Santapan Harian Keluarga, 4 – 10 Agustus 2024

Tema Bulanan : Hidup Tangguh di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Menyamai Tuhan Menuai Kekacauan

Minggu, 4 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 11 : 1-9

Menara Babel
Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. 2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. 4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi." 5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, 6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. 7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing." 8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

Minta Tuhan Hadir dan Berkati Kerja Kita

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dalam hidupnya tidak menginginkan selamat. Semua orang ingin selamat, sehingga selalu berupaya merencanakan dan melakukan segala sesuatu untuk keselamatan dirinya. Namun apa yang terjadi, jika segala rencana dan kerja kita itu tidak melibatkan Tuhan? Semua rencana dan kerja tersebut pasti akan mengalami kegagalan. Hal tersebut dapat kita lihat dalam teks Alkitab hari ini. Rencana dan pekerjaan untuk membangun menara Babel yang puncaknya sampai ke langit supaya terhindar dari bencana air bah atau banjir ternyata digagalkan oleh Tuhan melalui tindakan Tuhan yang mengacaubalaukan bahasa mereka. Tuhan bertindak demikian sebab rencana dan pekerjaan membangun menara Babel tidak melibatkan Tuhan, sehingga Tuhan mematahkan pemikiran dan keinginan hati mereka. Begitulah nasib kita, jika dalam merencanakan dan melakukan sesuatu tidak melibatkan Tuhan. Rencana dan kerja kita pasti gagal bahkan hancur apabila tidak meminta Tuhan turut bekerja dan memberkatinya.

Doa: Tuhan, hadirlah dan berkatilah saat kami melaksanakan pekerjaan apapun. amin

Senin, 5 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 10 : 12-19

12 Tetapi apabila Tuhan telah menyelesaikan segala pekerjaan-Nya di gunung Sion dan di Yerusalem, maka Ia akan menghukum perbuatan ketinggian hati raja Asyur dan sikapnya yang angkuh sombong. 13 Sebab ia telah berkata: "Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya dan dengan kebijaksanaanku, sebab aku berakal budi; aku telah meniadakan batas-batas antara bangsa, dan telah merampok persediaan-persediaan mereka, dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta. 14 Seperti kepada sarang burung, demikianlah tanganku telah menjangkau kepada kekayaan bangsa-bangsa, dan seperti orang meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya, demikianlah aku telah meraup seluruh bumi, dan tidak seekorpun yang menggerakkan sayap, yang mengangakan paruh atau yang menciap-ciap." 15 Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya, dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang bukan kayu! 16 Sebab itu Tuhan, TUHAN semesta alam, akan membuat orang-orangnya yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala. 17 Maka Terang Israel akan menjadi api, dan Allahnya, Yang Mahakudus, akan menyala-nyala dan akan membakar dan memakan habis puteri malu dan rumputnya pada satu hari juga. 18 Keindahan hutan Asyur dan kebun buah-buahannya akan dihabiskan-Nya, dari batangnya sampai rantingnya, sehingga akan menjadi seperti seorang sakit yang merana sampai mati; 19 dan sisa pohon-pohon hutannya akan dapat dihitung banyaknya, sehingga seorang anak dapat mencatatnya.

Berhentilah dari Sikap Angkuh dan Sombong

Setiap manusia pasti tidak ingin mengalami kecelakaan dalam hidup sehingga selalu berupaya terhindar dari kecelakaan, apapun bentuk kecelakaan tersebut. Meskipun demikian, hal yang harus menjadi perhatian yaitu penyebab kecelakaan yang menimpa seseorang. Salah satu penyebab seseorang mengalami kecelakaan dalam hidup adalah keangkuhan dan kesombongan. Teks Alkitab hari ini menegaskan tentang akan datangnya penghukuman berupa kecelakaan yang menimpa bangsa Asyur, yang disebabkan oleh keangkuhan dan kesombongan raja Asyur. Keangkuhan dan kesombongan raja Asyur menyebabkan campur tangan Tuhan yang memberikan kecelakaan, lalu menyelamatkan umatNya, Israel. Hal ini menujukkan bahwa sikap keangkuhan dan kesombongan merupakan suatu kekejian bagi Tuhan. Jadi, firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk menjauhkan diri dari sikap angkuh dan sombong, agar kecelakaan menjauh dari kehidupan kita.

dia : Jauhkanlah keangkuhan dan kesombongan dari hidup kami, amin

Selasa, 6 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 14 : 1-12

Ejekan tentang raja Babel
Sebab TUHAN akan menyayangi Yakub dan akan memilih Israel sekali lagi dan akan membiarkan mereka tinggal di tanah mereka, maka orang asing akan menggabungkan diri kepada mereka dan akan berpadu dengan kaum keturunan Yakub. 2 Bangsa-bangsa lain akan mengantar Israel pulang ke tempatnya, lalu kaum Israel akan memiliki bangsa-bangsa itu di tanah TUHAN sebagai hamba-hamba lelaki dan hamba-hamba perempuan. Demikianlah mereka akan menawan orang-orang yang menawan mereka dan akan berkuasa atas para penindas mereka. 3 Maka pada hari TUHAN mengakhiri kesakitan dan kegelisahanmu dan kerja paksa yang berat yang dipaksakan kepadamu, 4 maka engkau akan memperdengarkan ejekan ini tentang raja Babel, dan berkata: "Wah, sudah berakhir si penindas sudah berakhir orang lalim! 5 TUHAN telah mematahkan tongkat orang-orang fasik, gada orang-orang yang memerintah, 6 yang memukul bangsa-bangsa dengan gemas, dengan pukulan yang tidak putus-putusnya; yang menginjak-injak bangsa-bangsa dalam murka dengan tiada henti-hentinya. 7 Segenap bumi sudah aman dan tenteram; orang bergembira dengan sorak-sorai. 8 Juga pohon-pohon sanobar dan pohon-pohon aras di Libanon bersukacita karena kejatuhanmu, katanya: 'Dari sejak engkau rebah terbaring, tidak ada lagi orang yang naik untuk menebang kami!' 9 Dunia orang mati yang di bawah gemetar untuk menyongsong kedatanganmu, dijagakannya arwah-arwah bagimu, yaitu semua bekas pemimpin di bumi; semua bekas raja bangsa-bangsa dibangunkannya dari takhta mereka. 10 Sekaliannya mereka mulai berbicara dan berkata kepadamu: 'Engkau juga telah menjadi lemah seperti kami, sudah menjadi sama seperti kami!' 11 Ke dunia orang mati sudah diturunkan kemegahanmu dan bunyi gambus-gambusmu; ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacing sebagai selimutmu." 12 "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

 Jangan Menindas Supaya Tidak Ditindas

Dalam hidup kita pasti tidak ingin mengalami penindasan dalam bentuk apapun  dan dari siapa pun. Sejalan dengan hal ini, dalam hidup ini pula kita tidak diperkenankan untuk melakukan apapun kepada siapa pun yang bersifat penindasan. Mengapa demikian? Sebab perbuatan menindas orang lain merupakan hal yang sangat dibenci oleh Tuhan. Teks Alkitab hari ini menjelaskan kepada kita bahwa Tuhan akan menghancurkan bangsa Babel yang menindas kaum Israel. Ketika Bangsa Babel menindas Israel, Tuhan-lah yang berperkara menghancurkan bangsa Babel yang telah menindas umatNya, Israel. Tuhan membenci perlakuan penindasan yang dilakukan oleh orang-orang di Babel, sehingga pada waktunya Tuhan sendiri yang akan menghancurkan kehidupan para penindas. Karena itu, jauhkanlah diri kita dari perbuatan yang menindas kehidupan orang lain dalam bentuk apapun.

Doa: Mampukanlah kami untuk tidak menindas hidup orang lain  Amin.

Rabu, 7 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 40 : 18-20

18 Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia? 19 Patungkah? Tukang besi menuangnya, dan pandai emas melapisinya dengan emas, membuat rantai-rantai perak untuknya. 20 Orang yang mendirikan arca, memilih kayu yang tidak lekas busuk, mencari tukang yang ahli untuk menegakkan patung yang tidak lekas goyang.

Kasih Allah Dalam Diri Manusia

Imago Dei atau gambar Allah. Istilah dari bahasa Latin ini menjelaskan bahwa manusia adalah Gambaran Allah yang dipenuhi kasih, kerendahan hati, kelemahlembutan serta kebaikan. Gambaran Allah jangan diartikan sama dengan atau ingin menjadi Allah. Manusia bukanlah Allah. Oleh karena itu, jika didapati manusia yang mengatasnamakan dirinya sebagai ”yang berkuasa”, kemudian dengan seenaknya dapat mengambil atau merenggut nyawa manusia lain, bahkan mengatur jalan hidup manusia lain, maka  hal tersebut merupakan wujud keserakahan atau ingin sama dengan Tuhan Allah.Yesaya 40 : 18 – 20 merupakan bagian kedua dari pasal 40-48 yang mengisahkan tentang keselamatan Bangsa Israel di dalam pembuangan. Nabi Yesaya memperingatkan bangsa Israel untuk tidak menyamakan diri mereka sama seperti Tuhan Allah. Sesuai perikop bacaan bahwa Allah itu di atas semua allah. Manusia yang ingin menjadi sama dengan Tuhan Allah, apapun usahanya tidaklah akan mendatangkan damai sejahtera dan sukacita

Doa: Ajari kami Ya Allah, untuk memahami diri kami sebagai ciptaan-Mu yang terbatas. Amin

Kamis, 8 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 40 : 25-26

25 Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus. 26 Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.

Kebesaran Kuasa Allah Melampaui Kehebatan Manusia

Tuhan pencipta semesta, Kaulah yang Maha Mulia. Sungguh besar Karunia yang Kau beri”. Pujian dari KJ No 289 ini mengisahkan tentang Kemuliaan Tuhan sebagai Pencipta langit dan bumi serta segala isinya. Lagu ini ditulis oleh John. Bacchus Dykes (1823-1876). Nabi Yesaya dalam bacaan kita pun mengakui Kemahakuasaan Tuhan dan KemuliaanNya. Bahwa hanya Tuhan Allah yang berkuasa atas alam semesta ini dan semua ciptaan yang ada. Oleh karenanya, hendaklah kita sebagai orang-orang percaya mengakui kemahakuasaan Tuhan Allah sebagai Pencipta Alam Semesta ini. Sama halnya dengan Nabi Yesaya, kita sebagai hasil ciptaan Allah tidaklah baik untuk memegahkan diri kita. Bermegah atas kemanusiaan kita hanya akan mendatangkan kehancuran. Ayat 26 dari bacaan saat ini menyadarkan kita tentang betapa kecilnya manusia di hadapan Allah. Tiada satu pun manusia yang mampu menandingi kuasa dan kekuatan Allah. Terkadang manusia terlalu bernafsu dengan kehebatan dan kekuatannya, sehingga lupa menengadah ke atas (langit) bahwa alam semesta ini hanya tempat persinggahannya saja dan tidaklah abadi untuk ditempati.

Doa: Ajari kami Ya Allah, untuk tetap merendah di HadapanMu. Amin

Jumat, 9 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 46 : 5-7

5 Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama? 6 Orang mengeluarkan emas dari dalam kantongnya dan menimbang perak dengan dacing, mereka mengupah tukang emas untuk membuat allah dari bahan itu, lalu mereka menyembahnya, juga sujud kepadanya! 7 Mereka mengangkatnya ke atas bahu dan memikulnya, lalu menaruhnya di tempatnya; di situ ia berdiri dan tidak dapat beralih dari tempatnya. Sekalipun orang berseru kepadanya, ia tidak menjawab dan ia tidak menyelamatkan mereka dari kesesakannya.

Hatiku Mengagungkan Allahku, Tuhan & Penyelamatku

Orang yang mendua hatinya tidak akan pernah hidup dalam ketenangan. Mengutip teks bacaan dari Yakobus 1: 8 yang dapat diartikan dengan hidup percaya kepada Allah tetapi juga berhala. Dewasa ini, marak sekali penyembahan berhala terjadi. Manusia lebih mengutamakan “berhala” daripada beribadah kepada Allah. Berhala zaman modern ini, tidak hanya berupa patung-patung, melainkan berupa kuasa-kuasa kegelapan, orang-orang pintar, teknologi, dll. Kecenderungan manusia saat ini lebih percaya pada berhala-berhala itu daripada Allah sendiri. Dikuasai oleh kepentingan diri dan ketidakpuasan terhadap sesuatu, manusia kemudian memilih menyembah ‘berhala’ agar dapat memenuhi keinginan hatinya. Nabi Yesaya mengingatkan bahwa allah lain/berhala yang disembah dan dipuja-puji tidaklah memiliki kuasa apapun. Oleh karenanya, jika kita masih mengandalkan berhala-berhala itu maka celakalah kita. Jangan mudah tergoda dengan godaan dunia, kesenangan sesaat bahkan hasil yang instan. Sebab, semua hanya kesia-siaan. Jadilah keluarga yang tetap mengandalkan Tuhan dengan sungguh-sungguh, dan jadilah pribadi yang sungguh memuliakan Allah dalam segala keperkasaanNya.

Doa: Ya Tuhan,, KepadaMu sajalah kami menyembah & berserah. Amin

Sabtu, 10 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 46 : 8-13

8 Ingatlah hal itu dan jadilah malu, pertimbangkanlah dalam hati, hai orang-orang pemberontak! 9 Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, 10 yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan, 11 yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusan-Ku dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya. 12 Dengarkanlah Aku hai orang-orang yang congkak, orang-orang yang jauh dari kebenaran: 13 Keselamatan yang dari pada-Ku tidak jauh lagi, sebab Aku telah mendekatkannya dan kelepasan yang Kuberikan tidak bertangguh lagi; Aku akan memberikan kelepasan di Sion dan keagungan-Ku kepada Israel."

Hanya Dekat Allah Saja, Ada Ketenangan

Hampir semua penyakit manusia disebabkan karena pikiran. Banyak dokter menganjurkan pasien yang mengalami sakit, apapun sakitnya, untuk tidak stress atau pikiran. Sebab kontrol kewarasan dan kesehatan manusia terletak pada hati dan pikiran. Jika hati kacau, pikiran kacau, maka tubuh akan sakit. Sebaliknya, jika hati sukacita, pikiran tenang, maka tubuh akan sehat dan bugar. Orang Kristen dianjurkan untuk memiliki hati yang gembira, sebab itu adalah obat yang manjur. Hati yang gembira pula memberikan kelegaan dan kelepasan apalagi jika dibarengi dengan penyerahan diri seutuhnya kepada Tuhan Allah. Nabi Yesaya mengingatkan umat Allah untuk tidak menjadi orang-orang fasik dan tidak menjadi penyembah berhala. Yesaya sungguh menginginkan umat kepunyaan Allah merasakan bahwa hanya dengan berserah kepada Allah maka hidup akan merasakan kelegaan dan terselamatkan. Kita sebagai orang tua dan anak-anak dianjurkan agar tetap saling mengingatkan untuk hidup di dalam Allah, hidup saling menghargai dan menghormati, Hidup saling menopang sebagai satu keutuhan keluarga Allah.

Doa: Ya Allah, hidupkanlah KasihMu yang agung dan selamatkanlah kami. Amin

*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2024, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar