Santapan Harian Keluarga, 26 Nov – 2 Des 2023

Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan.

Tema Mingguan : Keluarga yang Saling Mengasihi

Minggu, 26 November 2023

bahan bacaan : 1 Yohanes 3:11-18

Kasih terhadap saudara sebagai tanda hidup baru
11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; 12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. 13 Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu. 14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. 15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. 16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. 17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? 18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Mengasihi Saudara Sebagai Wujud Kasih Kristus
Tema binaan di minggu ini adalah “Keluarga Yang Saling Mengasihi” berdasarkan perikop 1 Yohanes 3: 11-18. Nas ini menekankan aspek saling mengasihi sebagai perintah Tuhan Yesus kepada orang percaya. Yohanes menjelaskan Keluarga yang saling mengasihi adalah keluarga yang menyayangi dan menaruh kasih kepada anggota keluarga dengan cara tidak melakukan tindakan kejahatan (membunuh) yang didasarkan pada rasa kebencian terhadap sesama saudara seperti yang dilakukan Kain kepada Habel. Mengasihi juga berarti tindakan untuk berbagi dengan mereka yang menderita kekurangan. Hidup saling mengasihi didasarkan pada kasih Kristus yang telah mengorbankan nyawanya kepada manusia berdosa (ay.16). Makna yang mendalam bagi kita. Sebab itu marilah membangun hidup keluarga yang saling mengasihi antara suami atau isteri, orang tua dan anak, saudara dengan saudara dan antar sesama. Stop Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perselisihan antara orang tua dengan anak, saudara dengan saudara serta rasa kebencian yang bisa menyakiti dan menjatuhkan sesama.

Doa: Tuhan, Tolonglah kami menghadirkan hidup saling mengasihi dalam keluarga. Amin.

Senin, 27 November 2023

bahan bacaan : 2 Yohanes 1:4-6

Tetaplah di dalam ajaran Kristus
4 Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. 5 Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu--bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya--supaya kita saling mengasihi. 6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.

Hidup Saling Mengasihi Merupakan Ajaran Kristus
Surat 2 Yohanes ditujukan kepada seorang wanita Kristen dan anak-anaknya, tapi juga dimaksdkan kepada sebagian jemaat yang masih berpegang kepada kebenaran mengenai Yesus Kristus. Memang, ada dugaan bahwa sebagian jemaat telah terpengaruh oleh pengajaran palsu sehingga kelakuan mereka tidak lagi rohani. Dalam realitas tersebut. Yohanes menasehati jemaat untuk hidup dalam kebenaran, kasih dan ketaatan. Hal ini dijelaskan dalam bacaan tadi, Yohanes yang merasa senang/bergembira menasehati jemaat pada saat itu supaya mereka hidup saling mengasihi (ay.5). Karena hidup di dalam kasih adalah perintah Tuhan bagi setiap orang percaya (ay.6) Hal ini pun ditegaskan dalam Markus 12:30-31 tentang hal mengasihi Tuhan Allah dan mengasihi manusia. Maka orang kristen yang sejati harus mempraktekkan kasih yang sesungguhnya yang tercermin dalam perilaku hidup kita sehari-hari bukan sekedar dengan perkataan belaka tapi dengan perbuatan nyata. Seperti: hidup saling menolong, hidup saling mengasihi, hidup saling berbagi dengan sesama.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami hidup saling mengasihi sebagai wujud hidup dalam kebenaran. Amin.

Selasa, 28 November 2023

bahan bacaan : Efesus 5: 25

25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

Mengasihi Isteri Sebagaimana Kristus Mengasihi
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan fakta yang sering terjadi dan dialami oleh siapa saja, kapan dan dimana saja. Salah satu contoh, ada seorang ibu rumah tangga bekerja pada salah satu perusahaan swasta terkemuka di kota ini (berinisial B). Selain bekerja untuk menghidupi keluarganya, ia juga merupakan seorang pelayan pada salah satu jemaat. Namun, disayangkan setiap kali Ibu B pulang kerja atau pulang pelayanan selalu dimarahi bahkan dipukuli oleh suaminya dengan semena-mena. Sikap sang suami disebabkan oleh perasaan cemburu yang berlebihan. Singkatnya, Ibu B mengalami tekanan psikis (mental) tapi juga kekerasan fisik dari waktu ke waktu? Mungkin juga kita sebagai isteri atau suami sedang mengalami situasi sulit seperti ini? Nas bacaan kita tadi, merupakan nasehat Paulus tentang hubungan suami dengan isterinya dengan cara membandingkannya dengan hubungan Kristus dengan Jemaat. Dimana Kristus sangat mengasihi jemaat, sehingga Dia rela mengorbankan diri-Nya. Cinta kasih suami kepada isterinya pun harus sama seperti cinta kasih Kristus ini, yaitu suami mengasihi isterinya. Itulah cinta yang sejati tanpa kecemburuan, kebencian, dan kekerasan.

Doa: Kiranya suami mengasihi isteri sama seperti Kristus mengasihi kita. Amin.

Rabu, 29 November 2023

bahan bacaan : Efesus 5 : 22-24

Kasih Kristus adalah dasar hidup suami isteri
22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

Mengasihi Suami Sebagaimana Kristus Mengasihi
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), baik secara perkataan (verbal) maupun perbuatan (aksi) bukan saja dilakukan oleh laki-laki (suami) tapi dilakukan pula oleh perempuan (isteri). Banyak kasus yang memperlihatkan kekerasan yang dilakukan oleh kaum perempuan (isteri), misalnya: Istri mencaci maki sumi, isteri pukul suami sampai isteri membunuh suami. Dalam situasi tersebut, Paulus mengingatkan kita tentang cara hidup bersama sebagai rumah tangga kristen, khususnya tugas dan tanggungjawab seorang isteri kepada suaminya. Menurut Paulus, sikap seorang isteri kepada suaminya mencerminkan hubungannya dengan Tuhan. Jadi, eorang isteri seharusnya bersedia mentaati suaminya dengan cara sama seperti dia mentaati Tuhan. Selanjutnya, Paulus menanbahkan alasan mengapa isteri mentaati suami karena suami adalah kepala (pemimpin) isterinya. Hal ini berkaitan pula dengan tugas seorang suami untuk menjaga, melindungi dan membahagiakan isterinya. Makna yang mendalam bagi kita kaum perempuan (isteri) saat ini, suami adalah pemimpin dan imam dalam keluarga, karena itu kita patut mengasihi, mencintai, menghargai dan menghormatinya.

Doa Jadilah Isteri yang mentaati suami, sama seperti kepada Kristus. Amin.

Kamis, 30 November 2023

bahan bacaan : Keluaran 20:12

12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Menghormati Orang Tua, Memperoleh Berkat
Pada masa kini, ada anak yang menghargai dan menghormati orang tua, tapi ada pula bahkan berperilaku kepada orang tua, seperti: menentang nasehat orang tua, membentak, mengeluarkan kalimat kasar dan melakukan perbuatan yang membuat orang tua menangis. Sikap tersebut sangat
disayangkan karena orang tua memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan seorang anak. Dengan kata lain, tanpa orang tua kita tidak ada di dunia ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kedudukan orang tua bagi hidup setiap anak. Karena itu, Tuhan memberikan perintah (hukum kelima) kepada generasi Israel untuk menghormati papa dan mama mereka. Menghormati orang tua berarti sebagai anak patut menghargai, mendukung, membahagiakan bahkan melayani mereka sampai akhir hidup mereka. Dengan demikian, maka anak-anak akan memperoleh janji berkat, yakni berumur panjang di bumi. Pesan Alkitab ini penting bagi kita sebagai anak-anak di masa kini, bila kita ingin mendapatkan berkat panjang umur dan berkat lainya, maka harus menghormati orang tua dengan cara: mendoakan orang tua, mentaati nasehat mereka, mengasihi dan membanggakan orang tua.

Doa: Ya Tuhan, Jadikan anak-anak kami, pribadi yang takut Tuhan dan menghormati orang tua. Amin.

Jumat, 01 Desember 2023

bahan bacaan : Keluaran 4: 18-31

Musa kembali ke Mesir
18 Lalu Musa kembali kepada mertuanya Yitro serta berkata kepadanya: "Izinkanlah kiranya aku kembali kepada saudara-saudaraku, yang ada di Mesir, untuk melihat apakah mereka masih hidup." Yitro berkata kepada Musa: "Pergilah dengan selamat." 19 Adapun TUHAN sudah berfirman kepada Musa di Midian: "Kembalilah ke Mesir, sebab semua orang yang ingin mencabut nyawamu telah mati." 20 Kemudian Musa mengajak isteri dan anak-anaknya lelaki, lalu menaikkan mereka ke atas keledai dan ia kembali ke tanah Mesir; dan tongkat Allah itu dipegangnya di tangannya. 21 Firman TUHAN kepada Musa: "Pada waktu engkau hendak kembali ini ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yang telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kauperbuat di depan Firaun. Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi. 22 Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; 23 sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung." 24 Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya. 25 Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: "Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku." 26 Lalu TUHAN membiarkan Musa. "Pengantin darah," kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu. 27 Berfirmanlah TUHAN kepada Harun: "Pergilah ke padang gurun menjumpai Musa." Ia pergi dan bertemu dengan dia di gunung Allah, lalu menciumnya. 28 Kemudian Musa memberitahukan kepada Harun segala firman TUHAN yang disuruhkan-Nya kepadanya untuk disampaikan dan segala tanda mujizat yang diperintahkan-Nya kepadanya untuk dibuat. 29 Lalu pergilah Musa beserta Harun dan mereka mengumpulkan semua tua-tua Israel. 30 Harun mengucapkan segala firman yang telah diucapkan TUHAN kepada Musa, serta membuat di depan bangsa itu tanda-tanda mujizat itu. 31 Lalu percayalah bangsa itu, dan ketika mereka mendengar, bahwa TUHAN telah mengindahkan orang Israel dan telah melihat kesengsaraan mereka, maka berlututlah mereka dan sujud menyembah.

Tuhan Sumber Penyemangat Kami
Bacaan kita secara sederhana menjelaskan tentang Kemahakuasaan Tuhan Allah yang telah membebaskan umat Israel dari Bangsa Mesir. Melalui Musa dan Harun, umat Israel diarahkan untuk beribadah kembali kepada Tuhan. Musa diperintahkan untuk membawa kembali umat Israel dan jika ada yang menghalangi maka akan dihukum oleh Tuhan. Musa sempat mendapatkan tantangan, namun oleh kebijaksanaan istrinya, Zipora maka Musa dapat melaksanakan amanat Tuhan. Kehadiran keluarga dan orang- orang yang kita kasihi di dalam pergumulan hidup yang berat merupakan suatu anugerah yang Tuhan karuniakan untuk memberikan kita semangat, motivasi dan harapan baru. Mereka yang disebut sebagai ODHA (Orang dengan HIV AIDS) harus tetap diberi ruang untuk menata diri mereka kembali dan menumbuhkan kepercayaan diri ketika mungkin mendapat perlakukan tidak menyenangkan atau diskriminasi. Oleh karenanya, hari ini selain mensyukuri penyertaan Tuhan sebab kita boleh ada di hari pertama bulan Desember, kita pun
diajak untuk berempati dengan saudara-saudari kita (ODHA). Selayaknya Zipora melindungi dan
menolong suaminya Musa, maka kita pun demikian. Menjadi saudara bagi mereka yang membutuhkan dan berbeban berat dengan pergumulan hidup mereka masing-masing.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami menjadi penyemangat bagi sesama. Amin.

Sabtu, 02 Desember 2023

bahan bacaan : Kejadian 44: 18-34

Yehuda membela Benyamin
18 Lalu tampillah Yehuda mendekatinya dan berkata: "Mohon bicara tuanku, izinkanlah kiranya hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada tuanku dan janganlah kiranya bangkit amarahmu terhadap hambamu ini, sebab tuanku adalah seperti Firaun sendiri. 19 Tuanku telah bertanya kepada hamba-hambanya ini: Masih adakah ayah atau saudara kamu? 20 Dan kami menjawab tuanku: Kami masih mempunyai ayah yang tua dan masih ada anaknya yang muda, yang lahir pada masa tuanya; kakaknya telah mati, hanya dia sendirilah yang tinggal dari mereka yang seibu, sebab itu ayahnya sangat mengasihi dia. 21 Lalu tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini: Bawalah dia ke mari kepadaku, supaya mataku memandang dia. 22 Tetapi jawab kami kepada tuanku: Anak itu tidak dapat meninggalkan ayahnya, sebab jika ia meninggalkan ayahnya, tentulah ayah ini mati. 23 Kemudian tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini: Jika adikmu yang bungsu itu tidak datang ke mari bersama-sama dengan kamu, kamu tidak boleh melihat mukaku lagi. 24 Setelah kami kembali kepada hambamu, ayahku, maka kami memberitahukan kepadanya perkataan tuanku itu. 25 Kemudian ayah kami berkata: Kembalilah kamu membeli sedikit bahan makanan bagi kita. 26 Tetapi jawab kami: Kami tidak dapat pergi ke sana. Jika adik kami yang bungsu bersama-sama dengan kami, barulah kami akan pergi ke sana, sebab kami tidak boleh melihat muka orang itu, apabila adik kami yang bungsu tidak bersama-sama dengan kami. 27 Kemudian berkatalah hambamu, ayahku, kepada kami: Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang anak bagiku; 28 yang seorang telah pergi dari padaku, dan aku telah berkata: Tentulah ia diterkam oleh binatang buas, dan sampai sekarang aku tidak melihat dia kembali. 29 Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. 30 Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, 31 tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita. 32 Tetapi hambamu ini telah menanggung anak itu terhadap ayahku dengan perkataan: Jika aku tidak membawanya kembali kepada bapa, maka akulah yang berdosa kepada bapa untuk selama-lamanya. 33 Oleh sebab itu, baiklah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu, dan biarlah anak itu pulang bersama-sama dengan saudara-saudaranya. 34 Sebab masakan aku pulang kepada ayahku, apabila anak itu tidak bersama-sama dengan aku? Aku tidak akan sanggup melihat nasib celaka yang akan menimpa ayahku."

Kalau Tersesat, Keluarga Itu Jalan Pulang
Yehuda dalam bacaan hari ini menampilkan karakter sebagai seseorang yang bertanggung jawab, berani dan berkomitmen pada janji untuk melindungi adiknya, Benyamin. la berani berhadapan dengan Yusuf walaupun tahu resiko yang akan diterimanya jika ia terus melawan. Hal ini dilakukannya sebagai bagian dari memenuhi janjinya pada sang ayah, Yakub bahwa ia akan selalu melindungi adiknya. Yehuda pun sadar konsekuensi jika Benyamin tidak pulang dan berjumpa dengan Yakub. Oleh karenanya, ia rela berkorban dan meminta dirinya yang menggantikan Benyamin untuk menjadi Budak. Ini juga adalah bagian dari bentuk penebusan terhadap kesalahan masa lalu yang pernah dilakukannya kepada Yusuf, adiknya. Sikap Yehuda mewakili sikap setiap kita di dalam keluarga, baik sebagai orang tua, anak dan saudara, kita diajarkan untuk berani bertanggung jawab atas setiap perbuatan yang kita lakukan dengan tidak mengabaikan kepedulian kepada keluarga kita. Menebus kesalahan dan menepati janji merupakan sikap yang dewasa untuk mewujudkan hidup yang harmonis di dalam keluarga. Cinta kasih yang terpupuk tidak hanya lewat kata-kata namun juga haruss disertai dengan perbuatan. Kasihilah orang tuamu, anak-anakmu, dan saudaramu.

Doa: Berkati Keluarga kami Tuhan, agar dipenuhi dengan Kasih sayang dan saling memaafkan. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOV-DES 2023, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar