Santapan Harian Keluarga, 18 – 24 Agustus 2024

Tema Bulanan : Hidup Tangguh di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Condongkan Hatimu pada Tuhan

Minggu, 18 Agustus 2024

bahan bacaan : 1 Raja-Raja 11 : 1-13

Salomo jatuh ke dalam penyembahan berhala
Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het, 2 padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: "Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan merekapun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka." Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta. 3 Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN. 4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. 5 Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon, 6 dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya. 7 Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon. 8 Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka. 9 Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, 10 dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN. 11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: "Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu. 12 Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya oleh karena Daud, ayahmu; dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya. 13 Namun demikian, kerajaan itu tidak seluruhnya akan Kukoyakkan dari padanya, satu suku akan Kuberikan kepada anakmu oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem yang telah Kupilih."

Pautkan Hati Kepada Tuhan

Perubahan zaman dewasa ini dapat memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan tetapi juga hidup beriman kita, baik positif maupun negatif. Pengaruh yang dimaksudkan juga dialami oleh Salomo ketika menduduki tahta kerajaan mengantikan ayahnya Daud. Awalnya Salomo adalah seorang yang taat dan setia sehingga hikmat Allah diberikan kepadanya. Namun karena kepentingan politiknya, ia mulai tidak setia dan berpaling dari Tuhan dengan beribadah kepada ilah-ilah yang disembah oleh istri-istrinya. Akibatnya, kerajaan Salomo mulai menghadapi berbagai persoalan yang berasal dari musuh-musuhnya, baik dari dalam maupun dari luar Israel. Kecenderungan Salomo yang meninggalkan Allah karena suatu kepentingan juga pernah dilakukan oleh kita baik disengaja maupun tidak disengaja. Tanpa sadar sikap, perkataan dan perbuatan yang kita lakukan sesungguhnya menunjukkan kecenderungan kita kepada kepentingan diri sendiri atau kelompok, sehingga secara tidak langgsung tidak mencondongkan diri lagi kepada Allah. Belajar dari pengalaman hidup Salomo yang menanggung murka Allah akibat ketidaktaatan dan ketidaksetiaannya, maka kita tidak boleh berlaku demikian. Sebab Allah yang kita sembah tidak berkompromi dengan pelanggaran-pelanggaran kita. Karena itu, sebagaimana ungkapan percaya kita kepada Allah maka dengan taat dan setia pula kita seharusnya pautkan hati kepada-Nya.

doa, Pimpin Kami Tuhan agar tetap pautkan hati kepadaMU, amin

Senin, 19 Agustus 2024

bahan bacaan : Mazmur 119 : 112-114

112 Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir. 113 Orang yang bimbang hati kubenci, tetapi Taurat-Mu kucintai. 114 Engkaulah persembunyianku dan perisaiku; aku berharap kepada firman-Mu

Firman Tuhan Sebagai Pegangan Hidup

Saat berada di dalam kesesakan, apa yang biasanya akan kita buat? Jalan keluar adalah hal terutama yang akan kita upayakan. Tetapi mungkinkah dalam kondisi seperti itu, mudah bagi kita menemukan jalan keluar? Pastinya sulit. Tetapi tahukah kita bahwa didalam menghadapi hidup, bila kita memiliki pegangan hidup, tantangan bukan masalah. Hari ini, bacaan kita memberikan petunjuk bahwa Firman Tuhan adalah pegangan yang mampu membuat kita tidak bimbang dan takut. Karena itu, kita diajak untuk tetap tangguh dalam menghadapi tantangan. Dengan mencondongkan hati kepada Tuhan melalui kedekatan diri dengan Firman Tuhan, kita pasti akan bisa melalui segala perkara tersulit apapun dalam hidup kita. Itu sebabnya kita diajak bukan hanya membaca Alkitab saat ke tempat ibadah. Pemazmur menulis, dalam segala waktu, kita diajak untuk membaca Alkitab.  Kita harus membiasakan diri untuk meluangkan waktu membaca dan merenungkan Alkitab. Firman Tuhan yang tertulis di dalamnya akan menjadi pegangan bagi kita. Ada banyak sekali kesukaran hidup tetapi bila kita rajin membaca Alkitab, dengan pertolongan kuasa Roh Kudus, kita akan bijaksana. Roh Kudus akan bekerja dan menggerakkan kita untuk memahami apa yang harus kita kerjakan. Karena itu, jangan biarkan Alkitab tertutup di atas meja doa kita. Mari belajarlah miliki kerinduan: lekat pada FirmanNya.

doa: Ya Tuhan, buat aku lekat pada Firman-Mu, amin

Selasa, 20 Agustus 2024

bahan bacaan : Yosua 24 : 19-24

19 Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: "Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu. 20 Apabila kamu meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada allah asing, maka Ia akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik kepada kamu serta membinasakan kamu, setelah Ia melakukan yang baik kepada kamu dahulu." 21 Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua: "Tidak, hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah." 22 Kemudian berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kamulah saksi terhadap kamu sendiri, bahwa kamu telah memilih TUHAN untuk beribadah kepada-Nya." Jawab mereka: "Kamilah saksi!" 23 Ia berkata: "Maka sekarang, jauhkanlah allah asing yang ada di tengah-tengah kamu dan condongkanlah hatimu kepada TUHAN, Allah Israel." 24 Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua: "Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan."

Tetaplah Beribadah Kepada Tuhan

Andika demi masa depan berpisah dari orangtuanya. Ia tinggal di kost bersama Puan teman sekampungnya. Suatu ketika Andika berada dalam situasi yang genting. Usaha dagang orangtuanya bangkrut padahal bulan itu ia diharuskan membayar uang kost. Puan mengajaknya bertemu dengan Gery seorang pengedar shabu. Andika menolaknya sebab ia ingat Tuhan dan percaya pasti ada jalan yang jauh lebih baik. Sikap Andika layak ditiru sebab dunia dewasa ini memang marak dengan tawaran yang kadang bisa mendatangkan kebaikan tetapi juga keburukan. Kita akan memberikan jawaban sebagai bentuk tanggapan atas semuanya. Keputusan kita menentukan seperti apa kehidupan kita sesungguhnya, apalagi dalam status sebagai orang percaya. Sikhem menjadi tempat dimana Yosua menghadapkan pilihan yang sama kepada kaum Israel. Sikhem menjadi saksi dimana Israel menyatakan sikap bahwa mereka memutuskan hanya akan beribadah kepada Tuhan. Kita berada dalam dunia dengan situasi hidup yang berbeda. Terkadang, tanpa kita sadari, kita diperhadapkan pula dengan pilihan seperti ini. Israel telah membuat keputusan yang tepat yakni beribadah kepada Tuhan dan mendengarkan FirmanNya. Sikap tepat ini kiranya menjadi pula sikap kita. Kita harus mencondongkan hati kepada Tuhan sebagai wujud hidup tangguh di tengah perubahan zaman. Andika membuat keputusan yang tepat.

doa: Ya Tuhan, bantu kami untuk setia beribadah pada-Mu, amin

Rabu, 21 Agustus 2024

bahan bacaan : Mazmur 119 : 33-38

34 Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati. 35 Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya. 36 Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu, dan jangan kepada laba. 37 Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan! 38 Teguhkanlah pada hamba-Mu ini janji-Mu, yang berlaku bagi orang yang takut kepada-Mu.

Jangan Fokus Pada Hal Yang Hampa

Ingin tampil beda, membuat Karin yang terbiasa dengan pujian orang akan kecantikannya mengabaikan nasehat sahabat tentang dampak obat pewarna rambut yang dibelinya. Ia lebih peduli pada penampilan dan berprinsip bahwa penampilan harus dijaga. Demi menjaga image sebagai seorang terpandang, maka dengan segera ia menyuruh pegawai salon mengolesi rambutnya dengan obat pewarna tersebut. Tak berselang lama, tiba-tiba Karin merasa gatal dan mukanya terasa bengkak serta memerah. Ia pun segera dilarikan ke rumah sakit terdekat sebab serangan jantung yang dialaminya. Inilah contoh hidup orang yang pilihan hatinya bukan kepada Tuhan tetapi kepada keuntungan materi. Perilaku ini memperlihatkan kecendrungan hati orang yang tidak tangguh sebab mudah terombang ambing oleh pengaruh zaman. Pemazmur berkata, “ condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatanMu dan jangan kepada laba. Lalukanlah mataku dari pada melihat yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kau tunjukkan”. Semoga kita mampu memaknainya demi membangun ketangguhan di tengah perubahan zaman.

doa : Ya Tuhan, jangan biarkan kami fokus pada hal-hal yang hampa, amin

Kamis, 22 Agustus 2024

bahan bacaan : Mazmur 119 : 9-11

9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. 10 Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. 11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

 Ingat Firman, maka Jauhilah Dosa

Usia bukan ukuran bahwa kita bisa luput dari berbuat salah atau dosa. Oleh Pemazmur dikatakan, dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan FirmanMu. Dengan diinspirasi tema hidup tangguh di tengah perubahan zaman, maka salah satu bentuk mencondongkan hati kepada Tuhan, adalah memelihara janji Tuhan agar kita menjauhi dosa. Anak kecil, remaja, pemuda, bahkan orangtua yang lanjut usia, bila tidak menyimpan Firman Tuhan, sangat mudah jatuh ke dalam dosa. Tentunya bukan sekadar mengingat atau menghapal ayat-ayat Alkitab. Sebaliknya dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman dalam kehidupan. Kita bisa memiliki kesempatan untuk mengambil milik orang, tetapi bila kita ingat Firman Tuhan yang melarang kita mencuri, maka pasti hati tidak tenang. Kita bisa marah dan berkeinginan membalas dendam kepada orang yang berbuat jahat kepada kita, tetapi dengan ingat Firman Tuhan yang mengajarkan untuk mengampuni, maka kita tidak memiliki pilihan lain. Ingatan akan Firman Tuhan membuat kita tangguh sebab jauhkan kita dari dosa.

doa : Ya Tuhan, tolong kami jauhi dosa, amin

Jumat, 23 Agustus 2024

bahan bacaan : 1 Raja-Raja 8 : 54-61

Berkat dan pujian
54 Ketika Salomo selesai memanjatkan segala doa dan permohonan itu kepada TUHAN, bangkitlah ia dari depan mezbah TUHAN setelah berlutut dengan menadahkan tangannya ke langit. 55 Maka berdirilah ia dan memberkati segenap jemaah Israel dengan suara nyaring, katanya: 56 "Terpujilah TUHAN yang memberikan tempat perhentian kepada umat-Nya Israel tepat seperti yang difirmankan-Nya; dari segala yang baik, yang telah dijanjikan-Nya dengan perantaraan Musa, hamba-Nya, tidak ada satupun yang tidak dipenuhi. 57 Kiranya TUHAN, Allah kita, menyertai kita sebagaimana Ia telah menyertai nenek moyang kita, janganlah Ia meninggalkan kita dan janganlah Ia membuangkan kita, 58 tetapi hendaklah dicondongkan-Nya hati kita kepada-Nya untuk hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, dan untuk tetap mengikuti segala perintah-Nya dan ketetapan-Nya dan peraturan-Nya yang telah diperintahkan-Nya kepada nenek moyang kita. 59 Hendaklah perkataan yang telah kupohonkan tadi di hadapan TUHAN, dekat pada TUHAN, Allah kita, siang dan malam, supaya Ia memberikan keadilan kepada hamba-Nya dan kepada umat-Nya Israel menurut yang perlu pada setiap hari, 60 supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa Tuhanlah Allah, dan tidak ada yang lain, 61 dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini."

Berpaut Pada Tuhan 

Salomo adalah anak Daud yang diberikan kesempatan membangun Bait Suci. Ia menerima berkat ini sebab hidupnya berpaut kepada Tuhan. Setelah penahbisan Bait Suci, ia menaikan doa kepada Tuhan. Kasih karunia yang dialami membuatnya termotivasi memuji Tuhan. Salomo mengingat penyertaan Tuhan dalam hidup leluhurnya dan melalui doanya, ia memintakan penyertaan yang sama. Tuhan kiranya tetap memberkati umat. Ini pengharapan yang dibangun Salomo. Ia menyadari hidup memerlukan kebaikan dan kemurahan Tuhan. Itulah sebabnya ia pun mengajak umat untuk tetap juga berpaut kepada Tuhan. Seperti apakah beban hidup kita? Saat ini Firman Tuhan mengajak kita untuk menjadikan doa Salomo sebagai teladan. Mari belajar memohon belas kasih sayang Tuhan sebab kita sangat membutuhkan hati Tuhan tetap berpaut pada kita. Tiada seorang pun yang bisa menolong kita dalam memikul beban hidup kecuali Tuhan. Mari pula belajar berpaut dengan sepenuh hati kepada Tuhan dan hidup menurut segala ketetapanNya! Percayalah tatkala kita berpaut pada Tuhan, Ia tahu apa yang terbaik bagi kita.

doa: Ya Tuhan, bimbing kami untuk berpaut hanya padaMU, amin

Sabtu, 24 Agustus 2024

bahan bacaan : 1 Samuel 7 : 2-14

Orang Filistin terpukul kalah dekat Mizpa
2 Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat-Yearim berlalulah waktu yang cukup lama, yakni dua puluh tahun, dan seluruh kaum Israel mengeluh kepada TUHAN. 3 Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin." 4 Kemudian orang-orang Israel menjauhkan para Baal dan para Asytoret dan beribadah hanya kepada TUHAN. 5 Lalu berkatalah Samuel: "Kumpulkanlah segenap orang Israel ke Mizpa; maka aku akan berdoa untuk kamu kepada TUHAN." 6 Setelah berkumpul di Mizpa, mereka menimba air dan mencurahkannya di hadapan TUHAN. Mereka juga berpuasa pada hari itu dan berkata di sana: "Kami telah berdosa kepada TUHAN." Dan Samuel menghakimi orang Israel di Mizpa. 7 Ketika didengar orang Filistin, bahwa orang Israel telah berkumpul di Mizpa, majulah raja-raja kota orang Filistin mendatangi orang Israel. Serta didengar orang Israel demikian, maka ketakutanlah mereka terhadap orang Filistin. 8 Lalu kata orang Israel kepada Samuel: "Janganlah berhenti berseru bagi kami kepada TUHAN, Allah kita, supaya Ia menyelamatkan kami dari tangan orang Filistin itu." 9 Sesudah itu Samuel mengambil seekor anak domba yang menyusu, lalu mempersembahkan seluruhnya kepada TUHAN sebagai korban bakaran. Dan ketika Samuel berseru kepada TUHAN bagi orang Israel, maka TUHAN menjawab dia. 10 Sedang Samuel mempersembahkan korban bakaran itu, majulah orang Filistin berperang melawan orang Israel. Tetapi pada hari itu TUHAN mengguntur dengan bunyi yang hebat ke atas orang Filistin dan mengacaukan mereka, sehingga mereka terpukul kalah oleh orang Israel. 11 Keluarlah orang-orang Israel dari Mizpa, mengejar orang Filistin itu dan memukul mereka kalah sampai hilir Bet-Kar. 12 Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita." 13 Demikianlah orang Filistin itu ditundukkan dan tidak lagi memasuki daerah Israel. Tangan TUHAN melawan orang Filistin seumur hidup Samuel, 14 dan kota-kota yang diambil orang Filistin dari pada Israel, kembali pula kepada Israel, mulai dari Ekron sampai Gat; dan orang Israel merebut daerah sekitarnya dari tangan orang Filistin. Antara orang Israel dan orang Amori ada damai.

Ebenhaezer

Hidup tangguh di tengah perubahan zaman memerlukan keteguhan hati yang tidak biasa. Keteguhan yang dimaksudkan adalah terkait soal mencondongkan hati hanya kepada Tuhan. Kita bisa saja kadang mengatakan pertolongan Tuhan seolah datang terlambat. Namun kita lupa keterlambatan yang seolah disengaja itu ternyata akhirnya adalah demi kebaikan kita. Melia seorang gadis manis yang memutuskan berangkat ke luar kota untuk mencari lapangan pekerjaan. Ia kemudian mendapatkan tawaran untuk bekerja di perkantoran. Tetapi hatinya tidak menyukainya. Ia hanya mau mengajar di sekolah. Namun, ia kemudian menyadari, penyertaaan Tuhan kadang tidak seperti apa yang kita harapkan. Tapi rancangan Tuhan pastinya adalah rancangan damai sejahtera dan bukan kecelakaan. Ebenhaezer adalah kata yang tepat memaknai panggilan untuk bekerja di kantor. Sampai di sini Tuhan menolong kita yang selalu menaruh harap kepadaNya. Sekarang Melia menjadi seorang pegawai kantor yang diberkati. Mari tetap percaya, Ebenhaezer, pertolongan Tuhan selalu tetap waktu dan demi kebaikan kita. Andalkan Tuhan senantiasa, niscaya hidupmu diberkati.

doa: Ya Tuhan, tetaplah tolong kami, amin

*SUMBER, SHK BULAN AGUSTUS 2024, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar