Santapan Harian Keluarga, 09 – 15 Juni 2024

Tema Bulanan : Menjaga Alam sebagai Rumah Bersama

Tema Mingguan : Air menjadi Sumber Kehidupan

Minggu, 09 Juni 2024

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 2: 19-22

Elisa menyehatkan air di Yerikho
19 Berkatalah penduduk kota itu kepada Elisa: "Cobalah lihat! Letaknya kota ini baik, seperti tuanku lihat, tetapi airnya tidak baik dan di negeri ini sering ada keguguran bayi." 20 Jawabnya: "Ambillah sebuah pinggan baru bagiku dan taruhlah garam ke dalamnya." Maka mereka membawa pinggan itu kepadanya. 21 Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam itu ke dalamnya serta berkata: "Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi." 22 Demikianlah air itu menjadi sehat sampai hari ini sesuai dengan firman yang telah disampaikan Elisa.

Air adalah Sarana Memulihkan Kehidupan
Salah satu kebutuhan hidup yang sangat penting bagi kehidupan manusia adalah air. Fungsi air bagi tubuh adalah untuk menyeterilkan dan membersihkan organ tubuh, mengedarkan sari makanan ke semua sel tubuh, dan juga membuang sampah beracun dari tubuh. Dalam nas bacaan hari ini dikisahkan tentang mujizat yang Elisa lakukan yakni membuat air Yerikho kembali menjadi sehat. Yosua 6:26 mengatakan bahwa orang yang membangun kembali kota Yerikho akan terkutuk dan akan kehilangan anak sulung dan anak bungsunya.Para penduduk kota juga terkena dampak karena mereka pun kehilangan anak-anak yang belum dilahirkan karena ibu mereka mengalami keguguran. Meski letak kotak itu strategis, namun airnya tidak baik. Tuhan berfirman melalui Elisa (ay. 21) bahwa Dia sudah menyehatkan memulihkan kembali air di kota Yerikho. Akta pemulihan itu dilakukan Elisa dengan memberikan gambar ke dalam air itu. Air yang disehatkan kembali adalah tanda kemurahan Tuhan bagi orang-orang yang dikasihi-Nya. Tuhan memakai media air untuk memulihkan kehidupan bangsa sebab ada generasi baru yang diselamatkan. Kita sungguh bersyukur atas anugerah air yang Tuhan sediakan di atas muka bumi. Ketersediaan air ini tidak semuanya dapat
dikonsumsi.. Air bersih akan semakin berkurang. Menjadi panggilan kita semua untuk menjaga dan merawat alam, pohon-pohon dan sumber-sumber air bersih dengan baik. Jangan mengotori air dengan sampah dan menggunakannya dengan sebebas-bebasnya tanpa memikirkan kebutuhan orang lain.

Doa: Tuhan terima kasih untuk air yang kami nikmati dalam hidup setiap hari. Amin.

Senin, 10 Juni 2024

bahan caan : 2 Raja-Raja 5:8-14

8 Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: "Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel." 9 Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa. 10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir." 11 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! 12 Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati. 13 Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir." 14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.

Air yang Menjadi Berkat
Iman adalah kemampuan untuk percaya pada apa yang tidak bisa kita lihat, sehingga terbebas dari ketakutan yang menjebak dan mengurung. Bagi hamba perempuan yang memberi saran kepada Naaman untuk bertemu dengan Elisa, penyakit Naaman bisa sembuh asalkan Naaman mau datang kepada sang nabi, itulah kebenarannya. Kisah Naaman disembuhkan ini mengingatkan bahwa percaya atau beriman saja tidak cukup. la percaya nabi Elisa di Israel bisa menyembuhkan sakit kustanya. Naaman berangkat dengan surat pengantar resmi atasannya, Raja Aram, lengkap dengan segala kegagahan militer dan harta persembahannya untuk “membeli” kesembuhan dan Allah Israel, tetapi pada akhirnya Naaman malah marah dan terhina. Elisa menyuruhnya “hanya” mandi di sungai Yordan tujuh kali. Apa susahnya perbuatan ini? Hampir saja Naaman luput dari anugerah kesembuhan, seandainya dia tetap marah dan tidak menaati perintah Elisa. Namun akhirnya ia mau mandi di sungai dan memperoleh kesembuhan. Kita percaya dalam iman bahwa air adalah juga sarana yang Tuhan pakai untuk proses kesembuhan. Dengan kuasa-Nya Tuhan bisa memakai media apapun termasuk air untuk menyatakan kasih dan pemulihan bagi yang berharap kepadaNya. Angkat hati dan minta Tuhan memberkati air untuk pemulihan.

Doa: Bapa kami ingin membawa pemulihan bagi sesama, jadikan kami saluran berkat. Amin.

Selasa, 11 Juni 2024

bahan bacaan : Keluaran 15:22-27

Di Mara dan di Elim
22 Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air. 23 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara. 24 Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?" 25 Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka, 26 firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau." 27 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.

Air adalah Kebutuhan
Kurang lebih 60% dari total berat tubuh manusia adalah air/cairan, karenanya tak heran cairan menjadi zat yang sangat penting untuk membantu tubuh kita agar tetap sehat sehingga dapat menunjang kehidupan dan aktivitas setiap hari. Air menjadi kebutuhan hidup yang sangat penting bagi manusia. Keluaran 15:22-27 mengisahkan tentang peristiwa setelah penyeberangan Laut Merah, bangsa Israel mulai bersungut-sungut karena kekurangan air minum yang layak untuk dikonsumsi. Mereka mengkritik dan menyalahkan Musa, karena tidak memberikan solusi yang memadai terhadap masalah kekurangan air. Meresponi semua persungutan dan keluhan mereka, Musa berbalik kepada Tuhan dan berdoa. Tidak ada cara lain yang dapat dilakukan Musa selain menyerahkan persoalan krisis air ini kepada Tuhan. Tuhan dengan kemurahan hati-Nya memberikan solusi atas kekurangan air tersebut. Musa diperintahkan untuk melemparkan kayu ke dalam air yang pahit, dan air itu menjadi manis sehingga dapat diminum oleh bangsa Israel. Di tengah kondisi padang gurun yang gersang sekalipun, Tuhan dapat menyediakan air. Maka keberadaan air bersih yang hingga hari ini dapat kita nikmati, adalah bukti kemurahan hati Tuhan yang harus kita dayagunakan dengan baik demi keberlanjutan hidup. Air adalah sumber kehidupan. Mari jaga dan bersihkan sumber-sumber air bersih yang ada di sekitar lingkungan tempat kita tinggal.

Doa: Tuhan kiranya kami bertanggungjawab menjaga sumber-sumber air demi kehidupan yang berlanjut. Amin.

Rabu, 12 Juni 2024

bahan bacaan : Keluaran 17:1-7

Di Masa dan di Meriba
Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu. 2 Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?" 3 Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?" 4 Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!" 5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah. 6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel. 7 Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"

Jangan Bertengkar Soal Air
Dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian, bangsa Israel berpindah-pindah hingga sampai di Rafidim. Di situ tidak ada air untuk diminum, lalu mereka mulai panik. Mereka tidak menyadari bahwa di persinggahan sebelumnya Allah selalu menyediakan air. Mereka tidak meyakini bahwa Allah juga akan menyediakan air bagi mereka di Rafidim. Pemeliharaan dan kebaikan Allah sepanjang perjalanan mereka, dari Mesir sampai Rafidim, seolah-olah terhapus begitu saja oleh masalah ketiadaan air. Musa terpancing dengan aksi bangsa itu, lalu dengan berteriak-teriak bertanya kepada Tuhan. Sebab ia khawatir kalau bangsa itu akan mencelakainya. Tuhan pun masih berkenan memakai Musa melakukan mukjizat untuk menolong umat-Nya. Musa berjalan di depan bangsa Israel dengan beberapa tua-tua dengan membawa tongkat menuju gunung Horeb, lalu memukul gunung batu dan keluarlah air sehingga bangsa Israel dapat meminumnya. Pertengkaran bisa disebabkan oleh berbagai alasan. Salah satunya jika kebutuhan air tidak ada. Atau air yang ada tidak mencukupi kebutuhan banyak orang. Di tempat-tempat yang sulit mendapatkan air, kadangkala berebutan. Air yang disediakan pemerintah pun kadang-kadang jika tidak dijalankan satu dua hari, telah menimbulkan kesulitan dan persungutan bahkan pertengkaran. Ya, begitu pentingnya air bagi kehidupan. Tetapi jangan bertengkar karena air sebab Tuhanlah yang memberi air dan Tuhan tidak akan membarkan kehidupan binasa karena ketiadaan air.

Doa: Ya Tuhan, biarlah kami tidak bertengkar karena air. Amin.

Kamis, 13 Juni 2024

bahan bacaan : Bilangan 20:2-13

Miryam mati Dosa Musa dan Harun
2 Pada suatu kali, ketika tidak ada air bagi umat itu, berkumpullah mereka mengerumuni Musa dan Harun, 3 dan bertengkarlah bangsa itu dengan Musa, katanya: "Sekiranya kami mati binasa pada waktu saudara-saudara kami mati binasa di hadapan TUHAN! 4 Mengapa kamu membawa jemaah TUHAN ke padang gurun ini, supaya kami dan ternak kami mati di situ? 5 Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membawa kami ke tempat celaka ini, yang bukan tempat menabur, tanpa pohon ara, anggur dan delima, bahkan air minumpun tidak ada?" 6 Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka. 7 TUHAN berfirman kepada Musa: 8 "Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya." 9 Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya. 10 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?" 11 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum. 12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka." 13 Itulah mata air Meriba, tempat orang Israel bertengkar dengan TUHAN dan Ia menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka.

Tuhanlah yang Memberikan Air demi Memelihara Kehidupan
Tuhan Allah selalu menjaga keberlanjutan kehidupan seluruh ciptaan. Dalam nas ini disampaikan demikian, bahwa umat Israel yang melakukan perjalanan di padang gurun merasakan haus. Kehausan itu membuat mereka melakukan protes terhadap Musa dan Harun. Dalam pandangan bangsa Israel, sebagai pemimpin yang ditunjuk oleh Allah maka Musa dan Harun harus bertanggung jawab atas situasi krisis yang terjadi. Menyikapi kondisi itu maka Musa dan Harun memohon kepada Allah di pintu Kemah Pertemuan agar berkenan memberikan air, sehingga mereka dapat bertahan hidup. Dalam keadaan itu, hakekat Tuhan sebagai Allah yang merawat kehidupan dinampakan. Allah memerintahkan untuk mengumpulkan umat dan menyampaikan kepada bukit batu untuk mengeluarkan air. Perintah tersebut agar menjadi pengingat kebenaran, bahwa Allah yang memberi air sebagai bentuk pemeliharaan-Nya. Ironinya, Musa dan Harun justru mempertanyakan di depan umat: apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?. Pertanyaan itu adalah bentuk ketidakpercayaan dan keraguan atas pemeliharaan Allah. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita juga meragukan kebenaran bahwa Allah akan tetap menolong dan memelihara hidup kita? Percayalah, bahwa Allah tidak akan meninggalkan ciptaan-Nya sendiri. Allah yang telah mencipta adalah Allah yang terus menuntun dan memelihara kehidupan dengan selalu menyediakan air bagi kebutuhan ciptaan-Nya.

Doa: Ya Tuhan, kami percaya. bahwa Engkau yang menciptakan air untuk terus menuntun dan memelihara ciptaan-Mu. Amin.

Jumat, 14 Juni 2024

bahan bacaan: Yehezkiel 47:1-12

Sungai yang keluar dari Bait Suci
Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. 2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. 3 Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki. 4 Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang. 5 Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi. 6 Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai. 7 Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana. 8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, 9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup. 10 Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak. 11 Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam. 12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."

Aliran Air Sehat Membawa Kehidupan bagi Semua Makhluk
Seorang penyair dan penulis novel asal Skotlandia yang bernama Charles Mackay pernah menyampaikan, bahwa ” Air adalah ibu dari pokok anggur, perawat dan sumber kesuburan, penghias dan penyegar dunia”. Ungkapan Mackay sesungguhnya memberikan kesadaran kepada kita semua, bahwa air adalah salah satu sumber utama kehidupan. Dengan aliran air yang sehat maka kehidupan seluruh ciptaan dapat terus diperjuangkan. Teks Yehezkiel 47:1-12 sebagai kumpulan penglihatan zaman baru bangsa Israel menampilkan gagasan yang sama, bahwa aliran sungai yang keluar dari Bait Suci mampu memberikan kehidupan kepada seluruh ciptaan. Ungkapan “Bait suci” yang terus diulangi dalam teks Yehezkiel 47 hendak memberikan penegasan bahwa air yang membawa kehidupan bersumber dari Allah, sebab Bait Suci adalah kediamaan-Nya. Sebagai implikasi etis maka umat perlu menjalankan kewajiban keagamaan mereka. Sesungguhnya, ketergantungan kepada air memberi penyadaran akan pentingnya penyerahan diri kepada Allah dan kerelaan melakukan perintah-Nya. Nilai yang sama perlu kita maknai di masa kini, bahwa kehidupan yang berkelanjutan dari seluruh ciptaan akan diperoleh hanya melalui intimitas dengan Allah, yaitu: menyerahkan hidup secara total kepada Allah dan kesediaan untuk melakukan seluruh kewajiban dan perintah-Nya, termasuk merawat air agar tetap sehat, bersih dan tersedia dari waktu ke waktu.

Doa: Tuhan, mampukan kami dengan Roh Kudus agar mampu melakukan kehedandak-Mu. Amin.

Sabtu, 15 Juni 2024

bahan bacaan ; Kejadian 24: 10-21

10 Kemudian hamba itu mengambil sepuluh ekor dari unta tuannya dan pergi dengan membawa berbagai-bagai barang berharga kepunyaan tuannya; demikianlah ia berangkat menuju Aram-Mesopotamia ke kota Nahor. 11 Di sana disuruhnyalah unta itu berhenti di luar kota dekat suatu sumur, pada waktu petang hari, waktu perempuan-perempuan keluar untuk menimba air. 12 Lalu berkatalah ia: "TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham. 13 Di sini aku berdiri di dekat mata air, dan anak-anak perempuan penduduk kota ini datang keluar untuk menimba air. 14 Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum--dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu." 15 Sebelum ia selesai berkata, maka datanglah Ribka, yang lahir bagi Betuel, anak laki-laki Milka, isteri Nahor, saudara Abraham; buyungnya dibawanya di atas bahunya. 16 Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik. 17 Kemudian berlarilah hamba itu mendapatkannya serta berkata: "Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu." 18 Jawabnya: "Minumlah, tuan," maka segeralah diturunkannya buyungnya itu ke tangannya, serta diberinya dia minum. 19 Setelah ia selesai memberi hamba itu minum, berkatalah ia: "Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum." 20 Kemudian segeralah dituangnya air yang di buyungnya itu ke dalam palungan, lalu berlarilah ia sekali lagi ke sumur untuk menimba air dan ditimbanyalah untuk semua unta orang itu. 21 Dan orang itu mengamat-amatinya dengan berdiam diri untuk mengetahui apakah TUHAN membuat perjalanannya berhasil atau tidak.

Air Mesti dimanfaatkan untuk Kepentingan Bersama
Kerelaan untuk berbagi penting dimiliki setiap orang percaya. Teks Kejadian 24: 10-21 secara lugas menjelaskan tentang pertemuan Ishak dan Ribka. Dan sesungguhnya menarik karena pertemuan mereka digambarkan dalam ruang berbagi hidup yang tulus. Ishak pada waktu itu membutuhkan Air dan Ribka ditampilkan sebagai sosok yang memanfaatkan air sebagai sarana berbagi hidup untuk kepentingan bersama. Bahkan secara jelas ditampilkan, bahwa Ribka tidak hanya berbagi kehidupan kepada sesama manusia, tetapi juga kepada ciptaan lainnya, hewan peliharaan Ishak (bnd. Ay. 19-20). Totalitas dan ketulusan Ribka untuk berbagi semakin terlihat ketika ia berlari kedua kalinya ke sumur, menimba air dan memastikan, bahwa unta-unta Ishak puas meminumnya. Kita yang terus hidup di masa kini, patut belajar dari ketulusan Ribka untuk berbagi sumber kehidupan dengan sesama dan ciptaan lainnya. Kita diingatkan untuk senantiasa memperjuangkan kepentingan dan keberlanjutan hidup bersama, dibandingkan mementingkan hidup sendiri. Percayalah, bahwa Allah Sang Sumber Berkat itu tidak akan membuat kita berkekurangan ketika dengan tulus kita memutuskan untuk menolong sesama.

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk memanfaatkan air untuk kepentingan bersama. Amin.

*SUMBER SHK BULAN JUNI 2024, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar