Tema Bulanan : Menyambut Tuhan dengan Berpengharapan dan Bersukacita
Tema Mingguan : Nantikanlah Tuhan Yang Penuh Cinta dengan Pertobatan
Minggu, 10 Desember 2023
bahan bacaan : Matius 3:1-12
Yohanes Pembaptis Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: 2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" 3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya." 4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. 5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. 6 Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. 7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? 8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. 9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! 10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. 12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."
Hiduplah Sesuai Kehendak Tuhan
Bertobat merupakan satu kata yang sering menjadi perhatian penting bagi setiap orang yang memberitakan Firman. Ini tentu saja bukan hal yang baru, sebab sudah disampaikan sejak dari zaman perjanjian lama maupun perjanjian baru. Hal yang sama pun kita dapati dalam bacaan hari ini. Bagian ini menunjukkan tampilnya Yohanes di padang gurun Yudea sambil menyerukan tentang pertobatan. Bertobat artinya meninggalkan semua hal yang tidak baik dan tidak benar kemudian berbalik pada Allah. Bagi Yohanes, setiap pertobatan haruslah menghasilkan buah. Perkataan ini dia sampaikan dengan tegas, sebab setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik akan di tebang dan di buang ke dalam api (ay. 10). Maksudnya setiap orang akan menuai sesuai dengan apa yang ditaburinya. Jika yang dihasilkan adalah baik maka dibiarkan untuk terus bertumbuh dan berkembang, sebaliknya jika yang dihasilkan jahat akan di tebang dan di buang. Karena itu, dalam menantikan Tuhan yang penuh cinta, maka bertobat harus menjadi komitmen kita. Bertobat bukan hanya pengakuan semata tetapi harus nampak dalam setiap kata maupun perbuatan yang baik dan benar sesuai kehendak Allah. Jadi bertobatlah dan mengakui segala pelanggaran yang telah dilakukan, baik disengaja atau tidak disengaja. Biarlah pertobatan kita senantiasa menghasilkan buah yang baik.
Doa: Tuhan Yesus, tuntunlah kami untuk kembali dan berharap hanya kepada-Mu. Amin.
Senin, 11 Desember 2023
bahan bacaan : Yehezkiel 33:10-11
10 Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada kaum Israel: Kamu berkata begini: Pelanggaran kami dan dosa kami sudah tertanggung atas kami dan karena itu kami hancur; bagaimanakah kami dapat tetap hidup? 11 Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?
Pahamilah Maksud Allah
Banyaknya pelanggara dan kejahatan yang diperbuat mengakibatkan manusia merasa tidak layak di hadapan Allah. Perasaan seperti inilah yang dirasakan oleh bangsa Israel. Hal ini terbaca jelas dalam ayat 10, ketika Israel berkata: pelanggaran kami dan dosa kami sudah tertanggung atas kami dan karena itu kami hancur…..dst. Bangsa Israel yang dibuang ke Babel menyadari bahwa hilangnya negeri mereka adalah hukuman berat karena dosa-dosa mereka. Sebagian dari mereka merasa tidak berdaya karena tidak mungkin lagi mendapatkan kembali tanah atau membangun kembali apa yang telah hancur. Atas perkataan itu Allah berfirman, Aku tidak berkenan pada kematian orang fasik…..supaya ia hidup (ay. 11a). Bangsa Israel yang tinggal di Babel telah menderita karena dosa-dosa mereka. Namun, Yehezkiel diminta untuk terus mengajak generasi yang ada untuk bertobat. Artinya Allah tidak menginginkan kematian yang sia-sia dialami oleh bangsa itu atau dengan kata lain mereka akan mengalami kebinasaan. Karena itu sangatlah penting memahami maksud Allah dalam menjalani kehidupan ini. Allah menginginkan semua orang yang dikasihi-Nya menyadari pelanggaran dan dosa serta mengalami pertobatan, sebab dengan begitu ia akan hidup. Dalam segala keterbatasan dan kekurangan yang kita miliki, mintalah Roh-Nya agar selalu memberikan pengertian dan pemahaman. Dengan demikian maka kita akan tahu bahwa Allah selalu menginginkan yang terbaik dalam kehidupan kita. Ingat dan camkanlah selalu bahwa Allah tidak menginginkan kematian
orang fasik melainkan pertobatan mereka. Bertobatlah supaya kamu hidup.
Doa: Ya Tuhan, kami mau bertobat dan berlaku benar sesuaikehendak-Mu. Amin.
Selasa, 12 Desember 2023
bahan bacaan : Yehezkiel 33:12-20
12 Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada teman-temanmu sebangsa: Kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia, pada waktu ia jatuh dalam pelanggaran dan kejahatan orang jahat tidak menyebabkan dia tersandung, pada waktu ia bertobat dari kejahatannya; dan orang benar tidak dapat hidup karena kebenarannya, pada waktu ia berbuat dosa. 13 Kalau Aku berfirman kepada orang benar: Engkau pasti hidup! --tetapi ia mengandalkan kebenarannya dan ia berbuat curang, segala perbuatan-perbuatan kebenarannya tidak akan diperhitungkan, dan ia harus mati dalam kecurangan yang diperbuatnya. 14 Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti mati! --tetapi ia bertobat dari dosanya serta melakukan keadilan dan kebenaran, 15 orang jahat itu mengembalikan gadaian orang, ia membayar ganti rampasannya, menuruti peraturan-peraturan yang memberi hidup, sehingga tidak berbuat curang lagi, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. 16 Semua dosa yang diperbuatnya tidak akan diingat-ingat lagi; ia sudah melakukan keadilan dan kebenaran, maka ia pasti hidup. 17 Tetapi teman-temanmu sebangsa berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Padahal tindakan mereka yang tidak tepat. 18 Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan, ia harus mati karena itu. 19 Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup karena itu. 20 Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Aku akan menghakimi kamu, masing-masing menurut kelakuannya, hai kaum Israel."
Orang Benar vs Orang Jahat
Ada dua tipe orang yang dapat kita temui di dalam bacaan ini. Perbedaan mereka tidak hanya nampak dalam penyebutannya, tetapi juga dari setiap kelakuan mereka. Jika orang benar melakukan kebenaran dalam hidupnya, sebaliknya orang jahat melakukan kejahatan. Namun firman Tuhan yang harus disampaikan kepada orang Israel melalui Yehezkiel, kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia, pada waktu ia jatuh dalam pelanggaran dan kejahatan orang jahat tidak menyebabkan dia tersandung, pada waktu ia bertobat dari kejahatannya…..dst (ay. 12). Artinya seseorang dapat dikatakan benar atau jahat tergantung dari prilaku atau perbuatannya. Dengan kata lain perbuatan seseorang mencerminkan siapa dirinya, orang benar ataukah orang jahat. Menyandang identitas sebagai orang percaya mengharuskan kita berlaku benar, baik dalam sikap, perkataan dan perbuatan. Kendatipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa seringkali kedagingan sebagai manusia lebih menonjol sehingga perbuatan-perbuatan jahat selalu menjadi laku kita. Namun firman Tuhan memberi harapan dan dorongan untuk memperbaiki diri atau bertobat. Mintalah Roh Allah menguasai diri kita supaya dapat membedakan antara yang benar dan jahat di mata Tuhan. Ingatlah bahwa kejahatan tidak akan terjadi apabila kebenaran menjadi laku kita. Oleh karena itu nantikanlah Tuhan dan jadilah pelaku kebenaran.
Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk selalu memahami maksud-Mu. Amin.
Rabu, 13 Desember 2023
bahan bacaan : Wahyu 2:1-7
Kepada jemaat di Efesus "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. 2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. 3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. 4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. 5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. 6 Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci. 7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."
Hiduplah Dalam Kasih
Ada sekian banyak orang yang melakukan perbuatan-perbuatan baik dalam kehidupannya. Kendatipun demikian, tidak semua perbuatan baik itu berkenan bagi Allah. Hal yang serupa juga dapat ditemui dalam perenungan saat ini. Dalam surat rasul Yohanes kepada jemaat di Efesus berisikan firman Tuhan yang memperingatkan mereka. Hal ini berkaitan dengan penilaian Tuhan atas semua perbuatan yang mereka lakukan. Tuhan memandang baik jerih payah maupun ketekunan jemaat Efesus, bahkan ketika mereka menentang rasul-rasul palsu, sabar dan menderita karena nama Yesus serta tidak mengenal lelah (ay. 2-3). Namun mereka dikecam karena perbuatan baik itu tidak disertai kasih mereka yang semula (ay. 4). Yang dimaksudkan dengan kasih yang semula yaitu kasih kepada Allah maupun sesama (Iht. Ef. 6:24; 1:15). Karena kasih itu telah hilang dari jemaat Efesus, maka sesungguhnya mereka telah jatuh dan tidak benar di hadapan Tuhan. Karenanya Tuhan mengingatkan mereka agar bertobat, melakukan kebaikan dan di dalam perbuatan baik itu mereka harus menghidupi kasih yang semula itu. Peringatan Tuhan kepada jemaat di Efesus juga penting dimaknai oleh kita sebagai orang percaya. Sebab, terkadang perbuatan baik yang kita lakukan
didorong karena motivasi yang tidak benar bahkan tidak didasari oleh kasih yang sesungguhnya.
Dengan demikian di dalam menantikan Tuhan yang penuh cinta sangatlah penting melakukan perbuatan-perbuatan baik, yang didasari dengan kasih. Sebab tanpa kasih terhadap Tuhan maupun sesama, semua perbuatan baik kita di pandang sebagai sesuatu yang tidak berkenan dihadapan Allah.
Doa: Terima kasih Tuhan Yesus, karena Engkau tidak pernah mengabaikan kami. Amin.
Kamis, 14 Desember 2023
bahan bacaan : Wahyu 3:1-6
Kepada jemaat di Sardis "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! 2 Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. 3 Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. 4 Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu. 5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. 6 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."
Allah Tidak Mengabaikan Umat-Nya
Terlihat hidup tetapi sudah mati merupakan pernyataan Allah kepada jemaat Sardis. Mati yang dimaksudkan bukan secara jasmani tetap secara rohani. Ini disampaikan karena sekalipun mereka baik secara materi, namun tidak baik dalam membangun hubungan dengan Tuhan. Meskipun demikian, Allah tidak membiarkan dan mengabaikan mereka begitu saja. Itu sebabnya Allah berfirman: bangunlah dan kuatkan apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati…..dst (ay. 2). Artinya Allah ingin mereka bangkit sekaligus meneguhkan kembali yang sudah lemah secara rohani. Karena dari semua yang mereka lakukan tidak ada sesuatupun yang berkenan bagi Allah. Jemaat Sardis diingatkan untuk menuruti firman Tuhan yang disampaikan melalui Yohanes untuk bertobat. Ini dimaksudkan agar kehidupan rohani mereka dibarui. Buruknya kerohanian yang didapati pada jemaat Sardis juga didapati dalam kehidupan kita. Tetapi sebagaimana Allah tidak mengabaikan mereka dan masih memberikan kesempatan untuk bertobat, maka kesempatan yang sama pun diberikan kepada kita. Jangan terus terlena dengan hidup yang tidak berkenan kepada Allah melainkan barui hidup dan turuti firman-Nya. Karena firman-Nya itu adalah kekuatan sekaligus memberikan kehidupan yang abadi. Pastikanlah pribadi maupun keluarga kita tidak lagi mengikuti keinginan daging, tetapi keinginan Roh.
Doa: Tuhan, ajarilah kami untuk berlaku baik yang disertai kasih kepada Allah juga sesama. Amin.
Jumat, 15 Desember 2023
bahan bacaan : Wahyu 3:19-22
19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! 20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. 21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. 22 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."
Ditegur Dan Dihajar Karena Kasih
Laodikia adalah salah satu jemaat di Asia Kecil yang juga mendapat pesan dari Tuhan Yesus. Jemaat ini masih tetap melakukan ritual-ritual keagamaan, namun hanya sebatas rutinitas atau kebiasaan semata. Ketidaksungguhan kepada Allah diakibatkan karena kesombongan atas banyaknya kekayaan yang dimiliki. Karena kesombongan, mereka tidak menyadari bahwa Tuhan menganggap mereka sebagai orang-orang yang melarat dan malang, miskin, buta serta telanjang. Celaan yang disampaikan oleh Allah bertujuan supaya mereka menyadari kekeliruan bahkan kesalahan yang dilakukan. Tegoran dan hajaran yang dialami mereka bukan karena Allah membenci, tetapi sebaliknya karena Allah mengasihi dan menginginkan mereka bertobat (ay. 19). Kebenaran firman Tuhan saat ini mengingatkan sekaligus mengajarkan kita agar jangan sombong dan meninggikan diri, ketika kita diberkati dengan berlimpah-limpah kekayaan. Apalagi karena kekayaan itu kita menjadi lupa kepada Dia Sang pemberi hidup dan berkat. Jikalau karena kesalahan kita di tegor dan di hajar oleh Tuhan, maka janganlah berfikir negatif atas semuanya itu. Sebab dibalik itu sesungguhnya Allah mengasihi dan ingin kita meninggalkan dosa kemudian berbalik kepada-Nya. Dengar dan lakukanlah apa yang difirmankan-Nya, karena dengan begitu dapat mengubah hidup dan menjadikan kita berkenan kepada-Nya. Janganlah lupa, Allah tidak pernah membenci melainkan mengasihi kita.
Doa: Tuhan, kami percaya ada kasih di balik tegoran dan hajaran-Mu. Amin.
Sabtu, 16 Desember
bahan bacaan : 2 Petrus 3:1-16
Hari Tuhan Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan, 2 supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu. 3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. 4 Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan." 5 Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, 6 dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. 7 Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik. 8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. 9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. 10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. 11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup 12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. 13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. 14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. 15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. 16 Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.
Menantikan Tuhan Dengan Pertobatan
Kita sudah berada di hari terakhir perayaan minggu adventus II. Perayaan ini mengingatkan orang kristen bahwa kita sedang berada dalam masa-masa penantian “kedatangan” Tuhan Yesus sebagai Raja dan Tuhan pada akhir zaman (eskhatologis). Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua ini, diibaratkan seperti pencuri, tidak seorang pun yang tahu kecuali Bapa Sorga (Mat. 24:36). Dalam masa penantian tersebut, rasul Petrus menasehati orang percaya untuk semakin dewasa dalam kebenaran Allah dalam menghadapi ajaran palsu yang menolak kedatangan Kristus kedua kalinya. Akan tetapi kebenaran Allah akan berlaku ketika pada Hari Tuhan, bumi yang tua itu lenyap dan langit dan bumi yang baru akan menggantikannya. Pada Hari Tuhan orang jahat akan menerima penghukuman mereka, sedangkan orang benar akan diselamatkan. Karena itu, orang-orang yang sudah disesatkan oleh guru-guru palsu supaya berbalik dan bertobat. Mereka harus kedapatan tak bercacat dalam perdamaian dengan Tuhan. Pesan teks ini bagi kita, merayakan minggu-minggu adventus (kedua), mengingatkan kita untuk tetap setia menanti kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya dengan hidup mengalami pertobatan dari kehidupan yang penuh dosa menjadi manusia baru didalam Kristus.
Doa: Kami mau menanti kedatangan-Mu dengan bertobat dan membarui hidup. Amin.
*SUMBER : SHK BULAN DES 2023, LPJ-GPM