Santapan Harian Keluarga, 21- 27 April 2024

Tema Bulanan : Hidup Dalam Spiritualitas Kebangkitan Kristus

Tema Mingguan : Hidup dalam Kesederhanaan

Minggu, 21 April 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 6:2b-10

(6-2b) Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini. 3 Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat--yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus--dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, 4 ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga, 5 percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan. 6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. 7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. 8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. 9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. 10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Akar Segala Kejahatan ialah Cinta Uang
Firman Tuhan hari ini mengajar dan menasehati kita untuk jangan cinta uang. Mengapa? Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Dalam suratnya ini Timotius memberikan tiga alasan untuk tidak mencintai uang. Pertama dijelaskan, orang yang cinta uang terkadang tidak lagi berpikiran sehat. Karena tidak berpikiran sehat menimbulkan banyak percekcokan. Faktanya, karena cinta uang orang dapat berkonflik atau bermusuhan, karena cinta uang orang bisa saling menghabisi nyawa dan sebagainya. Alasan kedua, orang yang cinta uang terjatuh dalam berbagai jerat pencobaan. Karena cinta uang banyak yang tidak tahan cobaan atau godaan sehingga perilaku manipulatif dan korupsi
dilakukan. Alasan ketiga, orang yang cinta uang dapat membuatnya menyimpang dari iman. Hanya karena cinta uang, orang dapat menyangkali iman kepada Tuhan. Inilah hal yang tidak boleh kita abaikan. Kita pasti membutuhkan uang untuk menjalani kehidupan. Tetapi kita tidak boleh mencintai uang lalu tidak lagi berpikiran sehat, jatuh dalam pencobaan dan meninggalkan iman. Uang hanyalah sarana, bukan segala-galanya. Jangan cinta uang!.

Doa: Ya Tuhan, tolong kami untuk tidak cinta uang melebihi cinta kepada Mu, amin.

Senin, 22 April 2024

bahan bacaan : Amsal 21:20

20 Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.

Pemborosan Mendatangkan Kemiskinan
Gaya hidup konsumtif atau bisa juga disebut hedonisme merupakan gaya hidup yang disukai kebanyakan orang. Orang cenderung bersifat boros dengan membelanjakan sesuatu berdasarkan keinginan bukan kebutuhan. Akibatnya, kadangkala terjadi masalah. Penghasilan yang didapat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu, ada yang terjerat hutang-piutang yang menimbulkan persoalan dalam keluarga. Gaya hidup boros dilihat sebagai gaya hidup orang-orang yang tidak berhikmat. Penulis Amsal mengatakan hal itu untuk memberikan wejangan hikmat terutama kepada anak-anak muda supaya memperbaiki gaya hidup boros (ay.20). Sebaliknya sebagai orang muda yang bijak hendaknya menghadirkan gaya hidup sederhana dengan cara menghemat supaya kebutuhan hidup senantiasa terpenuhi dengan baik. Jangan karena ingin tampil modis, disukai dalam pergaulan, bergaya hidup mewah lalu menggunakan segala cara mendapatkan uang termasuk cara yang tidak benar. Nasehat Penulis Amsal ini tidak hanya penting bagi anak-anak muda tetapi bagi kita semua untuk menghindari gaya hidup konsumtif. Kecenderungan untuk berbelanja yang berlebihan dan bukan merupakan kebutuhan, gaya hidup pesta pora, banyak pengeluaran yang melebihi pendapatan, sudah harus ditinggalkan. Bangunlah hidup sederhana dan menabung untuk kehidupan yang lebih baik kini dan di masa depan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk menampilkan gaya hidup sederhana, amin.

Selasa, 23 April 2024

bahan bacaan : Titus 2:2

2 Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan.

Kesederhanaan Sebagai Gaya Hidup Kristiani
Gereja Protestan Maluku dalam ajarannya selalu menggaungkan untuk membangun hidup dalam “Spiritualitas Ugahari”. Bahwa segala sesuatu yang ada di bumi merupakan milik Tuhan yang diberikan kepada manusia untuk dinikmati demi kebaikan dan kesejahteraan hidup. Dengan demikian setiap orang harus merasa hidup cukup, tidak berkelebihan tapi juga tidak berkekurangan. Hal yang sama pun ditekankan oleh Presiden Jokowi, “Hidup sederhana itu sangat indah, jika kita tulus dengan hati. Maka mulailah hidup sederhana untuk mencegah korupsi, suap, pungli, penipuan, dan sebagainya. Gaya Hidup sederhana ini sudah ditegaskan sejak masa lampau sebagaimana yang tertera dalam surat Paulus kepada Titus untuk menasehati laki-laki yang tua (lanjut usia) agar mereka hidup “sederhana” artinya dapat menahan diri dari kebiasaan mabuk-mabukan. Selain itu, mereka harus terhormat, bijaksana, beriman, dan tekun, jangan serakah (Band 1.Tim3: 8). Pelajaran penting bagi laki-laki muda maupun tua, untuk memiliki gaya hidup kristiani dengan cara menjauhkan kebiasaan mabuk-mabukan, perjudian (Mis: Judi online), korupsi, serakah, dan sebagainya. Jadilah laki-laki sederhana yang berhikmat dan tulus hati.

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk bersyukur dengan cara hidup dalam kesederhanaan, amin

Rabu, 24 April 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 2:9

9 Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,

Kesederhanaan Sebagai Gaya Hidup Perempuan Kristen
Salah satu masalah keluarga yang meningkat dari waktu ke waktu adalah perceraian suami-isteri. Salah satunya disebabkan oleh soal ekonomi. Penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan hidup, gaya hidup konsumtif. Nyatanya, ada isteri atau perempuan yang memiliki hobby bergaya dengan menggunakan barang-barang mewah yang sangat mahal, meski untuk itu ia berhutang dan melakukan manipulasi. Karena terseret utang piutang dalam jumlah banyak akhirnya harus berurusan dengan pihak berwajib dan mendekap di penjara. Kenyataan ini menjadi pelajaran penting bagi kaum perempuan (isteri) agar menunjukkan karakter kristiani sebagaimana yang dinasehati Rasul Paulus
dalam perikop tadi. Perempuan dinasehatkan supaya berdandan dengan pantas, sopan dan sederhana. Jangan memakai pakaian dan perhiasan yang mahal-mahal. Barangkali hai tersebut dapat menimbulkan masalah bagi keluarga mereka; misalnya: kebutuhan hidup yang tidak terpenuhi, pengeluaran lebih besar dari pendapatan, persaingan yang tidak sehat dikalangan sesama perempuan, dan sebagainya. Jauhilah gaya hidup boros, bebas dalam pergaulan, sopan dan mendandani hidup dengan kebaikan. Hiduplah sederhana!

Doa: Tuhan, tolong kami untuk membangun hidup sederhana. Amin.

Kamis, 25 April 2024

bahan bacaan : Amsal 25:16

16 Kalau engkau mendapat madu, makanlah secukupnya, jangan sampai engkau terlalu kenyang dengan itu, lalu memuntahkannya.

Nikmati Berkat Secukupnya
Masih dalam tema mingguan kita “hidup dalam kesederhanaan”. Tema ini mengajak kita untuk mewujudkan pola hidup yang sederhana. Pola hidup sehari-hari yang mencerminkan sikap tidak berlebihan namun secukupnya sesuai dengan kebutuhan. Hal ini sejalan dengan nasehat pengamsal dalam nas alkitab di hari ini yang menegaskan bahwa kalau kita mendapatkan madu, maka hendaknya kita makan dan menikmatinya secukupnya saja. Jangan sampai terlalu kenyang sebab kita akan memuntahkannya. Madu adalah jenis makanan yang manis, kalau makan secukupnya tentu enak dan baik untuk kesehatan. Tetapi kalau berlebihan akan berdampak tidak baik untuk kesehatan, dimana membuat perut kita mual dan muntah. Nasehat ini sejalan dengan doa Bapa Kami yang diajarkan Tuhan Yesus kepada para murid dan kita semua. Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk meminta dari Allah Bapa di Sorga makanan pada hari ini secukupnya. Itu berarti segala sesuatu yang kita dapat dan peroleh jangan sampai melebihi dari kebutuhan, sebab akan membuat kita hidup berfoya-foya dalam kesenangan yang pada saatnya akan membuat kita menjadi susah dan menderita. Kalau kita mempunyai segala sesuatu sebagai kelebihan, maka hendaknya kita gunakan secukupnya sesuai kebutuhan sebagaimana pola hidup sederhana. Sikap hidup demikian dapat menggerakan kita untuk hidup berbagi dengan sesama yang ada dalam kekurangan dan membutuhkan bantuan serta pertolongan kita.

Doa: Ajarlah kami Tuhan untuk menikmati berkatMu dengan secukupnya. Amin

Jumat, 26 April 2024

bahan bacaan : Filipi 4:10-13

Terima kasih atas pemberian jemaat
10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. 11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. 12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Bersyukur Apapun Kondisi Kita
Bagian firman Tuhan di hari ini memberi teladan penting bagi kita melalui pengalaman hidup Paulus. Dalam surat pastoral kepada Jemaat Filipi, paulus berterima kasih atas bantuan serta perhatian jemaat terhadap kehidupan dan pelayanannya. Paulus kemudian membagikan pengalaman imannya dengan menyaksikan betapa kasih sayang dan anugerah Tuhan Yesus melimpah kepadanya. Sekalipun ia mengalami banyak tantangan, dalam hal ini soal kekurangan ataupun kelaparan. Kondisi demikian tidak membuat Paulus bersungut dan menyalahkan keadaan, namun ia bersyukur sebab kekuatan dan kemampuan tetap ia miliki oleh cinta kasih Kristus melalui perhatian dan dukungan jemaat kepadanya (ay.13). Paulus belajar untuk mencukupkan segala sesuatu yang ada pada dirinya, bukan saja saat berkekurangan tetapi juga dalam kelebihan maupun kelimpahan. Pengalaman Paulus ini hendak mengajarkan kita sebagai pribadi dan keluarga untuk selalu bersyukur. Dengan bersyukur, kita akan selalu berupaya mencukupkan segala kebutuhan kita dengan berpengharapan kepada cinta kasih Tuhan. Kita tidak akan bersungut-sungut saat keadaan dan kondisi kita dalam kekurangan. Kita juga tidak menjadi serakah saat menikmati kelebihan dan kelimpahan. Kita selalu menjadi orang-orang yang hidup sederhana.

Doa: Tuntun kami Tuhan untuk hidup dengan sederhana dan bersyukur kepadaMu. Amin.

Sabtu, 27 April 2024

bahan bacaan : Lukas 3:10-14

10 Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?" 11 Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian." 12 Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?" 13 Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu." 14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."

Merasa Cukup Atas Apa Yang Kita Miliki
Merasa cukup dengan apa yang kita miliki baik uang, harta, jabatan ataupun kuasa adalah hal penting dan positif yang mesti terwujud dalam kehidupan, sehingga tidak menimbukan kehancuran hidup kita maupun orang lain. Tanpa rasa kecukupan membuat kita menjadi orang-orang yang serakah dan hal tersebut membuat kita dapat melakukan apa saja dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan serta keinginan kita. Yohanes Pembaptis dalam seruan pertobatannya kepada orang banyak yang datang mengikutinya, mengingatkan mereka akan soal hidup dalam kecukupan. Mereka harus mewujudkan hidup bersyukur dengan apa yang dimiliki serta berbagi dengan mereka yang berkekurangan. Para pemungut cukai yang menagih pajak jangan mencari keutungan dengan memberatkan masyarakat. Para prajurit pun demikian untuk tidak melakukan kekerasan dan perampasan. Mereka harus mencukupkan diri dengan gaji mereka. Nasehat Yohanes Pembaptis inipun sesuai dengan situasi dan kondisi kehidupan kita saat ini. Harus diakui bahwa setiap saat kita bergumul dengan kuatnya kepentingan diri dan nafsu keinginan yang selalu menggoda. Merasa tidak puas dengan apa yang ada dan yang dimiliki seringkali menggoda kita untuk menempuh segala cara demi pemenuhan keinginan itu. Kita akan mampu untuk melawannya ketika kita memberi diri dituntun oleh Roh Kudus. Kuasa Roh memampukan kita selalu bersyukur dan hidup didalam kesederhanaan serta terus berbagi dengan mereka yang berkekurangan.

Doa : Tuhan ajar kami senantiasa untuk memiliki rasa cukup dalam kehidupan kami, amin

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2024, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar