Santapan Harian Keluarga, 28 April – 4 Mei 2024

Tema Bulanan : Hidup Dalam Spiritualitas Kebangkitan Kristus

Tema Mingguan : Membangun Relasi dengan Hati Nurani yang Murni

Minggu, 28 April 2024

bahan bacaan : 2 Timotius 2:14-26

Nasihat dalam menghadapi pengajar yang sesat
14 Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya. 15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. 16 Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. 17 Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, 18 yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang. 19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan." 20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. 22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni. 23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, 24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar 25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, 26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

Kita Harus Membangun Ralesi Dengan Hati Yang Murni
Hidup yang kita jalaki tidak mungkin berlangsung tanpa ada hubungan atau relasi dengan orang lain. Kita adalah makhluk sosial yang tetap membutuhkan orang lain dalam membangun kehidupan bersama ke depan yang lebih baik. Harus diakui bahwa relasi yang kita bangun bersama dengan orang lain tidak selamanya berjalan mulus dan baik. Ada saja berbagai hal yang mewarnai relasi tersebut. Namun kondisi demikian pun mendidik kita untuk lebih dewasa dalam memahami dan mengenal semua orang dengan berbagai perbedaan karakter dan latar belakang hidupnya. Semuanya itu terletak pada hati sebagai pusat seluruh keberadaan hidup kita. Hati yang tulus dan murni menjadi dasar untuk kita membangun relasi dengan semua orang demi kehidupan bersama yang rukun dan harmonis Hal ini penting sebab tanpa hati yang tulus dan murni, maka relasi yang terbangun akan diwarnai dengan pertentangan, ketidakpercayaan, curiga dan sebagainya, dan hal itu dapat membawa kehancuran. Sebagai keluarga Allah, pentingnya kita membuka hati untuk dituntun kuasa Roh Kudus agar dalam membangun relasi dengan semua orang, hati kita tetap tulus dan munri. Dengan begitu sebuah hubungan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan dan kerinduan kita bersama yakni menikmati kehidupan yang diberkati demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan.

Doa: Roh Kudus tuntun kami agar dapat menjaga relasi hidup dengan baik. Amin.

Senin, 29 April 2024

bahan bacaan : Filemon 1:8-16

Permintaan Paulus kepada Filemon mengenai Onesimus

8 Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan, 9 tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus, 10 mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus 11 --dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. 12 Dia kusuruh kembali kepadamu--dia, yaitu buah hatiku--. 13 Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil, 14 tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela. 15 Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, 16 bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.

Menjaga Relasi Dengan Saling Menghargai
Membangun relasi dengan hati yang murni menjadi tema mingguan yang akan memandu kita sepanjang pekan ini. Tema ini mengajak kita untuk membangun relasi sebagai persekutuan orang percaya dengan hati yang murni serta berlandaskan kepada cinta kasih Allah didalam Kristus. Makna tema ini dilaksanakan oleh Paulus dalam menjaga dan membangun relasi dengan Filemon sebagai teman sekerjanya. Paulus meminta Filemon untuk menerima Onesimus untuk membantu Filemon. Onesimus yang dianggap sebagai anak tidak bisa lagi diurus dan bersama-sama dengan Paulus sebab ia sudah tua dan berada dalam penjara karena injil Kristus. Itulah sebabnya Paulus meminta Filemon untuk menerimanya dengan tujuan Onesimus pun bisa membantu dan berguna baik bagi Paulus maupun Filemon. Sebagai orang yang dituakan, bisa saja Paulus dapat memerintahkan langsung kepada Filemon, namun Paulus tegaskan demi menjaga relasi, maka di meminta ijin kepada Filemon agar dapat menerima Onesimus dengan kerelaan hati dan sukacita. Sebab segala hal yang dilakukan dengan keterpaksaan akan berdampak tidak baik dalam membangun sebuah relasi. Kesaksian ini penting bagi persekutuan keluarga, agar setiap masalah yang dihadapi hendaknya dibicarakan secara baik tanpa pemaksaan kehendak satu pihak. Semua masalah dapat diselesaikan dengan baik ketika saling menghargai dan menghormati demi menjaga relasi persekutuan hidup bersama. Binalah relasi yang baik dengan semua orang dan rekatkanlah kembali relasi yang telah retak.

Doa: Roh Kudus mampukan kami untuk menjaga relasi dengan hidup saling menghargai Amin


Selasa, 30 April 2024

bahan bacaan : Filemon 1:17-22

17 Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri. 18 Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku-- 19 aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya--agar jangan kukatakan: "Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!" --karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri. 20 Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan: Hiburkanlah hatiku di dalam Kristus! 21 Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu. Aku tahu, lebih dari pada permintaanku ini akan kaulakukan. 22 Dalam pada itu bersedialah juga memberi tumpangan kepadaku, karena aku harap oleh doamu aku akan dikembalikan kepadamu.

Menjaga Relasi Dengan Sikap Bertanggungjawab Atas Masalah
Kelanjutan bagian firman Tuhan kemarin tentang permintaan Paulus kepada Filemon untuk menerima Onesimus sebagai anak didalam Tuhan. Permintaan Paulus kepada Filemon sebagai rekan sekerjanya dengan harapan agar Filemon menerima Onesimus dengan ketulusan hatinya dan tidak dengan keterpaksaan. Permintaan Paulus inipun dengan penuh pengorbanan kepada Onesimus, dimana ia meminta kepada Filemon kalau sekiranya Onesimus berhutang atau merugikan Filemon, biarlah semuanya itu ditanggungkan kepada Paulus. Šikap serta keputusan Paulus yang simpatik ini adalah demi menjaga relasi baik antara dirinya dengan Filemon pun antara Filemon dengan Onesimus. Hal ini penting agar saat Filemon menerima Onesimus, tidak ada lagi beban dan masalah dimasa lampau akan menggangu relasi hidup mereka bersama. Keteladanan Paulus ini menjadi hal yang penting dan menarik untuk kita wujudkan dalam membangun relasi hidup sebagai persekutuan orang percaya. Kita memulainya dari dalam kehidupan keluarga untuk bertanggung jawab atas semua hal termasuk masalah yang di hadapi. Sebab dengan mewujudkan sikap demikian, kita tetap menjaga relasi hidup dalam keluarga dengan baik. Sikap bertanggungjawab akan menghindarkan kita dari masalah yang lebih besar. Hal itupun akan berdampak positif kepada lingkungan persekutuan umat dan masyarakat.

Doa: Mampukan kami Tuhan untuk menjaga relasi dengan sikap bertanggung jawab. . Amin.

Rabu, 01 Mei 2024

bahan bacaan : Ibrani 10: 24-25

24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. 25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Bersama Tuhan Membangun Relasi Antar Manusia
Kalau kita mencermati kehidupan ini, ternyata keberlangsungan hidup manusia terletak pada perhatian dan bantuan orang lain. Seorang bayi bisa terbentuk, lahir dan bertumbuh menjadi manusia yang dewasa karena ada ibunya. Seorang ibu (perempuan) bisa hamil dan mengandung karena ada seorang suami (laki-laki). Satu keluarga bisa menjalani kehidupan dengan baik karena ada keluarga yang lain, begitu seterusnya. Intinya, dalam hidup ini manusia yang satu membutuhkan manusia yang lain untuk bertumbuh dan berkembang. Karena itu, prinsip hidup yang harus dipegang oleh manusia untuk hidup dan berkembang secara baik adalah saling memperhatikan dan saling mendorong antara satu dengan lainnya. Tanpa prinsip ini, jangan harap kita akan bertumbuh dan berkembang secara baik, melainkan akan terjadi saling membinasakan dan menghancurkan. Itulah pesan firman Tuhan melalui surat Ibrani ini, bahwa sebagai umat Tuhan kita harus saling memperhatikan dan mendorong dalam kasih dan perbuatan yang baik. Untuk itu kebersamaan tersebut harus dibina melalui relasi yang baik dengan Tuhan melalui pertemuan ibadah. Relasi yang baik dengan Tuhan merupakan dasar untuk hidup saling memperhatikan dan mendorong di antara sesama. Bangunlah relasi kehidupan yang saling memperhatikan dalam kasih dan bukan menjauhkan diri dari kebersamaan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami membangun relasi yang baik dengan sesama.. Amin

Kamis, 02 Mei 2024

bahan bacaan : 3 Yohanes 1:5-10

Saling menolong dan perlawanan
5 Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya, di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing. 6 Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu. Baik benar perbuatanmu, jikalau engkau menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan suatu cara yang berkenan kepada Allah. 7 Sebab karena nama-Nya mereka telah berangkat dengan tidak menerima sesuatupun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. 8 Kita wajib menerima orang-orang yang demikian, supaya kita boleh mengambil bagian dalam pekerjaan mereka untuk kebenaran. 9 Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami. 10 Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.

Menjadi Persekutuan Orang Percaya yang Saling Menolong
Kehidupan seorang manusia tidak bisa dilepas-pisahkan dengan manusia lainnya. Suka atau tidak suka kehidupan manusia yang satu memiliki keterkaitan atau ketergantungan dengan manusia lainnya. Hal ini sudah menjadi kodrat hidup manusia sebagai ciptaan Tuhan. Apabila manusia mengingkari kodrat bahwa hidupnya bergantung atau memiliki keterkaitan dengan orang lain, maka dirinya akan mengalami masalah dalam hidup. Manusia tersebut akan mengalami kesulitan untuk mengembangkan dirinya atau kehidupannya di dunia. Jika ada seseorang yang dalam hidupnya menyadari bahwa dirinya memiliki ketergantungan dengan orang lain, maka pasti ia pun akan selalu bertindak menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan. Bagi penulis surat 3 Yohanis, apabila ada orang percaya berbuat baik kepada orang lain dengan cara yang berkenan kepada Allah, maka orang-orang yang demikian wajib diterima dalam kumpulan orang percaya. Semuanya ini menunjukkan bahwa sebagai satu persekutuan orang percaya, masing-masing orang selalu dipanggil untuk bertindak menolong orang lain, karena dirinya pun suatu ketika akan ditolong oleh orang lain. Sebab itu, hati yang murni mesti menjadi bagian dalam bertindak membangun relasi dengan semua orang tanpa terkecuali.

Doa: kuatkanlah kami untuk selalu menolong orang lain. Amin.

Jumat, 03 Mei 2024

bahan bacaan : 1 Samuel 18:1-5

Daud dan Yonatan
Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri. 2 Pada hari itu Saul membawa dia dan tidak membiarkannya pulang ke rumah ayahnya. 3 Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri. 4 Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya. 5 Daud maju berperang dan selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya, sehingga Saul mengangkat dia mengepalai para prajurit. Hal ini dipandang baik oleh seluruh rakyat dan juga oleh pegawai-pegawai Saul.

Relasi Persahabatan Sejati
Semangat juang akan tumbuh ketika orang-orang yang bersatu-padu mengikrarkan diri untuk berjuang bersama mengatasi tantangan atau pun ancaman. Itulah yang terjadi pada Daud dan Yonathan tatkala mereka mengahadapi ancaman musuh. Berpadunya Daud dan Yonathan disambut baik oleh Saul sehingga memberikan jabatan sebagai kepala prajurit kepada Daud. Berpadunya Daud dan Yonathan membuat perjuangan Daud dalam peperangan selalu berhasil. Pengangkatan Daud sebagai kepala prajurit pun diapresiasi oleh seluruh rakyat. Hal ini memberi pesan bahwa keberhasilan dapat terjadi jika ada persatuan antar sesama anggota keluarga, kelompok masyarakat, dan warga gereja. Tantangan dan masalah apapun yang dihadapi akan selalu berhasil dilewati jika kita mau bersatupadu dan berjuang bersama. Persoalan dan hambatan juga dapat diselesaikan atas dasar relasi persahabatan sejati. Persahabatan dengan kesadaran mengasihi orang lain sama seperti mengasihi diri kita sendiri. Teruslah merawat persahabatan sejati antar pribadi, keluarga, jemaat, gereja maupun antar agama.

Doa: Semangatkanlah kami ya Tuhan, untuk bersatu dalam persahabatan sejati demi memperjuangankan kehidupan ini. Amin.

Sabtu, 04 Mei 2024

bahan bacaan : 2 Timotius 4:9-18

Pesan terakhir
9 Berusahalah supaya segera datang kepadaku, 10 karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. 11 Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku. 12 Tikhikus telah kukirim ke Efesus. 13 Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu. 14 Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. 15 Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita. 16 Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku--kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka--, 17 tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. 18 Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Minta Pendampingan Tuhan dalam Pekerjaan
Jika kita melihat keberhasilan yang dicapai oleh seseorang dalam perjuangan hidupnya, pasti kita akan tahu, bahwa keberhasilan seseorang tidak lepas dari dukungan orang-orang sekitarnya. Di balik keberhasilan suami ada dukungan isteri dan sebaliknya. Di balik keberhasilan anak ada topangan orangtuanya dan seterusnya. Hal ini menunjukkan bahwa dalam suatu perjuangan untuk mencapai sukses, bantuan dari orang lain sangat diperlukan juga. Hal ini yang terjadi pada Paulus, bahwa untuk mencapai keberhasilan dalam pelayanan, Paulus membutuhkan orang lain, seperti Lukas, Markus, dan Tikhikus. Mereka sangat diperlukan oleh Paulus untuk membantu pelayanan Paulus. Selain itu, yang terpenting adalah Paulus mengakui bahwa ia membutuhkan Tuhan untuk mendampinginya dalam pekerjaan pelayanan. Intinya, ketika kita melakukan pekerjaan apapun, agar
berhasil perlu untuk meminta Tuhan mendampingi kita dalam melakukan pekerjaan, dan meminta dukungan orang lain dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. Jangan pemah merusak relasi yang terbangun dengan orang lain, apalagi dengan Tuhan sebab akan sangat berpengaruh terhadap seluruh kerja dan hidup kita.

Doa: Tuhan, tolong kami menjaga relasi dan dampingilah kami dalam melaksanakan pekerjaan apapun. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN APRIL-MEI, LPJ GPM

Tinggalkan komentar