Santapan Harian Keluarga, 07 – 13 April 2024

Tema Bulanan : Hidup Dalam Spiritualitas Kebangkitan Kristus

Tema Mingguan : Jangan Ragu, Kristus yang Bangkit memberi Kecukupan

Minggu, 07 April 2024

bahan bacaan : Yohanes 21:1-14

Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias
Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. 2 Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. 3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. 4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." 6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. 7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. 8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. 9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. 10 Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." 11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. 12 Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. 13 Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. 14 Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

Yesus Peduli dan Memperhatikan
Teks Yohanes 21:1-14, menyatakan bahwa banyak sekali kegagalan-kegagalan yang dihadapi murid-murid Yesus bahkan merasa kekurangan dalam mencukupi kebutuhan hidup mereka. Mereka kembali menjadi penjala ikan, dan melalaikan panggilan mereka sebagai penjala manusia. Murid-murid Yesus mulai berusaha untuk menggunakan kekuatan mereka sendiri. Tetapi pada kenyataannya mereka tidak menghasilkan apa-apa di Danau Tiberias waktu itu. Bahkan dapat disebutkan mereka telah gagal total, karena mereka sudah berusaha siang malam menjala ikan akan tetapi sebagai seorang yang ahli menjala ikan mereka tidak membawa apapun juga, satu ekorpun tidak. Yesus adalah Allah yang mempedulikan dan memperhatikan kita (Yohanes 21:4), sampai sekecil kebutuhan dan masalah kita Dia senantiasa peduli dan turun tangan menolong. Dia adalah sahabat kita di tengah-tengah persoalan kita. Yesus bukan hanya memperhatikan akan tetapi Dia juga memberikan solusi (Yohanes 26: 6), bersama Yesus kita harus berani melangkah walalupun bagi kita hal itu mustahil tetapi Yesus mengubah hal yang mustahil menjadi mujizat. Kisah ini mengajarkan kepada kita untuk selalu percaya dan bersyukur, memuliakan nama-Nya melalui keajaiban tangan-Nya. Janganlah kita ragu, Yesus yang bangkit sanggup memberikan kecukupan melalui setiap usaha dan kerja yang dilakukan, melalui peluh dan keringat yang keluar demi kelanjutan hidup. Terbukti, murid-murid Yesus berani melangkah walaupun mereka sudah lelah. Karena ketaatan dan iman mereka, di Danau Tiberias Yesus memberkati mereka berlimpah-limpah.

Doa: Bapa, kami mau selalu percaya dan beriman kepada Mu ditengah kesulitan hidup, amin.

Senin, 08 April 2024

bahan bacaan : Ibrani 13:5

5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Jangan Menjadi Hamba Uang
Surat kepada orang-orang Ibrani ini mengandung nasihat dan pengajaran tentang kehidupan Kristen yang benar. Nasihat atau pengajaran untuk menghindari ketamakan dan keinginan berlebihan terhadap harta dunia, serta untuk mengandalkan Allah dalam segala hal. Pengajaran pertama, “Janganlah menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu,” mengingatkan orang percaya untuk tidak terlalu terikat pada harta dan kekayaan. Mencari materi dan uang bukanlah hal yang harus diutamakan dalam hidup, melainkan kecukupan yang bersumber dari kepercayaan kepada Tuhan. Pengajaran kedua, “Karena Allah telah berfirman: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau,” merujuk pada janji Allah kepada umat-Nya bahwa Dia akan selalu hadir dan mendampingi. Ini adalah pernyataan bahwa kepercayaan dan kepatuhan kepada Allah lebih penting daripada tergantung pada harta benda atau kekayaan duniawi. Melalui kepatuhan, kerinduan untuk mengikuti kehendak-Nya, dan mendekatkan diri kepada-Nya dalam doa dan ibadah, kita dapat menemukan arti hidup dan kebahagiaan yang sejati. Karena itu, Pengajaran inipun penting bagi kita untuk melepaskan diri dari godaan materialisme, mengembangkan sikap puas dan bersyukur, serta membangun hubungan yang kokoh dengan Tuhan. JanjiNya harus dipegang, DIA akan mencukupkan kita dalam segala hal.

Doa: Tuhan tolonglah kami untuk taat dan tidak tergoda arus dunia ini. Amin.

Selasa, 09 April 2024

bahan bacaan : Matius 6:11

11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

Berserah Kepada Tuhan dan MengandalkanNya
Yesus mengajarkan hal penting dalam doa bapa kami yakni mengandalkanNya dalam segala aspek kehidupan, termasuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti makanan. “Berikanlah kepada kami, makanan kami yang secukupnya”. Latar belakang penulisan kutipan ini adalah untuk mengajarkan para pengikut Yesus tentang pentingnya berdoa kepada Allah, berserah diri sepenuhnya kepada-Nya, dan mengandalkan-Nya dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Permohonan untuk makanan yang secukupnya mengandung makna bahwa manusia diingatkan untuk tidak rakus atau tamak, melainkan meminta apa yang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan hidup, sehari demi sehari. Demikianlah sepatutnya bersyukur atas rezeki yang diberikan setiap hari. Kita sungguh bersyukur memiliki Allah yang selalu memberikan berkat dalam kehidupan ini. sebab itu mari kita mengandalkan Allah sebagai sumber segala berkat dan mengakui bahwa kita membutuhkan dukungan-Nya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal pangan atau makan minum. Bagian kita adalah terus bekerja dan mengupayakan berkat-berkat demi keberlanjutan hidup itu dengan jujur dan benar.
Bersyukurlah atas berkat yang diberikan pada setiap hari dan mintalah supaya Tuhan mencukupkannya bagi keperluan kita. Di tengah berbagai krisis yang kita hadapi, termasuk krisis pangan, Doa Bapa Kami mengajarkan pentingnya bergantung pada Allah dalam segala hal.

Doa: Hanya Engkaulah Sumber Berkat ajar kami selalu berserah dan mengandalkanMu. Amin.

Rabu, 10 April 2024

bahan bacaan : Matius 15:32-39

Yesus memberi makan empat ribu orang
32 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan." 33 Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: "Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?" 34 Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil." 35 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. 36 Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak. 37 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh. 38 Yang ikut makan ialah empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. 39 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu pulang. Ia naik perahu dan bertolak ke daerah Magadan.

Yesus yang Bangkit, Mencukupkan Semuanya
Para murid Yesus tidak mempunyai perasaan yang sama seperti guru mereka dan juga tidak yakin bahwa Yesus mampu melakukan mukjizat yang sama di lingkungan orang nonYahudi. Yesus secara khusus memberitahu mereka bahwa hati-Nya tergerak oleh belas kasihan menyaksikan orang banyak yang sudah lelah dan kelaparan setelah tiga hari mengikut Dia. Ia tidak dapat menyuruh mereka pulang karena mereka akan pingsan di jalan, tetapi ingin memenuhi kebutuhan fisik mereka. Pertanyaan para murid tentang bagaimana dapat memberi orang banyak itu makanan, memperlihatkan keraguan dan ketidakpedulian mereka (38). Sekali lagi dengan hanya tujuh roti dan beberapa ikan kecil, Yesus bersyukur dan melipatgandakannya serta kembali memakai para murid-Nya menyalurkan berkat itu kepada orang banyak. Hasilnya, semua orang dapat makan sama kenyang dan masih tersisa tujuh keranjang besar yang penuh. Keraguan para murid terkadang juga menjadi keraguan kita. Namun Yesus mengharapkan kita untuk jangan pernah meragukan kuasa-Nya. Kristus yang bangkit memberikan jaminan bahwa dengan apa yang ada pada kita, DIA akan mencukupkan. Bila kita merasa potensi dan kemampuan kita tidak seberapa, jangan cemas, tetapi serahkanlah kepada Yesus. la akan mencukupkan kita untuk menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Karena itu tetaplah menunjukkan belas kasihan dan kepedulian terhadap semua orang yang lemah dan membutuhkan.

Doa: Bapa kami percaya berkatMu melimpah. Jadikan kami saluran berkat-Mu. Amin.

Kamis, 11 April 2024

bahan bacaan : Mazmur 65:10-14

9 (65-10) Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya. Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya: 10 (65-11) Engkau mengairi alur bajaknya, Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya, dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya; Engkau memberkati tumbuh-tumbuhannya. 11 (65-12) Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak; 12 (65-13) tanah-tanah padang gurun menitik, bukit-bukit berikatpinggangkan sorak-sorai; 13 (65-14) padang-padang rumput berpakaikan kawanan kambing domba, lembah-lembah berselimutkan gandum, semuanya bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi.

Bersoraklah karena BerkatNya Melimpah
Hidup adalah anugerah dan berkat merupakan bagian dari kasih karunia Tuhan. Kalimat ini merupakan wandview (pandangan hidup) dari kata bersyukur. Bersyukur adalah respon iman yang lahir dari pengetahuan akan kebaikan Tuhan dan berbuah dalam tindakan memuliakan Tuhan. Mazmur 65:10-14 ini mencerminkan kedalaman hubungan antara manusia dengan Tuhan. Di rumah Tuhan, manusia bertemu dengan-Nya dan menyanyikan puji-pujian kepada-Nya. Puji-pujian oleh karena kuasa Allah dalam mengendalikan alam, khususnya dalam memberikan hujan yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman dan kehidupan di bumi. Ketika Allah memberkati bumi dengan hujan, DIA pun memberikan tahun-tahun panen dan memenuhi kebutuhan manusia. Padang gurun dan bukit-bukit yang tandus berubah menjadi tempat yang subur, penuh dengan hasil panen. Inilah gambaran pemazmur tentang penyertaan Allah dalam kehidupan kita, yang dapat mengubah keadaan yang sulit menjadi sesuatu yang subur dan berlimpah. Nas hari ini mengajak kita untuk bersyukur kepada Tuhan atas karunia dan berkatNya. Manfaatkanlah semua yang diciptakan-
Nya dalam alam semesta ini, supaya makanan dan minuman tersedia. Dalam usaha dan kerja keras kita mengolah tanah, laut, dengan semua potensinya, yakin bahwa Allah bekerja didalamnya untuk memberikan kelimpahan yang mencukupkan keperluan kita setiap hari.

Doa: Tuhan, hati kami bersyukur dan bersukacita, Engkau memberi berkat melimpah.. amin.

Jumat, 12 April 2024

Bahan bacaan : Keluaran 16:13-18

13 Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu. 14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. 15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu. 16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa." 17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit. 18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.

Percayalah pada Pemeliharaan Tuhan
Israel selalu mengalami kebaikan Tuhan. Mereka dibebaskan dari perbudakan di Mesir. Mereka mengalami mujizat Tuhan ketika laut Teberau terbelah dan merka selamat dari pasukan Filistin. Tetapi semua itu belum cukup untuk meyakinkan mereka. Ketika berada di Padang Gurun, hari ke 15 di bulan kedua dalam perjalanan menuju Kanaan, Israel bersungut-sungut. Israel protes kepada Musa dan Harun. Kaki dan mata Israel sedang terarah menuju masa depan, Kanaan yang Tuhan janjikan, tetapi hati ternyata masih terikat pada masa lalu di Mesir. Israel membandingkan hidup di Mesir dan keadaan yang sedang mereka alami di Padang Gurun. Bagi Israel lebih baik mati di Mesir dengan kenyang daripada mati kelaparan di Padang Gurun. Ternyata masalah yang membuat Israel bersungut-sungut adalah soal perut atau makan minum. Soal perut membuat Israel melupakan kebaikan Tuhan dan meragukan kuasa Tuhan. Sikap ini di mata Tuhan adalah sebuah pemberontakan. Tuhan menyatakan kemuliaanNya di Awan, agar Israel sadar bahwa Tuhanlah Allah yang berkuasa membuat mujizat. Tiap pagi Tuhan memenuhi kebutuhan perut mereka dengan memberikan manna dan burung puyuh. Kisah ini berharga bagi kita. terkadang hanya karena soal perut, kita mudah melupakan Tuhan. Hanya soal perut kita berbuat jahat dan meragukan pemeliharaan Tuhan. Mari perteguh kepercayaan, Kristus yang bangkit berkuasa memberi berkat kecukupan bagi kita. Berkat-Nya selalu ada di tiap hari baru.

Doa: Ya Tuhan, terima kasih untuk pemeliharaanMu dalam hidup kami, amin.

Sabtu, 13 April 2024

bahan bacaan : Filipi 4:18-20

18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. 19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 20 Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.

Jangan Ragu, Yesus yang Bangkit Memenuhi keperluan kita
Terdapat satu kecenderungan pada umat masa kini, yaitu keraguan untuk berbagi dengan sesama. Teks Filipi 4: 18-20 secara tegas mengkritisi cara berpikir tersebut. Paulus dalam nas ini, menyampaikan ucapan terima kasih kepada jemaat Filipi yang telah mengasihinya melalui Efrapoditus. Paulus mengapresiasi jemaat Filipi yang selalu hadir baginya dalam hal kenyang, maupun lapar, dan hal suka, maupun duka. Bagi Paulus, tindakan itu merupakan persembahan yang harum dan berkenan bagi Allah. Paulus hendak mengajarkan bahwa pemberian yang berkenan bagi Allah bukan diukur secara kuantitas, melainkan kerelaan berbagi dan kesungguhan menolong untuk menjadi satu bersama mereka yang lemah dan membutuhkan. Ini menjadi peringatan bagi jemaat Filipi untuk jangan ragu menyatakan kasih kepada sesama, karena Allah Sang Pemilik Berkat akan memenuhi segala keperluan mereka. Kita di masa kini juga patut belajar dari jemaat di Filipi yang tidak pernah takut untuk berbagi. Sesungguhnya, ketakutan kita untuk berbagi memperlihatkan sikap ketidakpercayaan akan Allah Sang Pemilik Berkat. Dalam kesulitan dan kekurangan yang dialami banyak orang, termasuk yang ada di tengah jemaat kita, marilah kita terus berbagi dengan mereka. Percayalah, dengan berbagi kita tidak akan kehilangan berkat karena Allah akan memberinya menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya.

Doa: Tuhan, mampukan kami agar tidak pernah ragu dalam menyatakan kasih. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2024, LPJ – GPM

Tinggalkan komentar