Tema Bulanan : Pelayan Yang Berkualitas Untuk Pembangunan Jemaat
Tema Mingguan : Melayani sebagai Kawan Sekerja Allah
Minggu, 28 Juli 2024
bahan bacaan : Filipi 2 : 19 – 3 : 1a
Timotius dan Epafroditus
19 Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu, supaya tenang juga hatiku oleh kabar tentang hal ihwalmu. 20 Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu; 21 sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus. 22 Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya. 23 Dialah yang kuharap untuk kukirimkan dengan segera, sesudah jelas bagiku bagaimana jalannya perkaraku; 24 tetapi dalam Tuhan aku percaya, bahwa aku sendiripun akan segera datang. 25 Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku. 26 Karena ia sangat rindu kepada kamu sekalian dan susah juga hatinya, sebab kamu mendengar bahwa ia sakit. 27 Memang benar ia sakit dan nyaris mati, tetapi Allah mengasihani dia, dan bukan hanya dia saja, melainkan aku juga, supaya dukacitaku jangan bertambah-tambah. 28 Itulah sebabnya aku lebih cepat mengirimkan dia, supaya bila kamu melihat dia, kamu dapat bersukacita pula dan berkurang dukacitaku. 29 Jadi sambutlah dia dalam Tuhan dengan segala sukacita dan hormatilah orang-orang seperti dia. 30 Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku. Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan.
Saling Membantu Sebagai Kawan Sekerja Allah
Tema pelayanan kita sepanjang minggu ini adalah “melayani sebagai kawan sekerja Allah”. Tema ini diangkat melalui nas bacaan hari ini yang mana terdapat dalam surat pastoral rasul Paulus kepada jemaat di Filipi. Paulus menceritakan semua pelayanan pekabaran injil Kristus dengan berbagai tantangan dan persoalan termasuk juga kondisi kesehatannya dapat dilakukan karena bantuan, baik Timotius maupun Epafroditus sebagai kawan sekerja Allah. Hal tersebut membuat Paulus tetap bersyukur dan bersukacita di dalam Tuhan serta mengajak jemaat untuk berada dalam kondisi demikian. Ajakan serta nasehat Paulus kepada jemaat di Filipi ini, agar mereka menerima Timotius dan Epafroditus menjadi bagian dari seluruh tugas dan tanggung jawab pelayanan sebagai satu persekutuan orang percaya. Semua orang percaya sebagai kawan sekerja Allah adalah hal penting yang harus dipahami untuk mewujudkan tanggung jawab pelayanan yang saling membantu dan menopang. Sebagai keluarga Allah untuk mewujudkan persekutuan hidup yang saling membantu dan menolong satu dengan yang lain dalam tugas pelayanan dan kesaksian
Doa: Ya Tuhan mampukan kami sebagai kawan sekerjaMu dengan saling membantu dalam tugas pelayanan dan kesaksian. Amin
Senin, 29 Juli 2024
bahan bacaan : Roma 16 : 1 – 2
Salam
Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di Kengkrea, 2 supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri.
Wujudkan Sikap Hidup Sebagai Kawan Sekerja Allah
Saling membantu dan menolong satu dengan yang lain merupakan hal baik untuk diwujudkan sebagai satu persekutuan hidup orang percaya. Hal ini dinasehati oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma dalam nas Alkitab hari ini. Paulus meminta jemaat di Roma untuk memperhatikan Febe yang merupakan kawan sekerja dalam tugas pelayanan pemberitaan Injil Kristus di Kengkrea. Perhatian dan dukungan jemaat terhadap Febe merupakan bukti bahwa jemaat Roma telah mengambil bagian dalam tugas-tugas pelayanan dan kesaksian sebagai kawan sekerja Allah. Itulah sebabnya jemaat di Roma mesti menanggapi permintaan Paulus ini dengan penuh kerelaan hati dan sukacita sebagai satu persekutuan orang percaya. Paulus sangat peduli kepada Febe sebagai kawan sekerja Allah, yang juga memperhatikan dan memberikan bantuan kepada Paulus. Itulah indahnya persekutuan hidup orang percaya yang saling memperhatikan dan membantu satu dengan yang lain ditengah tugas panggilan pelayanan dan kesaksian kita. Saling memperhatikan dan membantu dapat kita lakukan mulai dari dalam kehidupan keluarga dan akan berdampak positif kepada semua orang untuk menikmati berkat dan sukacita dalam cinta kasih Tuhan Yesus Kristus.
Doa: Ya Tuhan tolong dan mampukan kami untuk hidup saling membantu sebagai kawan sekerja Allah. Amin
Selasa, 30 Juli 2024
bahan bacaan : Roma 16 : 3 – 7
3 Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. 4 Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. 5 Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus. 6 Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu. 7 Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku.
Ucapan Salam dan Terima Kasih Sebagai Kawan Sekerja Allah
Rasul Paulus sebagai tokoh pekabaran injil yang punya nama besar dalam sejarah pemberitaan injil Kristus merasa bersyukur dan berterima kasih karena bantuan dari teman-teman sepelayanannya. Diantaranya ada suami istri Priskilia dan Akwila yang disebut mempertaruhkan nyawa untuk kehidupan Paulus. Hal yang sama juga dilakukan oleh semua jemaat bukan Yahudi, yang telah menjadi bagian dari seluruh proses perjuangan bersama dalam melakukan tugas pelayanan pekabaran injil Kristus. Ucapan salam dan terima kasih menunjukkan sosok Paulus yang rendah hati. Paulus mengakui tanpa bantuan dan dukungan mereka, ia tidak mungkin berhasil untuk melakukan tugas pelayanan dan kesaksiannya. Sebuah teladan bagi kita untuk tahu bersyukur dan berterima kasih atas bantuan semua orang sebagai teman sekerja. Hal-hal yang baik dan bermanfaat untuk kehidupan hanya dapat dilakukan karena adanya dukungan yang lain dan dilakukan demi hormat serta kepujian nama Tuhan.
Doa: Ya Tuhan terima kasih untuk bantuan dan dukungan teman-teman sekerja dalam melakukan tugas-tugas pelayanan. Amin.
Rabu, 31 Juli 2024
bahan bacaan : Roma 16 : 8-11
8 Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan. 9 Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi. 10 Salam kepada Apeles, yang telah tahan uji dalam Kristus. Salam kepada mereka, yang termasuk isi rumah Aristobulus. 11 Salam kepada Herodion, temanku sebangsa. Salam kepada mereka yang termasuk isi rumah Narkisus, yang ada dalam Tuhan.
Sukacita Hidup Sebagai Kawan Sekerja Allah
Tanpa terasa kita telah tiba diakhir bulan Juli dengan tetap mengucap syukur atas anugerah dan kasih sayang Tuhan yang besar dalam seluruh perjalanan hidup kita. Berbagai tugas dan tanggung jawab pelayanan dapat kita lakukan bersama dengan semua orang sebagai rekan sekerja Allah. Sekalipun berbagai tantangan dan persoalan dihadapi, namun semua situasi itu dapat dilalaui dengan baik dalam kebersamaan sebagai satu persekutuan. Kita mengucap syukur dan berterima kasih kepada mereka semua serta memberikan salam sebagai tanda persekutuan hidup orang percaya. Rasul Paulus meneladankan pelayanannya kepada jemaat di Roma, dan caranya menghargai bantuan orang lain dengan menempatkan pada surat pastoralnya, ucapan terima kasih serta salam kepada umat secara keseluruhan juga kepada pribadi-pribadi yang disebutkan nama-nama mereka. Dalam pemberian salam terkandung juga ikatan emosional yang dalam antara Paulus dengan mereka. Ia merasakan suka duka pelayanan bersama mereka sebagai kawan sekerja Allah. Hal tersebut kemudian selalu memberikan semangat dan sukacita bagi Paulus dan jemaat serta memotivasi iman mereka untuk tekun melayani.
Doa: Terima kasih Tuhan, mampukan kami untuk melayani bersama dengan mereka sebagai kawan sekerja Allah. Amin.
Kamis, 1 Agustus 2024
bahan bacaan : Roma 16 : 12-16
12 Salam kepada Trifena dan Trifosa, yang bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. Salam kepada Persis, yang kukasihi, yang telah bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. 13 Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu. 14 Salam kepada Asinkritus, Flegon, Hermes, Patrobas, Hermas dan saudara-saudara yang bersama-sama dengan mereka. 15 Salam kepada Filologus, dan Yulia, Nereus dan saudaranya perempuan, dan Olimpas, dan juga kepada segala orang kudus yang bersama-sama dengan mereka. 16 Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus.
Bersama Melayani Sebagai Kawan Sekerja Allah
Kekeluargaan merupakan hal yang penting dalam hidup manusia sebagai mahluk sosial. Salah satu wujud kekeluargaan adalah menjadikan orang lain sebagai teman atau kawan. Hal ini haruslah hidup dalam setiap aspek kehidupan manusia, termasuk dalam pekerjaan Tuhan. Tidak bisa dipungkiri, bahwa pekerjaan Tuhan dalam wujud pelayanan kepada umat Tuhan atau sesama manusia harus menempatkan sesama pelayan sebagai kawan sekerja Allah. Itulah yang ditekankan dan diwujudkan oleh Rasul Paulus.
Ketika Paulus memberi salam kepada Trifena, Trifosa, Rufus, dan lain-lain, maka salam Paulus kepada mereka semua bertujuan untuk menempatkan mereka tidak sebagai bawahan atau orang asing, melainkan selaku rekan atau kawan sekerja Allah, apalagi mereka semua adalah orang-orang yang ambil bagian membantu pelayanan dan turut bekerja dalam membantu pelayanan. Mari, jadikan semua orang yang terlibat dalam pelayanan sebagai kawan sekerja Allah !
Doa: Mampukanlah kami untuk menjadi kawan sekerja Allah yang baik. Amin.
Jumat, 2 Agustus 2024
bahan bacaan : Roma 16 : 17-20
Peringatan
17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! 18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya. 19 Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang. Sebab itu aku bersukacita tentang kamu. Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat. 20 Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!
Jangan Jadi Batu Sandungan Dalam Pekerjaan Tuhan
Sebagai kawan sekerja Allah, prinsip yang harus dimiliki dalam pelayanan adalah bersama-sama bekerja untuk kemajuan bersama. Hal ini penting untuk diperhatikan, mengingat sering kita sebagai pelayan mencari popularitas dalam pelayanan. Sikap mencari popularitas dalam pelayanan akan membuat seseorang bertindak menjadi batu sandungan bagi orang lain yang melakukan pelayanan. Firman Tuhan ini mengingatkan orang-orang percaya untuk waspada terhadap mereka yang menjadi batu sandungan dalam persekutuan kawan sekerja Allah, yakni yang perkataan dan perbuatannya menimbulkan perpecahan dan penuh tipu daya. Semua dilakukan hanya untuk memenuhi keinginan perut mereka sendiri. Penting untuk diingat, bahwa ketika di antara kita ada yang menempatkan diri menjadi batu sandungan dalam pelayanan, maka berkat Tuhan seperti yang terlihat dalam ayat 20 bacaan ini tidak akan menjadi bagian yang dinikmati oleh kita yang selama ini melakukan pelayanan. Hindarilah diri dari kecenderungan untuk menjadi batu sandungan bagi orang lain dalam pekerjaan pelayanan Tuhan!
Doa: Tolonglah kami untuk tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Amin
Sabtu, 3 Agustus 2024
bahan bacaan : Roma 16 : 21-24
21 Salam kepada kamu dari Timotius, temanku sekerja, dan dari Lukius, Yason dan Sosipater, teman-temanku sebangsa. 22 Salam dalam Tuhan kepada kamu dari Tertius, yaitu aku, yang menulis surat ini. 23 Salam kepada kamu dari Gayus, yang memberi tumpangan kepadaku, dan kepada seluruh jemaat. Salam kepada kamu dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita. 24 (Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian! Amin.)
Saling Memberi Salam Dalam Hidup
Salah satu peran penting, yang kadang dilupakan oleh kita adalah menyampaikan salam kebaikan dan salam damai bagi orang lain. Sebenarnya ada manfaat dari penyampaian salam tersebut kepada orang lain. Salah satu manfaat adalah kita telah menjadi saluran berkat bagi orang lain. Dalam teks hari ini Paulus meneruskan salam dari Timotius, Lukius, Yason, Tertius, Sosipater, Gayus, Erastus, dan Kwartus untuk jemaat Roma. Mereka ini adalah orang-orang yang telah turut membantu Paulus dalam pekerjaan Tuhan. Di akhir penyampaian salam tersebut Paulus menyampaikan berkat kepada jemaat Roma. Hal ini menunjukkan bahwa saling memberi dan meneruskan salam kepada orang lain itu penting, sebab dengan begitu kita telah menjaga persekutuan hidup sebagai pelayan-pelayan Allah, bahkan kita telah menjadi berkat bagi orang lain.
Doa: Ingatkanlah kami untuk selalu memberi salam kepada yang lain. Amin.
*SUMBER : SHK BULAN JULI DAN AGUSTUS 2024, LPJ-GPM