Tema Bulanan : Wujudkan Makna Sengsara Kristus dalam Realitas Berdemokrasi
Tema Mingguan : Allah meraja di Bumi
Minggu, 04 Februari 2024
bahan bacaan : Mazmur 96:1-13
Allah, Tuhan dan Hakim seluruh dunia
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! 2 Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. 3 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa. 4 Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah. 5 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit. 6 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus-Nya. 7 Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! 8 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya! 9 Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! 10 Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran." 11 Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya, 12 biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai 13 di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.
Puji Dan Sembah Allah Dalam Kemuliaannya
Hari ini kita telah memasuki minggu pertama di bulan Februari 2024. Kita tetap bersyukur kepada Allah dalam Kristus yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati kehidupan kita. Allah sang Penguasa yang mengatur segala sesuatu dalam kehidupan kita, patutlah kita muliakan, puji dan sembah kepadaNya. Sebab jikalau bukan kuasaNya yang ajaib yang selalu menyertai seluruh perjalanan hidup kita, maka semuanya itu sia-sia. Ada banyak hal serta persoalan yang terus menantang perjalanan hidup kita, namun tangan kasih Tuhan yang ajaib selalu hadir dengan pertolonganNya sehingga kita dapat melewati semua persoalan. Ajakan pemazmur bagi kita untuk tetap memuliakan Tuhan dengan menceritakan perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan Tuhan kepada kita dan semua orang serta semua makhluk. Semua yang kita saksikan tentang kemuliaan Allah dinyatakan melalui seluruh hidup dan kerja kita. Sebagai rekan sekerja Allah, kita terpanggil untuk meneruskannya kepada semua orang dengan menghadirkan cinta kasih dan kuasa serta kemuliaan Tuhan yang dinyatakan demi kebaikan dan kesejahteraan bersama semua makhluk.
Doa: Tuhan ajar kami agar selalu tunduk dan setia serta memuliakan Engkau sebagai penguasa alam ini. Amin.
Senin, 05 Februari 2024
bahan bacaan : 1 Samuel 12:12-19
12 Tetapi ketika kamu melihat, bahwa Nahas, raja bani Amon, mendatangi kamu, maka kamu berkata kepadaku: Tidak, seorang raja harus memerintah kami, padahal TUHAN, Allahmu, adalah rajamu. 13 Maka sebab itu, lihat itu raja yang telah kamu pilih, yang kamu minta. Sesungguhnya TUHAN telah mengangkat raja atasmu, 14 asal saja kamu takut akan TUHAN, beribadah kepada-Nya, mendengarkan firman-Nya dan tidak menentang titah TUHAN, dan baik kamu, maupun raja yang akan memerintah kamu itu mengikuti TUHAN, Allahmu! 15 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan firman TUHAN dan kamu menentang titah TUHAN, maka tangan TUHAN akan melawan kamu dan melawan rajamu. 16 Sekarang tinggallah berdiri dan lihatlah perkara yang besar yang akan dilakukan TUHAN di depan matamu ini. 17 Bukankah sekarang musim menuai gandum? Aku akan berseru kepada TUHAN, supaya Ia memberikan guruh dan hujan. Lihatlah dan sadarlah, bahwa besar kejahatan yang telah kamu lakukan itu di mata TUHAN dengan meminta raja bagimu." 18 Lalu berserulah Samuel kepada TUHAN, maka TUHAN memberikan pada hari itu guruh dan hujan, sehingga sangat takutlah seluruh bangsa itu kepada TUHAN dan kepada Samuel. 19 Berkatalah seluruh bangsa itu kepada Samuel: "Berdoalah untuk hamba-hambamu ini kepada TUHAN, Allahmu, supaya jangan kami mati, sebab dengan meminta raja bagi kami, kami menambah dosa kami dengan kejahatan ini."
Tuhan Allah Pengendali Semesta Alam
Tuhan Allah sebagai penguasa dan pengendali alam raya ini. Banyak pengalaman iman yang disaksikan dan diceritakan melalui firman Tuhan betapa Tuhan Allah menyatakan kuasaNya yang tak berkesudahan dalam perjalanan hidup manusia. Salah satunya melalui pengalaman Samuel yang meminta hujan dan guruh dari Tuhan Allah sebagai bukti bagi umat Israel agar mereka menjadi bangsa yang taat dan setia kepada Tuhan Allah yang telah memilih mereka menjadi bangsa pilihanNya. Sebab dalam kenyataan terkadang Israel keras kepala melawan Tuhan yang dinyatakan melalui nabi sebagai utusan-Nya. Mereka membuat kecewa hati Samuel sebagai wakil Allah dengan meminta seorang raja. Namun Samuel tetap taat dalam panggilannya dan ia menyaksikan kemahakuasaan Tuhan dengan meminta tanda. Hal ini kemudian membuat umat Israel menjadi takut dan meminta Samuel agar tetap berdoa meminta belas kasihan dan pengampuan dari Tuhan. Kesaksian inipun menjadi teladan bagi kita sebagai keluarga Allah untuk tetap memuji dan memuliakan Allah dalam Kristus melalui seluruh hidup dan kerja kita. Terkadang kita pun sering mendukacitakan hati Tuhan dengan sikap serta perilaku hidup. Namun cinta kasih Tuhan yang mengampuni dan menyelamatkan menjadi anugerah yang mesti kita syukuri setiap saat.
Doa: Terima kasih Tuhan atas kuasaMu yang selalu hadir dalam kehidupan kami. Amin.
Selasa, 06 Februari 2024
bahan bacaan : Mikha 4:6-8
Penyelamatan puteri Sion
6 Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengumpulkan mereka yang pincang, dan akan menghimpunkan mereka yang terpencar-pencar dan mereka yang telah Kucelakakan. 7 Mereka yang pincang akan Kujadikan pangkal suatu keturunan, dan yang diusir suatu bangsa yang kuat, dan TUHAN akan menjadi raja atas mereka di gunung Sion, dari sekarang sampai selama-lamanya. 8 Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem.
Memuji Allah; Raja Yang Memulihkan
Tuhan adalah Raja yang memulihkan Sion; bangsa pilihanNya. Pemulihan Sion sebagai sesuatu yang yang mereka yang pincang akandijadikan Tuhan pangkal suatu keturunan. Dan mereka yang terusir oleh bangsa yang kuat, Tuhan akan menjadi Raja atas mereka. Sebuah berita sukacita bagi setiap orang yang mengalami berbagai hal kemelut dalam hidupnya. Bukan kata akhir ibarat mau kiamat, sebab Tuhanlah pemegang kendali kehidupan semua ciptaan di bawah kolong langit ini. Tuhan sebagai raja yang penuh kuasa dapat melakukan dan membalik sebuah kondisi dan kenyataan yang terlihat mustahil bagi kita sebagai manusia. Namun bagi Tuhan tidak ada yang mestahil. Hal ini mesti menjadi penyemangat yang membangkitkan iman dan pengharapan kepada Allah dalam Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Berita sukacita ini juga bagi kita sekeluarga dalam menapaki hari-hari hidup dengan berbagai tantangan dan persoalan. Hendaknya pengharapan kita hanya kepadaNya, keagungan dan kepujian selalu kita tujukan kepadaNya atas kasih sayang dan anugerahNya bagi kita. Sekalipun sebagai manusia dengan kelemahan dan keterbatasan, namun Tuhan mengangkat kita dan menjadikan kita anak-anak kesayanganNya untuk selalu bersyukur, memuji dan memuliakan Tuhan dalam seluruh kehidupan kita.
Doa: Terima kasih Tuhan atas kasihMu yang selalu membarui dan menyelamatkan kami. Amin.
Rabu, 07 Februari 2024
bahan bacaan : Mazmur 93:1-5
TUHAN, raja yang kekal
TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang; 2 takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada. 3 Sungai-sungai telah mengangkat, ya TUHAN, sungai-sungai telah mengangkat suaranya, sungai-sungai mengangkat bunyi hempasannya. 4 Dari pada suara air yang besar, dari pada pecahan ombak laut yang hebat, lebih hebat TUHAN di tempat tinggi. 5 Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu layak kudus, ya TUHAN, untuk sepanjang masa.
Saksikanlah Kemegahan Allah
Bagian firman Tuhan di hari ini, pemazmur hendak menyaksikan keberadaan dan hakekat Allah sebagai Raja yang penuh dengan kemegahan dan kekuatan. Tidak ada satupun kekuatan di alam semesta ini yang dapat menandingi kernegahan dan kekuatan Allah. Bahkan alam pun digambarkan oleh pemazmur turut menyatakan kekuatan dan kemegahan Allah sebagai Raja. Bahwa sekalipun sungai-sungai mengangkat suara bunyi hempasan serta suara pecahan ombak di laut yang hebat tidak dapat menandingi kehebatan dan kekuatan Allah di tempat yang maha tinggi. Gambaran ini tidak sekedar sebuah pernyataan saja, namun mesti dimaknai dengan sungguh-sungguh oleh kita sebagai keluarga Allah. Kemegahan dan kekuatan Tuhan sudah terbukti dalam keseharian hidup kita. Berbagai tantangan dan masalah yang kita hadapi, dapat kita lalui dan selesaikan dengan baik, itu bukan kekuatan dan kemampuan kita semata, melainkan kekuatan Tuhan yang dianugerahkan bagi kita. Semangat dan sukacita Tuhan berikan bagi kita untuk tetap berdiri kokoh menghadapi apapun tantangan dan persoalan yang dihadapi. Itulah sebabnya sebagai keluarga, papa mama dan anak-anak, hendaknya kita selalu bersyukur serta memuji dan mengagungkan Allah sebagai Raja atas semesta dan kehidupan kita. Pengagungan kepada Tuhan itu akan diwujudkan melalui sikap serta perilaku hidup kita yang taat kepada Tuhan, bergantung dan berharap selalu kepadaNya, sehingga daripada semua orang pun akan memuji dan memuliakan Tuhan.
Doa: Tuhan ajar kami agar selalu tunduk dan setia serta memuliakan Engkau sebagai penguasa alam ini. Amin.
Kamis, 08 Februari 2024
bahan bacaan : Zakharia 14:1-13
Kemenangan terakhir: TUHAN menjadi Raja di Yerusalem
Sesungguhnya, akan datang hari yang ditetapkan TUHAN, maka jarahan yang dirampas dari padamu akan dibagi-bagi di tengah-tengahmu. 2 Aku akan mengumpulkan segala bangsa untuk memerangi Yerusalem; kota itu akan direbut, rumah-rumah akan dirampoki dan perempuan-perempuan akan ditiduri. Setengah dari penduduk kota itu harus pergi ke dalam pembuangan, tetapi selebihnya dari bangsa itu tidak akan dilenyapkan dari kota itu. 3 Kemudian TUHAN akan maju berperang melawan bangsa-bangsa itu seperti Ia berperang pada hari pertempuran. 4 Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan. 5 Maka tertutuplah lembah gunung-gunung-Ku, sebab lembah gunung itu akan menyentuh sisinya; dan kamu akan melarikan diri seperti kamu pernah melarikan diri oleh karena gempa bumi pada zaman Uzia, raja Yehuda. Lalu TUHAN, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia. 6 Maka pada waktu itu tidak akan ada lagi udara dingin atau keadaan beku, 7 tetapi akan ada satu hari--hari itu diketahui oleh TUHAN--dengan tidak ada pergantian siang dan malam, dan malampun menjadi siang. 8 Pada waktu itu akan mengalir air kehidupan dari Yerusalem; setengahnya mengalir ke laut timur, dan setengah lagi mengalir ke laut barat; hal itu akan terus berlangsung dalam musim panas dan dalam musim dingin. 9 Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya. 10 Seluruh negeri ini akan berubah menjadi seperti Araba-Yordan, dari Geba sampai ke Rimon di sebelah selatan Yerusalem. Tetapi kota itu akan menjulang tinggi dan tetap tinggal di tempatnya, dari pintu gerbang Benyamin sampai ke tempat pintu gerbang yang dahulu, yakni sampai ke pintu gerbang Sudut, dan dari menara Hananeel sampai ke tempat pemerasan anggur raja. 11 Orang akan menetap di dalamnya, sebab penumpasan tidak akan ada lagi, dan Yerusalem akan tetap aman. 12 Inilah tulah yang akan ditimpakan TUHAN kepada segala bangsa yang memerangi Yerusalem: daging mereka akan menjadi busuk, sementara mereka masih berdiri, mata mereka akan menjadi busuk dalam lekuknya dan lidah mereka akan menjadi busuk dalam mulut mereka. 13 Maka pada waktu itu akan terjadi kegemparan besar dari pada TUHAN di antara mereka, sehingga masing-masing memegang tangan temannya dan mengangkat tangannya melawan tangan temannya.
Allah Sebagai Pengendali Hidup Manusia
Ada masa-masa tenang dan senang, tetapi juga ada masa-sama ribut dan derita. Itulah realitas hidup yang datang silih berganti dalam kehidupan di dunia ini. Tidak satupun yang kekal dan abadi. Hanya Allah saja sebagai Raja dan penguasa dalam dunia dan hidup semua makhluk ciptaanNya. Pasang surut kehidupan Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan adalah bagian realitas hidup yang kita bisa teladani. Tuhan pun turut bekerja atas seluruh perjalanan hidup mereka. Terkadang mereka mendukakan hati Allah dengan sikap hidup yang memberontak. Allah kemudian menghukum mereka sebagai cara didikan agar mereka sadar dan bertobat. Dibalik penghukuman, cinta kasih Allah tidak pernah berobah. Allah sebagai Hakim yang mengadili tetapi juga Raja yang menyatakan kuasaNya untuk mengatur segala sesuatu menjadi baik dan terkendali. Ia memakai bangsa lain untuk menindas Israel. Tetapi saat itu juga Ia menghukum bangsa penindas Israel. Semuanya itu hendak mengajar kita untuk selalu tunduk atas otoritas dan kemahakuasaan Tuhan yang mutlak. Jangan sekali-kali kita memberontak terhadap Allah, tetapi setia dan taat selalu kepadaNya sebab Tuhan sebagai Raja akan mewujudkan kehidupan yang baik dan sejahtera bagi kita.
Doa: Tuhan ajar kami agar selalu tunduk dan setia serta memuliakan Engkau sebagai penguasa alam ini. Amin.
Jumat, 09 Februari 2024
bahan bacaan : Mazmur 10:12-18
12 Bangkitlah, TUHAN! Ya Allah, ulurkanlah tangan-Mu, janganlah lupakan orang-orang yang tertindas. 13 Mengapa orang fasik menista Allah, sambil berkata dalam hatinya: "Engkau tidak menuntut?" 14 Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong. 15 Patahkanlah lengan orang fasik dan orang jahat, tuntutlah kefasikannya, sampai Engkau tidak menemuinya lagi. 16 TUHAN adalah Raja untuk seterusnya dan selama-lamanya. Bangsa-bangsa lenyap dari tanah-Nya. 17 Keinginan orang-orang yang tertindas telah Kaudengarkan, ya TUHAN; Engkau menguatkan hati mereka, Engkau memasang telinga-Mu, 18 untuk memberi keadilan kepada anak yatim dan orang yang terinjak; supaya tidak ada lagi seorang manusia di bumi yang berani menakut-nakuti.
Lawanlah Kejahatan Bersama Tuhan
Kejahatan selalu ada, bahkan semakin merajalela. Tampak orang-orang menindas kaum lemah dan tidak berdaya. Keadilan dikalahkan oleh ketidakadilan, kejujuran dikalahkan oleh ragam penipuan, kasih dikalahkan oleh kebencian dan amarah. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa Allah membiarkan orang jahat merajalela? Orang bahkan mempertanyakan keberadaan Allah. Melalui teks ini, ternyata Allah berada di sekitar kita dan memakai kita baik secara langsung ataupun tidak langsung sebagai alat-Nya untuk menegakkan keadilan dan kasih-Nya di muka bumi ini. Sebagai umat Allah, kita terpanggil untuk membawa keadilan, kedamaian, dan sukacita di bumi yang kita diami ini. Kita berperang melawan segala bentuk kefasikan dan kejahatan di muka bumi ini. Sebagai alat Allah, kita dipakai untuk menunjukkan kuasa dan kemuliaan-Nya. Allah kita yang hidup itu akan menolong dan meneguhkan kita serta memampukan kita untuk terhindar dan menghindari diri dari kejahatan. Kita harus yakin dan percaya, sama seperti pemazmur bahwa Allah adalah raja yang berkuasa dan sanggup menegakkan keadilan-Nya. Kita juga harus menyadari, bahwa tanpa campur tangan Allah mustahil kita bisa, tapi dengan campur tangan Allah kita pasti bisa melakukannya.
Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar terhindar dari segala kejahatan dunia. Amin
Sabtu, 10 Februari 2024
bahan bacaan : 2 Raja-Raja 19:14-16
14 Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN. 15 Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: "Ya TUHAN, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi. 16 Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, dan dengarlah; bukalah mata-Mu, ya TUHAN, dan lihatlah; dengarlah perkataan Sanherib yang telah dikirimnya untuk mengaibkan Allah yang hidup.
Andalkan Kuasa Tuhan
Krisis selalu saja ada, bahkan sering dihadapi oleh siapa pun. Kadang Tuhan mengijinkan krisis itu terjadi dan dialami oleh kita. BIla hal itu terjadi, seharusnya kita menyadari bahwa kita butuh Tuhan. Teks alkitab ini memperlihatkan Sanherib mengirim utusan untuk melemahkan Hizkia dan bangsanya. Tujuannya agar Hizkia menyerah (3-4). Melihat situasi yang sulit ini, Hizkia datang ke rumah Tuhan dengan penuh perkabungan dan berdoa memohon pertolongan Tuhan. Hizkia bergumul bersama dengan orang yang dekat dengan Tuhan, supaya dapat menolongnya untuk tidak tertekan dalam persoalan apapun. Kesombongan ditunjukkan oleh Sanherib namun tidak menyadari kehancuran mereka sudah di depan mata. Hizkia berdoa dan mengakui kedaulatan dan kekuasaan Tuhan, bahkan memohon pertolongan Tuhan untuk membuat segala kerajaan di bumi mengetahui bahwa Tuhan adalah Allah satu-satunya. Doa Hizkia didengar dan Tuhan memberi penghiburan-Nya. Hal ini membuktikan bahwa TUHAN menjadi Penjaga dan Penyelamat umat Tuhan. Bahkan Tuhan menubuatkan hukuman-Nya atas raja Asyur dan kerajaan-Nya. Intinya, Tuhan itu selalu menolong umatNYA. Tidak ada hal yang sulit bagi Tuhan untuk menolong umatNYA. Ketika kita sudah tidak mampu mengandalkan apapun, Tuhan menjadi kekuatan. Kita hanya perlu datang setiap saat kepada
Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan tidak menyombongkan apapun yang kita miliki. Bersyukur atas semua pertolongan-Nya.
Doa: Mampukanlah kami untuk selalu mengandalkan-Mu. Tuhan Amin.
*SUMBER : SHK BULAN FEB 2024, LPJ-GPM