Tema Bulanan : Berdayakan Ekonomi dan Hidup Sejahtera bersama Yesus Sang Penyelamat
Tema Mingguan : Yesus Bangkit, Kalahkan Keserakahan
Minggu, 31 Maret 2024
bahan bacaan : Matius 28: 11-15
Dusta Mahkamah Agama
Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itudan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.
Saksi Dusta
Santy tidak sengaja mendengarkan percakapan Ateng dan Anty. Ternyata mereka berdua telah merencanakan merusak nama baik Theo dengan mengatakan Theo telah berselingkuh. Akibatnya rumah tangga Theo di ujung perceraian. Ketika Ateng tahu Santy mengetahui percakapan mereka, kepada Santy ditawarkan uang sebesar 10 juta. Mereka meminta Santy tutup mulut sebab dengan menyebarkan berita bohong, mereka tengah membalas dendam kepada Theo yang telah mengambil tanah milik mereka. Apa yang mereka lakukan adalah tidak berbeda jauh dengan apa yang menjadi bacaan saat ini. Saksi dusta adalah sebutan tepat bagi orang-orang yang mengetahui kebenaran namun dengan sengaja menutupinya. Para penjaga yang menjaga kubur Tuhan Yesus dengan mata kepala sendiri menyaksikan bagaimana kematian Tuhan Yesus. Mereka juga melihat dalam ketakutan bagaimana batu besar yang dipakai menutup kubur Tuhan Yesus terguling dan malaikat Tuhan duduk di atasnya. Mereka tahu bahwa Yesus tidak lagi berada di kubur. la telah bangkit. Namun, demi kekayaan dan jabatan, mereka rela menjadi saksi dusta. Sikap seperti itu harus kita hindari.
Kebangkitan Kristus mengajak kita untuk mengalahkan keserakahan. Janganlah karena materi atau apapun kita menghalalkan segala cara. Ingatlah kebangkitan Kristus kemenangan bagi kita, mengapa kita melepasnya hanya karena harta duniawi?
Doa: Ya Allah kiranya kami tidak hidup sebagai saksi dusta demi keserakahan kami. Amin.
Senin, 01 April 2024
bahan bacaan : Kolose 1:15-23
Keutamaan Kristus
15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. 19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, 20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. 21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, 22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. 23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
Kristus Yang Utama
Rumah atau keluarga biasanya menjadi tempat pulang yang paling nyaman. Namun,
terkadang rumah atau keluarga tidak lagi menjadi tempat pulang yang selalu diutamakan. Banyak kehidupan keluarga yang hampa, tidak menghadirkan cinta kasih dan sukacita di rumah. Pertengkaran, KDRT, hilangnya rasa kasih sayang, kepedulian dan penghargaan, termasuk kurang komunikasi dan sebagainya. Ada tiga tantangan utama keluarga Kristen yaitu: pertama, materialisme, yang mana materi selalu menjadi kunci untuk meraih kebahagiaan. Kedua, sekularisme, yang mana rasa hormat kepada Tuhan menurun, kecenderungan duniawi lebih kuat sehingga moral dan etika diabaikan. Dan ketiga, pengaruh negatif dari berbagai media di era digital. Hal ini menjadi catatan penting bagi kita sebagai keluarga Kristen bahwa dibandingkan dengan segala hal apapun dunia, Kristus haruslah menjadi yang paling utama dalam hidup ini. DIA telah ada lebih duniawi DIA kunci kebahagiaan dalam keluarga. Karena itu kita diajak untuk lebih dahulu dari segala yang diciptakan, termasuk segala hal tentang materi maupun hal-hal mengutamakan Kristus agar cinta kasih Kristus yang telah dibuktikan melalui pengorbananNya di kayu salib, dapat kita aktakan dalam kehidupan setiap hari. Spirit kebangkitan Yesus menyadarkan kita untuk terus menumbuhkan rasa cinta kasih. Mengutamakan Tuhan sebagai sumber kebahagiaan dalam rumah. Jagalah keluarga kita dari berbagai hal yang tidak memberikan rasa aman dan nyaman.
Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk selalu mengutamakan Engkau dalam hidup. Amin.
Selasa, 02 April 2024
bahan bacaan : Amsal 11:28
28 Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.
Jangan Bergantung Pada Kekayaan!
Ketika kita melihat seseorang mengendarai mobil mewah, dengan cepat kita akan memberi komentar “Wuih orang kaya!”. Begitu pula ketika kita melihat orang yang memiliki rumah megah dengan halaman luas, ataupun ketika kita melihat orang menggunakan perhiasan yang banyak di tubuhnya. Ya, dunia mengakui bahwa menjadi kaya berarti memiliki segalanya dalam hidup. Tetapi mengandalkan hidup hanya pada kekayaan dapat menjadi penyebab kesengsaraan dan kejatuhan. Memang benar, tidak ada seorangpun di dalam dunia ini yang mau hidup dalam kemiskinan atau kekurangan. Semua orang pasti ingin hidup berkecukupan bahkan berkelimpahan. Tetapi jika kita
hanya terlalu terfokus kepada mengejar kekayaan dan mengabaikan hal-hal lain dalam hidup termasuk juga mengabaikan relasi dengan Allah, hal itu akan berdampak bagi kehidupan kita. Amsal dalam ayat ini menggambarkan dua gaya hidup, yakni: kehidupan yang dihabiskan untuk mengejar kekayaan, dan kehidupan yang didasarkan pada Allah yang memberi kehidupan. Kita diarahkan untuk menjadi orang benar yang hidupnya penuh dengan ketaatan dan kesetiaan kepada Allah. Orang yang benar akan menggantungkan kehidupan semata-mata kepada kasih Allah dan bukan kepada kekayaan duniawi. Orang benar juga akan menjadikan dirinya sebagai penyalur berkat bagi orang lain.
Doa: Tuhan, ajarilah kami untuk lebih bergantung kepadaMu dan bukan kepada harta duniawi. Amin.
Rabu, 03 April 2024
bahan bacaan : Pengkhotbah 5:9
(5-9) Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.
Keserakahan Merusak Kebahagiaan
Beberapa tahun belakangan ini muncul istilah Crazy Rich yaitu orang-orang yang harta kekayaannya selalu diperlihatkan dan dipamerkan ke publik. Orang-orang yang disebut sebagai crazy rich ini ada yang pada akhirnya ditahan oleh polisi karena berbagai kasus, termasuk kasus penipuan dengan robot trading (alat untuk investasi yang memberikan keuntungan dengan cepat dan mudah). Hal ini memperlihatkan bahwa kekayaan yang dimiliki oleh seseorang tidak akan menjamin kepuasan. Walaupun sudah menjadi kaya, mereka terus berusaha memperkaya diri dengan menghalalkan berbagai macam cara. Bagi mereka kekayaan adalah sumber kebahagiaan, padahal. kebahagiaan sejati tidak dapat diukur dengan seberapa kayanya kita. Semakin kita mencintai uang, semakin kita
tidak akan pernah merasa cukup. Akibatnya kita akan menghabiskan waktu untuk terus mengumpulkan harta duniawi secara serakah dan mengabaikan tugas dan panggilan kita untuk
menjadikan hidup ini berarti. Hal ini tidaklah dimaksudkan bahwa orang tidak boleh memiliki harta
kekayaan. Tetapi pengkhotbah mau mengingatkan agar kita tidak menjadikan uang atau materi sebagai jalan pemenuhan kepuasan atau kebahagiaan. Kebahagiaan yang sejati ada pada karunia yang Allah berikan kepada kita untuk menikmati berkatNya, entah itu besar atau kecil. Kebahagiaan ada pada hati yang selalu mensyukuri berkat-berkat Allah itu.
Doa: Tuhan, tuntunlah kami agar tidak serakah dan menjadikan kekayaan sebagai penentu kebahagiaan hidup. Amin.
Kamis, 04 April 2024
bahan bacaan : 2 Petrus 2:1-3
Nabi-nabi dan guru-guru yang palsu
Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. 2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. 3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.
Waspada Terhadap Pangajaran Palsu
Pengajaran yang sehat sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan gereja. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa dalam proses bertumbuhnya, gereja pun tidak luput dari berbagai macam tantangan, termasuk berkembangnya pengajaran-pengajaran palsu yang mengatas-namakan Kristus untuk kepentingan dan keserakahan pribadi. Dalam bagian ini Rasul Petrus menjelaskan tentang nabi-nabi dan guru-guru palsu. Mereka adalah orang yang mengenal dan mengajarkan jalan Tuhan, tetapi hidup mereka dikuasai hawa nafsu dalam mencari keuntungan diri. Ajaran yang disampaikan tidak berdasar pada kebenaran firman Tuhan. Kita pun harus menyadari bahwa guru-guru palsu dan pengajaran palsunya itu benar-benar ada dan nyata. Bukan hanya pada zaman dulu, tapi saat ini pun ada. Mereka adalah orang-orang yang mengerti dan menguasai Firman Allah, namun motivasinya adalah mencari keuntungan diri. Kasih Allah disalahgunakan dan merasa boleh bertindak bebas berdasarkan pemikiran bahwa semua dosa akan diampuni. Pengajaran seperti ini tentu akan mendorong orang melakukan perbuatan sesuka hati, sekalipun itu keliru dan jahat. Terhadap para penyesat seperti ini, kita perlu berwaspada termasuk pengajaran-pengajaran keliru yang menjauhkan kita dari Kasih Allah dan kebenaran firman-Nya. Tetaplah berakar kuat di dalam Kristus dan ajaran-Nya.
Doa: Tuhan, mampukan kami mewaspadai segala pengajaran yang tidak sesuai dengan kehendakMu. Amin.
Jumat, 05 April 2024
bahan bacaan : Amsal 28: 25
25 Orang yang loba, menimbulkan pertengkaran, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, diberi kelimpahan.
Jangan Serakah!
Beberapa waktu lalu, jagad maya sempat dihebohkan dengan berita pembunuhan satu warisan. Ada pula berita tewasnya seorang mahasiswi di Jakarta atas perbuatan kakak kandungnya sendiri karena perebutan harta warisan orang tua. Banyak kasus lainnya yang memperlihatkan bahwa nafsu keserakahan seseorang akibat harta masih sering terjadi. Di dalam diri selalu timbul hasrat ingin memiliki yang bukan hak mereka. Inilah yang dinamakan sifat serakah, tamak dan loba. Keserakahan cenderung menghasilkan perbuatan jahat. Bahkan keserakahan pula yang menjadi penyebab kerusakan alam ciptaan. Penulis Amsal hari ini mengingatkan kita untuk tidak serakah dan mampu mengendalikan diri agar terhindar dari pertengkaran yang sia-sia. Kita membutuhkan hikmat sejati agar tidak menjadi gelap mata oleh harta kekayaan. Takut akan Tuhan menjadi dasar utama hikmat yang sejati itu. Dengan bersandar dan percaya kepada Tuhan, kita akan mengalami kelimpahan, yakni damai sejahtera yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Keserakahan dapat dipatahkan hanya oleh pengendalian diri dan menaruh seluruh harapan kepada Tuhan.
Doa: Tuhan, Tolonglah kami dengan Roh-Mu supaya kami mampu mengendalikan diri dan tidak serakah. Amin.
Sabtu, 06 April 2024
bahan bacaan : 1 Timotius 6:17-19
17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. 18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi 19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.
Menjadi Kaya dalam Kebajikan
Seorang tunawisma bemama Khimjibhai Prajapati, 64 tahun, terpaksa hidup mengemis di jalan karena toko teh kecilnya digusur. Ia tak mau mengubah pandangannya tentang hidup sekalipun ia tumbuh dalam kesengsaraan. Justru karena ia mengalami hidup susah, ia kemudian berusaha membantu mereka yang lebih kekurangan darinya. Seluruh tabungannya ia gunakan untuk membeli pakaian kepada siswi-siswi yang keluarganya berkekurangan. Ini adalah contoh nyata dari seseorang yang tidak memiliki kekayaan materi tapi ia memiliki hati yang kaya dalam melakukan kebaikan. Dalam bacaan Alkitab saat ini, kitapun membaca tentang Rasul Paulus yang memberi instruksi kepada Timotius untuk mengingatkan orang-orang kaya agar mereka jangan tinggi hati dan harus berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi. Ini adalah peringatan yang penting dan harusnya dilakukan sebagai antisipasi dari kesedihan atau penyesalan yang akan datang dari sikap mencintai uang. Sebagaimana yang Alkitab nyatakan bahwa kemurahan hati adalah upaya mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi diri di waktu yang akan datang yakni mencapai hidup yang sebenarnya yaitu hidup dalam kasih karunia Tuhan. Dengan mengetahui firman Tuhan ini, jangan lagi menunda atau menunggu sampai kita punya banyak uang baru memberi. Sebaliknya, kita harus mulai mencari kesempatan untuk menggunakan setiap sumber daya yang telah Tuhan percayakan pada kita termasuk kekayaan, untuk kepentingan orang lain dan kerajaan Allah. Pada kita ada banyak kekurangan, namun kiranya kita terus kaya dalam kebajikan.
Doa: Tuhan. Ajarilah kami untuk menjadi kaya dalam kebajikan. Amin.
*SUMBER : SHK BULAN MARET-APRIL 2024, LPJ-GPM