Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja
Tema Mingguan : Menatalayani Karunia Tuhan
Minggu, 22 Oktober 2023
bahan bacaan : 1 Korintus 12:1-11
Rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya. 2 Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu. 3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus. 4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. 5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. 6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. 7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. 8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. 9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. 10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. 11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.
Gunakanlah Karunia Untuk Saling Melayani
Sejak awal penciptaan, Tuhan menciptakan segala yang ada di bumi ini berbeda. Ada berbagai macam jenis hewan, beranekaragam tumbuhan, berupa-rupa warna kulit dan wajah manusia serta jenis kelamin yang berbeda, dan banyak hal lain yang berbeda. Semuanya menunjukkan bahwa perbedaan adalah anugerah dari Tuhan yang satu. Begitu juga dengan karunia-karunia yang ada pada manusia, yang mana masing-masing orang memiliki karunia yang berbeda-beda; ada yang mendapat karunia berkata-kata dengan hikmat, ada juga yang dianugerahkan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Ada karunia iman, karunia menyembuhkan, karunia mengadakan mujizat, karunia bernubuat, dan lain sebagainya. Tuhan yang satu, melalui RohNYA memberikan kepada setiap orang karunia yang berbeda-beda agar setiap orang dapat berperan dalam sesuai karunia yang sudah dianugerahkan kepadanya. Tujuannya supaya tidak ada yang memonopoli peran dalam menolong sesama manusia. Semua orang dapat saling membantu melaksanakan perannya sesuai kapasitas karunia yang sudah dianugerahkan oleh Tuhan yang satu kepada masing-masing orang. Jadi, yang terpenting adalah saling membantu dan menopang dalam melakukan berbagai tugas dan pelayanan terhadap semua orang.
Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk menggunakan karunia yang ada ini sebaik-baiknya. Amin.
Senin, 23 Oktober 2023
bahan bacaan : 1 Korintus 14 : 1-12
Sekali lagi tentang karunia Roh Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. 2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. 3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. 4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. 5 Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun. 6 Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran? 7 Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi--bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda? 8 Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang? 9 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara! 10 Ada banyak--entah berapa banyak--macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti. 11 Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku. 12 Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.
Gunakanlah Bahasa yang Bisa Dimengerti dan Membangun
Setiap kata atau kalimat yang keluar dari mulut kita sejatinya harus membuat orang yang mendengarnya mengerti atau memahaminya secara jelas. Tujuannya agar pesan dari kata atau kalimat tersebut tidak saja terdengar namun juga dapat dilakukan. Sebab apa gunanya kita berbicara mengeluarkan kata dan kalimat jika yang disampaikan tersebut tidak dimengerti dan dipahami?. Apalagi jika perkataan yang dikeluarkan tidaklah membangun melainkan menjatuhkan atau melecehkan. Tentu tidak ada gunanya. Inilah yang mau ditegaskan oleh rasul Paulus ketika ia berbicara tentang karunia atau bahasa Roh. Paulus membedakan antara karunia Roh dan nubuat. Bedanya yaitu, tujuan berbicara dengan bahasa Roh yaitu kepada Allah, sehinggga hanya Allah yang mengerti bahasaNYA. Orang yang berbicara dengan bahasa Roh hanya membangun dirinya. Sedangkan orang yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia dengan tujuan menasehati, membangun, dan menghibur. Dalam hal ini, orang yang bernubuat membangun jemaat. Apa gunanya berkata-kata dengan bahasa Roh jika orang lain tidak mengerti dan memahaminya, tentu tidak akan membuat orang yang mendengarnya dapat membangun kehidupanya. Karena itu, pesan Paulus kepada jemaat Korintus, dan juga kepada kita adalah dalam hidup ini lebih baik menggunakan bahasa yang baik, dapat dimengerti dan membangun kehidupan jemaat dan sesama.
Doa: Mampukanlah kami untuk menggunakan bahasa yang dapat membangun. Amin.
Selasa, 24 Oktober 2023
bahan bacaan : 1 Korintus 16:1-4
Bantuan untuk Jemaat di Yerusalem Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia. 2 Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing--sesuai dengan apa yang kamu peroleh--menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang. 3 Sesudah aku tiba, aku akan mengutus orang-orang, yang kamu anggap layak, dengan surat ke Yerusalem untuk menyampaikan pemberianmu. 4 Kalau ternyata penting, bahwa aku juga pergi, maka mereka akan pergi bersama-sama dengan aku.
Menyisihkan Dan Mengumpulkan Bagi Pelayanan
Banyak cara yang dapat digunakan oleh kita untuk membangun kehidupan sesama, khususnya kehidupan jemaat. Ada yang dapat dilakukan melalui cara berdoa, atau langsung terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan nyata bersama. Rasul Paulus, melalui firman Tuhan ini memberikan salah satu metode yang tepat untuk membangun jemaat Kristen di Yerusalem. Kepada orang-orang Kristen di Korintus, Rasul Paulus meminta agar pada hari pertama, setiap Minggu, orang-orang Kristen dapat menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah untuk pada saatnya nanti dikumpulkan dan dibawakan ke Yerusalem bagi pembangunan jemaat Kristen di Yerusalem. Hal ini dimaksudkan agar
sebagai keluarga Allah, orang-orang Kristen dimanapun dapat berpartisipasi secara langsung atau pun tidak langsung dalam membangun kehidupan jemaat. Ajakan rasul Paulus ini untuk
menyadarkan orang-orang Kristen di Korintus dan kita pada masa ini untuk selalu memiliki rasa kepekaan dan kepedulian dalam membangun kehidupan sesama. Hal itu dapat diwujudkan melalui cara menyisihkan dan mengumpulkan apa yang ada pada kita untuk menopang pekerjaan pelayanan. Berkat yang disisihkan dan dikumpulkan, kiranya dikelola dengan baik demi kepentingan membangun jemaat Semoga ajakan rasul Paulus ini menjadi hal yang terus diingat untuk kita lakukan.
Doa: Mampukanlah kami untuk menyisihkan dan mengumpulkan bagi pelayanan. Amin.
Rabu, 25 Oktober 2023
bahan bacaan : Efesus 4:9-16
9 Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. 11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.
Kearifan Menatalayani Karunia Tuhan
Kelola hasil alam atau panen hasil adalah moment yang dinanti-nantikan setiap orang pada suatu jemaat atau tempat. Sebab dengan moment itu semua orang dapat menikmati Berkat yang Tuhan sediakan melalui alam ini untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Menatalayani Karunia Tuhan merupakan Tema Mingguan yang mengarahkan pandangan kita untuk bersyukur atas Nikmat yang Tuhan sediakan lewat alam semesta ini. Rasul Paulus menegaskan dalam bacaan hari ini tentang kecakapan mengelolah Berkat yang Tuhan berikan. Berkat tidak terbatas hanya pada hasil-hasil alam yang dapat dinikmati, bagi Paulus Berkat berkaitan juga dengan bakat, kompetensi dan karunia seseorang mengelolah tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Oleh karenanya, mengingatkan Jemaat di Efesus untuk bertanggung jawab atas karunia yang Tuhan berikan. Walaupun banyak karunia dan berbeda-beda, namun harus dapat dikerjakan dengan penuh tertanggung jawab dan saling melengkapi. Dengan demikian, kita diingatkan untuk mengelola dan menatalayani Karunia Tuhan itu dengan pemahaman setiap tugas memiliki keunikan, dan keunikan-keunikan itu harusnya dapat saling memperkaya untuk sebuah pertumbuhan yang lebih baik.
Doa: kami mau mengelola Karunia yang Tuhan beri dengan arif. Amin.
Kamis, 26 Oktober 2023
bahan bacaan : Keluaran 18 : 24-27
24 Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya. 25 Dari seluruh orang Israel Musa memilih orang-orang cakap dan mengangkat mereka menjadi kepala atas bangsa itu, menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang. 26 Mereka ini mengadili di antara bangsa itu sewaktu-waktu; perkara-perkara yang sukar dihadapkan mereka kepada Musa, tetapi perkara-perkara yang kecil diadili mereka sendiri. 27 Kemudian Musa membiarkan mertuanya itu pergi dan ia pulang ke negerinya.
Jagalah Kepercayaan itu!
Nasihat yang diberikan Yitro kepada Musa adalah solusi terhadap tugas yang dijalankan Musa tatkala memimpin Bangsa Israel. Sebab, dilhatnya Yitro bahwa Musa menanggung semua hal sendirian dan itu sungguh melelahkan. Oleh sebab itu, Yitro menyarankan untuk memilih orang-orang yang cakap, dapat dipercaya, Takut akan Tuhan, benci kepada pengejaran suap untuk membantu Musa menyelesaikan perkara-perkara umat. Orang-orang inilah yang akan menyelesaikan perkara-perkara kecil dan Musa berfokus kepada perkara-perkara besar. Musa mengikuti apa yang disarankan mertuanya. Dari kisah Musa diatas, ada pesan penting bagi kita. Pertama, Nasihat orang tua haruslah kita dengar dan patuhi. Sebab setiap nasihat dan ajaran orang tua terkandung nilai-nilai
kebaikan yang dapat menolong kita. Sebagai anak, belajarlah menjadi taat dan patuh kepada orang tua. Kedua, mempercayakan seseorang untuk menjadi pemimpin atau mengerjakan sesuatu adalah Karunia dan kesempatan untuk melayani sesama. Ketika kita dipercaya untuk menjadi pemimpin baik pemimpin rumah tangga, pemimpin organisasi, pemimpin masyarakat maka hendaknya kita melakukannya dengan Takut kepada Tuhan, Jujur, Tulus dan bertanggung jawab.
Jumat, 27 Oktober 2023
bahan bacaan : 1 Timotius 4:11-16
11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. 12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. 13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar. 14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua. 15 Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. 16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.
Jangan Lalai Pergunakan Karuniamu
Kepada kita semua orang percaya, Roh Kudus yang tinggal dalam diri kita berkehendak
tugas, pekerjaan dan pelayanan kita sebagai saksi-saksi Kristus dalam memenangkan jiwa-jiwa bagi Kerajaan Sorga. Ada berbagai macam karunia yang diberikan oleh Roh Kudus yang harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan jemaat, untuk membangun iman mereka kepada Tuhan. Namun banyak di antara kita yang telah menerima karunia-karunia Roh tersebut, tetapi lalai untuk menggunakannya karena berbagai alasan dan sebab. Akibatnya karunia-karunia tersebut menjadi seperti tidak berguna atau tidak dapat dinikmati oleh jemaat Tuhan secara keseluruhan. Padahal, untuk memperoleh karunia-karunia Roh tersebut tidak mudah dan merupakan anugerah dari Tuhan. Sebuah karunia rohani lebih dari sebuah bakat alami yang dimiliki oleh seseorang kita dapat mengalami pertumbuhan, pembinaan dan pendewasaan sebagai jemaat Tuhan. Temukanlah karunia rohani yang diberikan oleh Roh Kudus kepada Anda. Jangan biarkan karunia itu tertidur sehingga tidak berfaedah bagi jemaat Tuhan. Ada tujuan dan maksud Allah dengannya. Jangan lalai dalam menggunakannya, agar jangan karunia itu diambil kembali oleh Allah.
Doa: Tuhan, tolonglah kami agar tidak lalai menggunakan karunia Roh-Mu. Amin.
Sabtu, 28 Oktober 2023
bahan bacaan : 2 Korintus 8:1-7
Pelayanan kasih Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. 3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. 4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami. 6 Sebab itu kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya. 7 Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, --dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami--demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.
Melayani, Berbagi, Bersukacita
“Melayani-melayani lebih Sungguh, Tuhan lebih dulu Melayani kepadamu, Melayani-melayani lebih sungguh”. Pujian ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Pujian yang sungguh memberikan penguatan kepada kita untuk mengerjakan pelayanan dengan sungguh-sungguh. Paulus memberikan amanat kepada Titus untuk berkunjung ke Korintus dan mengajarkan umat tentang hidup saling melayani. Walaupun ada dalam penderitaan dan pergumulan hidup yang berat, mereka harus tetap hidup saling melayani dan berbagi. Jemaat melakukan seperti yang dinasehatkan, berbagi dari kelemahan dan kekurangan mereka. Inilah kekayaan yang sesungguhnya. Seringkali dalam pergumulan hidup ketika diperhadapkan dengan kesulitan dan kesakitan, kita cenderung untuk sulit melayani dan berbagi. Pikiran kita dipenuhi dengan persungutan, kemarahan serta penyesalan. Kita berulang kali mengecam keadaan. Benar, bahwa kemanusiaan kita lemah dan membuat kita terbatas sehingga tidak dapat mengelola energi negatif. Oleh karenanya, belajar dari Firman Tuhan hari ini, kita diberikan kesempatan untuk menjadi pribadi yang berhikmat mengelola persoalan hidup dan tidak membiarkan persolan itu membatasi Kemuliaan Tuhan berkarya dalam hidup kita. Belajarlah untuk tetap melayani dalam himpitan hidup, berbagi dalam kesulitan, bersukacita di tengah penderitaan. Sebab hanya dengan demikian, kita akan mengalami Kuasa dan Kemurahan Tuhan di dalam hidup kita.
Doa: Ya Tuhan. karuniakanlah Sukacita melayani dalam hidup kami di tengah-tengah berbagai kondisi. Amin.
*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2023, LPJ – GPM