Tema Bulanan : Gereja Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Allah
Tema Mingguan : Perencanaan yang mendatangkan Kasih Karunia Allah
Minggu, 15 September 2024
bahan bacaan : 2 Korintus 1 : 12-24
Perubahan dalam rencana Paulus
12 Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah. 13 Sebab kami hanya menuliskan kepada kamu apa yang dapat kamu baca dan pahamkan. Dan aku harap, mudah-mudahan kamu akan memahaminya sepenuhnya, 14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu. 15 Berdasarkan keyakinan ini aku pernah merencanakan untuk mengunjungi kamu dahulu, supaya kamu boleh menerima kasih karunia untuk kedua kalinya. 16 Kemudian aku mau meneruskan perjalananku ke Makedonia, lalu dari Makedonia kembali lagi kepada kamu, supaya kamu menolong aku dalam perjalananku ke Yudea. 17 Jadi, adakah aku bertindak serampangan dalam merencanakan hal ini? Atau adakah aku membuat rencanaku itu menurut keinginanku sendiri, sehingga padaku serentak terdapat "ya" dan "tidak"? 18 Demi Allah yang setia, janji kami kepada kamu bukanlah serentak "ya" dan "tidak". 19 Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah "ya" dan "tidak", tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada "ya". 20 Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah. 21 Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi, 22 memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita. 23 Tetapi aku memanggil Allah sebagai saksiku--Ia mengenal aku--,bahwa sebabnya aku tidak datang ke Korintus ialah untuk menyayangkan kamu. 24 Bukan karena kami mau memerintahkan apa yang harus kamu percayai, karena kamu berdiri teguh dalam imanmu. Sebaliknya, kami mau turut bekerja untuk sukacitamu.
Letakanlah Rencanamu Di Bawah Kehendak Allah
Salah satu petuah orang tua kepada anak-anak adalah: letakanlah rencanamu di bawah kehendak Allah, sebab kehendak manusia bisa gagal tetapi kehendak Allah itu baik dan tepat. Pernyataan iman yang sama turut disampaikan Paulus dalam 2 Korintus 1:12-24. Dalam teks, Paulus menyebutkan bahwa dirinya tidak dapat melakukan perjalanan kembali ke Korintus sebagaimana yang disampaikan sebelumnya (bnd. 1 Korintus 15: 5-6). Namun menarik, Paulus kemudian menegaskan bahwa sekalipun ia belum dapat mengunjungi jemaat Korintus, itu bukan berarti bahwa yang dirancangkan sejak awal didasari pada keinginan pribadi. Justru sebaliknya, apa yang telah rancangkan didasari pada kehendak Allah, sehingga jika terjadi perubahan maka ia percaya bahwa Allah turut terlibat dalam proses itu. Paulus percaya, bahwa rancangan yang diletakkan pada kehendak Allah akan selalu terjadi pada waktu yang tepat. Sehingga rancangannya tidak pernah membawa kesedihan melainkan sukacita. Apakah kita sama dengan Paulus yang meletakkan rancangan kita di bawah kehendak Allah? Sesungguhnya, setiap orang percaya terpanggil untuk meletakkan rancangan hidupnya di bawah kehendak Allah, sebab di bawah kehendak-Nya, tidak satupun rencana yang berakhir dengan sia-sia dan penyesalan. Justru sebaliknya, setiap rencana yang didasarkan pada kehendak Allah akan mampu menghadirkan sukacita dan syukur.
Doa: Ya Tuhan, tuntunanlah kami melalui Roh-Mu untuk melakukan perencanaan hidup ini. Amin.
Senin, 16 September 2024
bahan bacaan : Yakobus 4 : 13-17
Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan
13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", 14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." 16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. 17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
Berencana Bersama Tuhan
Membuat rencana adalah salah satu strategi kita untuk bertahan hidup. Sebab, tidak ada satupun yang dapat menjalani hidupnya tanpa rencana. Misalnya, seseorang yang ingin membangun rumah selalu didahului dengan rencana untuk membeli tanah, membeli bahan bangunan, membayar tukang kerja, dan lain sebagainya. Sebab jika tidak, bagaimana caranya rumah itu dapat terbangun? Bagi Paulus, seseorang yang menginginkan kehidupan, tidak hanya karena memiliki pengakuan iman, melainkan juga karena adanya perbuatan. Penulis Yakobus 4:14 memberi penegasan bahwa hidup manusia itu seumpama uang, yang dapat hilang dengan sekejap. Karena itu, perlu dipahami bahwa hidup untuk hari ini sesungguhnya berbeda untuk hidup di hari esok. Setiap hari memiliki kesusahannya sendiri, sehingga setiap orang harus memiliki rencana terkait apa yang harus ia lakukan untuk hari ini, maupun besok. Dalam arti, tujuan dari hidup kita akan tercapai hanya melalui perencanaan hidup yang baik. Perencanaan hidup bukan tindakan protes atau pengabaian atas kehendak bebas Allah terhadap hidup kita. Namun perencanaan kita adalah bentuk (nyata) iman kita sebagai orang-orang yang bertanggung jawab atas hidup yang diberikan Allah. Jangan melupakan keterlibatan Allah dalam perencanaan kita.
Doa: Ya Tuhan, kepada-MU, kami mendasari seluruh perencanaan kami. Amin.
Selasa, 17 September 2024
bahan bacaan : 1 Korintus 16 : 5-9
Rencana Paulus
5 Aku akan datang kepadamu, sesudah aku melintasi Makedonia, sebab aku akan melintasi Makedonia. 6 Dan di Korintus mungkin aku akan tinggal beberapa lamanya dengan kamu atau mungkin aku akan tinggal selama musim dingin, sehingga kamu dapat menolong aku untuk melanjutkan perjalananku. 7 Sebab sekarang aku tidak mau melihat kamu hanya sepintas lalu saja. Aku harap dapat tinggal agak lama dengan kamu, jika diperkenankan Tuhan. 8 Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta, 9 sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.
Perencanaan Yang Tertunda
Perencanaan pelayanan Paulus bukanlah perjalanan untuk bersenang-senang. Setiap wilayah yang akan didatanginya sudah direncanakan secara baik. Rasul Paulus dengan tegas menyampaikan beberapa alasan mengapa ia belum bisa tiba di Korintus. Ia sama sekali tak bermaksud untuk tidak menepati janjinya dan membuat perencanaan sekehendak dirinya. Satu-satunya alasan yang kuat untuk tinggal yakni hendak melakukan pekerjaan yang besar dan penting. Pekerjaan tersebut adalah pelayanan bagi jemaat di Efesus. Perencanaan Paulus seperti ini menasihati kita tentang pentingnya membuat perencanaan. Bahkan, setiap rencana hidup kita yang didasarkan pada kehendak Allah tidak akan pernah sia-sia dan gagal. Justru sebaliknya, rencana hidup yang didasarkan pada kehendak Allah akan membuahkan keberhasilan dan sukacita. Paulus menyadari, bahwa sekalipun apa yang direncanakannya tidak terjadi sesuai waktu yang dikehendakinya, tetapi waktu Tuhan adalah tepat. Keyakinan Paulus juga harus menjadi penyadaran untuk kita semua di saat ini, bahwa jika rencana hidup kita membuahkan hasil maka itu bukan karena kekuatan dan kehebatan kita, melainkan hanya karena kasih dan anugerah dari Allah. Karena itu, tidak boleh ada satupun yang bermegah atas keberhasilan rencana hidupnya. Sebaliknya, segala ungkapan syukur hanya patut dinaikan kepada Tuhan.
Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk memahami keterbatasan dalam berencana. Amin.
Rabu, 18 September 2024
bahan bacaan : Yesaya 32 : 7-8
7 Kalau penipu, akal-akalnya adalah jahat, ia merancang perbuatan-perbuatan keji untuk mencelakakan orang sengsara dengan perkataan dusta, sekalipun orang miskin itu membela haknya. 8 Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian.
Orang Baik Pasti Merencakan Hal Baik
Ada sebuah quotes menarik, “Jika kamu susah menemukan orang baik maka jadilah salah satunya”. Penggalan kalimat ini memberikan sebuah cara hidup yang mestinya dilakukan oleh umat. Yesaya 32:7-8 juga memberikan gambaran tentang bagaimana seharusnya umat harus lakukan. Seorang penipu tidak bisa lain dari pada mempunyai tipu muslihat yang jahat, dan merencanakan hal-hal yang jahat pula. Dia suka menggunakan kata-kata dusta untuk menipu orang miskin (lemah). Walaupun orang miskin akan mengadukan perkaranya ke pengadilan (pihak yang bertanggung jawab mengadili perkara), untuk mendapat keadilan, namun akan sia-sia belaka. Para penipu berlindung di balik dustanya, sehingga khususnya orang lemah tetap menjadi korban (ay. 7). Sebaliknya orang yang berbudi luhur (baik hati, jujur) merencanakan hal-hal yang luhur, bahkan juga memperjuangkan agar hal-hal yang luhur dapat ditegakkan dan dihormati oleh semua pihak. Jelaslah, bahwa orang-orang yang sungguh-sungguh berbudi luhur mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan dan sesamanya (ay. 8). Ketidakjujuran berdampak negatif pada hubungan antar individu. Kita dituntut untuk mampu merencakan dan berbuat baik kepada sesama, sebab mendatangkan sukacita.Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami untuk merancang kebaikan bagi sesama. Amin.
Kamis, 19 September 2024
bahan bacaan : Yesaya 55 : 8-9
8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. 9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
Rancangan Tuhan Mendatangkan Damai Sejahtera
Tema kitab Yesaya adalah “Tuhan Menyelamatkan”. Hal ini menunjukkan bahwa sejarah Israel adalah sejarah bersama Tuhan yang menyelamatkan. Pasal 55 berisi penghiburan dan pengharapan bagi umat pilihan Allah yang hidup di pembuangan Babel. Nubuat Nabi Yesaya menunjukkan bahwa Tuhan Allah memiliki rancangan damai sejahtera bagi Bangsa Israel berdasarkan Kasih-Nya (Ay.8-9). Oleh sebab itu,Tindakan penyelamatan Allah ini harus disertai dengan sikap taat untuk kembali kepada Tuhan Allah. Israel harus meninggalkan perbuatan yang menyembah allah lain dan mempersembahkan korban kepada berhala supaya mereka memperoleh pengasihan dan pengampunan Allah (ay.7). Seringkali kita mengalami persoalan silih berganti, misalnya : kesehatan, keuangan, pekerjaan, masalah jodoh dsbnya. Hal tersebut membuat kita kecewa dan marah bahkan kepada Tuhan tapi jika kita mengingat kasih setia Tuhan yang tak berkesudahan dalam hidup maka kita tidak akan berhenti mengucap syukur dan menyerahkan seluruh hidup dalam tuntunan dan penyertaan-Nya..Amin!
Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk mengerti rencana dan kehendak Tuhan bagi hidup kami, amin.
Jumat, 20 September 2024
bahan bacaan : Amsal 16 : 1-3
Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada TUHAN. 2 Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. 3 Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.
Perencanaan Didalam Tuhan Mendatangkan Keberhasilan
Setiap orang pasti memiliki perencanaan dalam hidup, misalnya: studi lanjut, membangun rumah baru, wisata bersama keluarga, tour ke luar negeri, menikah dsb. Perencanaan itu penting bagi hidup tapi apa artinya membuat perencanaan tanpa menghadirkan Tuhan. Pemazmur katakan “Jikalau bukan Tuhan sia-sialah…” (Maz 127:1). Betapa pentingnya Tuhan sebagai Penentu bagi suksesnya sebuah perencanaan, karena itu jangan melupakan Tuhan dalam setiap perencanaan hidup. Sebab, jika kita mengandalkan diri sendiri (rencana sendiri) pasti gagal. Seperti pengakuan seorang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S3 di Yogyakarta, “saya bertekad untuk menyelesaikan studi saya hanya 2 tahun dengan predikat pujian (cumlaude) tapi saya hanya mengendalkan diri sendiri bukan Tuhan, akhirnya saya gagal. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi kita untuk menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan (bnd. Amsal 23:17-18).
Doa: Roh Kudus pimpin kami untuk menyerahkan setiap perencanaan pada Tuhan. Amin.
Sabtu, 21 September 2024
bahan bacaan : 1 Korintus 3 : 18-23
18 Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. 19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya." 20 Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka." 21 Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: 22 baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. 23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.
Rendahkanlah Dirimu Dibawah Hikmat Allah
Tema minggu ini “Pelayan yang menyukakan hati Allah”. Tema ini mengandung arti pelayan yang dengan taat melakukan kehendak Allah. Menurut Paulus, pelayan yang melakukan kehendak Allah adalah pelayan tidak boleh bermulut manis (ay.5) atau pelayan yang mengucapkan kata-kata yang menyenangkan orang lain tapi memiliki maksud yang tidak baik. Seorang Pelayan tidak boleh loba atau serakah; tidak boleh memberitakan injil dengan maksud memperkaya diri atau cinta uang (1Timotius 6:19), tidak boleh mencari puji-pujian baik dari diri sendiri maupun orang lain (ay.6). Selanjutnya, ia harus hidup ramah, sikap penuh kasih dan baik hati seperti hati seorang ibu mengasuh dan merawat anaknya (ay.7). Ia harus rajin memberitakan injil Allah kepada sesama (ay.8), pekerja keras (ay.9), memiliki karakter yang saleh, adil dan tidak melakukan perbuatan yang tidak baik (ay.10), Saling mendukung dan menguatkan terutama mereka yang lemah iman (ay.11), Hidup sesuai perintah Allah (ay,12). Nasehat Paulus ini bermanfaat bagi para pelayan untuk merendahkan diri dibawah hikmat Allah bukan hikmat atau kepintaran manusia karena semuanya adalah kesia-siaan (ay.20).
Doa: Roh Kudus tuntunlah kami hidup sesuai Kehendak Tuhan, amin.
*SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2024, LJP-GPM