; jika engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi. 11 Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.

Jangan Iri Dengan Keberhasilan Orang Fasik
Orang fasik dalam kesaksian pemazmur adalah orang-orang yang jahat, sombong dan angkuh serta tidak mengakui akan kemahakuasaan Tuhan. Mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan secara material. Kehidupan mereka seakan berhasil dan sukses dengan menikmati segala hasil perbuatan kejahatan mereka. Pemazmur menasehati kita sebagai keluarga Allah untuk tidak ini atau sakit hati dan marah kepada orang-orang seperti itu. Jikalau bersikap seperti itu seakan-akan kita juga tergoda dan tergiur atas kesenangan hidup yang mereka nikmati. Dipicu oleh rasa kuatir dengan kondisi kita yang membandingkannya dengan orang fasik ini, maka nasehat pemazmur penting untuk mengingatkan kita agar tidak mudah terpengaruh dan mengikuti jejak atau jalan mereka. Sebab pemazmur tegaskan bahwa keberhasilan mereka tidak berlangsung lama atau bertahan selamanya. Ada waktu dimana mereka akan lenyap. Kita sebagai orang-orang percaya harus mewujudkan sikap kerendahan hati dan selalu bersyukur, sebab berkat Tuhan akan selalu disediakan jika kita mengerjakan setiap usaha dan kerja dengan baik dan benar. Itulah sebabnya mari berserah dan bergantung kepada Allah dalam Kristus sebagai sumber hidup dan berkat dalam kehidupan kita samua.
Doa: Tuhan tuntun kami dengan agar tidak mudah tergada dengan keberhasilan orang fasik. Amin.

Selasa, 17 Oktober 2023

bahan bacaan : Mazmur 55 : 21-24

20 (55-21) Orang itu mengacungkan tangannya kepada mereka yang hidup damai dengan dia, janjinya dilanggarnya; 21 (55-22) mulutnya lebih licin dari mentega, tetapi ia berniat menyerang; perkataannya lebih lembut dari minyak, tetapi semuanya adalah pedang terhunus. 22 (55-23) Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. 23 (55-24) Tetapi Engkau, ya Allah, akan menjerumuskan mereka ke lubang sumur yang dalam; orang penumpah darah dan penipu tidak akan mencapai setengah umurnya. Tetapi aku ini percaya kepada-Mu.

Jangan Kuatir, Tuhan Tetap Memelihara kita
Manusia, pada dirinya selalu memiliki rasa kuatir. Hal itu karena manusia bukanlah makhluk sempurna, melainkan makhluk ciptaan Tuhan yang terbatas dan memiliki kekurangan. Adapun maksud Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang tidak sempurna, meskipun diciptakan serupa/segambar dengan Allah, yaitu supaya manusia sadar bahwa hidupnya harus bergantung pada Allah sebagai Pencipta. Hal ini berarti, dalam menjalani kehidupan yang Tuhan telah anugerahkan ini, manusia tidak perlu takut, bahkan jangan kuatir terhadap apapun; Jangan kuatir besok mau makan apa, jangan kuatir terhadap siapapun yang mengancam hidup kita, jangan kuatir terhadap musuh yang menyerang kita. Firman Tuhan dalam Mazmur 55:21-24 dengan jelas memberi penegasan bahwa apapun tantangan dan permasalahan hidup yang membuat manusia kuatir akan hidup ini, serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan (lihat ayat 23). Untuk apa menyerahkan segala kekuatiran hidup ini pada Tuhan? Tujuannya yaitu untuk Tuhan memelihara kita. Tuhan akan membiarkan kita teguh berdiri, bahkan kaki kita tidak akan goyah. Pesan firman Tuhan ini kepada kita adalah serahkanlah segala kekuatiran kita kepada Tuhan sebab sebagai Pencipta, Tuhan itu penuh kasih setia dan tidak akan membiarkan ciptaanNYA binasa bahkan menyelamatkan hidup kita.
Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar dalam kekuatiran hidup, kami berserah kepada Tuhan. Amin.

Rabu, 18 Oktober 2023

bahan bacaan : Lukas 10:38-42

Maria dan Marta
38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. 39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, 40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." 41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, 42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."


Pilihlah Hal Yang Terbaik
Dalam hidup ini ada dua hal yang selalu dikejar oleh manusia, yakni jasmani dan rohani. Kenyatannya banyak orang dalam hidup ini lebih condong menyukai dan mengejar hal yang bersifat jasmani ketimbang rohani. Begitu juga dengan dua perempuan yang disebutkan dalam teks bacaan ini, dua perempuan tersebut adalah Maria dan Marta. Disebutkan Maria lebih menyukai hal-hal yang bersifat rohani, seperti duduk dekat kaki Tuhan dan mendengar perkataan Tuhan. Sebaliknya, Marta sibuk melayani Yesus dengan hal-hal yang bersifat jasmani, seperti soal makan dan minum. Bagi Yesus orang-orang yang condong menyukai hal jasmani menunjukkan pada dirinya ada rasa kekuatiran akan hidup. Makanya, Yesus mengetahui bahwa Marta sibuk dengan hal jasmani, Yesus menyebut pada diri Marta ada rasa kuatir akan hidup, dan itu berarti sama saja dengan menyusahkan diri dengan banyak perkara. Sebaliknya, hal penting dan terbaik telah dilakukan oleh Maria, yaitu sibuk dengan perkara rohani, yakni mendengar perkataan Tuhan Yesus. Jadi, pesan penting dari Firman Tuhan ini kepada kita adalah pilihlah hal yang terbaik dalam hidup ini. mendengarkan perkataan Tuhan dan melakukannya dalam hidup setiap hari. Mengejar kebutuhan jasmani penting juga dalam hidup, tetapi jangan karena hal itu kita mengabaikan persekutuan dengan Tuhan sumber hidup.
Doa: Mampukanlah kami Tuhan, supaya dapat memilih yang terbaik yakni mendengarkan perkataan-Mu. Amin.

Kamis, 19 Oktober 2023

bahan bacaan : Mazmur 78 : 17 – 31

17 Tetapi mereka terus berbuat dosa terhadap Dia, dengan memberontak terhadap Yang Mahatinggi di padang kering. 18 Mereka mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka. 19 Mereka berkata terhadap Allah: "Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun? 20 Memang, Ia memukul gunung batu, sehingga terpancar air dan membanjir sungai-sungai; tetapi sanggupkah Ia memberikan roti juga, atau menyediakan daging bagi umat-Nya?" 21 Sebab itu, ketika mendengar hal itu, TUHAN gemas, api menyala menimpa Yakub, bahkan murka bergejolak menimpa Israel, 22 sebab mereka tidak percaya kepada Allah, dan tidak yakin akan keselamatan dari pada-Nya. 23 Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit, 24 menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit; 25 setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah. 26 Ia telah menghembuskan angin timur di langit dan menggiring angin selatan dengan kekuatan-Nya; 27 Ia menurunkan kepada mereka hujan daging seperti debu banyaknya, dan hujan burung-burung bersayap seperti pasir laut; 28 Ia menjatuhkannya ke tengah perkemahan mereka, sekeliling tempat kediaman itu. 29 Mereka makan dan menjadi sangat kenyang; Ia memberikan kepada mereka apa yang mereka inginkan. 30 Mereka belum merasa puas, sedang makanan masih ada di mulut mereka; 31 maka bangkitlah murka Allah terhadap mereka: Ia membunuh gembong-gembong mereka, dan menewaskan teruna-teruna Israel.

Jangan Pernah Meragukan Tuhan Dalam Hidupmu
Setiap orang punya sejarah perjalanan hidup, dan di sepanjang sejarah hidup itu ada pengalaman yang baik dan juga buruk, ada hal positif tapi juga negatif. Sejarah perjalanan hidup memang penting, sebab dari situ kita banyak belajar tentang kehidupan yang pernah dijalani oleh kita untuk selanjutnya menjalani hidup ke masa depan. Dalam hal ini, sejarah perjalanan hidup merupakan pengalaman yang membantu kita untuk tidak ragu menjalani hidup di masa depan. Sama seperti yang diungkapkan oleh Asaf melalui nyanyian pengajarannya. Asaf mengungkapkan sejarah perjalanan bangsa lsrael keluar dari Mesir dengan tujuan agar di masa kini dan ke depannya umat Israel mengetahui tentang kesetiaan Tuhan yang menyediakan segala hal bagi kehidupan mereka meskipun selalu berbuat dosa dan memberontak kepada Tuhan. Air, roti (manna), dan lainnya disediakan dan diberikan kepada Israel walaupun mereka tidak percaya kepada Tuhan, namun tetap saja Tuhan menunjukkan kasih setiaNYA kepada Israel dan menyelamatkan mereka. Hal ini juga memberi pesan kepada kita untuk belajar dari sejarah hidup bahwa Tuhan selalu dengan setia menyetai dan memberkati hidup kita meskipun dosa dan ketidak-setiaan kepada Tuhan selalu kita lakukan. Atas dasar itu, tetaplah yakin pada Tuhan dan jangan pernah meragukan Tuhan dalam hidup ini jika ingin selalu menikmati keselamatan yang dari Tuhan.

Doa: Buatlah kami tetap yakin kepadaMU ya Tuhan Tuhanlah yang Memelihara kita

Jumat, 20 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Petrus 5 : 7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Tuhan yang Memelihara Kita

Manusia dalam hidup ini selalu merasakan kuatir. Kuatir itu normal dan bisa dialami oleh siapa saja. Namun, setiap orang memiliki kekuatiran yang berbeda-beda. Orang kaya itu pasti kuatir mengenai masa depan kekayaannya, dan sebaliknya juga orang miskin kuatir dengan masa depan dari kemiskinannya. Kata kuatir sendiri memiliki arti takut atau gelisah dan cermas terhadap sesuatu hal yang belum diketahui dengan pasti. Jadi, kuatir itu berkaitan dengan bagaimana seseorang memikirkan masalah atau mengenai sesuatu hal yang tidak menyenangkan yang menurutnya akan terjadi sehingga membuat orang tersebut merasa takut dan tidak bahagia. Sering untuk mengantisipasi hal yang dikuatirkan tersebut orang lalu mengupayakan berbagai cara termasuk cara-cara yang keliru. Orang sering merencanakan bahkan bertindak di luar Tuhan hanya untuk mengantisipasi apa yang dikuatirkan olehnya. Firman Tuhan ini menghendaki kita untuk menyerahkan segala hal yang menjadi kekuatiran kita kepada Tuhan. Sebab Tuhanlah yang memelihara kita. la telah memelihara kita hari ini, sehingga ke depannya Tuhan pun akan tetap memelihara. Jangan melakukan apapun di luar kehendak Tuhan untuk menolong kita mengatasi hal yang dikuatirkan oleh kita sendiri. Serahkanlah kekuatiranmu kepada Tuhan.

Doa: Tuhan, tolonglah kami mengatasi hal yang mermbuat kuatir dalam hidup ini. Amin.

Sabtu, 21 Oktober 2023

bahan bacaan : Yesaya 41:8-10

Israel hamba TUHAN
8 Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi; 9 engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: "Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau"; 10 janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

Tuhan Menyertai dan Menalang Umat PilihanNya
Dalam hidup setiap orang pasti memiliki rasa takut dan bimbang untuk melangkah dan melakukan apapun. Orang takut melangkah sebab tidak tahu situasi dan kondisi di setiap perjalanan hidupnya. Orang bimbang karena takut salah dalam melakukan apapun. Itulah yang terjadi pada Yakub ketika Tuhan memilih dan memanggilnya menjadi hamba Tuhan, umat pilihanNYA. Ketakutan dan kebimbangan meliputi Yakub, sebab ia tidak tahu bagaimana harus melangkah dan menjalani hidup sebagai umat pilihanNYA. Yakub juga tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Nabi Yesaya mengatakan, atas ketakutan dan kebimbangan tersebut Tuhan berfirman: “jangan takut sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang sebab Aku ini adalah Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan” (ay.10). Perkataan Tuhan sungguh menguatkan hati dan meneguhkan iman di saat-saat kebimbangan. Melalui firman Tuhan ini selaku umat pilihan Tuhan, Yakub dan kita diyakinkan bahwa ketakutan dan kebimbangan mungkin masih akan kita alami. Tetapi keyakinan bahwa Tuhan ada akan sangat menguatkan. Ada Tuhan yang selalu menyertai, menolong, meneguhkan, dan memegang kita dalam menjalani hidup dan melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Doa Tuhan, sertai dan tolonglah kami dalam melangkah dan melakukan segala hal. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2023, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar