Santapan Harian Keluarga, 18 – 24 Februari 2024

Tema Bulanan : Wujudkan Makna Sengsara Kristus dalam Realitas Berdemokrasi

Tema Mingguan : Dalam Kesengsaraan Berserulah pada Tuhan dan Jadilah Bijak

Minggu, 18 Februari 2024

bahan bacaan : Matius 21:1-11

Yesus dielu-elukan di Yerusalem
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya 2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. 3 Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya." 4 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: 5 "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda." 6 Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. 7 Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya. 8 Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. 9 Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" 10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?" 11 Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea."

Follow Jesus, You’re Deserve
Selebritis adalah mereka yang selalu memiliki daya tarik tersendiri dan memiliki banyak Follower (pengikut). Kekaguman setiap Followers membuat mereka dapat saja memberi yang terbaik jika memiliki kesempatan untuk berjumpa langsung dengan idola mereka. Zaman ini, sosial media selalu menyuguhkan perjalanan para seleb dan followers mereka yang dapat dikatakan sangat intens mengikuti keseharian para selebritis tersebut. Tuhan Yesus dalam perjalanan penginjilan-Nya mengundang banyak pengikut pula. Mereka mengeluk-elukan Dia, merasa takjub dan mempersembahkan yang terbaik bagiNya. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap pengikut Kristus adalah mereka yang benar-benar memahami dan mengetahui tentang kemahakuasaanNya. Pemberian dan persembahan mereka adalah wujud ketaatan dan rasa kagum yang dimiliki. Perjumpaan dengan Yesus bagi orang percaya adalah suatu anugerah dan kesukacitaan tersendiri. Berjumpa dalam pergumulan hidup merupakan buah dari keyakinan yang diletakkan sepenuhNya kepada Tuhan Allah. Oleh sebab itu, yakinlah bahwa mengikut Yesus bukan hanya sekedar keputusan pribadi namun kebutuhan karena hanya bersama Yesus saja kita pasti dikuatkan dan diselamatkan. Mengikut Yesus adalah kebahagiaan tiada tara kebahagiaan tak berujung serta kebahagiaan abadi. Ikut dan Percayalah pada jalan Kristus, hari ini, esok, dan selama-lamanya.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami menjadi pengikut-Mu yang setia. Amin

Senin, 19 Februari 2024

bahan bacaan : Keluaran 22:21-27

Peraturan tentang orang-orang yang tidak mampu
21 "Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. 22 Seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas. 23 Jika engkau memang menindas mereka ini, tentulah Aku akan mendengarkan seruan mereka, jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring. 24 Maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang, sehingga isteri-isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim. 25 Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya. 26 Jika engkau sampai mengambil jubah temanmu sebagai gadai, maka haruslah engkau mengembalikannya kepadanya sebelum matahari terbenam, 27 sebab hanya itu saja penutup tubuhnya, itulah pemalut kulitnya--pakai apakah ia pergi tidur? Maka apabila ia berseru-seru kepada-Ku, Aku akan mendengarkannya, sebab Aku ini pengasih."

Kase Deng Tulus
“Tangan kanan kase, tangan kiri jang tau” istilah ini tidak lazim dalam hidup orang Maluku, hidup orang basudara. Artinya kalau ingin memberikan sesuatu kepada seseorang dengan niat membantu, maka janganlah pernah mengharapkan untuk dikembalikan dan jangan mengungkit-ungkit. Sebab pemberian yang tulus tidak akan pernah menuntut imbalan. Kitab Keluaran 22 : 21-27 menggambarkan situasi dimana bangsa Israel diajari untuk melakukan kebaikan dalam hidup mereka termasuk tentang Hidup saling mengasihi. Terdapat banyak aturan yang baik untuk mengajarkan Bangsa Israel agar hidup tidak saling menindas. Larangan dan ajaran tersebut juga diberikan kepada kita. Hidup kekeluargaan dan dalam kebersamaan seharusnya terpupuk dalam bingkai saling mengasihi. Tidak saling menjatuhkan, tidak saling menindas, tidak saling menuntut. Membangun persekutuan hidup yang saling melengkapi adalah dambaan setiap manusia dan oleh karenanya kita diajak saat ini agar mampu merangkai hidup bersama dengan hati yang penuh ketulusan. Tulus memberi, tulus membantu, tulus menopang, tulus mendukung, tulus memberi semangat dan tulus melayani Tuhan. Percayalah, tangan kanan yang terbuka itu pasti akan menerima berkat Tuhan yang tidak berkesudahan. Jadilah pribadi yang Tulus dan Rendah hati!

Doa: Ya Tuhan. Ujilah Kami. Lihatlah ketulusan kami untuk melayaniMu dan sesama. Amin.

Selasa, 20 Februari 2024

bahan bacaan : Hakim-hakim 3:7-11

Otniel
7 Orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan beribadah kepada para Baal dan para Asyera. 8 Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, sehingga Ia menjual mereka kepada Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya. 9 Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN, maka TUHAN membangkitkan seorang penyelamat bagi orang Israel, yakni Otniel, anak Kenas adik Kaleb. 10 Roh TUHAN menghinggapi dia dan ia menghakimi orang Israel. Ia maju berperang, lalu TUHAN menyerahkan Kusyan-Risyataim, raja Aram, ke dalam tangannya, sehingga ia mengalahkan Kusyan-Risyataim. 11 Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya. Kemudian matilah Otniel anak Kenas.

Merasakan Kuasa Tuhan, Lebih Dan Lebih Lagi!
Otniel bin Kenas adalah Hakim pertama bangsa Israel. Dalam perjuangannya, ia diangkat oleh Tuhan untuk membantu orang Israel terlepas dari tangan Raja Aram. Delapan tahun orang Israel ada dalam genggaman Raja Aram, oleh karenanya orang-orang Israel berseru kepada Tuhan untuk menyelamatkan mereka dan Tuhan mengutus Otniel. Awalnya Orang Israel ditunjukkan sebagai orang-orang yang melakukan kesalahan di hadapan Tuhan. Mereka menyembah berhala. Tuhan sendiri menghukum mereka lewat Kusyan-Risyataim dan pada akhirnya mereka ada dalam penyesalan. Ketidaktaatan orang Israel mewakili ketidaktaatan kita juga ketika kita hidup masih menduakan Tuhan. Apa yang dialami orang-orang Israel menjadi pembelajaran bagi kita agar tidak terjerumus dalam penyembahan berhala. Arahkan pandangan dan keyakinan hanya kepada Tuhan sebab hanya Tuhanlah sumber keselamatan dan kedamaian. Otniel mewakili pribadi yang Tuhan utus untuk membantu mereka yang masih terkungkung dalam dosa dan pelanggaran. Segala bentuk penyembahan berhala dan kepercayaan di luar Kuasa Tuhan hendaknya tidak membuat kita melupakan Tuhan. Sebab bagi orang percaya Kuasa Allah di dalam Yesus Kristus adalah Kuasa yang melebihi kuasa apapun di dunia ini.

Doa: Terangi hati Kami Tuhan, agar tetap berpegang pada KuasaMu. Amin.

Rabu, 21 Februari 2024

bahan bacaan : Lukas 18:1-8

Perumpamaan tentang hakim yang tak benar
Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. 2 Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. 3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. 4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, 5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku." 6 Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! 7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? 8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Kenakanlah Jubah Keadilan!
Sebuah keputusan yang ditetapkan oleh Hakim akan selalu bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Beberapa kasus yang terjadi di tanah air bahkan dalam daerah kita sendiri akan selalu bermuara pada putusan hakim. Seyogianya, hakim harus menegakkan keadilan dan memutuskan sesuai dengan peristiwa yang sebenarnya. Tidak memutarbalikkan fakta dan keadaan. Pada bacaan kita, perumpamaan tentang hakim yang tak benar, dijelaskan bahwa hakim ini tidak takut akan Tuhan dan tidak menghormati seorang pun. Namun ada seorang janda yang terus menerus datang kepadanya dan memohon agar hakim tersebut membela haknya dan membenarkannya dari lawannya. Awalnya hakim itu tidak peduli, namun karena janda ini selalu datang kepadanya, maka ia
membenarkannya. Janda ini menunjukkan bahwa kebenaran harus terus diperjuangkan. Ia juga tak datang sendiri tapi bersama Tuhan yang menolongnya. Sikap yang adil harus juga kita lakukan dalam kehidupan keluarga, orang tua harus menjadi hakim yang adil bagi anak-anak. Tidak membeda-bedakan anak, berbagi kasih dengan adil. Dalam hidup bermasyarakat pun demikian, pemimpin adalah hakim yang harus mengedepankan kejujuran dan keadilan. Sebagai pelayan (Pdt dan MJ) harus melayani dengan tidak memandang muka dan bertanggung jawab.

Doa: Tolonglah kami Tuhan untuk terus berjuang bagi kebenaran dan keadilan.Amin.

Kamis, 22 Febuari 2024

bahan bacaan : Yunus 1:8-16

8 Berkatalah mereka kepadanya: "Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?" 9 Sahutnya kepada mereka: "Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan." 10 Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: "Apa yang telah kauperbuat?" --sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka. 11 Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora." 12 Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu." 13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka. 14 Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki." 15 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk. 16 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.

Iko ANTUA Pung Mau, Pasti Katong S’lamat
Anana ee,, kalo orang tatua bicara tuh dengar, kalo orang tatua suruh tuh iko, jang talalu malawang. Nanala trus nanti cilaka baru bilang, iyo ee.. beta malawang mama ini, beta malawang bapa ini.. tar dengar-dengaran la dapa kuti dar pohong talinga. Perkataan ini sering kita jumpai dalam keseharian kita ketika bersama-sama di dalam keluarga. Disadari atau tidak, hampir semua yang disampaikan atau dikatakan orang tua sebagai nasihat, haruslah kita dengar dan taat. Jika tidak demikian, maka pasti malapetaka menimpa kita. Kekerasan hati Yunus dan ketidaktaannya hampir membawa ia bersama sekelompok orang di dalam kapal mengalami kecelakaan. Kapal yang di tumpangi itu di hantam ombak dan gelombang yang besar, banyak orang ketakutan termasuk Yunus pun demikian. Apa yang dialami Yunus dan orang banyak itu diakibatkan dari ketidaktaan Yunus. Yunus telah
dipercayakan untuk menyadarkan bangsa Niniwe agar mereka kembali agar mereka kembali kepada Allah, ke jalan yang benar. Oleh karenanya, marilah kita membuka hati kita untuk mendengar suara Tuhan, menerima Tuhan serta melakukan apa yang menjadi ketetapanNya. Resiko dari ketidaktaatan
kepada Tuhan ialah maut, tetapi ketaatan kepadaNya akan membawa berkat dan sukacita bahkan dalam situasi hampir tenggelam pun (terpuruk sekalipun), Tuhan pasti menolong.

Doa: Terima Kasih Tuhan, telah mengajari kami untuk Taat kepadaMu. Amin.

Jumat, 23 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 69:1-13

Doa dalam kesesakan
Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Bunga bakung. Dari Daud. (69-2) Selamatkanlah aku, ya Allah, sebab air telah naik sampai ke leherku! 2 (69-3) Aku tenggelam ke dalam rawa yang dalam, tidak ada tempat bertumpu; aku telah terperosok ke air yang dalam, gelombang pasang menghanyutkan aku. 3 (69-4) Lesu aku karena berseru-seru, kerongkonganku kering; mataku nyeri karena mengharapkan Allahku. 4 (69-5) Orang-orang yang membenci aku tanpa alasan lebih banyak dari pada rambut di kepalaku; terlalu besar jumlah orang-orang yang hendak membinasakan aku, yang memusuhi aku tanpa sebab; aku dipaksa untuk mengembalikan apa yang tidak kurampas. 5 (69-6) Ya Allah, Engkau mengetahui kebodohanku, kesalahan-kesalahanku tidak tersembunyi bagi-Mu. 6 (69-7) Janganlah mendapat malu oleh karena aku orang-orang yang menantikan Engkau, ya Tuhan, ALLAH semesta alam! Janganlah kena noda oleh karena aku orang-orang yang mencari Engkau, ya Allah Israel! 7 (69-8) Sebab oleh karena Engkaulah aku menanggung cela, noda meliputi mukaku. 8 (69-9) Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, orang asing bagi anak-anak ibuku; 9 (69-10) sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku. 10 (69-11) Aku meremukkan diriku dengan berpuasa, tetapi itupun menjadi cela bagiku; 11 (69-12) aku membuat kain kabung menjadi pakaianku, aku menjadi sindiran bagi mereka. 12 (69-13) Aku menjadi buah bibir orang-orang yang duduk di pintu gerbang, dengan kecapi peminum-peminum menyanyi tentang aku.

Kesukaan di Tengah Kesukaran
Ditengah kesukarannya, Pemazmur berseru kepada Tuhan. Seruan untuk mengalami kedamaian hidup seharusnya menjadi alasan mendasar seseorang berseru kepada Tuhan. Keadaan yang terpuruk, kondisi perekonomian yang semakin sulit, relasi sosial yang renggang, kadang memaksa setiap manusia untuk memahami hakekat hidupnya dan kembali berharap serta berseru hanya kepada Allah. Minggu sengsara kedua ini, mengarahkan pandangan kita harus selalu berseru dan menggantungkan pengharapan hanya kepada Tuhan. Perihal menggantungkan pengharapan kepada Tuhan, bukanlah soal kita berkhotbah, berkata-kata saja namun harus benar-benar diaktakan dalam gumul hidup kita. Orang tua yang menaruh pengharapan hanya kepada Tuhan untuk masa depan anak-anak pasti akan melihat hasil yang luar biasa. Anak-anak yang menaruh pengharapan kepada Tuhan bagi keberlangsungan hidup orang tua pasti akan dilegakkan dan dipenuhi sukacita. Pemimpin yang menaruh pengharapan kepada Tuhan untuk memimpin masyarakat akan diberkahi hikmat dan
kebijaksanaan. Oleh karenanya dalam kesesakan, berserulah dan percayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan, pasti kita akan diberkati.

Doa: Kami berseru Tuhan, Jawablah kami. Amin.

Sabtu, 24 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 118:5-9

5 Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan. 6 TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? 7 TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku. 8 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. 9 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.

Tuhan Ada di Pihakku!
Perkara menyampaikan kebenaran bukanlah perkara mudah. Ketika diperhadapkan dengan situasi yang sulit dan dilematis, seseorang akan sulit mengatakan kebenaran. Sebut saja, kasus Sambo yang menurut kesaksian Eliezer adalah otak dan tewasnya Brigadir J. Sejak beberapa tahun kasus ini memanas dan sempat menjadi trending topik. Eliezer seperti pemazmur yang berseru dan memohon kepada Tuhan agar ia dilindungi sehingga ia dapat menyampaikan kebenarannya. Tindakan Eliezer ini jika dikaitkan dalam bacaan kita, mengacu pada ayat ke 6 “Tuhan di pihakku. Aku tidak akan Takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” kalimat ini merupakan sebuah pengakuan tetapi juga permohonan bahwa pemazmur mengakui dan bermohon sungguh kepada Tuhan. Ia meyakini bahwa ia akan baik-baik saja jika Tuhan dipihaknya. Pengakuan dan permohonan pemazmur mesti dimiliki oleh kita sebagai orang-orang percaya. Mengakhiri minggu
sengsara kedua ini, iman kita harus benar-benar bertumbuh dan berakar di dalam Kristus Yesus,
sebab kesengsaraan yang dilaluiNya adalah jaminan keselamatan dan kedamaian hidup kita. Kedamaian yang diperoleh pula dari sikap menjunjung kebenaran dan keadilan. Hanya dengan demikian, kita akan mengalami kasih setiaNya yang selalu memampukan kita untuk berkata dan berlaku benar tanpa diintimidasi oleh siapapun.

Doa: Berikan kami keberanian Tuhan. untuk menyatakan kebenaran dan keadilanMu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2024, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar