Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan
Tema Mingguan : Nantikanlah Mesias yang Membawa Damai
Minggu, 24 Desember 2023
bahan bacaan : Mikha 5:1-14
Raja Mesias dan penyelamatan Israel (4-14) Sekarang, engkau harus mendirikan tembok bagimu; pagar pengepungan telah mereka dirikan melawan kita; dengan tongkat mereka memukul pipi orang yang memerintah Israel. 2 (5-1) Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. 3 (5-2) Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel. 4 (5-3) Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, 5 (5-4) dan dia menjadi damai sejahtera. Apabila Asyur masuk ke negeri kita dan apabila ia menginjak tanah kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia tujuh gembala, bahkan delapan pemimpin manusia. 6 (5-5) Mereka itu akan mencukur negeri Asyur dengan pedang dan negeri Nimrod dengan pedang terhunus; mereka akan melepaskan kita dari Asyur, apabila ia ini masuk ke negeri kita dan menginjak daerah kita. 7 (5-6) Maka sisa-sisa Yakub akan ada di tengah-tengah banyak bangsa seperti embun dari pada TUHAN seperti dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan yang tidak menanti-nantikan orang dan tidak mengharap-harapkan anak manusia. 8 (5-7) Maka sisa-sisa Yakub akan ada di antara suku-suku bangsa, di tengah-tengah banyak bangsa seperti singa di antara binatang-binatang hutan, seperti singa muda di antara kawanan kambing domba: ke manapun ia pergi, maka ia membanting dan menerkam, sedang tidak ada yang melepaskan. 9 (5-8) Tanganmu akan diangkat melawan para lawanmu, dan semua musuhmu akan dilenyapkan! 10 (5-9) Maka akan terjadi pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan melenyapkan kudamu dari tengah-tengahmu dan akan membinasakan keretamu. 11 (5-10) Aku akan melenyapkan kota-kota negerimu dan akan meruntuhkan segala kubumu. 12 (5-11) Aku akan melenyapkan alat-alat sihir dari tanganmu, dan tukang-tukang peramal tidak akan ada lagi padamu. 13 (5-12) Aku akan melenyapkan patung-patungmu dan tugu-tugu berhalamu dari tengah-tengahmu, maka engkau tidak lagi akan sujud menyembah kepada buatan tanganmu. 14 (5-13) Aku akan menyentakkan tiang-tiang berhalamu dari tengah-tengahmu dan akan memunahkan berhalamu; 15 (5-14) Aku akan membalas dendam dengan murka dan kehangatan amarah, kepada bangsa-bangsa yang tidak mau mendengarkan.
Bersama Yesus Ada Damai Dan Bahagia
Perjalanan kehidupan di dunia ini tidak selamanya baik-baik saja ada rupa-rupa masalah yang menghampiri dan setiap kita punya cara sendiri untuk menghadapi dan mengatasinya. Ada yang kemudian mengatasinya dengan menggunakan kekuatan dan kepintaran, uang atau harta bahkan ada yang mengandalkan koneksi. Kita lalu melupakan dan mengabaikan suatu kuasa dan kekuatan yang telah menyelamatkan. Dialah sang Mesias Tuhan dan Juruselamat kita. Nabi Mikha telah menubuatkan bagi kita bahwa akan datang seseorang yang menjadi penyelamat dan sandaran hidup kita. Betlehem yang terkecil di antara kaum yehuda menjadi bukti kasih dan anugerah Allah bagi manusia. Dari kisah nubuatan mikha lalu kita belajar bahwa sesungguhnya yang kecil, yang hina justru dipakai Allah sebagai jalan lahimya Sang Juruselamat. Nantikanlah Dia dalam keteguhan iman dan pengharapan padanya. Ikuti dan berjalan bersama Dia pasti ada damai dan bahagia.
Doa: bersamaMu, kedamaian dan kebahagian akan menjadi bagian hidup kami. Amin
Senin, 25 Desember 2023
bahan bacaan : Matius 2:1-12
Orang-orang majus dari Timur Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." 3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. 4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. 5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: 6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." 7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. 8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia." 9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. 12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
Menyambut Yesus Dalam Ketaatan Dan Kesetiaan
Dalam setiap nasehat orang-orang tua kalimat yang sering kita dengar salah satunya “muka seng bisa robah tapi kalakuang bisa” artinya dari waktu ke waktu pengenalan akan Yesus, pengakuan akan Yesus sebagai Juruselamat mengharuskan ada perubahan-perubahan perilaku selaku orang yang mengalami perjumpaan dengan Yesus, mereka harus menjadi orang-orang yang patuh dan taat pada perintah-Nya dengan cara meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang buruk serta perilaku-perilaku yang menyimpang dari kehendakNya. Jangan lagi membiarkan pikiran dan perasaan kita dirasuki oleh hal-hal yang bertentangan dengan kehendakNya. Dari apa yang dilakukan oleh para Majus kita belajar tentang hal menyembah Yesus yang sesungguhnya yaitu tidak sekedar sujud tetapi serentak dengan itu harus mengambil keputusan untuk taat, setia, berpegang teguh pada perintah dan kehendakNya serta mau setia hidup di jalan Tuhan. Inilah natal yang sesungguhnya.
Doa: Mampukanlah kami menyembah-Mu dalam Roh dan Kebenaran. Amin.
Selasa, 26 Desember 2023
bahan bacaan : Matius 2:13-15
Penyingkiran ke Mesir
13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." 14 Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, 15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."
Kedatangan-Nya Menjadikan Hidup Lebih Berarti
Dalam mewujudkan karya keselamatan bagi manusia dan semesta melalui Yesus Kristus, Allah juga memahami orang-orang di sekitar dan salah satunya berdasarkan catatan Matius 2:13-15 ialah Yusuf. Dia adalah orang yang tulus hatinya. Ketulusan hati yusuf ini menjadikannya pribadi yang memiliki kepekaan sungguh pada apa yang diperintahkan Allah melalui malaekat-Nya. Sebab itu Allah menggunakan Yusuf sebagai mitra dalam karya penyelamatan. Ketulusan hati tidak hanya ditunjukan dalam hal kepedulian bagi sesama tetapi juga harus dinyatakan dalam kepatuhan mendengar dan melaksanakan kehendak Allah tanpa bimbang dan ragu dan tanpa persungutan. Ketulusan hati Yusuf patut kita teladani agar kita pun menjadi alat penggenapan Firman Tuhan demi karya keselamatan dari Allah bagi dunia. Jadilah orang-orang yang tulus dan memiliki kepekaan mendengar perintah Tuhan, sehingga kita akan terus berada pada jalan dan rencana Tuhan bagi kebaikan semua anak, sesama dan dunia ini seutuhnya.
Doa: Jadikan kami anak-anak yang berhati tulus dan peka mendengar perintah-MU TUHAN. Amin
Rabu, 27 Desember 2023
bahan bacaan : Zakharla 8:9-13
9 Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Kuatkanlah hatimu, hai orang-orang yang selama ini telah mendengar firman ini, yang diucapkan para nabi, sejak dasar rumah TUHAN semesta alam diletakkan, untuk mendirikan Bait Suci itu. 10 Sebab sebelum waktu itu tidak ada rezeki bagi manusia, juga tidak bagi binatang; dan karena musuh tidak ada keamanan bagi orang yang keluar dan bagi orang yang masuk, lagipula Aku membuat manusia semua bertengkar. 11 Tetapi sekarang, Aku tidak lagi seperti waktu dahulu terhadap sisa-sisa bangsa ini, demikianlah firman TUHAN semesta alam, 12 melainkan Aku akan menabur damai sejahtera. Maka pohon anggur akan memberi buahnya dan tanah akan memberi hasilnya dan langit akan memberi air embunnya. Aku akan memberi semuanya itu kepada sisa-sisa bangsa ini sebagai miliknya. 13 Dan kalau dahulu kamu telah menjadi kutuk di antara bangsa-bangsa, hai kaum Yehuda dan kaum Israel, maka sekarang Aku akan menyelamatkan kamu, sehingga kamu menjadi berkat. Janganlah takut, kuatkanlah hatimu!"
Diselamatkan Untuk Menjadi Berkat
Saat badai datang menerpa kehidupan dan semua jalan tertutup, kehidupan seolah-olah tanpa harapan. Tatkala semua janji dan pertolongan dari tak berwujud maka ketakutan dan kecemasan akan menjadi bagian jiwa yang membuat seluruh sendi kehidupan seakan tidak berdaya. Dalam situasi seperti ini hanya ada satu janji dan pertolongan yang dapat memberi kelegaan dan kelepasan, yaitu janji Allah, sebagaimana kehadiran Yesus ke dalam dunia ini bukan karena kehendak manusia tetapi semata-mata karena kasih Allah yang mau dinyatakan agar manusia diselamatkan. Firman Tuhan yang disampaikan Zakharia itu telah menjadi nyata bahwa Yesus datang tepat pada waktu yang telah ditetapkan. Tidak terlambat, dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan Allah. Jadi janganlah takut! Allah telah menyelamatkan dan membuat kita menjadi berkat bagi banyak orang.
Doa: Tolong kami ya TUHAN, memiliki hati yang kuat dalam menjalani setiap musim kehidupan. Amin
Kamis, 28 Desember 2023
bahan bacaan : Zakharia 8:14-19
14 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: "Kalau dahulu Aku telah bermaksud mendatangkan malapetaka kepada kamu, ketika nenek moyangmu membuat Aku murka, dan Aku tidak menyesal, firman TUHAN semesta alam, 15 maka pada waktu ini Aku kembali bermaksud berbuat baik kepada Yerusalem dan kepada kaum Yehuda. Janganlah takut! 16 Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan: Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu. 17 Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain dan janganlah mencintai sumpah palsu. Sebab semuanya itu Kubenci, demikianlah firman TUHAN." 18 Datanglah firman TUHAN semesta alam kepadaku, bunyinya: 19 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Waktu puasa dalam bulan yang keempat, dalam bulan yang kelima, dalam bulan yang ketujuh dan dalam bulan yang kesepuluh akan menjadi kegirangan dan sukacita dan menjadi waktu-waktu perayaan yang menggembirakan bagi kaum Yehuda. Maka cintailah kebenaran dan damai!"
Berkata Benar Dan Jujur Menyenangkan Hati Tuhan
Dari keterpurukan di Babelonia, umat Israel diangkat dan dipulihkan Allah. Mereka dibawa keluar dan dihentar tangan Allah yang gagah dan penuh kuasa, kembali ke tanah perjanjian sebagai tindakan penyelamatan. Karena itu umat harus meresponinya dengan berkata benar seorang kepada yang lain dan melaksanakan hukum dengan benar, yang mendatangkan damai kepada sesama. Satu tanggung jawab iman kita ialah merespon segala kebaikan Tuhan yang memenuhi hidup kita dengan berkat-Nya. Jadikan hidup kita sebagai saluran berkat bagi sesama. Berkatalah benar satu kepada yang lain, bawalah damai dalam kehidupan bersama. Lakukanlah ini sebagai persembahan yang harum bagi kemuliaan nama Tuhan. Melalui Firman Tuhan ini, kita diajak untuk berkomitmen menjalani hidup sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah. Kita hidup benar dan jujur di hadapan Allah, tidak merancang kejahatan dalam hidup serta tidak mencintai sumpah palsu. Percayalah janji Tuhan itu ya dan amin, jangan takut! kuatkanlah hatimu karena Allah selalu besertamu.
Doa: Kami mau menjadi saluran berkatMU dengan tetap mencintai kebenaran dan kedamaian. Amin
Jumat, 29 Desember
bahan bacaan : Yesaya 9:1-6
(9-1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. 3 (9-2) Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. 4 (9-3) Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian. 5 (9-4) Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. 6 (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 7 (9-6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.
Penasihat Ajaib
Jalan dalam kegelapan bagaikan kapal yang berlayar tanpa tujuan dan hanya terombang-ambing dalam situasi yang tidak menentu. Kita membutuhkan terang di tengah kegelapan agar jangan terantuk dan jatuh dalam lembah kebinasaan. Terang itu membuka mata kita untuk melihat jauh ke masa depan yang penuh dengan harapan. Yesaya bernubuat, Terang yang ilahi itu telah datang, Dialah Yesus. Kepada kita semua dianjurkan, bukalah hati sambut Dia dan tinggal Bersama-Nya pada setiap waktu dan keadaan. Jadikan Yesus bagian yang terindah dalam hidup, supaya keindahan apapun yang ditawarkan dunia ini tidak akan menggoyahkan hati dan iman kita kepada-Nya. Dialah Yesus, Tuhan yang harus memerintah atas hidup kita. Dialah Yesus, Sang Penasihat Ajaib yang akan menuntun dengan nasihat dan hikmat-Nya agar sepanjang hidup kita dapat menikmati damai sejahtera. Dialah bapa yang kekal, Raja damai. kedatanganNya memberikan kesejahteraan dan damai mengalir ibarat laut yang tidak akan pernah kering.
Doa: Tuhan, kami percaya hanya saat tinggal dan dekat dengan MU jiwa kami damai. Amin.
Sabtu, 30 Desember 2023
bahan bacaan : Yesaya 26:1-6
Nyanyian puji-pujian karena kelepasan dan penghakiman yang diberikan Allah Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: "Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita TUHAN telah memasang tembok dan benteng. 2 Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia! 3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. 4 Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. 5 Sebab Ia sudah menundukkan penduduk tempat tinggi; kota yang berbenteng telah direndahkan-Nya, direndahkan-Nya sampai ke tanah dan dicampakkan-Nya sampai ke debu. 6 Kaki orang-orang sengsara, telapak kaki orang-orang lemah akan menginjak-injaknya."
Engkaulah Gunung Batu yang Kekal
Setiap pengambilan keputusan akan sangat berpengaruh terhadap apa yang akan terjadi dikemudian hari. Untuk itu Yesus mengumpamakan setiap mereka yang mengambil keputusan berdasarkan firman Tuhan seperti membangun rumah di atas pondasi batu karang, akan tetap kokoh saat di terpa badai. Tetapi bagi setiap mereka yang mengambil keputusan berdasarkan emosional sesaat orang itu ibarat membangun rumah di atas pasir, mudah roboh saat badai menerpa. Hal yang paling didambakan setiap kita di dunia ini ialah hidup di dalam damai sejahtera. Pertanyaannya adalah bagaimana kita memperoleh damai sejahtera?. Damai sejahtera akan didapati saat kita hidup benar. Damai sejahtera akan dialami saat kita terbebas dari segala kejahatan. Ke dua faktor penting ini di temukan hanya dengan cara hidup melihat pada firman Tuhan dan percaya bahwa Tuhan adalah gunung batu yang kekal (Yesaya 26 : 4). Setahun sudah kita merasakan perlindungan Tuhan. Maka buang jauh-jauh kecemasan dan keraguan dalam hati, percayalah kepada Tuhan selama-lamanya. Sebab Tuhan adalah Gunung Batu yang kuat, tempat kita berlindung di sepanjang hidup.
Doa: Kami percaya bahwa hanya Engkaulah gunung batu yang kekal. Amin
*SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2023, LPJ-GPM