Tema bulanan : Pelayan Yang Berkualitas Untuk Pembangunan Jemaat
Tema mingguan : Bersama Merawat Alam Demi Keberlanjutan Hidup
Senin, 1 Juli 2024
bahan bacaan : 2 Raja-Raja 20 : 12-21
Hizkia dan para utusan dari Babel
12 Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya. 13 Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka segenap gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya. 14 Kemudian datanglah nabi Yesaya kepada raja Hizkia dan bertanya kepadanya: "Apakah yang telah dikatakan orang-orang ini? Dan dari manakah mereka datang?" Jawab Hizkia: "Mereka datang dari negeri yang jauh, dari Babel!" 15 Lalu tanyanya lagi: "Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu?" Jawab Hizkia: "Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku." 16 Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: "Dengarkanlah firman TUHAN! 17 Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN. 18 Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel." 19 Hizkia menjawab kepada Yesaya: "Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Tetapi pikirnya: "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!" 20 Selebihnya dari riwayat Hizkia, segala kepahlawanannya dan bagaimana ia membuat kolam dan saluran air dan mengalirkan air ke dalam kota, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda? 21 Kemudian Hizkia mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya. Maka Manasye, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
Muliakan Tuhan Dengan Segala yang Dimiliki
Manusia sebagai bagian dari lingkungan hidup, memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberlanjutan hidup. Hizkia dari Yehuda memberikan contoh itu. Setelah sembuh dari sakit, dengan segala kepahlawanannya, ia membuat kolam dan saluran air, kemudian mengalirkan air tersebut ke dalam kota (ayat 20). Segala yang terdapat dalam perbendaharaan raja tidak hanya diperlihatkan kepada para utusan dari Babel, namun digunakannya pula untuk membuat terowongan dan menjaminkan ketersediaan air di dalam kota. Tindakan Hizkia berdampak pada keberlanjutan hidup masyarakat dan lingkungan. Tindakan yang menjaga keberlanjutan hidup manusia dan alam menjadi panggilan kita semua. Segala yang kita miliki bukan untuk dipamerkan atau disombongkan, tetapi lebih dari itu dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. Jika kita pernah diselamatkan oleh Allah itu, syukuri dan pakailah setiap kesempatan anugerah Tuhan itu untuk melakukan tindakan-tindakan yang berdampak baik bagi sesama dan alam ciptaan Tuhan. Marilah kita berkomitmen untuk menjadikan diri kita, pekerjaan dan pelayanan kita sebagai alat Tuhan untuk menjamin keberlanjutan hidup sesama dan lingkungan!
doa : Doa: Tuhan, dengan semua yang dimiliki, kiranya kami dapat menjadi berkat bagi sesama dan lingkungan, Amin.
Selasa, 2 Juli 2024
bahan bacaan : Pengkotbah 11 : 1-6
Pedoman-pedoman hikmat
Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu. 2 Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi. 3 Bila awan-awan sarat mengandung hujan, maka hujan itu dicurahkannya ke atas bumi; dan bila pohon tumbang ke selatan atau ke utara, di tempat pohon itu jatuh, di situ ia tinggal terletak. 4 Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai. 5 Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu. 6 Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.
Menabur Bibit yang Baik, Menuai Hasil Berlimpah
Kesadaran akan pentingnya menjaga alam dan lingkungan serta mengurangi tindakan merusak alam merupakan langkah awal yang sangat penting menuju kehidupan yang berkelanjutan dan seimbang. Sangat banyak perbuatan kerusakan yang dilakukan manusia terhadap lingkungan, seperti pencemaran air, udara dan tanah. Pencemaran tanah misalnya, ditandai dengan adanya bahan pada permukaan atau di bawah permukaan tanah yang dapat mengganggu kemampuan tanah tersebut untuk mendukung kehidupan makhluk hidup di atasnya. Pencemaran tanah harus dihindari sebab tanah merupakan tempat hidup yang harus dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan. Itulah nasehat bijak pengkhotbah di hari ini. Ia mengingatkan manusia untuk bekerja mengupayakan tanah dan menabur benih diatas tanah setiap waktu. Merawatnya dengan baik, supaya hasil yang didapatkan berlimpah dan menjamin keberlanjutan hidup. Menjaga lingkungan yang berkelanjutan adalah kunci untuk menjaga ekosistem yang berfungsi baik, melindungi keanekaragaman hayati, dan memastikan kualitas hidup yang baik bagi semua makhluk hidup di bumi. Dengan begitu kita telah menjaminkan keberlanjutan kehidupan ini.
Doa : Doa: Tuhan, kami mau terus memanfaatkan tanah demi keberlanjutan hidup, Amin
Rabu, 3 Juli 2024
Bahan bacaan : Ulangan 22 : 6-7
6 Apabila engkau menemui di jalan sarang burung di salah satu pohon atau di tanah dengan anak-anak burung atau telur-telur di dalamnya, dan induknya sedang duduk mendekap anak-anak atau telur-telur itu, maka janganlah engkau mengambil induk itu bersama-sama dengan anak-anaknya. 7 Setidak-tidaknya induk itu haruslah kaulepaskan, tetapi anak-anaknya boleh kauambil. Maksudnya supaya baik keadaanmu dan lanjut umurmu.
Jagalah Kehidupan Sesama Ciptaan
Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmatNya, selalu baru tiap pagi. Demikianlah pengakuan iman kita semua, yang meyakini bahwa kehidupan kita hingga hari ini adalah berkat kasih setia Tuhan. Rahmat Tuhan ini tidak hanya berlaku bagi kita melainkan juga ciptaan Tuhan lainnya. Penulis kitab Ulangan menyampaikan dalam bacaan hari ini berbagai aturan supaya kita memiliki hidup yang berbelaskasih bagi sesama manusia dan hewan, serta menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak benar. Larangan untuk tidak boleh mengambil dan membunuh anak-anak burung adalah demi kelangsungan hidup burung-burung itu hingga menjadi besar. Janganlah kita berpura-pura untuk tidak memperhatikan sesama ciptaan Tuhan, apalagi merusak dan menghancurkan hidup mereka. Tidak ingatkah, bahwa di balik kehidupan mereka, ada berkat yang Tuhan sediakan bagi kita manusia? Sebab itu bukan saja soal mempedulikan, tetapi di tuntut untuk memahami apa yang menjadi kepunyaan kita dan yang bukan.Tuhan tidak mengijinkan kita melakukan kekejaman, ketidakadilan dan tindakan semena-mena kepada sesama manusia, maupun hewan dan lainnya. Kita harus menjadi orang-orang yang bertanggungjawab, berhati peduli dan penuh belas kasih demi hidup berkelanjutan.
Doa : Mampukan kami Tuhan agar tetap mengasihi sesama ciptaanMu. Amin.
Kamis, 4 Juli 2024
Bahan bacaan : Imamat 19 : 9-10
9 Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu. 10 Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu.
Pedulilah Kepada Mereka yang Membutuhkan
Tuhan selalu memanggil kita untuk memperhatikan mereka yang membutuhkan. Dalam beberapa hukum yang disampaikan-Nya melalui Musa, Allah memerintahkan umat-Nya untuk tidak menuai sampai habis, melainkan meninggalkan sisa tuaian untuk orang miskin dan orang asing (Ay.10). Allah ingin umat-Nya memperhatikan dan menyediakan kebutuhan bagi orang-orang yang berkekurangan di tengah-tengah mereka. Dengan melakukan hal demikian, mereka telah menjaga keberlangsungan hidup saudara-saudara yang lemah dan membutuhkan. Hukum ini mungkin semakin sulit diterapkan di zaman sekarang. Semangat individualis membuat orang menjadi kurang peduli kepada sesama. Apalagi tekanan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan semakin banyak, orang memusatkan tindakan demi mencari untung belaka. Situasi ini menyulitkan untuk menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang miskin dan lemah. Meskipun begitu hari ini firman Tuhan kembali mengingatkan bahwa di sekitar kita ada banyak saudara yang sungguh membutuhkan. Pada kita ada berkat yang dari Tuhan. Maka sesungguhnya kita pun masih memiliki kesempatan untuk menjadi penyalur berkat Tuhan bagi mereka. Kita dapat terus menjadi pribadi-pribadi yang peduli dan menyatakan kebaikan serta berkat Tuhan bagi sesama yang lemah dan membutuhkan.
doa : Ya Tuhan, tolong agar kami terus menjadi berkat bagi sesama yang membuthkan. Amin
Jumat, 5 Juli 2024
Bahan bacaan : Keluaran 23 : 10-12
10 Enam tahunlah lamanya engkau menabur di tanahmu dan mengumpulkan hasilnya, 11 tetapi pada tahun ketujuh haruslah engkau membiarkannya dan meninggalkannya begitu saja, supaya orang miskin di antara bangsamu dapat makan, dan apa yang ditinggalkan mereka haruslah dibiarkan dimakan binatang hutan. Demikian juga kaulakukan dengan kebun anggurmu dan kebun zaitunmu. 12 Enam harilah lamanya engkau melakukan pekerjaanmu, tetapi pada hari ketujuh haruslah engkau berhenti, supaya lembu dan keledaimu tidak bekerja dan supaya anak budakmu perempuan dan orang asing melepaskan lelah.
Mengasihi Sesama dan Ciptaan Allah Lainnya
Dalam kenyataannya, ada orang yang hidup mementingkan dirinya sendiri. Mereka tidak peduli pada kehidupan orang lain. Mereka menjadi orang-orang yang serakah dan egois, serta memikirkan kebutuhan hidupnya sendiri. Perilaku seperti ini tidak dikehendaki Tuhan. Karena itu, melalui Musa, Tuhan mengajarkan umat Israel agar dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka dapat memberikan perhatian kepada orang lain dan ciptaan Allah lainnya. Nas bacaan hari ini menegaskan hal itu, “Pada tahun ketujuh haruslah engkau meninggalkannya supaya orang miskin dapat makan … pada hari ketujuh haruslah engkau berhenti supaya lembu dan keledaimu tidak bekerja” (ay. 11-12). Penegasan ini penting supaya kita selalu ingat bahwa berupaya untuk memenuhi kebutuhan atau nafkah hidup, bukanlah berarti menutup mata terhadap orang lain dan ciptaan Allah lainnya. Kita harus menjauhkan diri dari sikap memeras alam demi kepentingan diri sendiri dan bertanggungjawab melestarikan alam ini demi keberlanjutan hidup.
Doa : Bapa ajarlah kami untuk selalu mengasihi sesama dan ciptaan Allah yang lain, Amin
Sabtu, 6 Juli 2024
bahan bacaan : Ulangan 20 : 19-20
19 Apabila dalam memerangi suatu kota, engkau lama mengepungnya untuk direbut, maka tidak boleh engkau merusakkan pohon-pohon sekelilingnya dengan mengayunkan kapak kepadanya; buahnya boleh kaumakan, tetapi batangnya janganlah kautebang; sebab, pohon yang di padang itu bukan manusia, jadi tidak patut ikut kaukepung. 20 Hanya pohon-pohon, yang engkau tahu tidak menghasilkan makanan, boleh kaurusakkan dan kautebang untuk mendirikan pagar pengepungan terhadap kota yang berperang melawan engkau, sampai kota itu jatuh."
Pohon itu Berkat dari Tuhan
Memperingati Hari Penanaman Pohon Indonesia pada tahun 2017, DISNAKERTRANS menggunakan Slogan: “Selembar Daunku Berarti Secercah Kehidupan di Bumi yang kau pijak”. Kalimat dalam slogan ini menjadi penegasan bagi kita tentang pentingnya pepohonan untuk keberlangsungan hidup di bumi. Nas bacaan hari ini juga mengingatkan hal yang sama, pohon adalah berkat dari Tuhan. Dalam keadaan terdesak sekalipun seperti peperangan, kita tetap diminta untuk menjaga setiap ciptaan Tuhan. Pepohonan sebenarnya tidak hanya sekadar objek di alam, namun makhluk hidup yang menjadi pelindung kehidupan. Ada berbagai macam manfaat yang kita dapati dari sebuah pohon. Menyediakan sumber daya penting bagi kehidupan manusia, misalnya: oksigen, buah-buahan, bahkan akar pohon mampu menahan tanah dan menjaga aliran air saat datangnya hujan deras. Betapa penting dan bermanfaatnya pepohonan bagi keberlanjutan hidup semua makhluk. Firman Tuhan di hari ini mengingatkan kita semua untuk terus memelihara bumi, menghormati dan menghargai pepohonan sebagai simbol kasih dan pemeliharaan Tuhan. Hentikanlah penebangan liar dan pengrusakan hutan. Janganlah karena ulah kita, pepohonan menjadi rusak. Semoga kita terus menunjukkan rasa syukur melalui tanggung jawab kita untuk menjaga dan melestarikan pepohonan sebagai anugerah berharga dari Tuhan.
doa : Tuhan, kami mau selalu menjaga pohon yang adalah berkatMu bagi kehidupan, Amin
*SUMBER : SHK BULAN JULI 2024, LPJ-GPM