Tema Bulanan : Menjaga Alam sebagai Rumah Bersama
Tema Mingguan : Allah Menciptakan Alam Semesta untuk Kesejahteraan Semua Mahluk
Minggu, 23 Juni 2024
bahan bacaan : Kejadian 1:1-31
Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. 3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. 4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. 5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. 6 Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." 7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. 8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. 9 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. 10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 11 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. 12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. 14 Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, 15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. 16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. 20 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala." 21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." 23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. 24 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian. 25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." 29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. 31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
Alam Semesta Tanda Keagungan Allah
Menikmati panorama wisata alam (gunung) di Dusun Siwang, Kecamatan Nusaniwe membuat kita terpesona dan takjub akan keindahan alam, mulai dari pemandangan hijau di pegunungan, ombak di pesisir teluk Ambon hingga matahari terbit dan terbenam. Semua karya ciptaan Allah yang luar biasa tersebut menuntun kita untuk berucap “Allah Maha Pencipta” segala sesuatu yang diciptakan-Nya sempurna dan indah. Hal ini pun ditegaskan dalam bacaan kita, bahwa semua ciptaan Tuhan itu baik dan sempura (ay 1-27). Karena itu, manusia diberi kuasa atas seluruh makhluk (ay.28). Jika kita menyadari bahwa ciptaan Tuhan itu baik, maka sebagai orang percaya kita diberi tanggungjawab untuk mengusahakan, mengelola dan merawat ciptaan Tuhan itu dengan baik. kita diingatkan untuk menghentikan eksploitasi terhadap alam, mencemarkan lingkungan, menebang dan membakar hutan, dan sebagainya. Marilah kita bersyukur bahwa semua ciptaan Tuhan yang baik dan sempurna tersebut hanya diperuntukan bagi pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan semua makhluk terutama bagi manusia, maka menjaga alam sama artinya kita menjaga keagungan Tuhan.
Doa: Roh Kudus tuntun kami untuk mengusahakan alam dengan baik demi kesejahteraan seluruh makhluk. Amin.
Senin, 24 Juni 2024
bahan bacaan : Kejadian 2:8-14
Manusia dan taman Eden
8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. 9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. 10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. 11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. 12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras. 13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. 14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.
Memanfaatkan Kekayaan Alam dengan Rasa Syukur
Menelusuri perjalanan sepanjang sungai Manumbae di Kepulauan Aru Tengah, kita dihadapkan dengan pemandangan yang indah dan menakjubkan karena di pesisir pantai terbentang hutan bakau yang luas. Air sungai yang tenang menjadi tempat aktivitas masyarakat yakni mandi, mencuci, memanggur sagu dan mencari ikan di sungai tersebut. Sungai Manumbae merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa bagi masyarakat di sana. Ciptaan Tuhan yang indah dan menakjubkan dapat kita temukan pula dalam perikop tadi tentang Taman Eden. Taman Eden selain indah memiliki kekayaan alam yang banyak; antara lain: berbagai jenis pohon yang dimakan baik oleh manusia maupun binatang ay.9). Dan yang paling terpenting dalam taman tersebut adalah sungai yang mengalir dengan keempat cabangnya. Dimana salah satu cabang, namanya Pison merupakan tambang emas terbaik. Selain itu terdapat pula damar bedolah (bahan baku minyak wangi, obat-obatan) dan batu krisopras (batu permata) yang memiliki nilai yang berharga. Kekayaan alam yang berada di taman Eden harus diusahakan dan dipelihara dengan baik demi kehidupan (ay.15). Allah telah menyediakan bagi kita kekayaan alam yang berlimpah; baik di darat, udara dan lautan. Marilah kita menjaga dan mengelolanya dengan baik demi keberlangsungan hidup kita semua.
Doa: kami bersyukur dapat memenfaatkan kekayaan alam sebagai berkatMu Tuhan, amin.
Selasa, 25 Juni 2024
bahan bacaan : Kejadian 2: 15-17
15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. 16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
Allah Pencipta Memberi Tugas Bekerja Untuk Kehidupan Bersama
Kelanjutan karya Allah Maha Pencipta dengan menempatkan manusia pertama Adam di taman Eden, adalah bekerja dengan mengusahakan dan memeliharanya. Sering kita salah memahami bahwa seandainya Adam dan Hawa tidak jatuh ke dalam dosa, maka kita hidup enak dan tidak harus bekerja. Padahal kerja itu telah diperintahkan oleh Tuhan Allah. Namun saat jatuh dalam dosa, maka kerja lebih diperberat sebagai hukuman, bahwa dengan berpeluh, bekerja keras untuk menikmati dan mendapatkan berkat Tuhan. Kemudian ada tanggung jawab yang penting kepada Adam yakni semua buah di dalam taman boleh dimakan dengan bebas. Tetapi buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat, jangan dimakan pasti engkau mati. Kita bersyukur bahwa Allah Pencipta menjadikan kita sebagai rekan sekerjaNya dalam menghadirkan damai sejahtera bagi semua ciptaan. Untuk itu adalah penting selalu mengandalkan hikmat Tuhan agar kita taat dan setia melakukan tugas dan tanggung jawab kita dengan baik. Semua pekerjaan yang baik ketika kita melakukannya kesejahteraan semua orang dan demi kemuliaan nama Tuhan, maka akan memberikan kehidupan baru. Namun kalau ketidaktaatan dan melanggar perintah Tuhan, maka semua yang kita lakukan akan membawa kematian bagi kita dan semua orang.
Doa: Tuhan terima kasih untuk kerja yang kami lakukan demi kesejahteraan bersama. Amin.
Rabu, 26 Juni 2024
bahan bacaan : Kejadian 2:18-25
18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." 19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. 20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. 21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. 23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." 24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. 25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.
Allah Pencipta Yang Menyatukan Dan Memberkati
Kelanjutan firman Tuhan di hari kemarin, bahwa manusia pertama Adam, dilihat oleh Allah Sang Pencipta tidak baik seorang diri saja. Maka Tuhan Allah akan memberikan kepadanya Hawa sebagai penolong yang dicipta Tuhan dari tulang rusuk Adam. Kehadiran Hawa sebagai penolong untuk melanjutkan kehidupan yang telah diciptakan dan dianugerahi oleh Tuhan. Adam dan Hawa bukan lagi dua pribadi, namun telah menjadi satu. Didalam cinta kasih Allah, dua pribadi yang berbeda disatukan dengan tujuan menghadirkan kehidupan sejahtera yang diberkati Tuhan. Dalam realita, seiring perjalanan waktu, harus diakui tidak mudah untuk menyatukan dua pribadi yang berbeda. Hal inipun terbukti dalam setiap pergumulan kehidupan keluarga Kristen. Perbedaan yang selalu dipertentangkan karena egoisme masing-masing pribadi. Hal ini menjadi teladan bagi kita semua, dan mesti memaknai kembali akan kebenaran firman Tuhan ini bagi setiap orang secara pribadi baik laki-laki maupun perempuan. Masing-masing memahami tugas panggilannya dengan baik dan diwujudkan dengan penuh kasih sambil tetap meminta hikmat Tuhan agar kesatuan bukanlah sebuah hal yang mustahil untuk menikmati berkat dari Allah Sang Pencipta.
Doa: Tuhan tuntun kami dengan Roh KudusMu agar kami mampu menyatukan hati kami didalam
keperbedaan. Amin.
Kamis, 27 Juni 2024
bahan bacaan : Kejadian 3:9-24
9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" 10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." 11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" 12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." 13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." 14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. 15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." 16 Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu." 17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: 18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; 19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu." 20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. 21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. 22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." 23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. 24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
Allah Mengampuni dan Memberkati
Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya dengan segala baik. Semua yang baik dalam ciptaan Tuhan itu, dinodai dengan kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa. Saat mereka makan buah pengetahuan baik dan jahat oleh hasutan si pencoba, mata mereka terbuka dan mengetahui bahwa mereka telanjang. Mereka menjadi takut dan bersembunyi dari Allah. Tuhan pun menghukum ular sebagai si pencoba. Hawa pun harus susah payah waktu mengandung dan melahirkan sebagai seorang ibu. Pun juga Adam sebagai laki-laki harus bekerja keras dengan mengolah dan mengusahakan tanah sebagai pemberian Tuhan Allah. Mereka akan mengusahakan makanan dari semak duri dan tumbuh-tumbuhan di padang. Dengan berpeluh, bekerja keras untuk mendapatkan berkat sampai kembali kepada Allah sebagai Pencipta. Hawa akan menjadi ibu dari semua yang hidup. Tuhan Allahpun membuat pakaian dari kulit binatang untuk melindungi tubuh mereka. Sekalipun demikian, semua yang dilakukan Allah bertujuan untuk kesejahteraan dan kemakmuran hidup manusia. Panggilan hidup baik kepada Adam dan Hawa dan setiap kita sebagai keluarga Allah adalah melanjutkan kehidupan yang dianugerahi Tuhan bagi kita. Panggilan itu sekalipun berbagai tantangan, persoalan dan pergumulan hidup, namun tuntunan dan penyertaan Tuhan sebagai wujud cinta kasihNya menjadi kekuatan dan harapan bagi kita untuk berupaya mewujudkan kesejahteraan dalam kehidupan kita.
Doa: Tuhan terima kasih untuk kasihMu yang mengampuni dan diwanai dengan memberkati kami. Amin.
Jumat, 28 juni 2024
bahan bacaan : Mazmur 105:37-45
37 Dituntun-Nya mereka keluar membawa perak dan emas, dan di antara suku-suku mereka tidak ada yang tergelincir. 38 Orang Mesir bersukacita, ketika mereka keluar, sebab orang-orang Mesir itu ditimpa ketakutan terhadap mereka. 39 Dibentangkan-Nya awan menjadi tudung, dan api untuk menerangi malam. 40 Mereka meminta, maka didatangkan-Nya burung puyuh, dan dengan roti dari langit dikenyangkan-Nya mereka. 41 Dibuka-Nya gunung batu, maka terpancarlah air, lalu mengalir di padang-padang kering seperti sungai; 42 sebab Ia ingat akan firman-Nya yang kudus, akan Abraham, hamba-Nya. 43 Dituntun-Nya umat-Nya keluar dengan kegirangan dan orang-orang pilihan-Nya dengan sorak-sorai. 44 Diberikan-Nya kepada mereka negeri-negeri bangsa-bangsa, sehingga mereka memiliki hasil jerih payah suku-suku bangsa, 45 agar supaya mereka tetap mengikuti ketetapan-Nya, dan memegang segala pengajaran-Nya. Haleluya!
Allah Pencipta yang Selalu Menggenapi JanjiNya
Tuhan Allah yang memanggil Abraham sebagai leluhur Israel telah menepati janjiNya melalui Ishak dan Yakub. Anak-anak Yakub harus ke Mesir karena kelaparan yang hebat. Allahpun memakai Yusuf sebagai orang kedua di Mesir setelah Firaun. Saatnya mereka keluar dari Mesir tanah perbudakan menuju tanah perjanjian Allah kepada leluhur Israel, Abraham, Ishak dan Yakub. Orang Mesir bersukacita saat bangsa pilihan Tuhan keluar, sebab Mesir dilanda ketakutan karena tangan Allah yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati mereka. Tandanya dengan tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari. Selama 40 tahun satupun diantara mereka tidak tercecer, tidak haus dan kelaparan. Sebab Allah Sang Pencipta selalu menyediakan berkat kecukupan dan kelimpahan bagi umat pilihanNya. Tuhan Allah melakukannya bukan karena bangsa Israel baik dan benar. Namun ikatan janjiNya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Janji itupun nyata bagi kita sekeluarga dalam perjalanan pengembaraan di dunia ini. Ada banyak hal berupa tantangan, persoalan dan pergumulan. Tetapi Allah dalam Kristus tidak pernah meninggalkan kita sedetik pun. Untuk itu yakin dan percayalah akan janji penyertaan dan berkatNya bagi kita sekeluarga.
Doa: Tuhan terima kasih untuk janji berkatMu bagi kehidupan kami sekeluarga. Amin.
Sabtu, 29 Juni 2024
bahan bacaan : Zakharia 10:1-2
Hanya TUHANlah pemberi hujan
Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan Diberikannya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang. 2 Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.
Allah Pencipta Yang Memberikan Hujan Berkat
Allah Sang Pencipta yang telah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya demi kesejahteraan semua makhluk adalah bukti cinta dan sayangnya bagi kita sebagai manusia. Allah telah mengatur dengan begitu baik alam ciptaan dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Kalau ada musim panas, tentu saatnya juga sesuai waktunya akan tiba musim hujan. Yang mengaturnya adalah Tuhan Allah Sang Pencipta. Dalam nas firman Tuhan di hari ini, nabi Zakharia menghimbau kepada umat Israel agar mereka meminta hujan dari Tuhan. Sebab Tuhanlah yng membuat awan-awan sebagai pembawa hujan deras, sehingga daripadanya tumbuh-tumbuhan akan hidup dan bertumbuh di padang untuk menghidupkan semua orang. Himbauan dan peringatan nabi Zakharia ini agar umat sadar akan kemahakuasaan Allah. Jangan mereka memakai kekuatan di luar Allah dengan menanyakan kepada terafim yang jahat dan yang juru-juru tenung yang penuh dusta dan hampa. Realita seperti ini terus terjadi sampai saat ini. Ada upaya untuk meminta hujan dan menghentikannya dengan memakai pawang hujan. Hal itu tentu mendukakan hati Allah dan menjadi teguran keras bagi kita semua. Kita mesti mengagungkan dan memuliakan Tuhan Allah yang memberikan hujan berkat, sebagaimana ungkapan pujian kita kepadaNya.
Doa: Tuhan terima kasih untuk hujan berkatMu bagi kami dan semua makhluk ciptaan. Amin.
*SUMBER SHK BULAN JUNI 2024, LPJ-GPM