Santapan Harian Keluarga, 21 – 27 Juli 2024

Tema Bulanan : Pelayan yang Berkualitas untuk Pembangunan Jemaat

Tema Mingguan : Pelayan yang Menyukakan Hati Allah

Minggu, 21 Juli 2024

bahan bacaan : 1 Tesalonika 2 : 1 – 12

Pelayanan Paulus di Tesalonika
Kamu sendiripun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia. 2 Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat. 3 Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. 4 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita. 5 Karena kami tidak pernah bermulut manis--hal itu kamu ketahui--dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi--Allah adalah saksi-- 6 juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. 7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. 8 Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi. 9 Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu. 10 Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya. 11 Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang, 12 dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.

Melayani Dengan Hati

Tema mingguan: “Pelayan yang menyukakan hati Allah” adalah pelayan yang melakukan kehendak Tuhan dalam praktek hidup sehari,hari, misalnya: tidak boleh bermulut manis (ay.5) mengucapkan kata-kata yang menyenangkan orang lain tapi memiliki maksud yang tidak baik, serakah, cinta uang (1.Tim.6:19), mencari pujian (ay.6) Seorang pelayan tidak boleh memuji diri atau suka dipuji orang lain. Sebaliknya, ia harus hidup ramah, sikap penuh kasih dan baik hati (ay.7),  rajin memberitakan inji kepada sesama (ay.8), pekerja keras (ay.9), memiliki karakter yang saleh, adil dan tidak melakukan perbuatan yang tidak baik (ay.10), saling mendukung dan menguatkan terutama mereka yang lemah iman (ay.11), Hidup sesuai kehendak/perintah Allah (ay,12). Nasehat Paulus di atas, merupakan karakter kristiani yang harus dimiliki oleh orang percaya, terutama pelayan Tuhan dalam melaksanakan tugas pemberitaan injil bagi keluarga, gereja dan masyarakat.

Doa, Roh Kudus Menuntun kami melayani dengan hati, amin

Senin, 22 Juli 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 3 : 7-11

7 Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian 8 betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh! 9 Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran. 10 Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti. 11 Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan.

Roh Menuntun Kita Menegakkan Hukum

Hari ini, 22 Juli diperingati sebagai Hari Kejaksaan Nasional. Momentum ini dirayakan sebagai wujud apresiasi terhadap berbagai upaya penegakkan hukum dan keadilan yang dilakukan oleh lembaga kejaksaan selama ini. Sekalipun kenyataannya, persoalan-persoalan yang berkaitan dengan proses penegakkan hukum belum tuntas dan memberi keadilan bagi seluruh masyarakat terutama orang-orang lemah. Nas bacaan hari ini berbicara tentang pelayan-pelayan perjanjian yang baru. Paulus memberikan pemahaman baru kepada Jemaat Korintus, khususnya kepada mereka yang adalah orang Yahudi tentang hukum taurat (hukum Musa), bahwa hukum taurat merupakan dokumen tertulis tapi perjanjian baru didasarkan pada kuasa Roh yang menghidupkan. Manusia bisa saja memberlakukan hukum tertulis, namun sewaktu-waktu bisa melanggar hukum. Karena itu, Roh harus bekerja dihatinya supaya menjadi taat dan patuh terhadap ketentuan hukum. Pesan nas ini kepada para penegak hukum (Jaksa, Hakim, Polisi) maupun masyarakat, yakni hiduplah dalam tuntunan Roh Kudus supaya kita taat hukum.

doa, Roh Kudus, kiranya menuntun penegak hukum melaksanakan tugas dengan adil dan benar, amin

Selasa, 23 Juli 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 3 : 12-18

12 Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian, 13 tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu. 14 Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya. 15 Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. 16 Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. 17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. 18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Yesus Membuka Jalan Menuju Keselamatan

Perikop ini berisi usaha Paulus untuk membela kerasulannya sekaligus melawan orang-orang Yahudi yang lebih suka perjanjian lama dan hukum Taurat serta menolak perjanjian yang baru atau hubungan yang baru dengan Kristus. Mereka membandingkan cara pelayanan Paulus dengan pelayanan yang dilakukan oleh Musa. Menurut Paulus, hukum taurat hanya berisi loh-loh batu untuk ditaati oleh umat Israel sedangkan perjanjian baru berisi perjanjian antara Allah dan manusia yang telah diperbaharui/diperdamaikan didalam Yesus Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib yang memimpin kepada kehidupan, pembenaran dan keselamatan. Bagi Paulus, penolakan mereka terhadap Yesus karena pikiran mereka dihalangi oleh selubung (hati yang terikat pada hukum Taurat) sehingga mereka tidak dapat melihat kemuliaan Tuhan. Karena itu, mereka harus membuka hati untuk menerima Yesus Kristus dan bersedia untuk melayani Allah. Nas ini mengajarkan kita untuk membuka “selubung” yakni prasangka, ketakutan, kekuatiran, kepentingan diri serta melayani Tuhan dengan berani, taat dan setia.

doa, Tuhan tuntunlah kami dengan Roh Kudus supaya tetap setia, amin

Rabu, 24 Juli 2024

bahan bacaan : Lukas 16 : 10-13

Setia dalam perkara yang kecil Nasihat
10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. 11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? 12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? 13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

 Kesetiaan Berawal Dari Hal Kecil

Filsuf Tiongkok, Lao Tzu mengatakan “Kesetiaan” ibarat perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah pertama. Jangan meremehkan satu langkah jika ingin mencapai banyak langkah ke depan artinya jangan meremehkan tanggung jawab yang kecil, bila kita berharap mendapatkan tanggung jawab yang besar, Lukas 16:10-13, berisi nasehat Tuhan Yesus kepada kita supaya setia melakukan tugas. Sekecil apapun tugas tersebut, kita harus melakukannya dengan jujur, taat dan disiplin. Banyak orang berkeinginan untuk meraih sukses besar, jabatan, kuasa, kekayaan tapi kenyataannya tidak menjalankan tugas tersebut dengan baik. Akhirnya menggunakan cara-cara yang tidak benar, seperti: suap, korupsi, menjatuhkan orang lain, dsb. Selain itu, kesetiaan juga terkait dengan bagaimana seorang hamba tidak boleh mengabdi kepada Allah dan kepada mamon (uang). Kita hidup membutuhkan uang tapi tidak boleh mencintai uang lebih daripada Tuhan. Karena akar kejahatan adalah cinta uang (1 Tim. 6:10). Dan barangsiapa yang mencintai uang akan binasa.

doa : Tuhan Tuntunlah kami menjadi pelayan yang menyukakan hati Tuhan, amin

Kamis, 25 Juli 2024

bahan bacaan : 2 Raja-raja 5 : 16-18

16 Tetapi Elisa menjawab: "Demi TUHAN yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan, sesungguhnya aku tidak akan menerima apa-apa." Dan walaupun Naaman mendesaknya supaya menerima sesuatu, ia tetap menolak. 17 Akhirnya berkatalah Naaman: "Jikalau demikian, biarlah diberikan kepada hambamu ini tanah sebanyak muatan sepasang bagal, sebab hambamu ini tidak lagi akan mempersembahkan korban bakaran atau korban sembelihan kepada allah lain kecuali kepada TUHAN. 18 Dan kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam perkara yang berikut: Apabila tuanku masuk ke kuil Rimon untuk sujud menyembah di sana, dan aku menjadi pengapitnya, sehingga aku harus ikut sujud menyembah dalam kuil Rimon itu, kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam hal itu."

Melayani Tuhan Tanpa Pamrih

Tema pelayanan kita di minggu ini adalah “pelayan yang menyukakan hati Allah”. Tema ini tercermin melalui sikap nabi Elisa yang menolak pemberian hadiah dari Naaman panglima raja Aram setelah disembuhkan dari sakit kusta. Nabi Elisa menjawab Naaman bahwa ia sebagai pelayan Tuhan tidak akan menerima pemberian dari orang yang ia layani, sebab hal tersebut telah menjadi tugas panggilan pelayannya. Sekalipun terus dipaksa oleh Naaman, namun nabi Elisa tetap saja menolaknya. Hal ini membuat Naaman bersimpati terhadap nabi Elisa dengan meminta setumpuk tanah untuk dibawa pulang dan dia pun percaya kepada Allah Israel dan mau hidup menyembahNya. Sikap nabi Elisa yang melayani tanpa pamrih sekaligus menjadi kesaksian bagi Naaman untuk percaya kepada Allah Israel. Sebuah teladan yang baik bagi kita semua bahwa melayani Tuhan melalui pekerjaan, usaha maupun pelayanan kita, hendaknya kita lakukan dengan tanpa pamrih dan tidak mengharapkan imbalan apapun, sebab kita yakin Tuhan sumber berkat akan memberikan kelimpahan berkat bagi kita. Sikap demikian akan menjadi kesaksian bagi semua orang untuk menjadi percaya kepada Allah dalam Kristus sebagai sumber hidup dan berkat yang memberkati kita ketika melayani tanpa pamrih.   

Doa:  Tuhan tuntun dan mampukan kami untuk melayaniMu tanpa mengharapkan imbalan apapun. Amin

Jumat, 26 Juli 2024

bahan bacaan : Efesus 6 : 5-7

5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, 6 jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, 7 dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

Melayani Tuhan dan Sesama Sesuai Dengan KehendakNya

Setiap pekerjaan maupun usaha yang kita lakukan hendaknya didasari pada pemahaman bahwa semuanya itu ditujukan untuk Tuhan dan kemuliaan namaNya. Hal ini dinasehati oleh Rasul Paulus dalam surat pastoralnya kepada jemaat di Efesus terkhusus kepada para hamba. Mereka ini adalah bawahan, sehingga pasti tunduk kepada tuan karena ada bayaran atau upah. Hal tersebut merupakan suatu kewajaran dan kewajiban, sebab mereka telah bekerja kepada tuannya. Namun nasehat ini mengingatkan bahwa tujuan mereka bekerja seharusnya bukan upah atau uang semata, namun merupakan wujud iman dan ketaatan kepada Tuhan. Nasehat tersebut juga penting bagi kita sebagai keluarga Allah dalam melaksanakan seluruh tugas dan pelayanan. Hendaknya kita melakukannya dengan ketulusan hati dan sukacita sebab kita melakukan bukan untuk manusia tetapi untuk Tuhan serta bagi hormat dan kepujian namaNya. Dengan demikian kita selalu menyukakan hati Tuhan melalui pekerjaan dan pelayanan kita.

doa : Ya Tuhan kuatkan kami agar semua pekerjaan yang dilakukan untuk menyukakan hati_Mu Tuhan, amin

Sabtu, 27 Juli 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 15 : 58

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Melayani Tuhan Jerih Payah Tidak Sia-Sia

Peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus menjadi inti dari seluruh pemberitaan injil yang dilakukan oleh Rasul Paulus. Sekalipun diwarnai dengan berbagai tantangan bahkan penderitaan, namun Paulus tetap menasehati jemaat di Korintus agar mereka tetap berdiri teguh, tidak goyah dan selalu giat dalam melayani pekerjaan Tuhan. Jemaat harus selalu setia dalam memberitakan Kristus yang bangkit dan telah memberikan jaminan keselamatan  bagi jemaat dan setiap orang percaya. Paulus menegaskan bahwa jemaat harus memahami relasi jemaat dengan Tuhan sebagai persekutuan. Sebab, semua yang dilakukan dengan iman dan pengharapan demi kemajuan injil serta kemuliaan nama Tuhan, maka ada upah dari jerih dan kerja keras jemaat yakni keselamatan kekal didalam Tuhan Yesus Kristus. Berita sukacita ini juga diperuntukan bagi kita sebagai keluarga Allah yang terpanggil untuk memberitakan injil Kristus bagi semua orang melalui tutur kata, sikap serta perbuatan kita. Kita melakukannya dengan penuh sukacita, sebab kita yakin bahwa jerih payah tidak sia-sia yakni tersedia mahkota kehidupan bagi kita sebagai orang percaya. 

Doa:  Terima kasih Tuhan yang memberikan jaminan keselamatan kekal bagi kami yang giat selalu dalam pekerjaanMu. Amin.-

  • SUMBER : SHK BULAN JULI 2024, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar