Santapan Harian Keluarga, 31 Des 2023 – 6 Januari 2024

Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan

Tema Mingguan : Bersyukurlah atas Pertolongan Tuhan

Minggu, 31 Desember 2023

bahan bacaan : Mazmur 146:1-10

Hanya Allah satu-satunya penolong
Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! 2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. 3 Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. 4 Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya. 5 Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya: 6 Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya, 7 yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung, 8 TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. 9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. 10 TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!

Kita Ada Hingga Hari Ini Karena Pertolongan Tuhan

Marilah kita bersyukur di hari terkahir dalam perjalanan tahun 2023. Penyertaan Tuhan sungguh sempurna dan tidak ada satupun rencana-Nya yang gagal atas hidup kita. Inilah bukti kasih Tuhan bahwa kita masih ada sampai saat ini. Hal itu berarti Tuhan masih mempercayakan kita menjadi saksi-Nya untuk menceritakan segala kebaikan-Nya. Apa yang dapat kita lakukan untuk membalas segala kebaikanNya?. Hanya pujian dan ungkapan syukur, karena Tuhanlah yang layak dipuji dan disembah. Tuhan adalah harta yang paling berharga. Dia tidak hanya berada pada waktu lampau, atau masa kini, tapi Dia adalah Tuhan yang juga akan menjaga seluruh perjalanan kita di masa yang akan datang. Bersyukurlah atas pertolongan Tuhan bagi kita hingga di tapal batas 2023. Kuatkan dan teguhkanlah hati, janganlah takut dan janganlah gentar, sebab Tuhanlah yang berjalan bersama kita. Apakah kita sudah sungguh-sungguh percaya dan mempercayakan seluruh perjalanan di tahun yang baru, untuk bersama dan hidup di dalam tuntunan serta pemeliharaanNya? Ya, kita percaya!!!.

Doa: Atas penyertaanMu kami ada dan itu yang menjadi kekuatan untuk kami melangkah di tahun yang baru. Amin.

Senin, 01 Januari 2024.

Bahan bacaan : Bilangan 6:22- 27.

Ucapan berkat imam
22 TUHAN berfirman kepada Musa: 23 "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: 24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; 25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; 26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. 27 Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."

Berharaplah Kepada Tuhan Sumber Berkat.

Bersyukurlah kepada Tuhan Pencipta dan Pemelihara kehidupan, sebab la baik!Kebaikan-Nya menyata ketika kesempatan untuk hidup dan terus berkarya masih diberikan. Itulah tanda penyertaan berkat Allah kepada kita semua di tahun yang baru,tahun 2024. Tahun yang baru kita masuki ini, terbentang dengan segala kemungkinan dan tantangannya. Mari menaruh seluruh pengharapan pada Tuhan Sumber berkat. Sama seperti umat Israel yang berjalan di padang gurun dengan topangan berkat yang disampaikan Allah kepada Musa, untuk diteruskan kepada Harun dan keturunannya yang berfungsi sebagai Imam-imam Israel di zaman keluaran sampai padang gurun,maka kita pun harus terus berjalan dengan mengandalkan berkat Tuhan. Berkat yang kita yakini diberikan Tuhan kepada manusia di sepanjang sejarah. Hidup dengan mengandalkan berkat Tuhan bukan berarti kita tinggal diam atau pasif menunggu berkat tetapi secara aktif bertanggungjawab untuk mengupayakan berkat-berkat itu . Marilah mengupayakan berkat itu dengan kerja dan pelayanan yang lebih baik, lebih setia, lebib benar dan jujur. Hidup dan karya kita di tahun baru harus menjadi karya yang membawa berkat dan manfaat bagi banyak orang,sebab Tuhan pun senantiasa memberkati kehidupan kita. Berharaplah pada Tuhan sumber berkat. la menjaga dan melindungi kita di sepanjang tahun.

doa : Ya Tuhan, berkati dan lindungilah kami disepanjang tahun baru ini. Amin.

Selasa, 02 Januari 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 95: 1-7a.

Hormatilah TUHAN dan taatilah Dia
Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. 2 Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. 3 Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah. 4 Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tangan-Nya, puncak gunung-gunungpun kepunyaan-Nya. 5 Kepunyaan-Nya laut, Dialah yang menjadikannya, dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya. 6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. 7 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya.

Kita umat gembalaanNya, bersyukurlah.

Kawanan domba tanpa gembala adalah hal yang mustahil. Domba-domba tidak tahu arah kemana akan berjalan. dan mudah tersesat atau keluar dari kawanannya. Gembala dantongkatnya menjadi penunjuk arah yang tepat menuju padang rumput dan sungai atau sumur, tempat mereka makan dan minum. Ketika mengikuti persidangan MPL ke 44 di Kisar tahun lalu, pengalaman akan fakta ini didapati. Seorang penatua yang menjadi gembala pemilik puluhan domba dengan setia dan sabar menuntun kawanan domba gembalaannya. Masing-masing domba dikenal, sebab diberi tanda pada telinganya. Jika ia berjalan dan mengarahkan tongkatnya ke kiri, domba-domba mengikutinya dan jika ke kanan, kawanan domba itupun berjalan ke arah kanan. Setelah puas makan dan minum, sang gembala akan kembali menuntun dombanya pulang sebelum hari menjadi gelap. Domba yang mengikuti petunjuk gembala dan tetap berada dalam kawanan, akan pulang ke kandangnya dengan selamat. Pengalaman ini memberikan pelajaran, betapa domba tidck dapat berjalan tanpa gembala yang menuntun. Karena itu tepatlah jika pemazmur dalam bacaan hari ini mengajak kita bersyukur dan sujud menyembah di hadapan Tuhan, sebab Tuhan adalah Gembala kita dan kita adalah umat gembalaan-Nya, kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Kehidupan kita terpelihara dengan aman jika tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan dari apa yang diarahkan oleh Sang Gembala Agung.

doa : Tuhan, Engkaulah gembala kami, tuntunlah kami domba-dombaMu. Amin.

Rabu, 03 Januari 2024.

Bahan bacaan : 1 Tawarikh 29: 10-19.

Nyanyian pujian Daud
10 Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: "Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. 11 Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. 12 Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya. 13 Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu. 14 Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu. 15 Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan. 16 Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya. 17 Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka akupun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita. 18 Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu. 19 Dan kepada Salomo, anakku, berikanlah hati yang tulus sehingga ia berpegang pada segala perintah-Mu dan peringatan-Mu dan ketetapan-Mu, melakukan segala-galanya dan mendirikan bait yang persiapannya telah kulakukan."

Berkat Abraham, Ishak dan Israel menyertai kamu.

Membaca ayat 18 dari nas bacaan hari ini, teringatlah ucapan yang sama: “Ya Tuhan, kiranya berkat Abraham, Ishak dan Israel menyertai semua hamba-Mu ini, amin”. Demikian sepenggal kalimat berkat di akhir doa yang disampaikan oleh salah seorang penjaga “Sinagoge”, salah satu ikon wisata yang menjadi tempat kunjungan peserta MPL 44 di Kisar. Sungguh, betapa agung karya Tuhan, tak terselami perbuatan tangan-Nya. Kebesaran, kejayaan, kehormatan, kemasyhuran, keagunganNya dan segala-galanya yang ada di langit dan di bumi, dapat dilihat serta dinikmati oleh semua orang yang percaya dan tetap tulus hati. Tidak hanya dialami oleh umat Israel di masa lampau, ketika melalui nyanyian pujian Daud, mereka bersyukur sebab nyata pertolongan Tuhan atas hidup dan kerja yang dilakukan. Kita pun bersyukur dapat mengalami Tuhan dalam karya-karya-Nya di tiap waktu dan tempat. Oktober tahun lalu, ada “Sinagoge”, Kaki Dian, Bukit Doa, pohon Ara, zaitun, kurma dan domba di Kisar. Oktober tahun 2024 ini, di Seram Utara Barat, kita pun akan melihat keagungan dan pertolongan Tuhan. Mari ungkapkanlah penghormatan kita kepada Tuhan atas semua kebaikan dan pertolongan-Nya. Perkuat komitmen untuk bekerja dan melayani. Jagalah kecenderungan hati agar tetap berpaut dan berpegang pada segala perintah, peringatan serta ketetapan-Nya, maka berkat Abraham, Ishak dan Israel menyertai langkah-langkah kita di sepanjang jalan hidup dan pelayanan di GPM.

doa : Kiranya berkat Abraham, Ishak, dan Israel menyertai kita di tahun yang baru. Amin.

Kamis, 04 Januari 2024.

Bahan bacaan : Kisah Para Rasul 28 : 11-16.

Paulus tiba di Roma
11 Tiga bulan kemudian kami berangkat dari situ naik sebuah kapal dari Aleksandria yang selama musim dingin berlabuh di pulau itu. Kapal itu memakai lambang Dioskuri. 12 Kami singgah di Sirakusa dan tinggal di situ tiga hari lamanya. 13 Dari situ kami menyusur pantai, lalu sampai ke Regium. Sehari kemudian bertiuplah angin selatan dan pada hari kedua sampailah kami di Putioli. 14 Di situ kami berjumpa dengan anggota-anggota jemaat, dan atas undangan mereka kami tinggal tujuh hari bersama-sama mereka. Sesudah itu kami berangkat ke Roma. 15 Saudara-saudara yang di sana telah mendengar tentang hal ihwal kami dan mereka datang menjumpai kami sampai ke Forum Apius dan Tres Taberne. Ketika Paulus melihat mereka, ia mengucap syukur kepada Allah lalu kuatlah hatinya. 16 Setelah kami tiba di Roma, Paulus diperbolehkan tinggal dalam rumah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya.

Mengucap syukur atas semua kisah Pelayanan.

Pelayaran peserta MPL ke 44 pulang pergi Ambon-Kisar dengan kapal Sabuk Nusantara 71 dipenuhi beragam kisah. Ada kisah menyenangkan, sebab lama tidak bertemu dengan para pelayan dari 34 Klasis. Saling berbagi bekal di kapal, bercerita dan bersenda gurau. Ada pula kisah menyedihkan, karena duka yang dialami satu keluarga dan secara bersama kami berdoa dan memberikan penghiburan. Setibanya di Kisar, meski panas terik matahari menyengat kulit, sambutan penuh sukacita dari saudara-saudara seiman dirasakan melalui lantunan nyanyian anak-anak Sekolah Minggu: “selamat datang tuan, selamat datang nyonya di pulau Yotowawa, Rai Daisuli”. Sebagai rasul Tuhan, Paulus dan teman-temannya bersyukur atas kisah pelayaran dari satu tempat ke tempat lain untuk memberitakan Injil. Berhari-hari mengarungi lautan, ditemani gelombang dan angin, tidaklah menghalangi langkah mereka. Sukacita menjadi penuh ketika melihat ada banyak saudara seiman menyambut dan menjamu mereka di Putioli dan Roma. Seperti kisah pelayaran dan pelayanan Paulus yang disertai ungkapan syukur. Kita semua, para hamba-Nya yang masih setia melayani di gereja laut pulau ini, kiranya tetap bersyukur dan bersukacita dengan berbagai kisah pelayanan yang dialami, sambil terus melayani Tuhan dengan tekun serta setia.

doa ; Ya Allah, kami bersyukur atas semua kisah pelayaran dan pelayanan bersamaMu. Amin.

Jumat, 05 Januari 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 65 : 1-9.

Nyanyian syukur karena berkat Allah
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Nyanyian. (65-2) Bagi-Mulah puji-pujian di Sion, ya Allah; dan kepada-Mulah orang membayar nazar. 2 (65-3) Engkau yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup 3 (65-4) karena bersalah. Bilamana pelanggaran-pelanggaran kami melebihi kekuatan kami, Engkaulah yang menghapuskannya. 4 (65-5) Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus. 5 (65-6) Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami, ya Allah yang menyelamatkan kami, Engkau, yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi dan pulau-pulau yang jauh-jauh; 6 (65-7) Engkau, yang menegakkan gunung-gunung dengan kekuatan-Mu, sedang pinggang-Mu berikatkan keperkasaan; 7 (65-8) Engkau, yang meredakan deru lautan, deru gelombang-gelombangnya dan kegemparan bangsa-bangsa! 8 (65-9) Sebab itu orang-orang yang diam di ujung-ujung bumi takut kepada tanda-tanda mujizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan petang Kaubuat bersorak-sorai.

Bersyukurlah atas segala berkat Allah.

Pemazmur di hari ini mengajak kita untuk bersyukur atas segala berkat Allah, sebab berkat-berkat Allah itu selalu tersedia bagi umat-Nya. Berkat Allah nampak dalam berbagai perbuatan-Nya yang dasyat. Allah menyelamatkan, meredakan deru lautan dan gelombang-gelombangnya. Allah mendengarkan seruan dan doa umat-Nya. Allah menghapuskan pelanggaran. Itulah sebabnya, umat yang percaya kepada-Nya diajak untuk bersyukur, memuji dan bersorak-sorai di hadapan-Nya. Hari ini kita bersyukur, sebab berkat Allah ada bagi kita di tahun yang baru. Berkat Allah juga menyertai Lembaga Pembinaan Jemaat (LPJ) Gereja Protestan Maluku, yang hari ini berusia 43 tahun. Tanpa pertolongan Tuhan Allah, LPJ GPM sebagai “dapur” yang menyiapkan materi-materi binaan bagi umat dan pelayan tidak dapat bekerja dengan baik. Hanya Tuhanlah yang memampukan. Dalam pengakuan itu, marilah kita semua mengucap syukur kepada Allah yang berkenan memberkati semua pekerjaan pelayanan di GPM. Kita yakin, Tuhan Allah akan menolong dan memberkati kelanjutan pekerjaan pelayanan di tahun 2024. Mari menghitung kebaikan dan berkat-Nya, lalu berharaplah pada kuasa dan rancangan-Nya yang baik. Teruslah bergerak bersama untuk menanam dan menyiram di kebun anggur Tuhan ini dengan tulus. Allah akan menumbuhkan.

doa : Ya Allah kami bersyukur atas berkatMu yang melimpah dalam hidup dan bagi LPJGPM. Amin.

Sabtu, 06 Januari 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 117 : 1- 2.

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa
Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! 2 Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!

Megahkanlah Tuhan, hai segala suku bangsa.

Pujilah Tuhan dan megahkanlah Dia hai segala suku bangsa, sebab kasih-Nya hebat atas kita! Setelah sepekan penuh melihat kasih Tuhan dalam proses persidangan MPL 44 dan menikmati segala kelimpahan berkat Tuhan dalam berbagai jamuan makan minum yang disiapkan semua orang saudara di Kisar. Sebagai wujud ungkapan syukur di akhir persidangan itu, semua peserta diajak untuk duduk makan bersama dalam tradisi masyarakat Kisar yang disebut “Rahak.” Meja panjang tempat jamuan makan bersama telah diatur secara terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Satu persatu dipersilahkan masuk mengambil bagian di meja makan itu, sesuai hirarki statusnya. Dimulai dari yang memiliki status tertinggi dalam gereja dan masyarakat hingga rakyat biasa. Perjamuan makan dimulai setelah semua tempat duduk terisi. Tradisi “Rahak” ini memiliki makna kebersamaan dalam persekutuan. Ibarat berada dalam satu perahu, semua orang sama-sama adalah penumpang, walaupun berbeda suku bangsa dan status social. Semua menjadi satusaudara di dalam Tuhan, sebab itu orang besar atau berstatus tinggi wajib menunggu rakyat kecil. Doa makan dilakukan oleh Latupati. Tradisi makan bersama yang ditempatkan pada akhir kegiatan penutupan sidang MPL ke-44 GPM sekaligus juga mengekspresikan rasa syukur atas seluruh kemurahan Tuhan bagi umat serta masyarakat.

doa : Kami mau memuji dan memegahkan Engkau Tuhan selama-lamanya. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DES 2023 DAN JAN 2024, LPJ, GPM

Tinggalkan komentar