Tema Bulanan : Menjadi Cerdas dalam Tuntunan Roh Kudus
Tema Mingguan : Takut akan Tuhan adalah Permulaan Pengetahuan
Minggu, 05 Mei 2024
bahan bacaan : Amsal 1:1-7
Tujuan Amsal ini
Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel, 2 untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, 3 untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, 4 untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda-- 5 baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan-- 6 untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak. 7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.
Takut akan Tuhan Sumber Pengetahuan dan Hikmat
Setiap manusia membutuhkan pengetahuan, dan salah satu sumber pengetahuan yang paling penting adalah takut akan Tuhan. Dengan takut akan Tuhan kita tidak saja menjadi orang yang berpengetahuan, namun juga menjadi orang yang berhikmat. Itulah pentingnya mendasarkan sumber pengetahuan dengan menjadi umat yang takut akan Tuhan, sebab di dalamnya ada hal yang jauh lebih berguna didapatkan oleh umat Tuhan, yakni hikmat. Hal ini disebutkan oleh Salomo dalam kitab Amsal pasal 1. Segala didikan untuk menjadikan kita pandai, serta memiliki kebenaran, keadilan, kejujuran, serta kecerdasan tidak hanya akan didapatkan lewat menimba ilmu, melainkan lewat sikap kita menjadi orang yang takut akan Tuhan. Karena itu, janganlah kita menghina hikmat dan didikan sebab takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Maka dasarilah hidup ini dengan menjadi orang yang takut akan Tuhan. Di peringatan hari Ulang Tahun Wadah Pelayanan Perempuan GPM hari ini, nasehat Pengamsal menjadi panduan agar sebagai perempuan, kita menjadi lebih berhikmat, cerdas mendidik, setia melayani dan membangun kehidupan atas dasar takut akan Tuhan. Perempuan yang takut Tuhan, kehidupannya diberkati.
Doa: Mampukanlah kami untuk hidup sebagai umat yang takut akan Tuhan. Amin.
Senin, 06 Mei 2024
bahan bacaan : Amsal 9:10-11
10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. 11 Karena oleh aku umurmu diperpanjang, dan tahun-tahun hidupmu ditambah.
Jadilah Orang yang Bijak, Berpengetahuan, dan Berhikmat
Dalam hidup kita membutuhkan yang namanya kebijaksanan, pengetahuan, dan hikmat. Hal-hal seperti ini, jika dimiliki oleh kita, maka itu akan menjadikan kita sebagai umat yang dalam hidupnya melakukan kebaikan bagi semua orang. Hal inilah yang ditekankan oleh Salomo dalam kitab Amsal ini. Disebutkan dalam anjuran ini bahwa orang bijak itu menyukai nasihat, orang yang mengejar pengetahuan adalah orang benar, dan orang yang berhikmat adalah orang yang takut akan Tuhan. Apabila dalam diri seseorang ada ketiga hal ini (bijak, pengetahuan, dan hikmat) maka orang itu dalam hidupnya akan berperilaku baik dan menampilkan hidup yang baik pula dengan semua orang. Kebaikannya nampak dari kemauan mendengarkan nasehat sehingga semakin bijaksana menjalani kehidupan. Kebaikannya akan nampak pula dalam perilaku kebenaran karena pengetahuannya akan Tuhan menolongnya menjauhkan diri dari berbagai perbuatan keliru. Karena itu, jadilah orang yang bijak, berpengetahuan, dan berhikmat dalam hidup dan dimulai dari hidup takut akan Tuhan.
Doa: Mampukanlah kami untuk menjadi bijak berpengatuhan, dan berhikmat. Amin.
Selasa, 07 Mei 2024
bahan bacaan : Amsal 14:26-27
26 Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya. 27 Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.
Takut Tuhan, Mencintai Didikan
Amsal 14:26-27 menegaskan bahwa orang yang Takut akan Tuhan akan merasakan ketentraman dan perlindungan sehingga terhindar dari bahaya maut. Walau demikian, bukanlah berarti tidak berhadapan dengan masalah, namun masalah yang menghampiri tidak akan mematahkan keyakinannya kepada Tuhan Sumber Kehidupan itu. Hanya DIAlah yang akan selalu meneduhkan gelombang kehidupan yang dialami. Suami dan Istri yang berhikmat dan takut akan Tuhan akan hidup saling mengasihi dan menopang dalam keluarga, tetapi yang suka melakukan KDRT sesungguhnya sedang merintis jalan kefasikan yang akan membawa kepada kesengsaraan. Orang tua dan anak yang saling mengasihi dan menghormati adalah wujud cinta kasih yang membimbing pada pengetahuan yang menghidupkan, tetapi yang kering dan gersang rasa cintanya akan melahirkan generasi dan teladan yang hampa. Pemimpin dan rakyat yang saling menghargai menjadi kekuatan untuk kesejahteraan bersama, tetapi yang rakus dan tidak hormat akan membawa kehancuran. Pertanyaan bagi kita saat ini, jalan mana yang akan kita pilih untuk meraih ketenangan dan Damai SejahteraNya?
Doa: Terangi hati Kami Tuhan, agar memiliki Hikmat yang membimbing pada kehidupan yang mendamaikan. Amin.
Rabu, 08 Mei 2024
bahan bacaan : Amsal 14:1-2
Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri. 2 Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia.
Menenun Kecantikan dalam Kebijaksanaan
Tugas perempuan atau ibu-ibu rumah tangga yang mendidik dan melayani keluarga tidaklah mudah. Perempuan haruslah memiliki kecerdasan psikologis, spiritualitas, intelektual dan emosional. Dengan berbagai peran perempuan baik di ranah publik maupun domestik, sesungguhnya menuntut perempuan untuk cerdas dan berwibawa. Harus ada keseimbangan melakukan tugasnya, baik di dalam keluarga maupun sebagai wanita karier. Hikmat dan kebijaksanaan seorang perempuan diukur dari caranya memperlakukan keluarga, suami dan anak-anaknya dengan penuh ketulusan. Melayani dan mendewasakan anak-anak dalam kesetiaan. Memperlakukan sesama perempuan dan orang lain dengan kelembutan dan saling mendukung. Lihatlah, banyak sekali perempuan yang justru menyakiti perempuan lain ketika menjadi “simpanan atau selingkuhan”, berapa banyak perempuan yang teriris hatinya ketika menjadi korban kekerasan suaminya, berapa banyak perempuan yang dikucilkan dan dianggap rendah hanya karena belum/tidak memiliki keturunan, berapa banyak perempuan yang terus diusik dengan pertanyaan, “kapan menikah?” “kapan punya kerja?”, dan sebagainya?. Semoga peran kita dapat mendukung semua perempuan, sebab dukungan kita sangat berpengaruh pada kecerdasan emosional, psikologis dan spiritualitasnya. Tetaplah jadi perempuan yang bersyukur, Andalkan Hikmat Allah dan Jadilah Bijaksana.
Doa: Tuhan, anugerahkanlah Hikmat Mu bagi setiap kami.
Kamis, 09 Mei 2024
bahan bacaan : Lukas 24:50-53
Kenaikan Yesus
50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. 51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. 52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. 53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.
Kenaikan Yesus Kristus, Meneguhkan Iman
Perpisahan dengan orang yang kita kasihi, entah karena tugas, pendidikan ataupun meninggal dunia merupakan moment yang mengharukan serta menyedihkan. Apalagi kita sudah terikat, hidup bersama dan memiliki kedekatan emosional yang kuat. Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus ke surga merupakan peristiwa yang terjadi 40 hari setelah kebangkitanNya. Disaksikan oleh murid-murid Nya, Yesus terangkat dan meninggalkan mereka. Peristiwa ini merupakan peristiwa yang memilukan bagi murid-murid Yesus, sebab mereka secara emosional telah terikat dan sangat mengasihi Yesus. Oleh karenanya, kesedihan mewarnai keterpisahan mereka dengan Yesus ketika peristiwa ini terjadi. Namun yang menarik ialah ketika Yesus terangkat, IA menaruh Janji dan Memberkati mereka. Berkat itulah yang dirasakan oleh semua kita sebagai orang-orang percaya hingga saat ini. Perlu kita yakini, bahwa keterpisahan kita dengan Tuhan Yesus dalam peristiwa kenaikan hari ini justru menjadi kekuatan bagi kita sebab, IA Memberkati dan Menyertai kita. Rasa kesedihan yang dialami sesungguhnya adalah wujud kecintaan kita pada Yesus, Sang Juruslamat. Oleh sebab itu, maknailah peristiwa ini sebagai peristiwa iman yang menguatkan dan meneguhkan.
Doa: Ya Tuhan, karuniakanlah keyakinan yang sungguh bagi kami untuk menata masa depan bersamaMu. Amin.
Jumat, 10 Mei 2024
bahan bacaan : Amsal 23:17-18
17 Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa. 18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.
Takut akan Tuhan, Masa Depan tidak akan Hilang
Karena Masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang” ayat 18 dari bacaan kita hari ini sering menjadi Quote (kutipan) yang memotivasi setiap orang percaya. Dalam realitas ketika ditolak, gagal, disepelehkan, dkhianati, dibenci dan dicurangi tidak sedikit ayat ini menjadi pegangan yang menguatkan. Oleh karena itu, Firman Tuhan hari ini sesungguhnya memberi kesempatan kepada kita agar Percaya dalam Kesungguhan akan Kuasa dan Penyertaan Tuhan. Buanglah segala keraguan, segala iri hati jika ada orang lain yang nasibnya lebih beruntung dari kita apalagi mereka dalam pandangan kita meraih semuanya dengan kecurangan. Sebab in hati akan membawa penyakit hati yang membuat kita tidak dapat memahami Maksud dan Rancangan Tuhan bagi kehidupan kita. Percaya akan FirmanNya, Takut akan Tuhan dan Bersihkan hati adalah kunci menuju kehidupan yang lebih baik. Ingatlah, masa depan kita tidak akan hilang. semua yang terlihat baik bagi kita pasti akan disediakan lebih baik lagi oleh Tuhan, asalkan meyakini dengan sungguh. Untuk semua anak-anak yang masih menata dan berjuang bagi masa depan, Takutlah akan Tuhan. Untuk semua rumah tangga yang berusaha mempertahankan kekokohannya, Takutlah akan Tuhan. Untuk semua sakit yang digumuli, Takutlah akan Tuhan. Takut akan Tuhan memberi kekuatan, membuka jalan berkat dan menyediakan sukacita.
Doa: Ya Yesus, Kami bersyukur atas Kemurahan dan CintaMu. Amin.
Sabtu, 11 Mei 2024
bahan bacaan : Keluaran 18:21
21 Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.
Pemimpin yang Takut Tuhan Diberkati
Musa diingatkan oleh Yitro mertuanya untuk melakukan tugas dengan baik. Dalam perkara pengangkatan hakim-hakim yang akan menjadi pemimpin, beberapa pesan dititipkan Yitro kepada menantunya itu agar disampaikan dan diajarkan kepada para pemimpin, salah satunya ialah Takut akan Tuhan. Ya, seorang pemimpin diharapkan berlaku takut Tuhan. Dalam bacaan kita hari ini mengingatkan semua pemimpin untuk melakukan tugas mereka dengan yang Pertama, Takut akan Tuhan. Kedua, tidak menerima suap, ketiga, dapat dipercaya, dan keempat adil. Menjadi pemimpin tidaklah mudah. Dinamika kepemimpinan akan berubah-ubah setiap saat tergantung pada situasi dan kondisi wilayah kepemimpinan itu. Namun semua dapat dilalui jika menaati perintah dan ketetapan Tuhan sebagai wujud Takut akan Tuhan. Pemimpin yang hanya memikirkan kepentingan pribadi, yang tidak adil dan tidak Takut Tuhan hanya membawa kepada kebinasaan, sebaliknya pemimpin yang memprioritaskan kepentingan rakyat akan menuai berkat dan sukacita. Jadilah pemimpin yang bijaksana, yang berani menyatakan kebenaran, mewujudkan keadilan dan yang terpenting Takut akan Tuhan.
Doa: Kuatkan kami Tuhan, jika kelak dipercayakan menjadi pemimpin, sehingga kami beroleh hati yang bijaksana. Amin.
*SUMBER : SHK BULAN MEI 2024, LPJ-GPM