Tema Bulanan : Menjadi Cerdas dalam Tuntunan Roh Kudus
Tema Mingguan : Kenaikan Yesus memberi Spirit Keutuhan
Minggu, 12 Mei 2024
bahan bacaan : Kisah Para Rasul 1:15-26
Matias dipilih menggantikan Yudas
15 Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata: 16 "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. 17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini." 18 --Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. 19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah--. 20 "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. 21 Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, 22 yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya." 23 Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. 24 Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, 25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." 26 Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.
Merintis Jalan Pelayanan dalam Kebersamaan
Rentetan kisah Kenaikan Yesus berlanjut hingga pada pemilihan Matias yang menggantikan Yudas. Untuk penentuan itu mereka berdoa. Mereka meyakini kemahakuasaan Tuhan yang mengenal hati setiap orang dan siapapun yang terpilih merupakan Pilihan dan kehendak Tuhan. Matias terpilih dan melanjutkan misi pelayanan bersama para murid yang lain. Dalam perjalanan pelayanan para murid itu, kebersamaan menjadi prioritas serta saling menghormati. Wujud kecintaan mereka pada pelayanan dan juga Berkat yang telah Yesus tinggalkan untuk diteruskan. Kisah ini mengajarkan kita tentang kebersamaan dalam sebuah persekutuan. Baik persekutuan keluarga, persekutuan jemaat bahkan masyarakat. Para pelayan atau pemimpin yang dikehendaki Tuhan untuk melayani jemaat atau masyarakat haruslah melakukan secara bersama dan dalam kekompakan. Solidaritas menjadi penting untuk sebuah pekerjaan besar. Oleh karenanya, sikap memegahkan diri sendiri harus dihilangkan/dibuang. Sebab hal yang demikian akan membawa pada kehancuran. Kenaikan Yesus Kristus sekali lagi mengutuhkan persekutuan dan memperkokoh kebersamaan. Pada kebersamaan dan kekompakan ada Berkat dan Sukacita yang akan mewarnai dinamika pelayanan bahkan pekerjaan kita. Ingat! Satu tangan tak kuat bekerja, dua tangan tak kuat bekerja, bila kita semua kerja, hasil pasti besar.
Doa: Persekutukan kami Tuhan, untuk hidup saling menopang. Amin.
Senin, 13 Mei 2024
bahan bacaan : Kisah Para Rasul 6 : 1-7
Tujuh orang dipilih untuk melayani orang miskin
Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. 2 Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. 3 Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, 4 dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." 5 Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. 6 Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. 7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.
Teruslah Membangun Keutuhan
Keretakan hubungan dapat dirasakan bahkan dialami baik dalam ruang lingkup yang kecil maupun yang besar. Timbulnya keretakan dimaksud dapat disebabkan karena berbagai macam faktor misalnya ketidakadilan. Kendatipun demikian, keadaan seperti ini dapat disikapi dengan langkah-langkah bijak agar dapat terus membangun keutuhan. Sikap seperti ini nampak jelas dalam keputusan para rasul ketika diperhadapkan dengan realitas jemaat mula-mula antara orang Yahudi yang berbahasa Yunani dan İbrani. Hal ini tentu saja berkaitan dengan pembagian kepada janda-janda mereka yang diabaikan dalam pelayanan sehari-hari (ay. 1). Atas dasar inilah para rasul mengumpulkan semua murid-murid dan menyuruh memilih tujuh orang yang terkenal baik, penuh Roh dan hikmat, agar diangkat untuk melayani orang miskin. Semua ini dilakukan supaya tidak terjadi keretakan atau perpecahan dalam ruang lingkup persekutuan yang mengimani Yesus Kristus. Perpecahan dapat saja terjadi dalam kehidupan kita hanya karena hal-hal kecil. Karena itu, kita perlu meneladani sikap dan tindakan para rasul dalam menyikapi setiap persoalan yang dihadapi baik dalam keluarga, bergereja maupun bermasyarakat. Sebab keutuhan dalam persekutuan lebih berarti dari pada perpecahan. Karena itu, teruslah membangun spirit keutuhan antara satu dengan yang lain sebagai persekutuan orang-orang percaya.
Doa: Mampukan kami Tuhan agar tetap membangun spirit keutuhan diantara kami. Amin.
Selasa, 14 Mei 2024
bahan bacaan : Yehezkiel 37:1-14
Kebangkitan Israel
Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang. 2 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering. 3 Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!" 4 Lalu firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN! 5 Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali. 6 Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN." 7 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. 8 Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas. 9 Maka firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali." 10 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar. 11 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang. 12 Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. 13 Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. 14 Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN."
Keutuhan Itu Anugerah
Menjadi utuh atau tidak tercerai berai merupakan harapan dari setiap orang yang membangun relasi, baik antar personal maupun dalam satu persekutuan. Namun harapan agar tetap utuh dapat saja hilang jika diperhadapkan dengan keadaan yang begitu rumit. Situasi seperti inilah yang dihadapi oleh bangsa Israel ketika berada di pembuangan. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang yang sudah kering dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang (ay. 11b), menunjukkan keadaan bangsa Israel yang sedang tidak baik-baik saja. Akan tetapi melalui penglihatan nabi Yehezkiel, Tuhan hendak menyampaikan berita pengharapan yakni la akan membawa umat-Nya kembali ke tanah Israel (ay. 12). Artinya, Tuhan akan memulihkan serta mengutuhkan kembali bangsa pilihan-Nya itu. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa betapa pentingnya membangun spirit keutuhan dalam menjalani hari-hari kehidupan. Sekalipun dalam kenyataannya keutuhan itu sendiri dapat terabaikan karena kepentingan orang-orang tertentu. Sebagaimana Tuhan menganugerahkan keutuhan kepada bangsa Israel, maka dengan demikian prinsip agar tetap utuh harus terus dihidupi oleh kita semua. Biarlah pribadi-pribadi kita tetap bersemangat menjaga keutuhan di lingkungan dimana kita berada, terlebih khusus sebagai persekutuan di dalam Kristus. Karena keutuhan itu adalah anugerah pemberian Allah, maka perioritaskanlah keutuhan baik sebagai anggota keluarga, sebagai para pelayan maupun di lingkungan sosial lainnya. Hindarilah semua hal yang berpotensi merusak keutuhan hidup bersama dan teruslah berpengharapan kepada Allah yang mengutuhkan.
Doa: Tuhan tolong kami menjaga keutuhan sebagai anugerahiMu. Amin.
Rabu, 15 Mei 2024
bahan bacaan : Yehezkiel 37:15-28
Kerajaan Israel dan Yehuda dipersatukan kembali
15 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 16 "Hai engkau anak manusia, ambillah sepotong papan dan tulis di atasnya: Untuk Yehuda dan orang-orang Israel yang bersekutu dengan dia. Kemudian ambillah papan yang lain dan tulis di atasnya: Untuk Yusuf--papan Efraim--dan seluruh kaum Israel yang bersekutu dengan dia. 17 Gabungkanlah keduanya menjadi satu papan, sehingga keduanya menjadi satu dalam tanganmu. 18 Maka kalau teman-teman sebangsamu bertanya kepadamu: Tidakkah engkau bersedia memberitahukan kepada kami, apa artinya ini-- 19 katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku mengambil papan Yusuf--yang dalam tangan Efraim--beserta suku-suku Israel yang bersekutu dengan dia dan menggabungkannya dengan papan Yehuda dan Aku akan menjadikan mereka satu papan, sehingga mereka menjadi satu dalam tangan-Ku. 20 Dan sedang engkau memegang papan-papan yang kautulisi itu dalam tanganmu di hadapan mereka, 21 katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka. 22 Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan. 23 Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhalanya atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan atau dengan semua pelanggaran mereka. Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa, dan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya. 24 Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia. 25 Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya. 26 Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. 27 Tempat kediaman-Kupun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 28 Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya."
Bersatu Dalam Tuhan
Beragam situasi hidup sengkali menjadi alasan banyak orang tidak lagi ingin mempertahankan keutuhan. Hal ini mengakibatkan banyak relasi yang terpecah belah. Hal yang sama pun terjadi dalam kehidupan bangsa Israel. Terpecahnya Israel menjadi dua kerajaan (utara dan selatan) menunjukkan ketidakutuhan yang cukup berdampak, tidak hanya bagi keberadaan mereka sebagai satu bangsa saja melainkan mempengaruhi hidup beriman mereka. Melihat fakta seperti ini, Allah tidak tinggal diam. Ini jelas terlihat ketika la menyatakan firman-Nya kepada bangsa Israel melalui nabi Yehezkiel. Sebab Allah ingin umat pilihan-Nya dipersatukan dan la satu-satunya Allah yang berkuasa atas kehidupan bangsa itu (ay. 21-22). Dengan bersatu dalam Tuhan, bangsa Israel akan dipulihkan dan hidup sesuai peraturan dan ketetapan Allah dengan setia (ay. 23-24). Selain itu Allah berjanji bahwa la akan memberkati mereka (ay. 26b). Oleh karena itu sebagai orang percaya kita semua diajarkan agar senantiasa bersatu dalam Tuhan sekalipun diperhadapkan dengan situasi yang dapat memecah belah. Jalanilah kehidupan bersama sebagai anak-anak Tuhan yang memiliki semangat membangun keutuhan. Yakinilah bahwa dengan bersatu dalam cinta kasih Tuhan, maka seluruh kehidupan kita bersama dengan sesama akan senantiasa menikmati berkat-berkat-Nya.
Doa: Bapa satukanlah kami sebagai anak-anakmu. Amin.
Kamis, 16 Mei 2024
bahan bacaan : Filipi 3:17-4:1
Nasihat-nasihat kepada jemaat
17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. 18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. 20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, 21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.
Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!
Keteguhan Iman
Pemberitaan tentang Yesus Kristus merupakan inti dari pelayanan yang dilakukan oleh Rasul Paulus. Adapun nasihat-nasihat di sampaikan oleh rasul Paulus yang bertujuan agar iman orang Kristen di Filipi tidak goyah melainkan tetap teguh. Dalam nasihatnya itu, rasul Paulus mengajak jemaat untuk mengikuti teladannya. Hal ini disampaikan mengingat ada banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus (ay. 18). Pernyataannya dipertegas dengan menyampaikan bahwa kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi (ay. 19). Hal ini tentu saja berbanding terbalik dengan mereka yang sungguh-sungguh beriman kepada Tuhan Yesus Kristus. Sebab orang yang teguh imannya menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Nasihat rasul Paulus ini mengingatkan kita sebagai orang-orang percaya supaya tetap teguh dalam iman, yang dinyatakan dalam hidup lewat sikap dan perbuatan kita. Sebab dari sikap dan perbuatan kita itulah akan terlihat apakah kita bersekutu atau justru berseteru dengan salib Kristus. Berdirilah teguh dalam Tuhan sebagai bukti iman yang nyata kepada Dia yang menyelamatkan. Berupayalah agar kita tidak mudah goyah karena la yang menyelamatkan itu akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia. Biarlah kita semua yang percaya dimampukan untuk melewati dan menjalani hari-hari kehidupan sesuai dengan iman percaya kita. Janganlah goyah tetapi tetaplah teguh dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus, sebab keteguhan iman itulah yang melayakan kita di hadapan-Nya.
Doa: Ajarilah kami Tuhan, agar tetap teguh iman Kepada-Mu. Amin.
Jumat, 17 Mei 2024
bahan bacaan : 1 Korintus 1:10-17
Perpecahan dalam jemaat
10 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. 11 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu. 12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. 13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? 14 Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorangpun juga di antara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus, 15 sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam namaku. 16 Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis. 17 Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.
Kesatuan Tubuh Kristus
Penghargaan dan penghormatan terhadap sikap, karakter dan pola pikir setiap orang harus
diberikan sebagai tanda pengakuan terhadap berbagai perbedaan yang ada. Sebab jika tidak, maka kemungkinan besar perpecahan dapat saja terjadi diantara suatu kelompok tertentu. Akibatnya seseorang dapat menganggap apa yang dipikirkan bahkan yang diyakininya justru lebih baik dari pada orang lain. Hal ini tentu saja tidak boleh terjadi dalam persekutuan tubuh Kristus. Karena itu dalam surat pertama rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, ia menasihati mereka supaya mereka seia sekata dan jangan ada perpecahan diantara mereka melainkan erat bersatu dan sehati sepikir (ay. 10). Paulus menyampaikannya karena ia mendengar kabar telah terjadi perselisihan antara jemaat kristen di Korintus yang menganggap golongannya lebih baik dari pada yang lain. Padahal semua golongan yang dimaksudkan percaya dan dibaptis hanya dalam nama Yesus Kristus. Nasihatnya ini mendorong kita sebagai persekutuan tubuh Kristus agar tetap menjaga keutuhan persekutuan dengan tetap seia sekata dan sehati sepikir. Jadilah pengikut-pengikut kristus yang saling menghargai dan menghormati perbedaan, sebab persekutuan kita hanya punya satu keyakinan yaitu keyakinan kepada Tuhan Yesus Kristus. Jagalah persekutuan yang telah terbangun, hindarilah perpecahan diantara kita dan bersatulah.
Doa: Biarlah persekutuan kami tetap terpelihara dalam kasih Tuhan. Amin.
Sabtu, 18 Mei 2024
bahan bacaan : 2 Korintus 13:11
11 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!
Hidup Damai
Sikap dan perbuatan yang baik biasanya selalu terpancar dari hati dan pikiran yang baik pula. Semua kebaikan itu pastinya memiliki tujuan dan harapan yang sama yakni menghasilkan nilai-nilai kebaikan. Inilah yang menjadi harapan rasul Paulus dalam setiap pelayanan yang dilakukannya kepada jemaat kristen di Korintus. Karena itu mengakhiri suratnya yang ke dua kepada jemaat tersebut, rasul Paulus pun masih tetap memberikan nasihatnya. Dalam salamnya ini ia mengajak jemaat kristen agar tetap bersukacita dan usahakan diri agar sempurna. Maksudnya supaya dengan sukacita mereka taat dan setia menjalani hari-hari kehidupan sesuai kehendak Allah. Selain itu, mereka diharapkan agar tetap mendengar segala nasihat rasul Paulus agar tetap sehati sepikir dan hiduplah senantiasa dalam damai. Artinya dengan sehati sepikir, secara tidak langsung keutuhan persekutuan yang dipimpin oleh Tuhan Yesus menyatu atau tidak terpecah belah satu dengan lainnya. Dengan begitu, hal positif yang dinikmati bersama sebagai persekutuan yang utuh yakni hidup dalam damai sejahtera yang dianugerahkan oleh Allah sebagai sumbernya. Damai sejahtera yang berasal dari Tuhan itu pula yang juga harus dinikmati oleh setiap kita sebagai orang percaya. Karena itu melakukan kehendak-Nya dengan taat dan setia serta sehati dan sepikir dengan penuh sukacita harus menjadi komitmen bersama. Dengarkanlah senantiasa semua nasihat yang diberikan dan terapkanlah itu dalam menjalani kehidupan tiap-tiap hari. Yakinilah, damai sejahtera dan cinta kasih yang bersumber dari Allah akan senantiasa dirahmati bagi kita semua yang melakukan kehendak-Nya.
Doa: Tuhan tolong kami agar hidup dalam damai seorang terhadap yang lain. Amin.