Santapan Harian Keluarga, 14 – 20 Januari 2024

Tema Bulanan :

Tema Mingguan :

Minggu, 14 Januari 2024

bahan bacaan : Roma 8:31-39

Keyakinan iman
31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? 32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? 33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? 34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? 35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." 37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Berada Di Pihak Kristus
Berada di pihak Kristus berarti dikarunia kehormatan dan kekuasaan. Hiduplah sebagai orang percaya yang terhormat dan berdaya agar tidak dihina dan dipandang rendah. Apapun keberadaan kita, jadilah terhormat dan berdaya menjalani semua kenyataan hidup. Orang yang berada di pihak Kristus tak gentar menghadapi derita. Derita, tantangan atau kesukaran adalah kenyataan hidup yang harus dihadapi bukan disangkali dan dihindari. Penderitaan tidak akan memisahkan orang yang percaya dari kasih Kristus. Ia pasti mengasihi, meneguhkan, menghibur, dan menyediakan jalan keluar saat kita berada dalam himpitan hidup. Karena itu tetaplah berusaha menjadi orang percaya yang terhormat dan berdaya saat sedang menjalani kenyataan hidup yang bagaimana pun. Hindarilah melakukan tindakan yang cemar agar tidak dicemooh, dihindari dan dihina orang. Ingatlah bahwa Allah pasti menganugerahkan kekuatan atau kemampuan bagi semua orang yang berada di pihak-Nya. Berada di pihak Kristus berarti tetap percaya kepada-Nya, terus mejalani hidup, tekun berdoa, beribadah dan membaca Alkitab.

Doa: Ya Kristus, tolonglah agar kami tetap berada di pihak-Mu. Amin.

Senin, 15 Januari 2024

bahan bacaan : Yesaya 30: 15

15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,

Percaya Dan Menyerahkan Diri
Hidup dapat pula dipahami sebagai proses panjang, bertahap, dan jatuh bangun menuju Umumnya dipahami dan diterima bahwa harus dimulai dengan membuat fondasi. Tahap selanjutnya adalah mendirikan tiang-tiang penyangga lalu diteruskan dengan bagian-bagian yang lain. Seperti itulah jalan hidup, tak selamanya sukses sebab ada gagalnya juga, jatuh dan bangun dihiasi aneka kejadian. Orang Kristen memerlukan sikap dan tindakan beriman yang dapat memastikan bahwa ia tetap berada di jalan yang benar. Kita harus memastikan berada pada jalan yang benar terutama saat mengalami masa hidup sulit. Caranya adalah tetap percaya dan menyerahkan diri. Percaya dan menyerahkan diri kepada Tuhan serta menantikan pertolongan-Nya besar sekali faedahnya. Saat hidup berguncang dengan hebat belajarlah untuk tetap percaya dan berserah. Percaya dan berserah sebab daya dan cara kita ada batasnya. Ingatlah bahwa kasih Tuhan tak ada batasnya. Ia pasti menyediakan jalan dan kemungkinan baru dengan cara dan waktu yang tepat berdasar kehendak bebas-Nya. Hindarilah untuk menjadi orang Kristen yang percaya bahwa Tuhan itu baik dan berkuasa, namun enggan menyerahkan diri dalam pimpinan-Nya.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami tetap percaya dan menyerahkan diri pada-Mu. Amin

Selasa, 16 Januari 2024

bahan bacaan : Yesaya 7:3-9

3 Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: "Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu, 4 dan katakanlah kepadanya: Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya. 5 Oleh karena Aram dan Efraim dengan anak Remalya telah merancang yang jahat atasmu, dengan berkata: 6 Marilah kita maju menyerang Yehuda dan menakut-nakutinya serta merebutnya, kemudian mengangkat anak Tabeel sebagai raja di tengah-tengahnya, 7 maka beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak akan sampai hal itu, dan tidak akan terjadi, 8 sebab Damsyik ialah ibu kota Aram, dan Rezin ialah kepala Damsyik. Dalam enam puluh lima tahun Efraim akan pecah, tidak menjadi bangsa lagi. 9 Dan Samaria ialah ibu kota Efraim, dan anak Remalya ialah kepala Samaria. Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya."

Ketakutan Pasti Teratasi
Ketakutan merupakan fakta yang manusiawi, maksudnya selalu dialami manusia tanpa merasa gentar atau ngeri menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana. Kita pasti mengalami kelemahan pada saat tertentu. Nyatanya ada begitu banyak hal yang tak dapat kita duga dan pahami dalam hidup ini. Kehilangan harapan atau mengalami stres dan depresi hadir tanpa diundang sebagai dampaknya. Apa pun situasi yang mencekam dan dampaknya, percayalah pada Tuhan serta belajarlah dari nas hari ini. Kata Tuhan: teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut. Hidup kita tak boleh dibelenggu ketakutan sebab pemeliharaan Tuhan pasti dialami. Yakinlah bahwa Tuhan tak pernah tinggal diam, Ia segera turun tangan menopang dan memberikan kelegaan serta keluputan kepada kita. Tuhan melindungi kita dari segala ancaman kebinasaan. Saat kita lemah, Ia memberikan kekuatan. Ingatlah bahwa Tuhan tetap bekerja dalam penderitaan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Doa: Ya Allah, atasilah ketakutan yang kami alami. Amin.

Rabu, 17 Januari 2024

bahan bacaan : Mazmur 9: 10-11

9 (9-10) Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan. 10 (9-11) Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.

Percayakanlah Hidupmu kepada Allah!
Hidup yang dipenuhi dengan persoalan akan memunculkan pertanyaan : kemanakah harus kami berlindung? Hal yang sama dirasakan oleh Pemazmur. Kitab Mazmur memberikan catatan bahwa Pemazmur dipenuhi dengan banyak persoalan, seperti pembelaan perkara yang tidak adil, bangsa yang menindas, berkembangnya kejahatan orang fasik, hadirnya para musuh, dan lain sebagainya. Dalam segala persoalannya, Pemazmur kemudian melihat karya Allah yang membebaskan. Berdasarkan pengalaman pembebasan Allah itu maka Pemazmur memberikan kesaksian iman, bahwa Allah adalah tempat perlindungan bagi setiap orang. Pada satu sisi, kesaksian iman Pemazmur bertujuan untuk memberitakan tentang kuasa Allah yang besar. Namun pada sisi lain, ia juga mengkritik umat yang menganggap bahwa perlindungan dapat ditemukan di luar Allah, seperti batu-batu yang besar, pohon-pohon rindang, dan lain sebagainya. Bagi pemazmur, agar dapat merasakan kuasa Allah maka kita harus untuk mempercayakan hidup kepada-Nya. Mempercayakan hidup kepada Allah memperlihatkan bahwa kita sadar akan keterbatasan diri dan sekaligus mengaku bahwa Allah yang sanggup melindungi setiap kita. Memasuki tahun 2024, banyak di antara kita yang sementara merasa susah karena dipenuhi dengan beragam masalah hidup. Kesaksian Mazmur 9: 10-11 memberikan kekuatan kepada kita, untuk tidak mencari tempat perlindungan lain ketika
hidup ini dipenuhi dengan masalah. Sebaliknya, datanglah kepada Allah, percayakanlah hidup
kepada-Nya, sehingga kita dapat tersenyum dan bersukacita bersama-Nya.

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami untuk menjadikan-Mu sebagai tempat perlindungan. Amin.

Kamis, 18 Januari 2024

bahan bacaan : Amsal 3: 5-8

5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; 8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.

Jadilah Rendah Hati Di Hadapan Allah
“Aku percaya kepada Allah” telah menjadi pengakuan iman yang sering diucapkan dalam ritual keagamaan. Namun apakah kita telah mempercayakan hidup seutuhnya kepada Allah, sebagaimana pengakuan kita? Jangan sampai, kita hanya mengaku, namun masih mengandalkan diri sendiri dan melupakan Allah. Jika benar seperti itu maka nats hari ini memberikan kita kesadaran baru, bahwa percaya kepada Allah adalah perintah kepada orang percaya (ay. 5a), dalam kondisi dan situasi apapun. Percaya kepada Allah bukan hanya tentang pengakuan, melainkan penyerahan hidup secara total kepada-Nya. Bagi penulis Amsal, dengan mempercayakan hidup kepada Allah maka umat akan menemukan banyak berkat-Nya, seperti: jalan hidup akan diluruskan (ay. 6), tubuh akan menjadi sembuh (ay. 8a), dan tulang-tulang, akan disegarkan (ay. 8b). Kerendahan hati adalah nilai hidup yang perlu dimiliki oleh umat yang mengharapkan pertolongan-Nya. Dalam persoalan Kehidupan di tahun baru yang kian hari kian bertambah ini, apakah kita sudah menjadi umat yang rendah hati untuk mempercayakan hidup seutuhnya kepada Allah? Jika belum, maka belajarlah sejak hari ini untuk menjadi umat yang rendah hati di hadapan Allah, sehingga kita mampu untuk mempercayakan hidup ini kepada-Nya. Sehingga pada kesudahannya, kita merasakan karya Allah yang menolong dan menyelamatkan.

Doa: Ya Tuhan, ajarilah kami untuk menjadi umat yang rendah hati di hadapan-Mu. Amin.

Jumat, 19 Januari 2024

bahan bacaan : Yosua 22:1-8

Kelancangan penduduk Yerusalem
Ucapan ilahi terhadap "lembah penglihatan". Ada apa gerangan, maka semua pendudukmu naik ke sotoh-sotoh rumah, 2 hai kota yang bersorak riuh dan ribut gembira, hai negeri yang beria-ria? Orang-orangmu yang mati terbunuh bukanlah terbunuh oleh pedang, dan bukanlah gugur dalam peperangan. 3 Semua panglimamu sama-sama melarikan diri, mereka tertawan tanpa tembakan panah; semua orang-orang kuatmu sama-sama tertawan, biarpun mereka sudah lari jauh-jauh. 4 Sebab itu aku berkata: "Buanglah mukamu terhadap aku, biarkanlah aku menangis dalam kepahitan; janganlah mendesak aku, supaya aku terhibur mengenai kebinasaan puteri bangsaku." 5 Sebab Tuhan, TUHAN semesta alam telah menentukan suatu hari: Ia akan menggemparkan, menginjak-injak dan mengacaukan orang: di "lembah penglihatan" tembok akan dirombak dan teriakan minta tolong sampai ke puncak gunung! 6 Elam telah memasang tabung panah, Aram datang dengan pasukan berkereta dan berkuda, dan Kir membuka sarung perisai. 7 Maka lembah-lembahmu yang paling indah penuh dengan kereta, dan pasukan berkuda berbaris di hadapan pintu gerbang, 8 dan Yehuda kehilangan perlindungan. Pada waktu itu engkau memandang kepada perlengkapan senjata di "Gedung Hutan";

Percayakanlah Hidupmu Dan Rasakan LindunganNya.

Mempercayakan hidup kepada Allah adalah bentuk dari kerendahan hati kita untuk memberi diri dipimpin dalam perintah dan ketetapan-Nya. Dalam catatan-catatan Perjanjian Lama, umat yang memelihara perintah Allah adalah umat yang mempercayakan hidupnya kepada Allah. Kitab Yosua 22 memberikan catatan, bahwa ciri-ciri umat yang mempercayakan hidup adalah umat yang menuruti jalan Allah, mengikuti perintah-Nya, berpaut pada-Nya, dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hati dan jiwa. Terhadap mereka itu, Allah memberikan berkat keamanan dan perlindungan. Dengan berkat keamanan dan perlindungan-Nya mereka tidak menjadi takut dan gentar akan ancaman kehidupan. Mereka percaya, bahwa dengan memberi diri dipimpin oleh Allah maka Allah juga yang akan menjadi penolong di setiap ketidakberdayaan mereka. Menapaki hari hidup di tahun baru harusnya memberikan kita kesadaran, bahwa kita sangat lemnah dan terbatas. Kita tidak memiliki kemampuan untuk menjaga hidup kita sendiri. Kita perlu mengaku bahwa Allah diperlukan dalam seluruh perjalanan hidup. Kecenderungan untuk menganggap diri sendiri kuat hanya menggiring kita pada kehancuran. Sebaliknya, dengan mempercayakan hidup kepada Allah maka kita akan memperoleh berkat-berkat dari-Nya.

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar tetap mengandalkan-Mu dalam perjalanan hidup ini. Amin.

Sabtu, 20 Januari 2024

bahan bacaan : Yakobus 1:2-8

Salam Iman dan hikmat
2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. 5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. 6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. 7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. 8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Bertahanlah Di Tengah Pencobaan
Mayor, seorang teolog Kristen pernah memperingatkan orang Kristen untuk jangan terkadang jauh dari pantai. Bahkan seorang Kristen juga jangan hidup seperti pemabuk, karena saat berjalan mereka selalu terhuyung-huyung dari tepi jalan yang satu, ke tepi jalan yang lain. Bagi Mayor, orang Kristen yang hidupnya seperti gabus dan pemabuk memperlihatkan sikap yang tidak konsisten dalam iman mereka. Sejalan dengan penegasan Mayor, Yakobus juga memberi peringatan kepada umat untuk tidak mendua hati di tengah penderitaan yang dihadapi (ay. 7-8). Mempercayakan hidup secara total kepada Allah adalah jalan kemuridan yang harus dipilih umat. Bagi Yakobus, penderitaan yang dihadapi adalah bentuk pengujian: apakah tetap mempercayakan hidup kepada Allah, atau berpaling ke pengetahuan diri sendiri? Nats hari ini menjadi perenungan bersama, apakah di tengah persoalan, kita masih terus mempercayakan hidup secara total kepada Allah? Atau justru, kita telah mengandalkan kekuatan diri sendiri? Yakinlah! Bahwa percaya kepada Allah tidak akan pernah berakhir dengan kesia-siaan. Karena orang yang percaya kepada Allah akan merasakan peranan Allah dalam hidupnya, sehingga penderitaan yang terjadi akan dapat dimaknai melalui perjalanan bersama dengan-Nya. Berjalanlah dengan iman bersama Allah dan nikmatilah kasih Allah dalam kehidupanmu!

Doa: Ya Allah, kokohkanlah iman kami kepada-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2024, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar