Santapan Harian Keluarga, 3 – 9 Desember 2023

Tema Bulanan : Menyambut Tuhan dengan Berpengharapan dan Bersukacita

Tema Mingguan : Tetaplah Berpengharapan dan jadilah terang bagi dunia

Minggu, 03 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 49:1-7

Hamba TUHAN sebagai terang di tengah-tengah segala bangsa
Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. 2 Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. 3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." 4 Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku." 5 Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku--,firman-Nya: 6 "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi." 7 Beginilah firman TUHAN, Penebus Israel, Allahnya yang Mahakudus, kepada dia yang dihinakan orang, kepada dia yang dijijikkan bangsa-bangsa, kepada hamba penguasa-penguasa: "Raja-raja akan melihat perbuatan-Ku, lalu bangkit memberi hormat, dan pembesar-pembesar akan sujud menyembah, oleh karena TUHAN yang setia oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang memilih engkau."

Kita adalah Mereka. Mereka itu Kita
Setiap orang yang terlahir di dunia ini memiliki keunikan dan keterampilan masing-masing. Nabi Yesaya menyampaikan Firman Tuhan, bahwa sejak dalam kandungan Tuhan telah menetapkan kita untuk menjadi “HambaNya” sesuai dengan kemampuan kita. Hamba Tuhan bukan sekedar menjadi Pendeta/Penginjil/Majelis Jemaat, Hamba Tuhan adalah semua orang yang taat dan setia melakukan kehendakNya dalam segala keadaan dan situasi termasuk mereka yang memiliki keterbatasan juga. Oleh karenanya, kita saat ini diarahkan agar dapat menjadi Hamba Tuhan yang menerangi kehidupan kita lewat tutur kata, perilaku dan pekerjaan yang kita lakukan. Apapun yang kita kerjakan hendaknya berdampak pada nilai-nilai kebaikan serta menjadi teladan bagi sesama. Saudara/l kita yang adalah penyandang Disabilitas pun mampu menjadi Terang ketika mereka dengan keterbatasannya tetap menunjukkan kesetiaan untuk menjadi Hamba Tuhan yang mau hidup saling mengasihi dan saling menerima satu dengan yang lain. Jika demikian, maka tugas kita yang hidup berdampingan dengan saudara/l Disabiltas ialah hidup saling melengkapi, saling mendukung dan tidak megucilkan mereka. Ingat, setiap kita memiliki keunikan dan itu telah ditentukan Tuhan Allah sejak di dalam kandungan.

Doa: Tunjukkan KasihMu Tuhan, bagi setiap jiwa yang merindukan JamahanMu. Amin.

Senin, 04 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 42:1-9

Hamba TUHAN
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. 2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. 3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. 4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya. 5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: 6 "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, 7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. 8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. 9 Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu."

Berharaplah Hanya Kepada Tuhan
Dunia dewasa ini sedang tidak baik-baik saja. Kesulitan ekonomi, penderitaan akibat penyalahgunaan kekuasaan, penindasan serta perundungan hak-hak asasi manusia lewat media online kian marak terjadi. Ya! Belakangan ini kita diperhadapkan dengan berbagai informasi kematian akibat bullyian atau perundungan. Pada dasarnya manusia ketika berhadapan dengan persoalan hidup, ‘sakit’ yang mereka derita bukan soal sakit fisik namun lebih kepada psikis. Oleh karenanya, dukungan keluarga atau Support System penting untuk memberikan semangat dan mengembalikan kepercayaan diri dari si penderita itu. Nabi Yesaya melalui bacaan ini memberikan sebuah pengharapan tentang kehidupan yang diselamatkan oleh Tuhan Allah. Pada ayat 3 & 4 digambarkan lewat kalimat “buluh yang patah tidak diputuskan dan sumbu yang pudar tidak akan dipadamkan”. Metafora ini menegaskan bahwa dalam keadaan sesulit apapun, Tuhan tidak akan pemah meninggalkan kita asalkan kita sungguh-sungguh percaya dan berserah padaNya. Ketika kita meminta kekuatan, Tuhan memberikan kesulitan agar kita belajar menjadi kuat. Ketika kita meminta Hikmat, Tuhan memberikan persoalan agar kita semakin bijaksana. Kita diajarkan untuk hidup berserah kepada Tuhan sebab keselamatan telah dianugerahkan kepada kita. Jadilah pribadi yang saling menguatkan, hadir dan memberikan motivasi kepada setiap jiwa yang hampa. Hanya dengan demikian, maka kehadiran kita akan lebih berarti dan bermakna.

Doa: Topang kami Tuhan, untuk tetap menggantungkan seluruh harapan hanya kepadaMu. Amin.

Selasa, 05 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 42: 10-17

Puji-pujian tentang penyelamatan
10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. 11 Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! 12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau. 13 TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya. 14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap. 15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga. 16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan. 17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: "Kamulah allah kami!"

Pujilah Tuhan, hai Jiwaku

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Allah Pencipta cakrawala. Segala Serafim, Kerubim, pujilah Dia, besarkanlah namaNya” ini adalah penggalan lagu PKJ No 27 yang bercerita tentang Puji-pujian kepada Allah oleh karena kebaikan dan kebesaran yang Tuhan Allah anugerahkan kepada kita. Sejalan dengan bacaan kita hari ini yang merupakan lanjutan dari bacaan kemarin bahwa Nabi Yesaya menyerukan kepada umat untuk selalu memuji Tuhan Allah atas Keselamatan yang dianugerahkan kepada kita. Memuji Tuhan bukan sekedar bernyanyi dan melantunkan nada-nada indah, melainkan harus diaktakan lewat tutur kata dan tindakan sehari-hari. Memuji Tuhan melalui tindakan kepedulian bagi sesama, penghormatan kepada orang tua, membangun kehidupan saling mengasihi. Tidak saling menjatuhkan, tidak saling membenci, tidak ada rasa iri hati, dendam bahkan tidak merancang kejahatan bagi sesama. Memuji Tuhan juga harus nampak dalam relasi dengan alam ciptaan. Merawat dan melestarikan alam yang adalah anugerah Allah untuk kita berdiam didalamnya. Jika kita dapat memberlakukan dalam kehidupan dan keseharian kita, maka percayalah itu adalah wujud puji-pujian yang sejati bagi Allah yang telah menebus kita.

Doa: ajari kami untuk memujiMu Tuhan melalui tutur kata dan perbuatan kami. Amin.

Rabu, 06 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 43:1-7

Allah adalah satu-satunya penebus
Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. 2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. 3 Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu. 4 Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. 5 Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau, Aku akan mendatangkan anak cucumu dari timur, dan Aku akan menghimpun engkau dari barat. 6 Aku akan berkata kepada utara: Berikanlah! dan kepada selatan: Janganlah tahan-tahan! Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi, 7 semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"

Berharga Di Mata Tuhan Setiap Orang Percaya
Seperti pelangi sehabis hujan itulah janji setiaMu Tuhan, merupakan penggalan lirik lagu yang menunjukkan kesetiaan Tuhan di balik penderitaan yang dialami manusia. Dalam sejarah umat Israel, beberapa kali mereka diselamatkan oleh Allah dari cengkraman musuh dan salah satunya yaitu pembebasan dari pembuangan di Babel. Teks bacaan kita menggambarkan tentang janji Allah terkait pembebasan yang akan dialami oleh umat-Nya dalam pembuangan. …..jangan takut, sebab Aku telah menebus engkau. (ay. 1), menunjukkan ada ketakutan besar yang dirasakan oleh bangsa Israel kala itu. Namun dalam penderitaan yang dialami, Allah akan senantiasa menyertai hidup mereka. Sebab umat Israel berharga di mata Allah dan Allah yang mereka sembah adalah Allah yang Maha Kudus dan pengasih. Penyelamatan Allah atas Israel dalam bacaan saat ini memberikan kekuatan bagi kita sebagai orang percaya. Berbagai tantangan dan persoalan hidup akan menjadi realita yang harus tetap kita hadapi dan jalani. Karena sebagaimana Israel dibebaskan maka kita juga harus meyakini bahwa dalam harap dan percaya pada Allah dalam Yesus, kita akan mampu melewati tantangan dan persoalan itu. Sebab hidup setiap orang percaya begitu berharga di mata Allah. Karena itu, janganlah takut melainkan berharaplah senantiasa kepada-Nya, sebab di mata-Nya kita berharga.

Doa: Terima kasih Tuhan, karena hidup kami berharga dihadapanMu. Amin.

Kamis, 07 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 44:1-8

TUHAN satu-satunya Allah
"Tetapi sekarang, dengarlah, hai Yakub, hamba-Ku, dan hai Israel, yang telah Kupilih! 2 Beginilah firman TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, dan hai Yesyurun, yang telah Kupilih! 3 Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu. 4 Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai. 5 Yang satu akan berkata: Aku kepunyaan TUHAN, yang lain akan menyebut dirinya dengan nama Yakub, dan yang ketiga akan menuliskan pada tangannya: Kepunyaan TUHAN, dan akan menggelari dirinya dengan nama Israel." 6 Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku. 7 Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami! 8 Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal!"

Allah Tak Pernah Ingkar Janji
Dengan beragam alasan, manusia dapat saja mengingkari janji yang telah diucapkannya. Namun hal semacam ini tidak berlaku bagi Tuhan Allah. Janji berkat atas seluruh kehidupan umat Israel tidak pernah di ingkari-Nya, sekalipun mereka hidup dalam ketidaktaatan. Hal ini terbukti ketika Allah masih memberikan kesempatan setelah mereka menerima ganjaran atas ketidaktaatan yang dilakukan. Inilah yang nampak dalam ayat 3, sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus…..dan berkat-Ku ke atas anak cucumu. Artinya janji berkat Allah tidak berkesudahan dan akan senantiasa ditepati bagi bangsa Israel bahkan sampai kepada keturunan selanjutnya. Oleh karena itu sangatlah penting membangun kepercayaan dan keyakinan secara utuh kepada Allah. Sebab hanya Dia satu-satunya Allah yang patut dipercayai (ay. 6b). Janji berkat yang diucapkan-Nya tidak berlaku hanya kepada bangsa Israel saja, melainkan juga bagi semua orang yang telah percaya kepada-Nya. Sebagai manusia seringkali kita diliputi kekuatiran ketika diperhadapkan dengan badai kehidupan. Badai itu dapat bermunculan dari berbagai segi kehidupan baik dalam keluarga, persekutuan maupun masyarakat. Akan tetapi sekuat apapun badai yang datang menerpa silih berganti, tetaplah berpegang teguh pada janji Tuhan. Sesuai firman Tuhan saat ini, maka janganlah gentar dan janganlah takut sebab Allah yang kita sembah adalah Allah yang takan pernah mengingkari janji. Teruslah membangun hidup dalam kepercayaan yang sungguh kepada Allah. Yakinlah di dalam kepercayaan itu kita akan senantiasa menikmati berkat-berkat-Nya dan menjadi berkat bagi orang lain.

Doa: Ajarilah kami Bapa, agar mau meninggalkan dosa dan kembali kepadaMu. Amin.

Jumat, 08 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 44:21-28

TUHAN Penebus Israel
21 Ingatlah semuanya ini, hai Yakub, sebab engkaulah hamba-Ku, hai Israel. Aku telah membentuk engkau, engkau adalah hamba-Ku; hai Israel, engkau tidak Kulupakan. 22 Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau! 23 Bersorak-sorailah, hai langit, sebab TUHAN telah bertindak, bertempiksoraklah, hai rahim bumi! Bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung, hai hutan serta segala pohon di dalamnya! Sebab TUHAN telah menebus Yakub, dan Ia telah memperlihatkan keagungan-Nya dalam hal Israel. 24 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; "Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi--siapakah yang mendampingi Aku? -- 25 Akulah yang meniadakan tanda-tanda peramal pembohong dan mempermain-mainkan tukang-tukang tenung; yang membuat orang-orang bijaksana mundur ke belakang, dan membalikkan pengetahuan mereka menjadi kebodohan; 26 Akulah yang menguatkan perkataan hamba-hamba-Ku dan melaksanakan keputusan-keputusan yang diberitakan utusan-utusan-Ku; yang berkata tentang Yerusalem: Baiklah ia didiami! dan tentang kota-kota Yehuda: Baiklah ia dibangun, Aku mau mendirikan kembali reruntuhannya! 27 Akulah yang berkata kepada tubir lautan: Jadilah kering, Aku mau mengeringkan sungai-sungaimu! 28 Akulah yang berkata tentang Koresh: Dia gembala-Ku; segala kehendak-Ku akan digenapinya dengan mengatakan tentang Yerusalem: Baiklah ia dibangun! dan tentang Bait Suci: Baiklah diletakkan dasarnya!"

Allah Berkuasa Menebus Umat-Nya
Pemberontakan Israel kepada Allah mengakibatkan mereka harus menerima ganjarannya yakni terbuang ke Babel. Namun dalam segala keterpurukan yang mereka alami karena murka Allah itu, tidak membuat mereka dilupakan dan ditinggalkan sebagai umat pilihan Allah. Hal ini nampak jelas dalam ayat 21, dimana Allah menyatakan bahwa mereka dibentuk oleh Allah dan mereka adalah hamba Allah. Artinya sekalipun mereka telah melakukan pelanggaran, tetapi Allah mau tetap mengampuni dan mengasihi mereka. Ini jelas terbaca dalam ayat 22, Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu…..kembalilah padaKu sebab Aku telah menebus engkau. Karena Allah sama sekali tidak memperhitungkan dosa pemberontakan yang dilakukan, maka mereka patut bersyukur dan bersukacita atas kemurahan Allah yang tak terhingga. Selain itu hal terpenting yang harus dilakukan sebagai respon atas kasih Allah yaitu meninggalkan dosa. Kasih Allah yang tak terbatas berlaku juga bagi kita semua yang percaya kepada-Nya. Karena itu jika kita telah terlanjur melakukan kesalahan lewat sikap, tutur kata dan perbuatan yang menyakiti Allah dan sesama, maka bertobat dan berbaliklah pada Allah. Sebab la berkuasa membentuk segala sesuatu, membebaskan dari keterpurukan bahkan mengampuni segala dosa. Jadi baharuilah diri dan hidup sesuai kehendak-Nya.

Doa: Tuhan, kami yakin bahwa Engkau adalah Allah yang tak pernah ingkari janji. Amin.

Sabtu, 09 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 45: 20-25

Seruan kepada bangsa-bangsa supaya kembali kepada TUHAN
20 "Berhimpunlah dan datanglah, tampillah bersama-sama, hai kamu sekalian yang terluput di antara bangsa-bangsa! Tiada berpengetahuan orang-orang yang mengarak patung dari kayu dan yang berdoa kepada allah yang tidak dapat menyelamatkan. 21 Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! 22 Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain. 23 Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, 24 sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN. Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia akan datang kepada-Nya dan mendapat malu, 25 tetapi seluruh keturunan Israel akan nyata benar dan akan bermegah di dalam TUHAN."

Kembalilah Kepada Allah
Ketika seseorang merasakan sakit yang begitu mendalam karena kesalahan orang lain maka akan sangat sulit mempercayai, mengampuni, apalagi memberi kesempatan ke dua. Akan tetapi tidak demikian dengan Allah, karena Ia masih memberikan kesempatan kepada bangsa yang telah menyakiti-Nya berulang kali. Kesempatan yang Allah berikan kepada bangsa Israel sangat jelas terlihat dalam ayat 20, berhimpunlah dan datanglah, tampillah bersama-sama…… yang tidak dapat menyelamatkan. Kalimat ini menunjukkan panggilan Allah kepada mereka yang telah berpaling dan menjauh dari pada-Nya. Allah seakan tidak ingin bangsa Israel terus-menerus hidup berdampingan dengan bangsa lain yang mengarak patung dari kayu dan yang berdoa kepada allah yang tidak dapat menyelamatkan. Hal ini dipertegas dalam ayat 22, berpalinglah kepada-Ku dan biarkan dirimu diselamatkan…..dst. Sebab tidak ada yang dapat memberikan keselamatan selain Tuhan Allah sendiri. Kepada-Nyalah semua orang akan bertekuk lutut dan bersumpah setia sambil berkata keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam Tuhan. Selebihnya orang yang kembali kepada Allah akan senantiasa bermegah di dalam-Nya. Karena itu kebenaran firman Tuhan saat ini hendak mengajarkan kepada kita untuk kembali dan terus mengimani Allah yang telah menyelamatkan kita. Dialah satu-satunya Allah yang akan memberikan kesempatan bagi kita untuk bertobat, memperbaiki diri dan mau hidup baru di dalam Allah. Oleh sebab itu patutlah kita memberi diri agar dituntun oleh Allah, terus berpengharapan kepada-Nya serta berlaku yang mencerminkan hidup sebagai anak-anak Allah.

Doa: Tuhan, mampukan kami agar dapat hidup sesuai kehendak-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2023, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar