Santapan Harian Keluarga, 26 Mei – 01 Juni 2024

Tema Bulanan : Menjadi Cerdas dalam Tuntunan Roh Kudus

Tema Mingguan : Roh Kudus Pembentuk Karakter Injili

Minggu, 26 Mei 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 6:1-10

Paulus dalam pelayanannya
Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima. 2 Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. 3 Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela. 4 Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, 5 dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa; 6 dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik; 7 dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela 8 ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai, 9 sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati; 10 sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.

Dengan Kasih Karunia Allah Teruslah Berkarya
Sia-sia berarti tidak menghasilkan manfaat seperti yang telah direncanakan Lalu, apa makna membuat kasih karunia Allah menjadi sia-sia?. Artinya menerima kasih karunia Allah tetapi kemudian menghalangi bekerjanya kasih karunia itu di dalam kehidupannya. Dengan keberaniannya, Paulus membuktikan integritasnya sebagai hamba yang tidak menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan. Yang pertama, Paulus tidak pemah melakukan hal yang bisa membuat orang lain tersandung, dimana sikap dan tindakannya selalu menunjukkan bahwa dia takut akan Tuhan. Kedua, sikap yang dia tunjukkan pada waktu menanggung kesulitan dan penderitaan adalah Paulus tidak bersungut bahkan tidak menghindari penderitaan tersebut. Dia justru bersusah payah dalam pertumbuhan rohaninya dimana dia terus berjaga-jaga dengan berdoa dan berpuasa. Ketiga, Paulus menjaga kemurnian, sabar, murah hati dan tidak munafik. Keempat, semua kualitas rohani ada pada Paulus yang secara konsisten, dalam segala keaadaan ia mengandalkan penyertaan Roh Kudus. Bandingkan apa yang kita alami dengan apa yang harus ditanggung Paulus. Tentu belum ada apa-apanya. Namun, janagan mudah menyerah kemudian mundur. Bergantunglah terus kepada Allah, berdoa meminta hikmat dan kekuatan dari-Nya untuk terus berkarya.

Doa: Mampukan kami Tuhan untuk terus bersaksi tentang Injil Mu. Amin.

Senin, 27 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15:22-29

Jawab kepada Antiokhia
22 Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu. 23 Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: "Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain. 24 Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. 25 Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, 26 yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus. 27 Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu. 28 Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: 29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat."

Pemecahan Masalah
Menjadi pemimpin tanpa hikmat Tuhan dapat mengaburkan pengambilan keputusan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang pelik. Bagaimana seharusnya para pemimpin bersikap untuk mengambil keputusan yang tepat ? Melalui kisah yang terjadi di jemaat Antiokhia, kita dapat memahami bagaimana seharusnya menyelesaikan permasalahan di jemaat. Penjelasan dan usulan dari Yakobus membuat para penganut Yudaisme tidak bisa membantah lagi. Maka sidang memutuskan untuk membuat klarifikasi atas kekisruhan yang timbul di dalam jemaat Antiokhia akibat pengajaran yang tidak sesuai dari kaum Yudaisme. Klarifikasi dilakukan melalui dua cara. Yang pertama melalui surat dan yang kedua adalah melalui kedatangan Yudas dan Silas yang menyertai Paulus dan Bamabas. Mereka adalah pemimpin dan nabi. Surat itu menjawab dua isu penting yang menjadi permasalahan, yaitu status rohani dari orang-orang non Yahudi yang tidak disunat dan peraturan mengenai persekutuan dengan orang-orang Yahudi yang sudah menjadi Kristen. Surat ini memperlihatkan keseimbangan antarakesatuan di dalam Kristus dan penghargaan terhadap pemberdaan budaya. Dan melalui peristiwa tersebut kita dapat melihat bahwa kebenaran injil dan kasih kristiani diutamakan dalam pemecahan masalah. Karena dalam situasi demikian Roh Kudus bekerja memulihkan hubungan serta pemahaman yang salah yang di bawah ke dalam tubuh Kristus melalui infiltrasi yang tidak benar.

Doa : Tuhan, berilah kami Roh Kudus supaya bijak dan menghadapi masalah hidup, amin

Selasa, 28 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15:30-34

30 Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia. Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka. 31 Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan. 32 Yudas dan Silas, yang adalah juga nabi, lama menasihati saudara-saudara itu dan menguatkan hati mereka. 33 Dan sesudah beberapa waktu keduanya tinggal di situ, saudara-saudara itu melepas mereka dalam damai untuk kembali kepada mereka yang mengutusnya. 34 (Tetapi Silas memutuskan untuk tinggal di situ.)

Keputusan yang Menghasilkan Sukacita
Untuk mengambil keputusan dalam setiap persoalan terutama di dalam jemaat dibutuhkan untuk duduk bersama dan menyelesaikan setiap persoalan dengan sebuah keputusan yang mendatangkan sukacita bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya. Hal yang sama juga dirasakan oleh jemaat di Antiokhioa. Setelah mereka membaca isi surat dan bertemu langsung dengan para utusan dari Yerusalem mereka bersukacita, terhibur dan dikuatkan. Kesalahpahaman yang ada di antara mereka pun dapat diselesaikan dengan baik. Dengan mengacu pada isi surat dan kehadiran para pemimpin di Yerusalem dengan kehendak Tuhan, jemaat di Antiokhia bisa mengatasi konflik pengajaran yang berbeda. Mereka pun tahu bagaimana menjalankan kehidupan yang kudus sesuai dengan firman Tuhan. Dan ini merupakan bukti bahwa keputusan dan pengimplementasiannya telah dilakukan secara bijak dan sehat. Dari pengalaman krisis jemaat Antiokhia, kita melihat bahwa perselisihan internal gereja yang mengikuti pimpinan Tuhan akan mendatangkan persatuan dan kesatuan. demikian pula halnya kita yang ada di saat ini, mampu memutuskan tetap taat dan setia untuk terus mewartakan syaloom Allah bagi sesama.

Doa: Tolong kami dapat menyelesaikan masalah apapun dengan baik, ya Tuhan. Amin.

Rabu, 29 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15:35-41

Perselisihan antara Paulus dan Barnabas
35 Paulus dan Barnabas tinggal beberapa lama di Antiokhia. Mereka bersama-sama dengan banyak orang lain mengajar dan memberitakan firman Tuhan. 36 Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: "Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka." 37 Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; 38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. 39 Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. 40 Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan 41 berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ.

Aku beda, balehkan?
Kisah dalam nas ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi gereja sepanjang segala abad dan tempat untuk belajar berbeda secara dewasa dan bertanggung jawab. Yang menarik untuk diamati adalah adalah bahwa Paulus dan Barnabas mampu melihat pokok permasalahan secara objektif dan melokalisir perselisihan tajam, sehingga tidak merambah ke pribadi ataupun pelayanan mereka. Perselisihan yang terjadi di antara mereka tidak menghambat pelayanan mereka dan merugikan jemaat. Sebaliknya pelayanan mereka berdua pun tetap memberikan berkat bagi jemaat-jemaat yang dilayani. Bahkan berpisahnya Paulus dan Barnabas memungkinkan terbentuknya 2 tim pelayanan yang solid, yang dipimpin oleh orang-orang yang berdedikasi dan bermotivasi tinggi bagi injil. Dan bagi kita yang masih terus setia melayani, berbeda pendapat itu boleh saja. Asalkan perbedaan itu tidak membuat kita menjadi orang yang pasif untuk tidak lagi melayani melainkan dengan perbedaan yang ada memampukan untuk bersama di dalam Tuhan menyatakan injil kebenaran Allah bukan hanya dalam kata melainkan juga dalam perbuatan. Karena dengan begitu jemaat pun akan semakin bertumbuh di dalam kasih karunia Allah.

Doa: Janganlah perbedaan menghambat pelayanan dan pemberitaan injil kebenaranMu Ya Tuhan. Amin.

Kamis, 30 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 21:1-9

Paulus di Tirus dan di Siprus
Sesudah perpisahan yang berat itu bertolaklah kami dan langsung berlayar menuju Kos. Keesokan harinya sampailah kami di Rodos dan dari situ kami ke Patara. 2 Di Patara kami mendapat kapal, yang hendak menyeberang ke Fenisia. Kami naik kapal itu, lalu bertolak. 3 Kemudian tampak Siprus di sebelah kiri, tetapi kami melewatinya dan menuju ke Siria. Akhirnya tibalah kami di Tirus, sebab muatan kapal harus dibongkar di kota itu. 4 Di situ kami mengunjungi murid-murid dan tinggal di situ tujuh hari lamanya. Oleh bisikan Roh murid-murid itu menasihati Paulus, supaya ia jangan pergi ke Yerusalem. 5 Tetapi setelah lewat waktunya, kami berangkat meneruskan perjalanan kami. Murid-murid semua dengan isteri dan anak-anak mereka mengantar kami sampai ke luar kota; dan di tepi pantai kami berlutut dan berdoa. 6 Sesudah minta diri kami naik ke kapal, dan mereka pulang ke rumah. 7 Dari Tirus kami tiba di Ptolemais dan di situ berakhirlah pelayaran kami. Kami memberi salam kepada saudara-saudara dan tinggal satu hari di antara mereka. 8 Pada keesokan harinya kami berangkat dari situ dan tiba di Kaisarea. Kami masuk ke rumah Filipus, pemberita Injil itu, yaitu satu dari ketujuh orang yang dipilih di Yerusalem, dan kami tinggal di rumahnya. 9 Filipus mempunyai empat anak dara yang beroleh karunia untuk bernubuat

Pakailah Waktu Anugerah TuhanMu
Rasul Paulus pun menyadari betapa waktu itu begitu penting. Maka setelah perpisahan yang berat dengan para penatua di Efesus, Paulus dan rekan-rekannya segera melanjutkan perjalanan mereka. Ayat 1-7 memperlihatkan bahwa bagaimana mereka terus bergerak tanpa henti. Mereka menggunakan setiap kesempatan yang ada di setiap tempat yang disinggahi kapal yang mereka tumpangi untuk mengunjungi, melayani dan bersekutu dengan saudara-saudara seiman. Paulus dan rekan-rekannya tidak menyia-nyiakan waktu sebagai kesempatan berharga untuk menyatakan kasih dan kepedulian mereka terhadap jemaat. Mereka mau mengetahui keadaan saudara-saudara seiman dan menyaksikan karya Tuhan melalui para hamba-Nya sebagaimana Filipus dan keempat anak gadisnya yang memiliki talenta khusus dalam melayani Tuhan. Mereka juga tidak lupa menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan. Karena mereka tahu, perjalanan mereka tidak akan berhasil tanpa campur tangan Tuhan. Hidup ini begitu singkat dan kesempatan tidak selalu ada. Maka manfaatkanlah waktu yang diberikan Tuhan dengan bijak sebagai satu kesempatan emas untuk bersekutu, melayani dan memberitakan injil serta menyatakan kepedulian dan kasih terhadap mereka yang menderita.

Doa: Ajarlah kami menghargai waktu pemberianMu ya Tuhan. Amin.

Jumat, 31 Mei 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 10 :12-18

Pendapat Paulus tentang dirinya
12 Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka! 13 Sebaliknya kami tidak mau bermegah melampaui batas, melainkan tetap di dalam batas-batas daerah kerja yang dipatok Allah bagi kami, yang meluas sampai kepada kamu juga. 14 Sebab dalam memberitakan Injil Kristus kami telah sampai kepada kamu, sehingga kami tidak melewati batas daerah kerja kami, seolah-olah kami belum sampai kepada kamu. 15 Kami tidak bermegah atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain di daerah kerja yang tidak dipatok untuk kami. Tetapi kami berharap, bahwa apabila imanmu makin bertumbuh, kami akan mendapat penghormatan lebih besar lagi di antara kamu, jika dibandingkan dengan daerah kerja yang dipatok untuk kami. 16 Ya, kami hidup, supaya kami dapat memberitakan Injil di daerah-daerah yang lebih jauh dari pada daerah kamu dan tidak bermegah atas hasil-hasil yang dicapai orang lain di daerah kerja yang dipatok untuk mereka. 17 "Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan." 18 Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.

Bangga Diri Karena Hasil Pekerjaan yang Jujur
Perikop hari ini menceritakan tentang sekelompok orang di Korintus yang membanggakan diri atas pertumbuhan jemaat korintus. Mereka bermegah dengan menjadikan diri sendiri sebagai pusat untuk mengukur segala sesuatu. Paulus menyebut mereka bodoh! Mereka membanggkan sesuatu yang bukan hasil kerja mereka dan bermegah atas hasil kerja orang lain, yang mereka akui sebagai hasil pekerjaannya. Padahal itu adalah hasil kerja Paulus bersama dengan teman sekerjanya. Ini artinya bermegah dengan penuh kebohongan. Paulus kemudian menjelaskan bahwa kebanggaan yang benar adalah karena ada iman yang tumbuh akibat pemberitaan injil. Ini menyebabkan Paulus memiliki kesempatan lebih besar untuk melayani di tempat yang lebih luas lagi. Bermegah bukanlah suatu tindakan yang salah. Namun, Paulus menjelaskan kepada jemaat di Korintus bahwa jika mereka bermegah hendaklah mereka bermegah di dalam Tuhan. Maksudnya, kemegahan ini seharusnya tidak terlepas dari kesadaran bahwa keberhasilan yang dicapai adalah berkat campur tangan Tuhan. Kemegahan itu seharusnya terjadi juga merupakan kemegahan karena prestasi yang dihasilkan dari kerja keras, yang tetap menjunjung nilai-nilai kejujuran dan kebenaran. Jadi bukan keberhasilan oleh karena kebohongan dan manipulasi. Jadi bangga diri tidaklah salah. Tetapi hendaklah kita bermegah di dalam Tuhan, karena kebanggaan yang terlepas dari kesadaran akan campur tangan Tuhan akan berubah menjadi keangkuhan.

Doa: Biarlah aku bermegah karena semua prestasiku adalah karunia dari Tuhan. Amin

Sabtu, 01 Juni 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 21:10-14

10 Setelah beberapa hari kami tinggal di situ, datanglah dari Yudea seorang nabi bernama Agabus. 11 Ia datang pada kami, lalu mengambil ikat pinggang Paulus. Sambil mengikat kaki dan tangannya sendiri ia berkata: "Demikianlah kata Roh Kudus: Beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain." 12 Mendengar itu kami bersama-sama dengan murid-murid di tempat itu meminta, supaya Paulus jangan pergi ke Yerusalem. 13 Tetapi Paulus menjawab: "Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus." 14 Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: "Jadilah kehendak Tuhan!"

Rela Menderita dan Mati Karena Nama Tuhan Yesus
Agabus adalah nabi yang pernah bernubuat tentang kelaparan di Yerusalem dan hal itu terjadi, sehingga jemaat-jemaat diminta untuk memberikan bantuan menghadapi masalah ini. Nabi ini pula menubuatkan tentang masalah besar yang akan dialami Paulus di Yerusalem, sebagaimana yang dijelaskan dalam nas bacaan hari ini. Paulus akan diikat dan menderita di Yeruselam. Bagaimana tanggapan Paulus terhadap nubuatan yang disampaikan nabi Agabus? la tak bergeming, bahkan sekalipun ada murid-murid dan rekan-rekan sepelayanan yang melarang Paulus untuk jangan pergi, namun dengan tegas ia berkata: “aku ini bukan hanya rela untuk diikat, melainkan rela mati di Yerusalem karena nama Tuhan Yesus”. Paulus tahu apa itu menderita, dia tahu bagaimana berkorban, dia tidak memandang nubuatan itu sebagai malapetaka. Karena dia tahu betul hidupnya hanya untuk Kristus dan mati itu adalah keuntungan. Karena itu, Paulus tidak mau mendengarkan nasehat dan nubuatan yang disampaikan dan pada akhimya membuat mereka menyerah lalu berkata “jadilah kehendak Tuhan!”. Keberanian sikap Paulus dan pengorbanannya bagi pekerjaan Tuhan menjadi teladan bagi kita semua selaku pengikut Tuhan. Karakter injili yang demikian sesungguhnya adalah buah dari karya Roh Kudus.

Doa: Ya Tuhan. beri kami keberanian untuk berkorban karena nama Tuhan Yesus, amin.

*SUMBER SHK BULAN MEI-JUNI 2024, LPJ GPM

Tinggalkan komentar