Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja
Tema Mingguan : Berani Menyatakan Kebenaran
Minggu, 29 Oktober 2023
bahan bacaan : Galatia 4 : 12-20
Ingatlah akan hubungan kita yang semula
12 Aku minta kepadamu, saudara-saudara, jadilah sama seperti aku, sebab akupun telah menjadi sama seperti kamu. Belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik dari padamu. 13 Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku. 14 Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri. 15 Betapa bahagianya kamu pada waktu itu! Dan sekarang, di manakah bahagiamu itu? Karena aku dapat bersaksi tentang kamu, bahwa jika mungkin, kamu telah mencungkil matamu dan memberikannya kepadaku. 16 Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? 17 Mereka dengan giat berusaha untuk menarik kamu, tetapi tidak dengan tulus hati, karena mereka mau mengucilkan kamu, supaya kamu dengan giat mengikuti mereka. 18 Memang baik kalau orang dengan giat berusaha menarik orang lain dalam perkara-perkara yang baik, asal pada setiap waktu dan bukan hanya bila aku ada di antaramu. 19 Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu. 20 Betapa rinduku untuk berada di antara kamu pada saat ini dan dapat berbicara dengan suara yang lain, karena aku telah habis akal menghadapi kamu.
Kebenaran Haruslah Dengan Berani Dinyatakan
Kondisi Jemaat Galatia tidak baik-baik saja sehingga Paulus mendatangi mereka
Paulus dan mengingatkan mereka kembali kepada Injil Kristus yang menyelamatkan menegaskan bahwa oleh Tuhan, mereka telah menjadi pengikut Kristus yang setia. Sebab itu, sekalipun ada rupa-rupa kesesatan yang mewarnai perjalanan hidup umat dengan berbagai tawaran yang menyenangkan, mereka diingatkan untuk tetap waspada, Berhikmat dan mampu menjaga kekudusan hidup. Jangan mudah diperdayai. Paulus mengharapkan umat tetap menerima setlap hal yang disampaikannya sebagai kebenaran, agar mereka mawas diri berhadapan dengan tantangan ke depan. Saudaraku, menyampaikan kebenaran terkadang tidak selalu disambut baik. Ada kalanya kebenaran yang disampaikan justru menjadi pemicu kehancuran dalam kehidupan bersama dan relasi yang terbangun. Benar bahwa setiap kebenaran yang disampaikan memiliki konsekuensi baik positif maupun negative. Namun sebagai pelaku kebenaran di dalam Kristus, hendaknya kita tidak ragu dan gentar untuk menyatakan kebenaran dalam hidup. Jangan takut dengan ancaman kekuatan dunia ini. Beranilah nyatakan kebenaran, Ya diatas Ya!, tidak diatas tidak! Hanya orang-orang seperti inilah yang memiliki karakter hidup yang bertanggung jawab dan layak diperhitungkan.
Doa: Kami hendak menyatakan Kebenaran dalam hidup kami Tuhan. Amin.
Senin, 30 Oktober 2023
bahan bacaan : Efesus 6 : 19-20
19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.
Kebenaran Tidak Pernah Salah
Masih segar diingatan kita kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat yang dilakukan oleh atasannva Inspektur Jenderal Ferdi Sambo. Jika tidak ada pengakuan dari Bharada Richard Eliezer maka kematian Yosua tidak dapat terungkap. Eliezer diperhadapkan dengan kondisi yang menyudutkannya, tatkala dihimpit ketakutan kepada Sambo tetapi juga dituntut oleh keluarga Yosua agar mengatakan kebenaran. Beruntung Eliezer mengambil langkah tepat dengan menyatakan kebenaran. Pada akhinya sidang memutuskan Sambo bersalah dan dijatuhi hukuman yang pantas. Eliezer pun demikian, ia harus menjalani hukuman sesuai perbuatannya. Sikap Eliezer di atas mewakili sikap yang harus dimiliki oleh umat di Efesus sesuai seruan Rasul Paulus. Menyatakan kebenaran adalah sikap yang harus dimiliki setiap orang percaya. Baik atau tidak baik waktu dan kondisinya menyatakan kebenaran itu sebuah keharusan. Ketika menyatakan kebenaran kita harus siap untuk tidak disukai, siap dimusuhi, siap dicibir dan dihina. Memulai mengajarkan untuk menyampaikan kebenaran dari dalam keluarga adalah dasar yang sangat baik untuk membentuk manusia-manusia yang jujur dan bertanggung jawab. Anak-anak diajarkan untuk selalu mengatakan yang benar, untuk berlaku benar agar kelak mereka bertumbuh menjadi pribadi yang baik. Sebab dengan kejujuran, kualitas diri seseorang akan terasah.
Doa: Roh Kudus. pimpinlah kami untuk menyatakan kebenaran. Amin.
Selasa, 31 Oktober 2023
bahan bacaan : Yeremia 20:7-9
Keluh kesah Yeremia akibat tekanan jabatannya
7 Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. 8 Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: "Kelaliman! Aniaya!" Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari. 9 Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.
Jadilah Baik dan Benar
Yeremia berhadapan dengan kondisi yang sulit ketika ia bernubuat. Pada ayat sebelumnya pada pasal 20 ini dijelaskan bahwa Yeremia dipukul dan dipasung oleh Pasyhur, seorang Imam yang menjabat sebagai kepala di rumah Tuhan. Pada akhirnya, Yeremia berkeluh kepada Tuhan. Keluhan Yeremia ini didasarkan pada kondisi yang tidak menyenangkan ketika ia menyatakan kebenaran. Yeremia terbuka kepada Tuhan bahwa ia sudah ada pada titik ketidakberdayaan dan ini sangat manusiawi. Pengalaman buruk yang dialami oleh Yeremia pun dialami oleh kita ketika kita melakukan sesuatu yang benar. Kita sering “disandera” oleh perbuatan baik dan tindakan benar yang kita lakukan. Ada kalimat-kalimat motivasi yang selalu mengingatkan kita tentang berlakukan kebenaran dan kebaikan walaupun balasannya pahit. Sebab rasa pahit itu hanya diberikan dari manusia, tetapi dari Tuhan akan berbuah manis. Pengingat ini hendaknya menguatkan kita untuk tetap menjadi orang-orang baik dan tetap berlaku benar dalam kehidupan. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan melainkan membalas dengan kebaikan. Tidak menyesali perbuatan baik yang sudah dilakukan. Semoga keluarga dan persekutuan jemaat menjadi sarana untuk menyatakan kebaikan dan kebenaran bagi sesama.
Doa: Arahkan langkah kami Tuhan, agar tetap di jalan yang benar dan tetap berlakukan kebaikan. Amin.
Rabu, 01 November 2023
bahan bacaan : Markus 6 : 14-29
Yohanes Pembaptis dibunuh
14 Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia." 15 Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu." 16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi." 17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. 18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" 19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, 20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. 21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. 22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", 23 lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" 24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" 25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" 26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. 27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. 28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. 29 Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.
Nyatakanlah Kebenaran Walaupun Dibenci
Herodes kagum akan apa yang diajarkan Yohanes, tetapi ia tidak bisa menerima ketika Yohanes mengkritik apa yang dilakukannya. Kritikan itu berkaitan dengan sebuah kebenaran bahwa Herodes telah bertindak keliru dengan mengambil Herodias isteri saudaranya menjadi isterinya sendiri. Herodes yang marah memenjarakan Yohanes. Herodias pun menaruh benci dan dendam pada Yohanes. Pada moment Herodes mengadakan perjamuan untuk para pembesar di Galilea, anak Herodias menari dan ia sangat disukai oleh Herodes. Apapun yang diminta oleh anak Herodias, akan dipenuhi oleh Herodes. Kesempatan ini dipakai oleh Herodias untuk menyalurkan kebencian dan dendamnya kepada Yohanes. Dimintanya kepala Yohanes sebagai hadiah yang harus dipenuhi Herodes bagi anaknya. Kisah ini memberikan dua pembelajaran berharga bagi kita memasuki kehidupan di bulan yang baru. Pertama, hati-hati dengan kebiasaan menaruh benci dan dendam, karena dapat berakibat fatal di dalam kehidupan kita. Maka janganlah biarkan diri kita dikuasai oleh amarah dan dendam karena akan merugikan diri kita sendiri dan orang lain. Kedua, milikilah keberanian untuk mengkritik atau menyatakan hal yang benar. Memang, menyatakan hal yang benar tidaklah mudah, tetapi ini panggilan dan tanggungjawab beriman selaku anak-anak Tuhan. Marilah singkirkan benci dan dendam, jadilah orang baik yang berkata dan berlaku benar.
Doa: Ya Bapa. singkirkanlah kemarahan dan kebencian dalam hati dan mampukanlah kami untuk menyatakan kebenaran. Amin.
Kamis, 02 November 2023
bahan bacaan : 1 Yohanes 2:28-29
Anak-anak Allah
28 Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya. 29 Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.
Setiap Orang Yang Berbuat Kebenaran Lahir Daripada-Nya
Kita bersyukur karena diberikan hak istimewa menjadi anak-anak Allah melalui Yesus Kristus. Wujud nyata dari rasa syukur kita menjadi anak-anak Allah adalah dengan menghidupi cara hidup anak-anak Allah. Karena itu, pikirkanlah perbuatan baik dan benar yang ingin kita lakukan sebagai anak-anak Allah. Memang, kemampuan untuk melakukan yang benar berasal dari Allah. Kemampuan itu diberikan Allah kepada kita semua, tetapi tidak semua orang mau hidup dalam kebenaran dan berani untuk menyatakan yang benar. Namun nas bacaan hari ini mengingatkan, kalau kita tahu bahwa Allah itu benar, kita juga harus tahu bahwa setiap orang yang berbuat kebenaran, lahir daripada-Nya. Hal itu berarti, setiap orang yang beriman kepada Kristus harus konsisten melakukan kebenaran. Itu panggilan selaku anak-anak Allah. Menjalani hidup sebagai anak-anak Allah yang setia melakukan kebenaran, mungkin saja membawa kita dalam banyak penderitaan, mengalami penolakan dan dianggap sebagai orang-orang sok suci karena tidak turut melakukan kejahatan dan sebagainya. Namun, tetaplah berlaku sebagai anak-anak Allah. Dengan cara hidup seperti itu, kita beroleh keberanian percaya kepada Kristus dan tidak malu pada hari kedatangan Tuhan.
Doa: Ya Allah, mampukanlah kami selaku anak-anak-Mu untuk melakukan kebenaran. Amin
Jumat, 03 November 2023
bahan bacaan : Kisah Para Rasul 26:24-32
Ajakan kepada Agripa untuk percaya
24 Sementara Paulus mengemukakan semuanya itu untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya, berkatalah Festus dengan suara keras: "Engkau gila, Paulus! Ilmumu yang banyak itu membuat engkau gila." 25 Tetapi Paulus menjawab: "Aku tidak gila, Festus yang mulia! Aku mengatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat! 26 Raja juga tahu tentang segala perkara ini, sebab itu aku berani berbicara terus terang kepadanya. Aku yakin, bahwa tidak ada sesuatupun dari semuanya ini yang belum didengarnya, karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil. 27 Percayakah engkau, raja Agripa, kepada para nabi? Aku tahu, bahwa engkau percaya kepada mereka." 28 Jawab Agripa: "Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen!" 29 Kata Paulus: "Aku mau berdoa kepada Allah, supaya segera atau lama-kelamaan bukan hanya engkau saja, tetapi semua orang lain yang hadir di sini dan yang mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini." 30 Lalu bangkitlah raja dan wali negeri serta Bernike dan semua orang yang duduk bersama-sama mereka. 31 Sementara mereka keluar, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Orang itu tidak melakukan sesuatu yang setimpal dengan hukuman mati atau hukuman penjara." 32 Kata Agripa kepada Festus: "Orang itu sebenarnya sudah dapat dibebaskan sekiranya ia tidak naik banding kepada Kaisar."
Nyatakan Kebenaran Dengan Pikiran Yang Sehat
Menyatakan kebenaran kadangkala tidak diterima oleh semua Pengalaman itu yang dialami oleh Rasul Paulus ketika ia menyatakan kebenaran tentang segala pekerjaan pelayanannya untuk memberitakan tentang salib Kristus di hadapan raja Agripa. Ia bersaksi tentang kebenaran Injil dan seluruh kabar tentang Kristus dinyatakan Paulus dengan pikiran yang sehat. Tetapi kesaksian ini justeru membuat Paulus dianggap sebagai orang gila. Merespons hal itu, Paulus menegaskan bahwa apa yang disampaikannya sebagai kebenaran, diungkapkannya dengan pikiran yang sehat, ia tidak menghayal atau menyampaikan berita bohong, karena ada juga saksi kebangkitan Kristus yang lain. Kalau memang raja meragukan apa yang Paulus sampaikan, saksi-saksi yang lain itu dapat ditemui untuk diminta memberikan kesaksian tentang pengalaman menyaksikan kebangkitan Kristus. Kebenaran Paulus dalam bersaksi mengingatkan kita bahwa dalam menyampaikan kebenaran Injil Kristus, haruslah berdasarkan akal sehat disertai bukti yang benar. Bukan sebuah hayalan, rekayasa atau kebohongan. Itulah yang diharapkan Tuhan dari kita selaku saksi-saksi-Nya. Marilah kita menjadi saksi-saksi yang menyatakan kebenaran Injil Kristus dengan pikiran yang sehat tanpa kebohongan atau rekayasa.
Doa: Tuhan, tolonglah kami menyatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat. Amin.
Sabtu, 04 November 2023
bahan bacaan : Galatia 2:1-5
Paulus diakui oleh para rasul Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Tituspun kubawa juga. 2 Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi--dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang--,supaya jangan dengan percuma aku berusaha atau telah berusaha. 3 Tetapi kendatipun Titus, yang bersama-sama dengan aku, adalah seorang Yunani, namun ia tidak dipaksa untuk menyunatkan dirinya. 4 Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita. 5 Tetapi sesaatpun kami tidak mau mundur dan tunduk kepada mereka, agar kebenaran Injil dapat tinggal tetap pada kamu.
Nyatakanlah kebenaran: Allah Tidak Memandang Muka
Paulus ketika melakukan tanggung jawab pemberitaan Injil di jemaat Galatia menghadapi banyak masalah. Salah satu diantaranya adalah banyaknya saudara-saudara palsu, yakni orang-orang yang menyelundup ke dalam jemaat dan mempengaruhi jemaat untuk mengikuti pandangan mereka yang tidak mau Injil diberitakan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi. Namun, masalah itu tidak membuat Paulus patah semangat untuk terus memberitakan Injil. Ia justru bersaksi bahwa Allah sesungguhnya tidak memandang muka. Latar belakang seseorang seperti status sosial, suku bangsa, sunat atau tidak sunat, dan hal lainnya tidak menjadi penghambat untuk orang mengenal Allah dan beriman kepada-Nya. Kebenaran inilah yang terus disaksikan di tengah beragamnya orang yang mendengarkan pengajaran Paulus. Keberanian untuk menyatakan kebenaran Injil, harus pula kita miliki. Kebenaran Injil yang diberitakan penting dalam membangun iman, karena semua orang dari bangsa manapun dikasihi Allah. Orang terpandang atau rakyat biasa, semuanya sama di hadapan-Nya. Allah tidak memandang muka dan Anugerah-Nya sama kepada setiap orang yang mendengarkan ajaran-Nya. Beritakanlah hal ini dengan berani!.
Doa: Ya Tuhan, sesungguhnya Engkau Allah pengasih yang tidak memandang muka. Amin.
*SUMBER : SHK BULAN OKT-NOV 2023, LPJ-GPM