Santapan Harian Keluarga, 11-17 Agustus 2024

Tema Bulanan : Hidup Tangguh di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Karakter Hidup Orang Benar

Minggu, 11 Agustus 2024

bahan bacaan : Amsal 29 : 1-27

Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi. 2 Jika orang benar bertambah, bersukacitalah rakyat, tetapi jika orang fasik memerintah, berkeluhkesahlah rakyat. 3 Orang yang mencintai hikmat menggembirakan ayahnya, tetapi siapa yang bergaul dengan pelacur memboroskan harta. 4 Dengan keadilan seorang raja menegakkan negerinya, tetapi orang yang memungut banyak pajak meruntuhkannya. 5 Orang yang menjilat sesamanya membentangkan jerat di depan kakinya. 6 Orang yang jahat terjerat oleh pelanggarannya, tetapi orang benar akan bersorak dan bersukacita. 7 Orang benar mengetahui hak orang lemah, tetapi orang fasik tidak mengertinya. 8 Pencemooh mengacaukan kota, tetapi orang bijak meredakan amarah. 9 Jika orang bijak beperkara dengan orang bodoh, orang bodoh ini mengamuk dan tertawa, sehingga tak ada ketenangan. 10 Orang yang haus akan darah membenci orang saleh, tetapi orang yang jujur mencari keselamatannya. 11 Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya. 12 Kalau pemerintah memperhatikan kebohongan, semua pegawainya menjadi fasik. 13 Si miskin dan si penindas bertemu, dan TUHAN membuat mata kedua orang itu bersinar. 14 Raja yang menghakimi orang lemah dengan adil, takhtanya tetap kokoh untuk selama-lamanya. 15 Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya. 16 Jika orang fasik bertambah, bertambahlah pula pelanggaran, tetapi orang benar akan melihat keruntuhan mereka. 17 Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu. 18 Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. 19 Dengan kata-kata saja seorang hamba tidak dapat diajari, sebab walaupun ia mengerti, namun ia tidak mengindahkannya. 20 Kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu. 21 Siapa memanjakan hambanya sejak muda, akhirnya menjadikan dia keras kepala. 22 Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya. 23 Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian. 24 Siapa menerima bagian dari pencuri, membenci dirinya. Didengarnya kutuk, tetapi tidak diberitahukannya. 25 Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi. 26 Banyak orang mencari muka pada pemerintah, tetapi dari TUHAN orang menerima keadilan. 27 Orang bodoh adalah kekejian bagi orang benar, orang yang jujur jalannya adalah kekejian bagi orang fasik.

Hikmat yang Hakiki, Hikmat dari Allah

Jalan hidup orang benar, diterangi oleh cahaya Firman Tuhan. Apabila, ia jatuh tidaklah sampai tergeletak. Sebab Tangan Tuhan menopang”. Penggalan lagu rohani ini sungguh berkesan dan menguatkan setiap jiwa yang letih. Berbagai peristiwa yang menimpa kehidupan manusia akhir-akhir ini sungguh memprihatinkan. Bencana alam, kelaparan, sakit bahkan kealpaan manusia sehingga melakukan kejahatan sering menjadi batu sandungan untuk mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Allah. Amsal 29:1-27 secara tegas menyampaikan bahwa manusia yang hidup dalam keserakahan, kebebalan, kejahatan dan keangkuhan akan menuai kebinasaan. Sebaliknya, mereka yang hidup dipenuhi Roh Allah, berhikmat dan melakukan kehendak Allah akan menikmati berkat damai sejahtera Allah.  Meminta hikmat dari Allah untuk menjalani kehidupan di dunia ini adalah pilihan bijaksana dan tepat bagi orang yang takut akan Tuhan. Oleh karenanya, sebagai persekutuan keluarga, jemaat dan masyarakat hendaknya kita meminta hikmat Allah agar kita tetap dituntun ke jalan yang benar.

doa : tuntunlah kami dengan HikmatMU, Tuhan , Amin

Senin, 12 Agustus 2024

bahan bacaan : Amsal 21 : 21-23

21 Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan. 22 Orang bijak dapat memanjat kota pahlawan-pahlawan, dan merobohkan benteng yang mereka percayai. 23 Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.

Kualitas Hidup Yang Membawa Pada Kebenaran & Kasih

Hari ini, 12 Agustus adalah hari Remaja Internasional atau International Youth Day. Dilansir dari situs resmi UNESCO, Hari ini diperingati sebagai hari dimana semua kaum muda bekerja sama untuk mendorong inovasi dan perubahan sosial serta menumbuhkan budaya perdamaian[1]. Sangatlah penting, anak-anak muda kita menjadi orang-orang yang cerdas secara intelektual dan spiritual, cakap dalam bertindak serta bijaksana dalam membangun relasi. Amsal 21:21-23 adalah bacaan yang menarik hari ini dan jika dikaitkan dengan hari remaja internasional, maka bacaan ini memiliki beberapa pesan bukan hanya untuk remaja atau anak-anak muda, tetapi untuk kita semua sebagai orang-orang percaya. Pertama, kita harus menjadi orang bijaksana dan berhikmat dalam kata dan perbuatan. Kedua, kita harus menjadi orang bijaksana yang tangguh menghadapi berbagai persoalan hidup. Ketiga, kita harus dapat menjaga perkataan agar tidak jatuh dalam dosa. Dengan demikian, marilah hidup dalam kebenaran dan kasih. Pertajam kata-kata yang memotivasi dan membawa sukacita, tetaplah menjadi bijaksana agar hidup dipenuhi hikmat Allah.

doa : tolonglah kami Tuhan, untuk menjadi orang yg Bijaksana, amin

Selasa, 13 Agustus 2024

bahan bacaan : Kolose 4 : 5-6

5 Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. 6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

Bijak Dalam Berkata-Kata

Karakter seseorang terbentuk sangat tergantung pada didikan yang diterimanya. Karena itu, tidaklah heran terjadi banyak perbedaan karakter antara seseorang dengan yang lainnya. Kendati banyaknya perbedaan karakter, akan tetapi karakter hidup orang benar haruslah memiliki ciri khas tertentu. Ciri khas yang dimaksudkan tentu saja mencerminkan cara hidup yang sesuai dengan kehendak Allah. Hal ini nampak dalam nasihat rasul Paulus kepada jemaat Kristen di Kolose supaya tetap berhikmat dalam menjalani kehidupan. Karena dengan demikian maka jemaat dapat memanfaatkan dengan baik setiap keadaan ketika berbicara dan menjawab perkataan orang lain dengan baik dan benar. Artinya dengan berhikmat maka setiap sikap dan tindakan termasuk perkataan selalu disertai dengan kasih dan bukan sesuatu yang hambar. Karakter seperti ini yang harus dimiliki oleh semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Sebab perkataan yang penuh kasih akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi pribadi sendiri, melainkan juga kepada orang lain. Oleh karena itu perbiasakanlah diri kita agar tetap bijaksana dalam berkata-kata dan lakukanlah yang benar! Pastikanlah bahwa setiap karakter yang tercermin dalam kehidupan kita sehari-hari baik dalam keluarga, bergereja maupun bermasyarakat mencerminkan karakter hidup orang benar!

doa : Tuhan mampukanlah kami supaya bijaksana dalam berkata-kata, amin

Rabu, 14 Agustus 2024

bahan bacaan : Pengkotbah 7 : 8-9

8 Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati. 9 Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.

Tetaplah Sabar

Sabar merupakan satu sikap bertahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati dll). Kelihatannya sabar adalah kata yang sangat sederhana tetapi memiliki makna yang mendalam. Mengapa demikian? Sebab untuk mengaplikasikan sikap sabar dalam kehidupan sehari-hari bukanlah hal yang mudah. Kendatipun sangat sulit untuk dilakukan, namun sikap sabar harus menjadi karakter hidup orang benar. Ada banyak orang yang berpendapat bahwa kesabaran manusia ada batasnya, akan tetapi dengan panjang sabar akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga untuk orang lain. Sikap panjang sabar dapat mengantisipasi terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan. Misalnya: terjadinya konflik antar personal maupun kelompok (perpecahan), keputusasaan, kemarahan dan lain sebagainya. Melalui firman Tuhan saat ini, kita semua diingatkan agar lebih panjang sabar menghadapi tantangan dan persoalan hidup. Sikap panjang sabar juga akan menolong kita melewati tantangan dan persoalan itu dengan lebih tenang atau tidak tergesa-gesa dalam menilai dan mengambil keputusan. Artinya orang yang panjang sabar, secara tidak langsung memberikan kesempatan bagi hati dan pikirannya untuk merenung dan berpikir sejenak dengan lebih jernih.

doa : Ya Allah, ajarilah kami untuk tetap sabar menjalani hari-hari hidup, amin

Kamis, 15 Agutus 2024

bahan bacaan : I Korintus : 15 : 33-34

33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. 34 Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.

Hindarilah Pergaulan Yang Buruk

Bertumbuh menjadi pribadi yang baik merupakan harapan semua orang terhadap orang yang dikasihinya. Namun ada sekian banyak realitas yang justru menunjukkan kebalikan dari harapan tersebut. Fakta seperti ini dapat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya akibat pergaulan yang buruk. Artinya pergaulan yang buruk sangatlah mungkin memberikan pengaruh negatif skaligus merusak kebiasaan-kebiasaan yang baik. Inilah yang dimaksudkan Rasul Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Korintus, agar mereka tidak hidup di dalam kesesatan. Sebab perbuatan dosa yang terus menerus dilakukan, menunjukkan sikap hidup yang tidak mengenal Allah. Apa yang disampaikan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus penting juga diperhatikan oleh kita. Sebab, jika kita mengaku mengenal Allah maka kitapun harus hidup sesuai perintah dan kehendak-Nya. Kapanpun dan dimanapun kita berada, pastikanlah bahwa karakter atau sikap hidup yang benar sebagai orang yang mengenal Allah terus dipertahankan. Hindarilah pergaulan yang buruk, sebab dapat merusak karakter dan kebiasaan-kebiasaan kita yang baik. Ingatlah!!! dari karakter yang nampak pada diri kita, akan  menunjukkan siapa kita sesungguhnya.

doa : Tuhan, hindarilah kami dari pergaulan buruk yang dapat merusak diri, amin

Jumat, 16 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 39 : 1-23

Yusuf di rumah Potifar
Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. 2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. 3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, 4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. 5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. 6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya. 7 Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku." 8 Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, 9 bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" 10 Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia. 11 Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada di rumah. 12 Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar. 13 Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar, 14 dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: "Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras. 15 Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar." 16 Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang. 17 Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: "Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku. 18 Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar." 19 Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya. 20 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana. 21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. 22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. 23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

 Penguasaan Diri

Semua orang dapat dengan mudahnya membuat komitmen terhadap suatu hal, akan tetapi tidak semua orang dapat bertahan dengan komitmen tersebut. Sikap seperti ini seringkali terjadi karena dipengaruhi oleh berbagai situasi, keinginan maupun kebutuhan hidup. Karena itu penguasaan diri menjadi bagian yang penting sebagai fungsi kontrol sebelum bertindak. Inilah yang nampak dalam kisah Yusuf ketika berada di rumah Potifar. Saat Yusuf diperhadapkan dengan situasi yang dapat membuatnya jatuh ke dalam dosa, akibat bujukan istri Potifar untuk tidur dan bersetubuh dengannya, ia tidak tergoda. Yusuf dapat menguasai dirinya, sehingga bertahan dari godaan tersebut. Penolakan terhadap istri Potifar membuat Yusuf disertai dan dilimpahkan kasih karunia oleh Tuhan. Tindakan Yusuf memberikan pengajaran penting kepada kita sebagai keluarga-keluarga Kristen. Kendatipun banyak godaan dan tawaran dunia yang menggiurkan, akan tetapi tidaklah benar jika membiarkannya untuk membawa kita jatuh dalam dosa. Oleh karenanya sebagaimana Yusuf menguasai dirinya, demikian pula dengan kita sebagai orang percaya. Cobaan hidup akan datang silih berganti mewarnai hari-hari kehidupan kita. Berilah diri kita dipimpin dan dituntun oleh Allah, baik secara pribadi maupun keluarga. Hiduplah dengan takut akan Tuhan dan jangan biarkan diri kita tunduk dalam dosa.

doa, Bapa, tolonglah kami agar dapat menguasai diri menghadapi cobaan hidup, amin

Sabtu, 17 Agustus 2024

bahan bacaan : Roma 6 : 15-23

Dua macam perhambaan
15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! 16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? 17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. 18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. 19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan. 20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. 21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian. 22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. 23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Taati Allah

Taat merupakan satu sikap seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa tunduk dan patuh terhadap Tuhan, pribadi seseorang, organisasi maupun pemerintah dengan alasan tertentu. Sikap taat akan ditunjukkan seseorang jika ia telah memberi diri sepenuhnya dan menjadi hamba. Dalam bagian ini Rasul Paulus menggambarkan dua perhambaan yakni yang memimpin kepada kematian dan yang memimpin kepada kebenaran. Paulus mengingatkan umat di Roma bahwa sebelum mereka percaya kepada Kristus, mereka adalah hamba-hamba dosa. Namun sekarang Allah telah berkenan dan mengasihi mereka, maka mereka harus melayani Allah. Artinya secara utuh ketaatan kepada dosa harus ditanggalkan dan diganti dengan kehidupan yang baru yaitu taat sebagai hamba Allah. Di momen perayaan HUT RI yang ke-79 tahun, sebagai masyarakat maupun umat Allah kita diajarkan untuk hidup di dalam ketaatan. Karena kita telah dimerdekakan dari dosa maka hidup yang taat kepada kebenaran harus menjadi laku kita setiap hari. Taat kepada Allah sama halnya dengan menaati perintah-Nya. Tetaplah hidup dalam ketaatan kepada Allah, sebab dengan demikian kita akan beroleh buah yang membawa kepada pengudusan dan kesudahannya ialah hidup yang kekal.

doa, : Roh Kudus mampukan kami menjadi peribadi-pribadi yang menaati Allah, amin


*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2024, LPJ – GPM

Tinggalkan komentar