Tema Bulanan :
Tema Mingguan : Hidup Baru di Dalam Kristus
Minggu, 07 Januari 2024.
Bahan bacaan : Efesus 4 : 17-32.
Manusia baru
17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. 19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. 20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. 25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. 26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu 27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. 28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. 30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. 32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Menjadi manusia baru.
Minggu pertama setelah masuk tahun baru biasanya oleh GPM dilakukan Perjamuan Kudus. Meskipun sudah biasa dan rutin dilakukan, perjamuan kudus awal tahun harus dimaknai sebagai moment untuk kita bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup dan menerima anugerah pembenaran serta pengudusan melalui pengorbanan Yesus Kristus.Perjamuan kudus yang dilakukan ini selain menjadi kesempatan bersyukur, juga menjadi kesempatan membangun komitmen untuk membarui hidup menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, memberikan nasehat agar mereka membarui hidup sehingga menjadi manusia-manusia baru. Menjadi manusia yang dibarui itu hidupnya berbeda dari manusia yang lama. Kehidupan manusia lama, menolak Allah dan penebusan Yesus Kristus. Kehidupan manusia lama dipenuhi berbagai. kejahatan yang membinasakan. Kehidupan manusia baru,menghormati Tuhan dan menghargai karyapengorbanan Tuhan Yesus. Kehidupan manusia baru membuahkan kebaikan, kebenaran,dan keadilan. Masukilah tahun ini dengan bersyukur atas keselamatan yang dianugerahkan Tuhan Yesus dan pergunakan kesempatan hidup yang masih diberikan ini untuk membarui kehidupan lama menjadi kehidupan baru yang lebih berkenan kepada Tuhan.
doa : Syukur ya Tuhan Yesus, sebab melalui pengorbanan-Mu kami menjadi manusia baru, amin.
Senin, 08 Januari 2024
bahan bacaan : 3 Yohanes 1:11
11 Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.
Janganlah Meniru Yang Jahat
Salah satu kecenderungan manusia adalah suka meniru. Perbuatan meniru bukanlah hal yang keliru, namun tidak semua yang kita lihat dan dengar merupakan hal yang pantas untuk ditiru. Rasul Yohanes dalam nas bacaan hari ini mengingatkan penerima suratnya akan hal ini. Paulus memberikan contoh nyata bahwa di dalam kehidupan jernaat mula-mula, ada orang yang layak ditiru dan tidak boleh ditiru. Gayus adalah orang yang cara hidupnya layak ditiru. Ia penuh kasih menyambut dan melayani orang asing. Ia peduli pada kehidupan orang lain. Berbeda dengan Diotrefes, seorang yang perbuatannya harus diwaspadai dan tidak boleh ditiru. Ia memberontak terhadap ajaran kebenaran yang telah diajarkan kepadanya dan berlaku jahat. Menyebarkan fitnah, tidak mengakui rasul-rasul, dan mengucilkan orang-orang yang tak sepaham dengannya.
Fokusnya adalah diri sendiri bukan kebaikan bersama. Paulus mengingatkan untuk jangan meniru yang jahat sebagaimana yang dilakukan Diotrefes. Sebagai orang percaya yang telah mengenal Tuhan dan dibekali berbagai ajaran baik sepantasnya kita meniru hal yang baik, bukan yang jahat. Saling mengasihi dan memikirkan kepentingan bersama. Itulah yang telah diteladankan Kristus bagi kita, tirulah!.
Doa: Ya Allah, tolonglah kami meniru hal yang baik. bukan yang jahat, Amin.
Selasa, 09 Januari 2024
bahan bacaan : Kolose 3:5-11
Manusia baru
5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). 7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. 8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. 9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, 10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; 11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
Jalanilah Hidup Sebagai Orang Baik
Teks hari ini menyaksikan pandangan rasul Paulus tentang salah satu karakter hidup orang yang percaya kepada Yesus. Karakter hidup itu disebutnya dengan sebutan manusia baru”. Sebutan itu dipertentangkan dengan ungkapan “manusia lama”. Percaya kepada Yesus berarti bersedia mengubah cara hidup atau perilaku yang buruk. Paulus tidak sekadar mengemukakan ajakan namun perintah. Setiap orang yang percaya kepada Yesus wajib hidup menurut kehendak-Nya. Yesus menghendaki semua orang yang percaya kepada-Nya mengubah perilaku buruk menjadi baik. Percaya kepada Yesus berarti mewujudkan perilaku yang baik bukan buruk. Kita tidak boleh percaya kepada Yesus tetapi berkelakuan buruk. Orang Kristen memang sementara menjalani kesementaraannya di dunia tapi bukanlah manusia yang duniawi. Oleh sebab itu semua hal yang duniawi tidak boleh menjadi cara hidup Orang Kristen. Hidup beriman dalam kesementaraan di dunia ini haruslah dijalani dengan cara menghindari semua keburukan. Keburukan itu adalah percabulan, kenajisan, hawa nafsu, keserakahan, peyembahan berhala, marah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor dan dusta. Allah yang kita percaya di dalam Yesus dan Roh Kudus baik adanya. Ia menciptakan manusia “sungguh amat baik dan berhendak agar ciptaan-Nya itu tetap menjadi baik. Kehendak Tuhan itulah yang menjadi pegangan dan kekuatan kita. Jalanilah kehidupan sebagai orang baik sebab itulah yang dikehendaki Tuhan.
Doa: Ya Allah mampukanlah kami untuk menjalani hidup sebagai orang baik. Amin
Rabu, 10 Januari 2024
bahan bacaan : Yakobus 4:11-12
Jangan memfitnah orang
11 Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya. 12 Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?
Hiduplah Sesuai Hukum Kasih
Akta mengasihi merupakan panggilan beriman untuk merawat kualitas hidup bersama berarti belas kepada, dalam hal ini sesama manusia. Orang-orang yang mengasihi sesama manusia patut disebut penurut hukum. Maksudnya adalah hukum kasih yakni aturan yang seharusnya mendasari perilaku orang beriman. Hidup sesuai hukum kasih mengharuskan orang Kristen tidak melakukan tindakan memfitnah dan menghakimi sesama manusia. Memfitnah bukanlah tindakan beriman, sebab dengannya kita telah menjelekkan nama orang, menodai nama baik dan merugikan kehormatan. Sedangkan menghakimi berarti mengadili atau berlaku sebagai hakim terhadap sesama manusia. Kita terpanggil untuk mengasihi sesama manusia bukan menghakimi. Selayaknya orang yang menghakimi adalah mereka yang tak berdosa dan hal ini mustahil terpenuhi pada diri setiap orang. Setiap orang ada salahnya oleh sebab itu urusan menghakimi diserahkan saja kepada mereka yang berwewenang. Ingatlah bahwa mengasihi adalah panggilan iman yang perlu kita wujudkan dalam hidup sesehari. Kita tak dapat hidup sendiri tanpa keberadaan sesama manusia. Jadi hiduplah sesuai hukum kasih!
Doa: Ya Allah, mampukanlah kami menjadi penurut-penurut hukum. Amin.
Kamis, 11 Januari 2024
bahan bacaan : Roma 7:21-26
21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. 22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, 23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. 24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? 25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (7-26) Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.
Selamat Karena Kasih Karunia
Rasul Paulus mengisahkan pengalaman berimannya yang dilematis. Dahulu ia tahu bahwa hukum Taurat itu baik dan berusaha menaatinya. Namun keinginan daging membuatnya ingin berontak melawan hukum Taurat dan berbalik kepada dosa. Tidak ada seorang pun yang mampu menaati hukum Taurat dengan sempurna, sekalipun ia tahu bahwa itulah yang harus dilakukannya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Paulus begitu lega, karena Allah telah mengutus Yesus untuk menyelamatkannya dan orang lain dari keadaan yang amat sulit ini. Yesus menolong mengatasi ketidakmampuan Paulus. Saat Paulus sampai di batas kemampuannya sebagai manusia, ia mengalami kasih karunia Allah. Pengalaman Paulus adalah cerminan hidup beriman orang Kristen. Kita mungkin dapat melakukan banyak hal dalam hidup ini tapi tak seorang pun yang mampu menyelamatkan dirinya sendin. Keselamatan adalah kasih karunia Allah dalam Yesus Kristus. Ingatlah bahwa keinginan-keinginan daging dapat menyebabkan kita mengalami petaka atau
kebinasaan. Mohonlah Roh Kudus agar keinginan daging dimatikan sehingga akal budi memampukan kita membedakan baik dan buruk. Akhimya hiduplah dalam kasih karunia Allah yang menyelamatkan dan matikanlah dosa.
Doa : ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup dalam kasih karunia-Mu. Amin
Jumat, 12 Januari 2024
bahan bacaan : Yakobus 4 : 1-10
Hawa nafsu dan persahabatan dengan dunia
Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? 2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. 3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. 4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. 5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!" 6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." 7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! 8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! 9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. 10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.
Hindari Hal Buruk Dan Lakukan Yang Baik
Ada tiga hal buruk yang harus diwaspadai dan dihindari yakni hawa nafsu, bersahabat dengan dunia dan congkak. Hindarilah hawa nafsu yakni dorongan atau keinginan kuat akan hal yang tidak baik atau keburukan. Keburukan tak ada manfaatnya dalam keberadaan kita, kapan dan di mana saja. Oleh sebab itu berusahalah untuk tidak dikendalikan hawa nafsu. Hawa nafsu dapat mengakibatkan tindakan membunuh, iri hati, bertengkar, berkelahi dan absen berdoa. Bila tindakan tak berkualitas ini dilakukan, maka itu berarti bahwa kita telah menjadi sahabat “dunia”. Maksudnya menjadi sahabat orang jahat dan kuasa-kuasa yang melawan Allah serta umat-Nya. Kondisi demikian lebih diperparah kalau tenyata kita menjalani hidup dengan kecongkakan pula. Hindarilah menjadi orang beriman yang besar kepala, sombong, pongah, dan merasa diri lebih agung dibandingkan yang lainnya. Sebaliknya, belajarlah menjadi orang beriman yang tekun berdoa, hidup dalam tuntunan Roh, rendah hati, tunduk kepada Allah dan lawanlah iblis, mentahirkan tangan, sucikan hati, mengantisipasi kejadian buruk, serta rendahkanlah diri di hadapan Tuhan. Yakinlah bahwa orang beriman yang hidup dalam kerendahan di hadapan Tuhan pasti ditinggikan-Nya.
Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami mampu menghindari keburukan. Amin.
Sabtu, 13 Januari 2024
bahan bacaan : Roma 6 : 1 – 4
Mati dan bangkit dengan Kristus
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? 2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? 3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? 4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Hidup Bersama Kristus
Ungkapan hidup bersama Kristus sejatinya merupakan pernyataan yang mengingatkan orang Kristen untuk tidak mengulangi perbuatan salah atau dosa. Kita tak boleh mengulangi perbuatan salah atau dosa sebab menurut Paulus semua orang percaya telah dibaptis dalam Kristus. Paulus hendak menjelaskan bahwa dibaptis berarti mati bagi dosa dan dibangkitkan kepada hidup, sebagaimana Yesus telah mati dan kemudian dibangkitkan kepada hidup oleh Allah. Renungkanlah hidup dan jadilah bijak agar tidak mengulangi kesalahan. Bila selama ini kita tak melakukan kesalahan, maka berusahalah untuk tetap hidup demikian. Tetapi kalau kedapatan ada kesalahan yang dibuat berusahalah untuk tidak hidup di dalam dosa. Kita dapat saja menjadi orang yang salah dalam merasa, berpikir, berkehendak, memutuskan atau bertindak. Namun keadaan salah itu bukanlah akhir keberadaan kita. Sebab karena Kristus telah menebus, maka tersedia pengampunan Tuhan bagi setiap yang menyadari kesalahan dan mau bertobat. Orang bertobat adalah mereka yang belajar dari kesalahan, memperbaiki dan tidak mengulanginya. Ingatlah bahwa bila kesalahan tidak diperbaiki, maka hal itu akan berbalik “mengejar kita. Hidup dengan diburu perasaan bersalah tak sedap untuk dijalani. Karena itu hiduplah bersama Kristus, Sang Penyelamat yang maha baik dan mengampuni. Dia-lah Tuhan yang berkuasa memberikan kelegaan dan keluputan. Jalanilah hidup bersama Kristus yang mengasihi dan mengampuni serta jadilah berkat bagi sesama.
Doa: Ya Allah mampukanlah kami untuk tidak mengulagi kesalahan yang telah terjadi. Amin
*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2024, LPJ-GPM