Santapan Harian Keluarga, 7 – 13 Juli 2024

Tema Bulanan : Pelayan Yang Berkualitas Untuk Pembangunan Jemaat

Tema Mingguan : Diberdayakan Untuk Pembangunan Jemaat

Minggu, 7 Juli 2024

bahan bacaan : 1 Petrus 2 : 1 – 10

Yesus Kristus batu penjuru
Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. 2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, 3 jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. 4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. 5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. 6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan." 7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan." 8 Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan. 9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: 10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Kristus Menjadi Dasar Hidup

Rumah yang berkualitas pasti memiliki dasar yang kokoh. Dasar yang kokoh atau kuat menjadikan sebuah rumah dapat bertahan dalam setiap ancaman. Ketika diterjang angin kencang pun rumah tersebut tetap berdiri tegak karena memiliki dasar yang kokoh. Menjadi orang Kristen berarti harus tetap menjadikan Kristus sebagai dasar beriman dalam hidup yang dijalani. Rasul Petrus menasihati jemaat agar berusaha membangun hidup sebagai umat Tuhan. Hidup sebagai umat Tuhan artinya harus menjaga kekudusan dalam setiap kenyataan. Kekudusan hidup yang dimaksud adalah menjauhkan diri dari segala kejahatan, tipu muslihat, kemunafikan, kedengkian, fitnah bahkan perbuatan lainnya yang jauh dari kehendak Yesus Kristus. Orang percaya haruslah tetap hidup dengan menjaga kekudusan dan saling mengasihi. Saat hidup yang kudus dan kasih persaudaraan diaktakan maka sesungguhnya orang percaya telah memberitakan tentang Yesus Kristus melalui perilaku yang berkualitas. Hal ini penting sebab orang percaya akan berjumpa dengan begitu banyak kenyataan hidup. Berjumpa dengan orang yang beragam, situasi hidup yang berguncang. Atas dasar itu maka orang percaya harus memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi setiap kenyataan hidup. Dasar hidup yang kuat adalah tetap menjadikan Yesus Kristus sebagai pedoman atau patokan yang mengarahkan dan menuntun. Karena itu, jadikanlah Kristus sebagai dasar agar sebagai orang percaya kita tetap menjalani hidup dengan berkualitas.

Doa: Bimbinglah kami dengan Roh-Mu ya Tuhan agar kami tetap hidup meneladani-Mu. Amin.

Senin, 8 Juli 2024

bahan bacaan : Roma 1 : 1-7

Salam
Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. 2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, 3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, 4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita. 5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. 6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus. 7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.

Hiduplah Sebagai Pelayan Kristus!

Hidup adalah anugerah dari Tuhan kepada manusia. Ada begitu banyak anugerah Tuhan dalam hidup manusia salah satunya yakni potensi atau kemampuan diri.  Setiap manusia tentu memiliki kemampuan atau potensi di dalam dirinya. Potensi atau kemampuan pada setiap manusia harus tetap dikembangkan atau didayagunakan untuk kebaikan bersama dalam hidup. Rasul Paulus memperkenalkan dirinya sebagai orang yang dipanggil dan dipilih oleh Yesus Kristus untuk memberitakan Injil Allah. Anugerah yang diterima oleh Paulus kemudian digunakan untuk setia melakukan tanggung jawab pemberitaan dimanapun ia berada. Hidup dan pelayanan yang ditunjukkan oleh Rasul Paulus menjadi teladan bagi setiap orang percaya untuk tetap menggunakan anugerah Tuhan bagi kebaikan bersama. Anugerah yang Tuhan berikan melalui potensi atau kemampuan bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Melalui anugerah itulah maka orang percaya dituntut untuk terus memuliakan Tuhan lewat setiap karya dimanapun berada. Jagalah kekudusan hidup sebagai orang-orang yang telah menikmati anugerah Tuhan. Hiduplah sebagai pelayan Yesus Kristus sebab Ia telah menganugerahkan kehidupan bagi setiap orang percaya.

Doa: Ya Tuhan, tuntunlah kami agar tetap menjadi pelayan-Mu yang setia. Amin.

Selasa, 9 Juli 2024

bahan bacaan : Roma 1 : 8-15

Paulus ingin ke Roma
8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia. 9 Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu: 10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu. 11 Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, 12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku. 13 Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu--tetapi hingga kini selalu aku terhalang--agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain. 14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. 15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.

Melayani Tuhan Dengan Segenap Hati

Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang mempunyai tujuan untuk sesuatu yang baik. Tujuan dari setiap pekerjaan dapat tercapai jika dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dalam melakukan pekerjaan tertentu, setiap orang harus menggunakan potensi atau kemampuan agar kerja yang dilakukan berlangsung dengan baik. Rasul Paulus menunjukkan teladan dalam pekerjaan pemberitaan yang ia lakukan bagi jemaat-jemaat Kristen. Teladan yang dimaksud ialah Rasul Paulus bersungguh-sungguh melakukan tanggung jawabnya sekalipun berhadapan dengan tantangan atau kesulitan. Dalam tantangan yang dihadapi Rasul Paulus, ia menulis surat kepada jemaat di Roma untuk menguatkan iman kepada Yesus Kristus dan mengokohkan persekutuan bersama. Iman kepada Yesus Kristus dan keutuhan adalah cara untuk menghadapi setiap kesulitan yang dihadapi oleh jemaat. Rasul Paulus sekalipun berada di dalam kesulitan tetapi ia tetap menguatkan jemaat yang juga sementara menghadapi tantangan. Pelayanan Rasul Paulus menjadi kekuatan bagi orang percaya agar dalam melakukan setiap pekerjaan atau pelayanan harus dilakukan dengan segenap hati. Sekalipun ia berhadapan dengan kesulitan atau tantangan namun kesungguhan hati harus diwujudkan agar tujuan dari pekerjaan atau pelayanan dapat tercapai. Ingatlah! apapun yang dilakukan merupakan tanggung jawab kepada Tuhan yang telah menganugerahkan segala sesuatu. Karena itu, tetaplah setia melayani Tuhan dalam setiap hal dengan segenap hati.

Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk terus melayani-Mu. Amin.

Rabu, 10 Juli 2024

Bahan bacaan : Kisah Para Rasul 18 : 24 – 28

Apolos di Efesus
24 Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. 25 Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. 26 Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah. 27 Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. 28 Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.

Memberitakan Yesus Kristus dengan Totalitas Diri

Tanggung jawab pemberitaan adalah tugas dari setiap orang percaya. Orang percaya dituntut untuk setia menunjukkan kebaikan Yesus melalui pikiran, tutur kata dan perbuatan setiap hari. Seringkali perkataan atau perbuatan orang percaya tidak sejalan dengan ajaran Tuhan. Bahkan, apa yang dikatakannya sebagai bentuk imannya pun tak sama dengan apa yang dilakukannya. Oleh sebab itu, memberitakan jalan Tuhan harus dilakukan dalam totalitas dirinya sebagai orang beriman. Jalan Tuhan yang dimaksud adalah seluruh kehendak Yesus Kristus yang diimani setiap orang percaya. Kesetiaan Apolos – termasuk juga Priskila dan Akwila – untuk memberitakan tentang Yesus menjadi contoh bagi orang percaya di masa kini agar setia menyaksikan tentang Yesus dimanapun berada. Selain itu, menjaga persekutuan bersama adalah kekuatan dalam melakukan tanggung jawab pekerjaan atau pelayanan masing-masing.

Doa: Ya Tuhan, berilah RohMu menuntun kami dalam tugas pemberitaan. Amin.

Kamis, 11 Juli 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 14 : 21 – 23

Kembali ke Antiokhia
21 Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. 22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. 23 Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.

Kristus Menguatkan Setiap Orang Yang Percaya Kepada-Nya

Sebuah karang di tepi laut tetap berdiri kokoh ketika ombak menerjang. Dalam menjalani kehidupan, orang yang memperoleh keberhasilan adalah mereka yang kuat menghadapi tantangan atau kesulitan. Paulus dan Barnabas menghadapi tantangan dari orang-orang yang tidak menyukai mereka karena keduanya setia melayani. Keteguhan iman Paulus dan Barnabas membuat mereka tetap melakukan tugas pemberitaan di beberapa kota. Ketekunan di dalam iman kepada Yesus Kristus membuat Paulus dan Barnabas dapat melakukan tanggung jawab tersebut dengan baik. Hal inilah yang disampaikan kepada orang-orang percaya pada waktu itu. Ketekunan kepada Yesus Kristus yang berwujud dalam keteguhan hati untuk berjalan sesuai kehendak Yesus membuat Paulus – juga Barnabas – diselamatkan dari ancaman kehidupan yang dihadapi. Orang percaya yang mengimani Yesus Kristus harus tetap teguh di dalam iman. Keteguhan iman itulah yang membuat orang percaya dapat bertahan menghadapi setiap kemelut hidup. Jangan kuatir sebab Yesus Kristus selalu menguatkan orang-orang yang setia mengandalkan-Nya dalam seluruh perjalanan hidup.

Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah kami agar mampu menghadapi setiap pencobaan. Amin.

Jumat, 12 Juli 2024

bahan bacaan : Matius 16 : 13 – 20

Pengakuan Petrus
13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" 14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." 15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" 16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" 17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. 18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." 20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.

Kebahagiaan Menjadi Pengikut Kristus

Sebahagiaan merupakan keinginan dari setiap manusia. Hidup yang dijalani tentu disertai dengan keinginan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan yang merupakan kebahagiaan bagi setiap orang. Hal ini tentu tidak dapat dipungkiri sebab tujuan hidup dari manusia adalah memperoleh berbagai kebahagiaan yang ingin dicapai. Demikian halnya dalam kehidupan beriman, kebahagiaan bagi setiap orang percaya adalah Tuhan menganugerahkan kehidupan yang baik. Kehidupan yang baik bukan hanya untuk masa kini tetapi juga bagi masa yang akan datang. Pengakuan Petrus tentang siapa Yesus menjadi teladan bagi setiap orang percaya untuk mewujudkannya dalam hidup yang dijalani. Pengakuan itu berkaitan dengan keberadaan Yesus sebagai Mesias – Anak Allah Yang Hidup. Hal ini berarti bahwa seluruh hidup orang percaya akan aman terpelihara di dalam perlindungan Yesus, Sang Mesias. Pengakuan kepada Yesus itu haruslah terwujud dalam pikiran, perkataan dan perbuatan dari setiap orang percaya. Selain itu, menjaga keutuhan sebagai umat Tuhan juga merupakan cara mewujudkan pengakuan akan Yesus Kristus dalam hidup beriman. Yakinlah bahwa jika tetap setia menjadikan Yesus Kristus sebagai Penolong dalam seluruh perjalanan hidup maka kebahagiaan akan diperoleh setiap orang percaya.

doa : Ya Kristus tolonglah agar kami tetap tekun hidup sesuai kehendak-Mu, Amin

Sabtu, 13 Juli 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 8 : 22 – 24

22 Bersama-sama dengan mereka kami utus seorang lain lagi, yakni saudara kita, yang telah beberapa kali kami uji dan ternyata selalu berusaha untuk membantu. Dan sekarang ia makin berusaha karena besarnya kepercayaannya kepada kamu. 23 Titus adalah temanku yang bekerja bersama-sama dengan aku untuk kamu; saudara-saudara kami yang lain itu adalah utusan jemaat-jemaat dan suatu kemuliaan bagi Kristus. 24 Karena itu tunjukkanlah kepada mereka di hadapan jemaat-jemaat bukti kasihmu dan bukti kemegahanku atas kamu.

Menjadi Rekan Sekerja Allah

Teks 2 Korintus 8:22-24 yang menjadi dasar perenungan di hari ini memperlihatkan tentang kerelaan Titus dan kedua temannya untuk menjadi rekan kerja Allah bersama-sama dengan Paulus. Salah satu tugas yang diberikan Paulus kepada Titus yakni mengumpulkan persembahan dari jemaat Korintus untuk menolong orang Kristen di Yerusalem yang sementara mengalami kesulitan hidup. Mungkin bagi sebagian orang, mengumpulkan persembahan umat adalah persoalan yang mudah, tetapi tidak di zaman Paulus. Hal itu dikarenakan, tugas pelayanan untuk mengumpulkan uang membutuhkan kejujuran dan kerelaan yang sungguh dari setiap pelayan. Apalagi, ditambah dengan lokasi pengumpulan yang jauh dan jemaat-jemaat yang tidak dikenal sebelumnya. Namun menariknya, Titus tetap menerima tugas pelayanan tersebut. Kerelaan Titus dan kedua rekannya menjadi panggilan untuk setiap umat Kristen saat ini agar turut bersedia menjadi rekan kerja Allah di tengah-tengah dunia ini. Karena itu, tugas pelayanan yang diemban jangan dilihat sebagai beban. Justru sebaliknya, tugas pelayanan harus dipahami sebagai anugerah Allah, sehingga kita perlu memiliki kesungguhan hati untuk melakukan tugas itu.

Doa: Tuhan, mampukan dan layakanlah kami menjadi rekan kerja-Mu. Amin

*SUMBER : SHK BULAN JULI 2024, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar