Santapan Harian Keluarga, 01 – 07 September 2024

Tema Bulanan : Gereja Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Allah

Tema Mingguan : Lakukanlah Perintah Tuhan supaya kamu hidup

Minggu, 01 September 2024

bahan bacaan : Keluaran 20 : 1-17

Kesepuluh firman
Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: 2 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. 3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. 4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, 6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. 7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. 8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: 9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, 10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. 11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. 12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. 13 Jangan membunuh. 14 Jangan berzinah. 15 Jangan mencuri. 16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. 17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."

10 Hukum: Kunci Relasi Harmonis

Kita patut bersyukur kepada Tuhan di dalam Yesus Kristus yang telah menjaga dan memelihara hingga memasuki bulan September. Kita pun bersyukur karena sebagai umat yang percaya kepada Tuhan, ada Firman Tuhan yang masih bisa kita terima dan renungkan.  Tetapi terlebih untuk ditaati dalam kehidupan ini. Firman Tuhan sangat berguna sebagai pedoman, agar hidup terus berlangsung sesuai kehendakNya. Bacaan kita di hari ini menjelaskan tentang sepuluh hukum Tuhan yang diterima oleh Musa sebagai pemimpin yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, tanah perbudakan. 10 hukum ini diberikan bukan untuk mengekang umat, melainkan justru menyadarkan mereka akan kasih karunia Tuhan yang telah menyelamatkan mereka. Karena itu, mereka harus meresponi kasih karunia Tuhan ini dengan tetap berlaku setia dan taat kepada Tuhan serta mengasihi sesama. Semua itu telah diatur secara rinci dalam Firman Tuhan menjadi pedoman untuk membangun kehidupan yang harmonis. Hukum kasih yang diajarkan Yesus pun telah merangkum semua kitab para nabi. Maka marilah kita semakin menampakkan kasih kepada Tuhan dan sesama.  Hidup dalam ketaatan penuh kepada perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya. Itulah kunci relasi harmonis.

Doa: Tuhan, Mampukan kami agar tetap setia menjaga relasi denganMU dan sesama kami. Amin

Senin, 02 September 2024

bahan bacaan : Amsal 4 : 1-4

Nasihat untuk mencari hikmat
Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian, 2 karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku. 3 Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, 4 aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.

Didiklah Anakmu Agar Jangan Meninggalkan Hikmat

Hidup yang penuh kualitas pertama-tama harus dimulai dari dalam keluarga, sebab keluarga merupakan tempat pertama seorang anak dididik dan dibina. Dalam bacaan ini, Pengamsal mengajarkan agar umat mencari dan menemukan hikmat, pengetahuan dan kepandaian. Sumber hikmat adalah Tuhan dan dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Orangtua bertanggungjawab untuk mendidik, mengajar, memberikan ilmu dan petunjuk yang baik dan anak-anak harus mendengar, memperhatikan, berpegang pada setiap didikan yang baik. Manfaatnya adalah mereka akan memperoleh pengertian dan kepandaian sehingga menjadi anak-anak yang berkualitas. Belajar dari firman hari ini, kita dituntut sebagai keluarga Kristen untuk melihat peran orangtua yakni menanamkan budi pekerti, tata krama, pembentukan etik, moral dan karakter yang baik kepada anak-anak. Walaupun ditengah kesibukan, luangkanlah waktu untuk mendampingi dan mendidik anak-anak. Kalau tidak, kita akan kehilangan generasi yang bekualitas. Sebagai anak-anak, hendaklah memiliki roh takut akan Tuhan, sebab takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Patuh dan hormatilah orangtua, sebab anak-anak yang patuh pada didikan orangtua, masa depannya berbahagia.

Doa: Tuhan tolong kami mewujudkan pendidikan Kristen yang berkualitas. Amin

Selasa, 03 September 2024

bahan bacaan : Keluaran 21 : 12-36

Peraturan tentang jaminan nyawa sesama manusia
12 "Siapa yang memukul seseorang, sehingga mati, pastilah ia dihukum mati. 13 Tetapi jika pembunuhan itu tidak disengaja, melainkan tangannya ditentukan Allah melakukan itu, maka Aku akan menunjukkan bagimu suatu tempat, ke mana ia dapat lari. 14 Tetapi apabila seseorang berlaku angkara terhadap sesamanya, hingga ia membunuhnya dengan tipu daya, maka engkau harus mengambil orang itu dari mezbah-Ku, supaya ia mati dibunuh. 15 Siapa yang memukul ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati. 16 Siapa yang menculik seorang manusia, baik ia telah menjualnya, baik orang itu masih terdapat padanya, ia pasti dihukum mati. 17 Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya, ia pasti dihukum mati. 18 Apabila ada orang bertengkar dan yang seorang memukul yang lain dengan batu atau dengan tinjunya, sehingga yang lain itu memang tidak mati, tetapi terpaksa berbaring di tempat tidur, 19 maka orang yang memukul itu bebas dari hukuman, jika yang lain itu dapat bangkit lagi dan dapat berjalan di luar dengan memakai tongkat; hanya ia harus membayar kerugian orang yang lain itu, karena terpaksa menganggur, dan menanggung pengobatannya sampai sembuh. 20 Apabila seseorang memukul budaknya laki-laki atau perempuan dengan tongkat, sehingga mati karena pukulan itu, pastilah budak itu dibalaskan. 21 Hanya jika budak itu masih hidup sehari dua, maka janganlah dituntut belanya, sebab budak itu adalah miliknya sendiri. 22 Apabila ada orang berkelahi dan seorang dari mereka tertumbuk kepada seorang perempuan yang sedang mengandung, sehingga keguguran kandungan, tetapi tidak mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka pastilah ia didenda sebanyak yang dikenakan oleh suami perempuan itu kepadanya, dan ia harus membayarnya menurut putusan hakim. 23 Tetapi jika perempuan itu mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka engkau harus memberikan nyawa ganti nyawa, 24 mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, 25 lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak. 26 Apabila seseorang memukul mata budaknya laki-laki atau mata budaknya perempuan dan merusakkannya, maka ia harus melepaskan budak itu sebagai orang merdeka pengganti kerusakan matanya itu. 27 Dan jika ia menumbuk sampai tanggal gigi budaknya laki-laki atau gigi budaknya perempuan, maka ia harus melepaskan budak itu sebagai orang merdeka pengganti kehilangan giginya itu. 28 Apabila seekor lembu menanduk seorang laki-laki atau perempuan, sehingga mati, maka pastilah lembu itu dilempari mati dengan batu dan dagingnya tidak boleh dimakan, tetapi pemilik lembu itu bebas dari hukuman. 29 Tetapi jika lembu itu sejak dahulu telah sering menanduk dan pemiliknya telah diperingatkan, tetapi tidak mau menjaganya, kemudian lembu itu menanduk mati seorang laki-laki atau perempuan, maka lembu itu harus dilempari mati dengan batu, tetapi pemiliknyapun harus dihukum mati. 30 Jika dibebankan kepadanya uang pendamaian, maka haruslah dibayarnya segala yang dibebankan kepadanya itu sebagai tebusan nyawanya. 31 Kalau ditanduknya seorang anak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus diperlakukan menurut peraturan itu juga. 32 Tetapi jika lembu itu menanduk seorang budak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus membayar tiga puluh syikal perak kepada tuan budak itu, dan lembu itu harus dilempari mati dengan batu. 33 Apabila seseorang membuka sumur, atau apabila seseorang menggali sumur, dengan tidak menutupnya, dan seekor lembu atau keledai jatuh ke dalamnya, 34 maka pemilik sumur itu harus membayar ganti kerugian: ia harus mengganti harga binatang itu dengan uang kepada pemiliknya, tetapi binatang yang mati itu menjadi kepunyaannya. 35 Apabila lembu seseorang menanduk lembu orang lain, sehingga mati, maka lembu yang hidup itu harus dijual, uangnya dibagi dan binatang yang mati itupun harus dibagi juga. 36 Tetapi jikalau lembu itu terkenal telah sering menanduk sejak dahulu, dan walaupun demikian pemiliknya tidak mau menjaganya, maka ia harus membayar ganti kerugian sepenuhnya: lembu ganti lembu, tetapi binatang yang mati itu menjadi kepunyaannya."

Menaburkan Benih Kebaikan dan Keadilan

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa melakukan kejahatan terhadap sesama merupakan hal yang tidak dikehendaki Tuhan dan ada hukuman untuk hal itu. (ay.12-14). Oleh karena itu kita diarahkan untuk menghindari kejahatan. Hukum yang tertulis dalam nas ini tidak membenarkan atau mengizinkan aksi balas dendam seperti yang dikatakan: “mata ganti mata, gigi ganti gigi dst ”. Hukum ini justru menjadi dasar bagi para hakim untuk menjatuhkan hukuman yang setimpal dan seadil-adilnya bagi para pelaku kejahatan. Dengan adanya hukum ini orang akan berpikir dua kali sebelum melakukan  sesuatu yang mencelakai orang lain. Ini merupakan pengajaran yang harus dihidupi oleh setiap kita, bahwa sesungguhnya Tuhan membenci kekerasan dan kejahatan. Ia menginginkan kedamaian dan cinta kasih.  Hukum ini  membantu kita pula untuk melihat realita sosial, ketika banyak ketidakadilan terjadi di mana-mana. Sebagai orang-orang yang berkepentingan mengatur kehidupan orang lain, maka jadilah bijak dalam pengambilan keputusan bagi keberlangsungan semua mahkluk. Dengan menaburkan benih kebaikan, keadilan bagi sesama dan lingkungan, maka hidup kita tentunya diberkati oleh Tuhan.

Doa: Mampukan kami menuruti perintahMu, dengan menjauhkan kejahatan dari hidup kami, Amin

Rabu, 04 September 2024

bahan bacaan : Ulangan 30 : 11 – 15

Kehidupan atau kematian
11 "Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh. 12 Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya? 13 Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya? 14 Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan. 15 Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,

Pilihlah Allah Sumber Kehidupan

Dalam kehidupan kita selalu diperhadapkan dengan pilihan. Memilih adalah hakekat yang telah dianugerahkan Allah sejak manusia diciptakan. Allah memberikan kehendak bebas untuk memilih. Kita mulai memilih dari hal-hal yang mudah dan sederhana, hingga memilih hal-hal yang sulit dan rumit. Hidup ini adalah pilihan berkelanjutan. Sekali kita memilih akan ada konsekwensi pilihan-pilihan selanjutnya. Ada dua pilihan yang tersedia untuk umat Israel sebagaimana yang disampaikan oleh Musa. Pilihan pertama adalah kehidupan, keberuntungan dan berkat. Pilihan yang kedua adalah kematian, kecelakaan dan kutuk. Kedua pilihan ini adalah pilihan untuk menentukan kehidupan seumur hidup bahkan dampaknya hingga turun temurun untuk generasi yang akan datang. Ini bukan pilihan momentum atau sesaat, tetapi ini adalah pilihan permanen dan tetap selamanya. Itulah yang disebutkan dengan setia, percaya dan taat selamanya. Kedua pilihan ini adalah pilihan yang tidak dapat dicampuradukan. Karena itulah umat disuruh untuk memilih yang tepat dan pilihan itu adalah tetap setia kepada Allah kehidupan dan mengikuti perintah-Nya. Pilihan untuk tidak mau disesatkan, tidak mau beralih kepada ilah lain dan tetap setia kepada Tuhan sekalipun kesulitan dan masalah serta tekanan datang.  Kehidupan kita janganlah ditentukan oleh arus kehidupan, tetapi tetaplah setia pada pilihan untuk mengasihi Tuhan, mengikuti jalanNya dan melakukan ketetapan-Nya!

Doa: Tolong kami ya Tuhan untuk menentukan pilihan yang tepat dalam hidup, amin.

Kamis, 05 September 2024

bahan bacaan : Yehezkiel 20 : 10-17

10 Aku membawa mereka keluar dari tanah Mesir dan menuntun mereka ke padang gurun. 11 Di sana Aku memberikan kepada mereka ketetapan-ketetapan-Ku dan memberitahukan peraturan-peraturan-Ku, dan manusia yang melakukannya, akan hidup. 12 Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka. 13 Tetapi kaum Israel memberontak terhadap Aku di padang gurun; mereka tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan mereka menolak peraturan-peraturan-Ku, yang, kalau manusia melakukannya, ia akan hidup. Mereka juga melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku dengan sangat. Maka Aku bermaksud hendak mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka di padang gurun hendak membinasakan mereka. 14 Tetapi Aku bertindak karena nama-Ku, supaya itu jangan dinajiskan di hadapan bangsa-bangsa, yang melihat sendiri waktu Aku membawa mereka ke luar. 15 Walaupun begitu Aku bersumpah kepadanya di padang gurun, bahwa Aku tidak akan membawa mereka masuk ke tanah yang telah Kuberikan kepada mereka, yang berlimpah-limpah susu dan madunya, tanah yang permai di antara semua negeri, 16 oleh karena mereka menolak peraturan-peraturan-Ku dan tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku; sebab hati mereka mengikuti berhala-berhala mereka. 17 Tetapi Aku merasa sayang melihat mereka, sehingga Aku tidak membinasakannya dan tidak menghabisinya di padang gurun.

Belas Kasihan Tuhan Tak Terbatas

Bacaan hari ini menceritakan tentang sejarah perjalanan umat Israel dari Mesir ke Tanah Perjanjian. Selama perjalanan, mereka sering kali memberontak terhadap Tuhan. Seharusnya karena pemberontakan itu mereka dibinasakan, namun Tuhan tidak menunjukan amarah dan dendam-Nya (ay.17). Tuhan memberikan mereka kesempatan untuk bertobat dan mengubah hidup mereka. Inilah sifat belas kasih Tuhan yang menginginkan keselamatan umat-Nya dan memberikan kesempatan untuk pertobatan. Belas kasihan Tuhan ini, harusnya menjadi lonceng pengingat bagi kita atas setiap pelanggaran dan dosa yang pernah kita lakukan seperti halnya umat Israel.  Kasih Tuhan itu selalu memulihkan dan  tidak pernah dibiarkannya kita binasa. Tuhan masih memberikan peluang bagi kita untuk mengakui kesalahan, kembali kepada-Nya mencari pengampunan,  alu bertobat dan mengubah hidup.  Berbahagialah kita yang mau bersandar dan percaya kepada Tuhan, sebab kekuatan dan semangat baru akan kita terima serta mampu memaafkan orang lain yang melakukan kesalahan kepada kita.

Doa: Terima kasih atas belas kasihanMu bagi kami yang berdosa ini ya Tuhan, Amin

Jumat, 06 September 2024

bahan bacaan : Efesus 2 : 11 -22

Dipersatukan di dalam Kristus
11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, -- 12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Bertumbuh Dalam Damai Sejahtera Sebagai Keluarga Allah

Bertumbuh dalam damai sejahtera sebagai keluarga Allah”, itulah tema perayaan Ulang Tahun Gereja Protestan Maluku yang ke 89, hari ini. Kita tahu bahwa keluarga sangatlah penting sebab di dalam keluarga kita menerima cinta kasih, dukungan dan peran berharga bagi tiap anggotanya. Demikianlah Paulus mengingatkan jemaat Efesus bahwa mereka harus hidup layaknya sebuah keluarga. Lebih tegas ia katakan bahwa jemaat adalah keluarga Allah, untuk menegaskan bahwa orang-orang yang bukan Yahudi adalah bagian yang tak terpisahkan dari jemaat Allah. Mereka disebut sebagai kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. Jadi istilah keluarga Allah hendak menekankan kesatuan dan keragaman umat Allah di mana Kristus menjadi batu penjurunya. Hari ini kita sungguh bersyukur, Kristus batu penjuru telah menopang dan memelihara GPM yang tersebar di 770 jemaat pada 34 Klasis di Maluku-Maluku Utara. Meskipun kita hidup dalam keperbedaan latar belakang, suku, ras, budaya dan sebagainya, tetapi kita satu sebagai Keluarga Allah. Marilah kita hidup sebagai satu keluarga Allah yang terus bertumbuh dalam damai sejahtera. Pertumbuhan itu akan nampak jika kita semua hidup saling mendukung dan menopang satu sama lain. Dirgahayu Gereja Protestan Maluku, Tuhan Yesus memberkati.

Doa: atas berkat-Mu Tuhan, yang memberikan pertumbuhan bagi GPM hingga hari ini, kami bersyukur.. Amin

Sabtu, 07 September 2024

bahan bacaan : 1 Yohanes 2 : 15-17

15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Mengasihi Allah Mendatangkan Berkat

Hidup memungkinkani pilihan baik atau buruk bagi setiap orang yang menjalaninya. Ada begitu banyak hal yang akan terjadi dalam hidup seseorang. Berhadapan dengan kenyataan hidup maka setiap orang akan menentukan pilihan untuk melakukan yang baik atau yang buruk. Jika melakukan yang baik maka akan mendatangkan kebahagiaan. Sebaliknya jika melakukan yang buruk maka berujung kepada kebinasaan. Sikap hidup demikian juga merupakan bagian dari sikap beriman setiap orang percaya. Hidup di dalam terang atau di dalam kegelapan menjadi pilihan beriman bagi setiap orang. Terang berarti hidup sesuai kehendak Tuhan sedangkan gelap berarti jauh dari kehendak Tuhan. Mengimani Yesus Kristus haruslah terwujud dalam perilaku beriman setiap waktu. Salah satu wujud mengimani Yesus Kristus adalah saling mengasihi. Mengasihi Yesus tetapi juga sesama manusia bahkan alam ini. Hal ini penting sebab di tengah banyak tawaran dunia maka harus tetap teguh mengimani Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Sebagaimana melakukan hal yang baik akan mendatangkan kebahagiaan maka mengasihi Yesus dalam segala hal yang dijalani akan mendatangkan berkat. Inilah kekuatan bagi setiap orang percaya jika setia melakukan kehendak Tuhan.

Doa: Kuatkanlah kami ya Tuhan agar mampu hidup saling mengasihi. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2024, LPJ – GPM

Tinggalkan komentar