Santapan Harian Keluarga, 28 Jan – 03 Feb 2024

Tema Bulanan : Bersyukurlah dan Jalanilah Hidup Sebagai Orang Beriman

Tema Mingguan : Bersyukurlah atas pertolongan Tuhan

Minggu, 28 Januari 2024

bahan bacaan : Ibrani 5:1-10

Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. 2 Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan, 3 yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri. 4 Dan tidak seorangpun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun. 5 Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini", 6 sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek." 7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. 8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, 9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, 10 dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.

Belajar Taat Dari Yesus

Penulis Kitab Ibrani menuliskan Yesus adalah Imam Besar. Di Israel seorang Imam tugas utama mempersembahkan Korban untuk dosa umat. Ada hal yang membedakan Yesus dan para imam, karena Yesus bukan melaksanakan upacara mempersembahkan korban sebagaimana tugas seorang imam melainkan Dia sendiri mengorbankan diri-Nya di kayu salib sebagai tebusan atas dosa-dosa kita walaupun status-Nya sebagai Anak Allah (ay.8) Ia tetap menunjukkan ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa di Sorga. Sekalipun ketaatan itu membawa-Nya pada penderitaan dan kematian. Pesan teks ini bagi kita, yakni: Pertama, keseluruhan hidup dan pelayanan Tuhan Yesus adalah bukti ketaatanNya kepada kehendak Bapa disorga. Tuhan Yesus telah memberikan teladan tentang ketaatan, maka sebagai umat kristiani kita pun belajar taat dan setia kepada Tuhan dalam berbagai situasi hidup, terutama dalam penderitaan. Memang, hal itu tidak mudah untuk dipraktekkan, maka mintalah pertolongan Tuhan. Kedua, Yesus menunjukkan ketaatan sebagai seorang Imam Besar, maka kita pun harus melaksanakan tugas seorang imam, yakni melayani Tuhan sebagai Pelayan (Pendeta, Penatua, Diaken, Pengasuh, dll).

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami meneladani ketaatan Yesus, amin.

Senin, 29 Januari 2024

bahan bacaan : Yehezkiel 11:14-25

Janji tentang pembaharuan Israel
14 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 15 "Hai anak manusia, penduduk-penduduk Yerusalem berkata tentang semua saudara-saudaramu, tentang kaum kerabatmu dan segenap kaum Israel dalam keseluruhannya: Mereka telah jauh dari TUHAN, kepada kami tanah ini diberikan menjadi milik. 16 Oleh sebab itu katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Walaupun Aku membawa mereka jauh-jauh di antara bangsa-bangsa dan menyerakkan mereka di negeri-negeri itu dan Aku menjadi tempat kudus yang sedikit artinya bagi mereka di negeri-negeri di mana mereka datang, 17 oleh sebab itu katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku akan menghimpunkan kamu dari bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari negeri-negeri di mana kamu berserak, dan Aku akan memberikan kamu tanah Israel. 18 Maka sesudah mereka datang di sana, mereka akan menjauhkan segala dewa-dewanya yang menjijikkan dan segala perbuatan-perbuatan yang keji dari tanah itu. 19 Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, 20 supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-K dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka. 21 Mengenai mereka, yang hatinya berpaut pada dewa-dewanya yang menjijikkan dan pada perbuatan-perbuatannya yang keji, Aku akan menimpakan kelakuan mereka atas kepalanya sendiri, demikianlah firman Tuhan ALLAH." 22 Maka kerub-kerub itu mengangkat sayap mereka, dan roda-rodanya bergerak bersama-sama dengan mereka, sedang kemuliaan Allah Israel berada di atas mereka. 23 Lalu kemuliaan TUHAN naik ke atas dari tengah-tengah kota dan hinggap di atas gunung yang di sebelah timur kota. 24 Dan Roh itu mengangkat aku dan membawa aku kembali di dalam penglihatan yang dari Roh Allah ke negeri Kasdim kepada para buangan. Lalu menghilanglah penglihatan yang kulihat itu dari padaku 25 dan aku sampaikan kepada para buangan itu segala sesuatu yang diperlihatkan TUHAN kepadaku.

Jangan Mendua Hati
Seringkali kita mendengar ucapan “mendua hati”. Kita lalu berpikir bahwa ucapan tersebut menunjuk pada seseorang yang mulai tidak setia. Mendua hati dalam bahasa Yunani “Dipsuchos” yang berarti perasaan atau dua hati yang berlawanan, sedangkan bahasa Ibrani “Tamim” yang mengandung arti tidak sepenuh hati kepada Tuhan. Dalam bacaan tadi, dapat disimpulkan bahwa Israel adalah umat yang “mendua hati” kepada Tuhan Allah. Kenapa? Karena mereka mulai menunjukkan cara hidup yang jauh dari Tuhan (ay.15). Ketidaktaatan Israel ditunjukkan dengan menyembah dewa-dewa orang Babel dan hidup dengan sangat keji (jahat) di daerah tersebut (ay.21). Dalam realitas tersebut, Firman Tuhan kepada nabi Yehezkiel bahwa Tuhan akan memulihkan keadaan mereka dengan memberikan mereka hati yang baru, yakni hati yang taat (ay.19). Hati taat yakni hidup menurut Firman Tuhan dengan setia, supaya memperoleh kasih setia Tuhan sebagai umat pilihan-Nya (ay.20). Sangat penting bagi orang percaya untuk memiliki hati yang taat di hadapan Tuhan, jangan kita “Mendua hati” kepada Tuhan dengan percaya kepada ilah-ilah dunia ini. Sebaliknya, dengan percaya dan berharap hanya kepada Tuhan serta hidup menurut kehendak Firman-Nya, maka Tuhan akan mengasihi dan memelihara hidup kita.

Doa: Tuhan tuntunlah hati kami dengan Roh Kudus supaya kami tidak mendua hati Amin.

Selasa, 30 Januari 2024

bahan bacaan : Yehezkiel 36: 22-32

22 Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena nama-Ku yang kudus yang kamu najiskan di tengah bangsa-bangsa di mana kamu datang. 23 Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar yang sudah dinajiskan di tengah bangsa-bangsa, dan yang kamu najiskan di tengah-tengah mereka. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, demikianlah firman Tuhan ALLAH, manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan bangsa-bangsa. 24 Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu. 25 Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. 26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. 28 Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu. 29 Aku akan melepaskan kamu dari segala dosa kenajisanmu dan Aku akan menumbuhkan gandum serta memperbanyaknya, dan Aku tidak lagi mendatangkan kelaparan atasmu. 30 Aku juga memperbanyak buah pohon-pohonanmu dan hasil ladangmu, supaya kamu jangan lagi menanggung noda kelaparan di tengah bangsa-bangsa. 31 Dan kamu akan teringat-ingat kepada kelakuanmu yang jahat dan perbuatan-perbuatanmu yang tidak baik dan kamu akan merasa mual melihat dirimu sendiri karena kesalahan-kesalahanmu dan perbuatan-perbuata yang keji. 32 Bukan karena kamu Aku bertindak, demikianlah firman Tuhan ALLAH, ketahuilah itu. Merasa malulah kamu dan biarlah kamu dipermalukan karena kelakuanmu, hai kaum Israel.

Miliki Hati Yang Taat
Nas bacaan ini berisi nubuatan Yehezkiel tentang Pembaharuan Israel. Bahwa Tuhan Allah akan membebaskan Israel dari masa pembuangan dan membawa merea pulang ke tanah leluhur nenek moyang mereka. Janji tersebut, merupakan bukti cinta kasih Allah kepada Israel dan menyudahi murka Allah atas dosa-dosa mereka sekaligus memuliakan Nama Tuhan yang sudah dinajiskan ditengah-tengah bangsa lain (ay.22-23). Inisiatif Tuhan ini dinyatakan dalam tindakan yang dijelaskan pada ayat 24-31, yakni: mempersatukan umat Israel yang tercerai berai, memberikan air jernih untuk membersihkan mereka dari dosa penyembahan berhala, memberikan hati yang baru dan roh yang baru supaya mereka berhenti melakukan kejahatan. Dan Jika Israel hidup taat kepada Tuhan, maka Israel akan menerima janji berkatNya, yakni: menduduki tanah Kanaan, menjadi umat pilihan Tuhan, menikmati hasil panen yang melimpah sehingga mereka tidak akan kelaparan. Pelajaran penting bagi kita, Tuhan telah berinisiatif untuk membebaskan kita dari dosa melalui kematiaan-Nya di kayu salib, maka kita harus mengalami pertobatan dan memuliakan Nama Tuhan melalui ketaatan untuk melakukan kehendak Tuhan.

Doa: Ya Tuhan,ajarlah kami untuk tidak mendua hati dan hanya taat kepada-Mu, amin.

Rabu, 31 Januari 2024

bahan bacaan : 1 Petrus 3: 1-7

Hidup bersama suami isteri
Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, 2 jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. 3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, 4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. 5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya, 6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman. 7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Suami Isteri Yang Kristiani
Akhir-akhir ini banyak masalah menimpa keluarga, misalnya : tindak kekerasan terhadap suami atau istri (KDRT), perselingkuhan, perceraian bahkan pembunuhan. Hal-hal ini disebabkan oleh faktor emosi, perbedaan pendapat, kurangnya komunikasi antara suami istri, masalah keuangan, harga diri, sikap tidak menghargai pasangan, dan sebagainya. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, Rasul Petrus memberikan tips bagaimana membangun hubungan suami istri Kristiani sebagaimana dijelaskan dalam bacaan tadi. Ayat 1-6, berisi nasehat yang ditujukan kepada istri, yakni istri-istri harus tunduk (taat) kepada suami. Menurut Petrus, sikap tunduk kepada suami dapat membawa mereka untuk percaya kepada Kristus terutama mereka yang belum percaya. Selain itu, istri-istri harus memperlihatkan cara hidup yang baik, menjaga kesucian hidup, berharap kepada Tuhan, hormat kepada suami serta mengutamakan kecantikan batiniah (hati) bukan kecantikan lahiriah (pakaian mahal, emas dll). Selanjutnya, Petrus memberi nasehat kepada suami-suami supaya mereka hidup bijaksana terhadap istri-istri dengan cara menghormati, menjaga, melindungi dan mencintainya dengan segenap hati maka doamu akan dijawab Tuhan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami agar hidup taat sebagai suami istri Kristiani. amin

Kamis, 01 Februari 2024

bahan bacaan : Yohanes 15:9-10

Perintah supaya saling mengasihi
9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Tinggal Dalam Tuhan Dan Taat KepadaNya
Kita bersyukur di saat ini ketika telah menapaki hari pertama di bulan Februari 2024 atas
penyertaan dan tuntunan Tuhan bagi kita. Semuanya itu atas dasar cinta kasih Tuhan bagi kita sehingga mewajibkan kita untuk senantiasa hidup dalam ketaatan kepada perintah dan kehendak Tuhan. Hal ini yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada para murid dalam kesaksian firman Tuhan di hari ini. Pentingnya melakukan perintah Tuhan sebagai wujud ketaatan kita atas kasih sayang dan anugerah Tuhan yang besar dan melimpah dalam kehidupan kita. Sebaliknya ketika kita hidup tidak taat dan setia kepada perintah Tuhan, maka kita hidup di luar persekutuan dengan Tuhan. Ketaatan kepada Tuhan dan setia melakukan perintahNya akan membuat kita terus berjuang dan berperang dengan kekuatan kedagingan yang selalu berupaya menarik kita keluar dari persekutuan hidup dengan Tuhan. Hidup diluar Tuhan dengan tidak setia dan taat kepadaNya akan membuat kita menjadi orang-orang yang melakukan berbagai tindakan yang mendukakan hati Tuhan dan sesama melalui tutur kata, sikap serta perilaku kita. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk selalu meminta tuntunan Tuhan melalui Roh Kudus agar kita dimampukan mewujudkan hidup didalam kasih Tuhan dengan selalu setia dan taat kepadaNya. Ketaatan kepada Tuhan yang diwujudkan dalam keluarga akan berdampak untuk kehidupan bersama dengan orang lain.

Doa: Tuntunlah kami Tuhan agar selalu taat dan setia kepada perintahMu. Amin

Jumat, 02 Februari 2024

bahan bacaan : Imamat 18:1-5

Kudusnya perkawinan
TUHAN berfirman kepada Musa: 2 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Akulah TUHAN, Allahmu. 3 Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka. 4 Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah TUHAN, Allahmu. 5 Sesungguhnya kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku. Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya; Akulah TUHAN.

Menjaga Kekudusan Hidup
Keterpilihan Umat Israel sebagaimana ikatan janji Tuhan dengan Abraham leluhur mereka yakni agar melalui kehidupan mereka semua orang akan mendapat berkat. Sebagai penerus berkat Tuhan, Israel mesti mewujudkan hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada perintah Tuhan. Mereka diingatkan Tuhan agar tidak mengikuti sikap serta perilaku hidup orang-orang yang ada di Mesir saat Isarel menjadi budak di sana. Serta juga tidak ikut-ikutan hidup seperti pendudukan Kanaan saat mereka akan memasuki dan hidup di tanah yang dijanjikan Tuhan kepada mereka. Peringatan ini terkait dengan kekudusan dalam kehidupan keluarga. Setiap orang mesti berperilaku sopan dan beretika terhadap sesama anggota keluarga. Setiap anggota dalam keluarga harus saling menjaga kehormatan dan diajarkan tentang norma-norma kesusilaan. Tuhan menyatakan ketika mereka mewujudkan hal tersebut sebagai ketaatan pada Tuhan maka mereka akan hidup. Hidup yang dimaksudkan bukan sekedar bernafas saja, tetapi hidup dalam kepenuhan berkat dan cinta kasih Tuhan bagi kehidupan mereka. Firman Tuhan inipun ditujukan bagi kita sekeluarga, papa, mama dan
anak-anak serta semua yang ada dalam keluarga kita. Kita ingin menikmati kepenuhan berkat dan cinta kasih Tuhan bagi kehidupan kita, itulah sebabnya kita mesti mewujudkan sikap hidup saling menghargai, mencintai dan menyayangi satu dengan yang lain. Kita harus selalu memohon hikmat Tuhan agar kita dapat saling menjaga dan menghormati diantara kita.

Doa: Mampukan kami Tuhan untuk menghargai satu dengan yang lain dalam kehidupan keluarga. Amin.

Sabtu, 03 Februari 2024

bahan bacaan : Ulangan 4: 30-40

30 Apabila engkau dalam keadaan terdesak dan segala hal ini menimpa engkau di kemudian hari, maka engkau akan kembali kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya. 31 Sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. 32 Sebab cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah menciptakan manusia di atas bumi, apakah ada pernah terjadi sesuatu hal yang demikian besar atau apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu. 33 Pernahkah suatu bangsa mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan tetap hidup? 34 Atau pernahkah suatu allah mencoba datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain, dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsy yang besar, seperti yang dilakukan TUHAN, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu? 35 Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. 36 Dari langit Ia membiarkan engkau mendengar suara-Nya untuk mengajari engkau, di bumi Ia membiarkan engkau melihat api-Nya yang besar, dan segala perkataan-Nya kaudengar dari tengah-tengah api. 37 Karena Ia mengasihi nenek moyangmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar, 38 untuk menghalau dari hadapanmu bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu, untuk membawa engkau masuk ke dalam negeri mereka dan memberikannya kepadamu menjadi milik pusakamu, seperti yang terjadi sekarang ini. 39 Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain. 40 Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya."

Menikmati Kebaikan Hidup
Bagian Firman Tuhan di hari ini merupakan nasehat Musa kepada bangsa Israel saat mereka membuat perjalanan menuju ke tanah Kanaan. Nasehat ini berisikan tentang hakekat Allah yang maha kuasa menjumpai umat Israel sebagai manusia berdosa. Perjumpaan itu digambarkan bahwa tidak ada allah lain di muka bumi ini untuk disamakan dengan Allah Yahwe yang penuh kasih dan selalu menyatakan mujizat serta kuasaNya agar umat Israel mau tetap hidup percaya dan setia serta taat kepada Allah. Semua yang dinyatakan kepada umat Israel sebagai tanda cinta kasih Allah kepada mereka mesti dijaga dan dipelihara sebagai hukum dan ketetapan yang akan menuntun kehidupan umat Israel untuk tetap setia dan taat kepada Allah. Hukum dan ketetapan Allah itu ketika dilakukan dengan setia dan taat, maka akan membawa Israel kepada kehidupan yang selalu diberkati dan akan menerima keselamatan dari Allah. Demikianpun sebagai keluarga, papa, mama dan anak-anak hendaknya selalu mewujudkan ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan melalui perintah dan ketetapan dalam firman Tuhan yang mesti kita lakukan setiap hari. Kita selalu meminta kekuatan dari Tuhan melalui tuntunan kuasa RohNya dengan baik. Ketika kita melakukannya, maka kehidupan kita akan selalu terpelihara. Kita akan menikmat sukacita dan kebahagian abadi. Tuhan akan memberikan umur panjang bagi kita, oleh karena kita selalu menghargai setiap waktu sebagai anugerah Tuhan yang kita wujudkan dengan melakukan setiap hal sesuai dengan perintah dan kehendak Tuhan.

Doa: Tuhan tolong kami untuk setia melakukan perintahMu demi kebaikan hidup kami. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JAN & FEB 2024, LPJ – GPM


Tinggalkan komentar