Tema Bulanan : Gereja Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Allah
Tema Mingguan : Menatalayani Potensi Pelayan dan Umat
Minggu, 22 September 2024
bahan bacaan : 1 Tawarikh 23 : 1-32
Orang Lewi dibagi dan diberi tugas
Setelah Daud menjadi tua dan lanjut umur, maka diangkatnya Salomo menjadi raja atas Israel. 2 Ia mengumpulkan segala pembesar Israel, juga para imam dan orang-orang Lewi. 3 Lalu dihitunglah orang-orang Lewi, yang berumur tiga puluh tahun ke atas, dan jumlah orang-orang mereka, dihitung satu demi satu, ada tiga puluh delapan ribu orang. 4 --"Dari orang-orang ini dua puluh empat ribu orang harus mengawasi pekerjaan di rumah TUHAN; enam ribu orang harus menjadi pengatur dan hakim; 5 empat ribu orang menjadi penunggu pintu gerbang; dan empat ribu orang menjadi pemuji TUHAN dengan alat-alat musik yang telah kubuat untuk melagukan puji-pujian," kata Daud. 6 Juga Daud membagi-bagi mereka dalam rombongan menurut anak-anak Lewi, yakni Gerson, Kehat dan Merari. 7 Termasuk orang Gerson ialah Ladan dan Simei. 8 Anak-anak Ladan ialah Yehiel, seorang kepala, serta Zetam dan Yoel, tiga orang. 9 Anak-anak Simei ialah Selomit, Haziel dan Haran, tiga orang; orang-orang inilah yang menjadi kepala puak Ladan. 10 Anak-anak Simei ialah Yahat, Ziza, Yeush dan Beria; itulah anak-anak Simei, empat orang. 11 Yahat ialah kepala dan Ziza orang kedua, tetapi Yeush dan Beria tidak mempunyai banyak anak, maka mereka merupakan hanya satu puak dengan satu jabatan. 12 Anak-anak Kehat ialah Amram, Yizhar, Hebron dan Uziel, empat orang. 13 Anak-anak Amram ialah Harun dan Musa; Harun ditunjuk untuk mengurus apa yang maha kudus, dia dan keturunannya, sampai selama-lamanya, untuk membakar korban di hadapan TUHAN, untuk melayani Dia dan untuk memberi berkat demi nama-Nya, sampai selama-lamanya. 14 Anak-anak Musa, abdi Allah itu, digolongkan kepada suku Lewi. 15 Anak-anak Musa ialah Gersom dan Eliezer. 16 Anak Gersom ialah Sebuel, seorang kepala. 17 Anak Eliezer ialah Rehabya, seorang kepala; Eliezer tidak mempunyai anak-anak lain, tetapi anak-anak Rehabya luar biasa banyaknya. 18 Anak Yizhar ialah Selomit, seorang kepala. 19 Anak-anak Hebron ialah Yeria, seorang kepala, Amarya, anak yang kedua, Yahaziel, anak yang ketiga dan Yekameam, anak yang keempat. 20 Anak-anak Uziel ialah Mikha, seorang kepala, dan Yisia, anak yang kedua. 21 Anak-anak Merari ialah Mahli dan Musi. Anak-anak Mahli ialah Eleazar dan Kish. 22 Ketika Eleazar mati, ia tidak mempunyai anak laki-laki, hanya anak perempuan, lalu anak-anak Kish, saudara sepupu mereka, mengambil mereka menjadi isteri. 23 Anak-anak Musi ialah Mahli, Eder dan Yeremot, tiga orang. 24 Itulah bani Lewi menurut puak mereka, kepala-kepala puak mereka, pada waktu mereka dicatat seorang-seorang sesuai dengan bilangan nama mereka, orang demi orang, yang berumur dua puluh tahun atau lebih, merekalah yang harus melakukan pekerjaan untuk ibadah di rumah TUHAN. 25 Sebab Daud telah berkata: "TUHAN, Allah Israel, telah mengaruniakan keamanan kepada umat-Nya, dan Ia diam di Yerusalem sampai selama-lamanya. 26 Dengan demikian tidak usah lagi orang Lewi mengangkat Bait Suci dan segala perkakas yang dipakai untuk ibadah di situ." -- 27 Sebab sesuai dengan titah Daud yang belakangan, mereka yang didaftarkan dari anak-anak Lewi ialah yang berumur dua puluh tahun ke atas. -- 28 "Tugas mereka ialah membantu anak-anak Harun untuk menyelenggarakan ibadah di rumah TUHAN, mengawasi pelataran, bilik-bilik dan pentahiran segala barang kudus serta melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan ibadah di rumah Allah. 29 Juga mereka harus menyediakan sajian dan tepung yang terbaik untuk korban sajian, roti tipis yang tidak beragi, apa yang dipanggang di atas panggangan, apa yang teraduk dan segala sukatan dan ukuran. 30 Selanjutnya mereka bertugas menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi TUHAN setiap pagi, demikian juga pada waktu petang 31 dan pada waktu mempersembahkan segala korban bakaran kepada TUHAN, pada hari-hari Sabat, bulan-bulan baru, dan hari-hari raya, menurut jumlah yang sesuai dengan peraturan yang berlaku bagi mereka, sebagai tugas tetap di hadapan TUHAN. 32 Mereka harus melakukan pemeliharaan Kemah Pertemuan serta tempat kudus dan harus melayani anak-anak Harun, saudara-saudara mereka, untuk menyelenggarakan ibadah di rumah TUHAN."
Memanfaatkan Potensi Umat Bagi Kemajuan Pekerjaan Tuhan
Desa wisata Blimbingsari yang terletak di Kabupaten Jembrana, Bali memiliki pesona keindahan alam yang asri dan gereja tua yang berdiri megah dengan desain arsitektur Bali. Hal menarik dari desa tersebut, yakni program pembeDrdayaan desa dengan melibatkan seluruh potensi Sumber Daya Manusia (SDM), yang dibagi dalam kelompok-kelompok usaha. Misalnya: panitia homestay yang bertugas mengelolah rumah tinggal bagi para wisatawan, Kelompok usaha kaum ibu yang bertugas menyediakan makanan (Catering), dll. Semua kelompok memberikan manfaat besar bagi kemajuan desa tersebut. Nas bacaan hari ini pun berbicara tentang pembagian tugas di kalangan orang Lewi menurut umur dan kemampuan masing-masing orang dalam pekerjaan Pembangunan Bait Allah. Kita diingatkan bahwa jemaat memiliki sumber daya (laki-laki, perempuan, pemuda, anak, tenaga profesi dll) untuk dimanfaatkan bagi kemajuan jemaat.
Doa: Roh Kudus tuntulah kami untuk saling menolong dan melengkapi demi membangun hidup bersama, Amin.
Senin, 23 September 2024
bahan bacaan : Matius 4 : 18-22
Yesus memanggil murid-murid yang pertama
18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. 19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." 20 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. 21 Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka 22 dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.
Jangan Menolak Panggilan Tuhan
Perikop ini berisi narasi tentang “Yesus memanggil murid-murid yang pertama”. Peristiwa pemanggilan ini terjadi di pantai laut Galilea saat Tuhan Yesus bertemu dengan para nelayan yang terdiri dari Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes (ay.18,21). Para Nelayan yang sedang menangkap ikan ini ditantang untuk meninggalkan tugas mereka sebagai penjala ikan menjadi penjala manusia (ay.19). Mereka dipanggil menjadi murid Yesus yang akan membawa orang kepada keselamatan. Cukup menarik bagi kita bahwa para nelayan ini bukanlah orang-orang terpelajar yang berpengaruh, kaya dan berasal dari keluarga terhormat. Mereka hanyalah orang-orang biasa yang ditantang untuk pertama kali dan seterusnya memilih hidup bersama Yesus. Hal ini mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus selalu memilih orang-orang biasa yang bersedia memberikan dirinya untuk pelayanan. Jadi, menjadi pelayan Kristus bukan karena kaya, berjabatan dan terhormat tapi yang memiliki kerendahan hati dan bersedia meleksanakan kehendak-Nya dengan taat dan setia.
Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk memberi diri melayani dengan sukacita. amin.
Selasa, 24 September 2024
bahan bacaan : Lukas 10 : 1-12
Yesus mengutus tujuh puluh murid
Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. 2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. 3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. 4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. 5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. 6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. 8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, 9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. 10 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: 11 Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. 12 Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."
Membawa Damai Sejahtera
Hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi Laki-laki GPM di usia ke-38 tahun. Momentum ini patut disyukuri karena hanya oleh pertolongan dan penyertaan Tuhan laki-laki gereja bisa melaksanakan tugas pemberitaan injil bagi keluarga, gereja dan masyarakat sampai saat ini. Di sisi lain laki-laki gereja masih bergumul dengan berbagai persoalan yang sangat kompleks. Untuk itu, melalui tema Hut “Pergilah Aku Mengutus Kamu Menyampaikan Damai Sejahtera” berdasarkan Lukas 10:1-12, maka dapat disimpulkan bahwa semua orang (termasuk laki-laki) diutus untuk membawa berita damai sejahtera bagi sesama (Band.Ay.5). Damai sejahtera yang dimaksudkan adalah membangun relasi dan hidup bersama dengan orang lain (ay.5-8) menyembuhkan orang sakit (ay.9), bekerja bersama dalam pelayanan (ay.1) dan tidak menaruh perhatian pada hal-hal duniawi (ay.4).
Doa: Tuhan Tuntunlah kami menjadi pelayan yang mampu membawa damai sejahtraMu, Amin.
Rabu, 25 September 2024
bahan bacaan : 1 Tawarikh 24 : 1-19
Para imam dibagi dalam rombongan
Inilah rombongan-rombongan anak-anak Harun. Anak-anak Harun ialah Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar. 2 Tetapi Nadab dan Abihu mati lebih dahulu dari pada ayah mereka dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka yang memegang jabatan imam ialah Eleazar dan Itamar. 3 Daud, bersama-sama Zadok dari bani Eleazar dan Ahimelekh dari bani Itamar, membagi-bagi mereka menurut jabatan mereka dalam penyelenggaraan ibadah. 4 Lalu ternyata bahwa di antara keturunan Eleazar ada lebih banyak kepala kaum dari pada di antara keturunan Itamar, sebab itu orang membagi-bagi mereka sebagai berikut: untuk bani Eleazar enam belas orang kepala puak, tetapi untuk bani Itamar delapan orang kepala puak. 5 Dan orang membagi-bagi mereka dengan membuang undi tanpa mengadakan perbedaan, sebab ada "pemimpin-pemimpin kudus" dan "pemimpin-pemimpin Allah", baik di antara keturunan Eleazar maupun di antara keturunan Itamar. 6 Dan Semaya bin Netaneel, panitera itu, seorang Lewi, menulis nama mereka di depan raja, di depan pembesar-pembesar, imam Zadok, Ahimelekh bin Abyatar dan di depan kepala-kepala puak para imam dan orang Lewi; setiap kali satu puak diambil dari Eleazar, dan demikian pula satu puak dari Itamar. 7 Undian yang pertama jatuh pada Yoyarib; yang kedua pada Yedaya; 8 yang ketiga pada Harim; yang keempat pada Seorim; 9 yang kelima pada Malkia; yang keenam pada Miyamin; 10 yang ketujuh pada Hakos; yang kedelapan pada Abia; 11 yang kesembilan pada Yesua; yang kesepuluh pada Sekhanya; 12 yang kesebelas pada Elyasib; yang kedua belas pada Yakim; 13 yang ketiga belas pada Hupa; yang keempat belas pada Yesebeab; 14 yang kelima belas pada Bilga; yang keenam belas pada Imer; 15 yang ketujuh belas pada Hezir; yang kedelapan belas pada Hapizes; 16 yang kesembilan belas pada Petahya; yang kedua puluh pada Yehezkel; 17 yang kedua puluh satu pada Yakhin; yang kedua puluh dua pada Gamul; 18 yang kedua puluh tiga pada Delaya; yang kedua puluh empat pada Maazya. 19 Itulah jabatan mereka dalam menyelenggarakan ibadah setelah mereka masuk rumah TUHAN, sesuai dengan peraturan yang diberikan kepada mereka dengan perantaraan Harun, bapa leluhur mereka, seperti yang diperintahkan kepadanya oleh TUHAN, Allah Israel.
Menatalayani Potensi dengan Adil dan Jujur Untuk Pekerjaan Tuhan
Semua orang dikarunia kemampuan serta potensi dari Tuhan untuk didayagunakan demi kehidupan bersama dan hormat kepujian nama Tuhan. Di Israel, suku Lewi diberikan tugas untuk melayani Tuhan dan pekerjaanNya di kemah pertemuan. Dari suku ini, jabatan imam ada pada Harun dan anak-anaknya, diantaranya Eleazar dan Itamar. Dari mereka berdua dibagi lagi dalam kelompok-kelompok kecil yang dilakukan dengan cara membuang undi. Cara pengundian pada masa itu adalah untuk menjaga nilai keadilan dan kejujuran. Hal ini penting untuk menjaga kekudusan baik pelayan maupun umat dalam melayani Tuhan dan pekerjaanNya. Semua hal menyangkut peribadahan diatur sedemikian rupa dengan tujuan untuk membangun persekutuan yang memuliakan Tuhan. Keteladanan ini harus kita wujudkan dalam seluruh tanggung jawab pekerjaan serta pelayanan di masa sekarang. Semua potensi yang kita miliki mesti diatur secara baik dengan tetap menjunjung nilai keadilan dan kejujuran sehingga tidak menimbulkan pertentangan dan perselisihan. Sebaliknya, akan menciptakan persekutuan hyang indah dan harmonis demi kepujian nama Tuhan.
Doa: Ya Tuhan berkati setiap talenta dan potensi yang kami miliki untuk dipakai demi hormat dan kepujian namaMu. Amin.-
Kamis, 26 September 2024
bahan bacaan : 1 Tawarikh 25 : 1-7
Para penyanyi
Selanjutnya untuk ibadah Daud dan para panglima menunjuk anak-anak Asaf, anak-anak Heman dan anak-anak Yedutun. Mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap. Daftar orang-orang yang bekerja dalam ibadah ini ialah yang berikut: 2 dari anak-anak Asaf ialah Zakur, Yusuf, Netanya dan Asarela, anak-anak Asaf di bawah pimpinan Asaf, yang bernubuat dengan petunjuk raja. 3 Dari Yedutun ialah anak-anak Yedutun: Gedalya, Zeri, Yesaya, Simei, Hasabya dan Matica, enam orang, di bawah pimpinan ayah mereka, Yedutun, yang bernubuat dengan diiringi kecapi pada waktu menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi TUHAN. 4 Dari Heman ialah anak-anak Heman: Bukia, Matanya, Uziel, Sebuel, Yerimot, Hananya, Hanani, Eliata, Gidalti, Romamti-Ezer, Yosbekasa, Maloti, Hotir dan Mahaziot. 5 Mereka ini sekalian adalah anak-anak Heman, pelihat raja, menurut janji Allah untuk meninggikan tanduk kekuatannya; sebab Allah telah memberikan kepada Heman empat belas orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan. 6 Mereka ini sekalian berada di bawah pimpinan ayah mereka pada waktu menyanyikan nyanyian di rumah TUHAN dengan diiringi ceracap, gambus dan kecapi untuk ibadah di rumah Allah dengan petunjuk raja. Demikianlah keadaan bani Asaf, Yedutun dan Heman. 7 Jumlah mereka bersama-sama saudara-saudara mereka yang telah dilatih bernyanyi untuk TUHAN--mereka sekalian adalah ahli seni--ada dua ratus delapan puluh delapan orang.
Penatalayanan Talenta Untuk Memuliakan Tuhan
Tema pelayanan di minggu ini “menatalayani potensi pelayan dan umat” tercermin melalui tindakan Daud dan para panglimanya untuk menunjuk anak-anak Asaf, anak-anak Heman dan anak-anak Yedutun dalam melayani ibadah. Dalam pelayanan ibadah, mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap. Mereka dikarunia talenta dan potensi untuk bernyanyi memuji Tuhan serta mahir dalam memainkan alat musik yakni gambus dan kecapi serta ceracap. Semuanya dilakukan di rumah Allah dalam pendampingan dan petunjuk raja Daud. Jumlah mereka sebanyak dua ratus delapan puluh delapan orang yang punya kemampuan sebagai ahli seni. Sekalipun mereka mempunyai potensi yang luar biasa, namun semua dilakukan dengan penuh kerendahan hati. Mereka lakukan bukan untuk menjadi kepujian nama mereka sebagai manusia. Teladan ini pun bagi kita yang memiliki potensi yang dianugerahi oleh Tuhan. Hendaknya kita menggunakan dengan rendah hati, sukacita dan demi kepujian nama Tuhan. Tuhan memberkati semua pelayanan kita yang dilakukan bukan untuk diri kita, tetapi untuk Tuhan. Dengan memahami demikian, maka kita terus dipakai Tuhan dalam tugas-tugas pelayanan.
Doa: Roh Kudus tuntun kami untuk mengatur segala potensi guna pelayanan pekerjaan Tuhan secara baik. Amin,-
Jumat, 27 September 2024
bahan bacaan : 1 Tawarikh 26 : 20-28
20 Orang-orang Lewi, saudara-saudara sesuku mereka, yang mengawasi perbendaharaan rumah Allah dan yang mengawasi perbendaharaan barang-barang kudus; 21 bani Ladan, yakni keturunan Gerson melalui Ladan, mempunyai orang-orang Yehiel sebagai kepala puak. 22 Keturunan Yehiel, yakni Zetam dan Yoel, saudaranya, mengawasi perbendaharaan rumah TUHAN. 23 Dari orang Amram, orang Yizhar, orang Hebron dan orang Uziel 24 adalah Sebuel bin Gersom bin Musa yang menjadi kepala perbendaharaan. 25 Sanak saudara Sebuel melalui Eliezer ialah Rehabya, anak Eliezer, dan Yesaya, anak Rehabya, dan Yoram, anak Yesaya, dan Zikhri, anak Yoram, dan Selomit, anak Zikhri. 26 Selomit ini beserta sanak saudaranya mengawasi perbendaharaan barang-barang kudus yang telah dikuduskan oleh raja Daud dan oleh para kepala puak dan para pemimpin pasukan seribu dan pasukan seratus dan para panglima. 27 Mereka telah menguduskannya dari rampasan perang untuk menyemarakkan rumah TUHAN. 28 Juga segala yang dikuduskan oleh Samuel, pelihat itu, oleh Saul bin Kish, oleh Abner bin Ner dan oleh Yoab, anak Zeruya, ya segala barang yang dikuduskan ada di bawah pengawasan Selomit beserta sanak saudaranya.
Mengelola Perbendaharaan Rumah Tuhan
Allah Pencipta dalam cinta kasih Kristus menganugerahkan talenta sebagai potensi kepada semua orang. Setiap orang dengan kelebihan dan kemampuannya dibidang masing-masing guna mewujudkan pekerjaan secara tertanggungjawab. Suku Lewi diberi tugas melayani di rumah Tuhan, bukan saja soal peribadahan namun terkait dengan semua hal yang bertalian dan berhubungan dengan rumah Tuhan. Diantaranya adalah perbendaharaan barang-barang kudus. Tugas mereka yakni menjaga barang-barang dari hasil rampasan perang yang telah dikuduskan oleh raja Daud untuk dipakai menyemarakkan rumah Tuhan. Semua barang-barang itu dalam pengawasan Selomit beserta sanak saudaranya. Sebuah teladan bagi kita semua, bahwa pengaturan tentang perbendaharaan di Rumah Tuhan juga harus kita lakukan dengan cakap dan jujur. Kita diberikan tanggung jawab untuk melakukannya sebab kita dianggap memiliki kemampuan secara intelektual dan beriman. Hendaknya kita mengerjakan hal-hal terkait dengan rumah Tuhan demi hormat dan kepujian nama Tuhan.
Doa: Tolong kami Tuhan untuk menata semua potensi yang kami miliki agar daoat digunakan dengan baik. Amin.-
Sabtu, 28 September 2024
bahan bacaan : I Tawarikh 27 : 1-15
Panglima-panglima tentara dan pembesar-pembesar lainnya
Adapun orang Israel, inilah daftar para kepala puak, para panglima pasukan seribu dan pasukan seratus dan para pengatur yang melayani raja dalam segala hal mengenai rombongan orang-orang yang bertugas dan libur, bulan demi bulan, sepanjang tahun. Setiap rombongan berjumlah dua puluh empat ribu orang. 2 Yang mengepalai rombongan pertama untuk bulan pertama ialah Yasobam bin Zabdiel dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 3 Ia dari bani Peres dan mengepalai semua panglima untuk bulan yang pertama. 4 Yang mengepalai rombongan bulan yang kedua ialah Dodai, orang Ahohi, sedang pemimpin rombongannya yang berjumlah dua puluh empat ribu orang, adalah Miklot. 5 Panglima yang ketiga untuk bulan yang ketiga ialah Benaya, anak imam kepala Yoyada, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 6 Benaya ini adalah seorang dari ketiga puluh pahlawan dan mengepalai ketiga puluh orang itu, tetapi yang memegang pimpinan rombongannya ialah Amizabad, anaknya. 7 Yang keempat untuk bulan yang keempat ialah Asael, saudara Yoab, kemudian ia digantikan oleh Zebaja, anaknya, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 8 Yang kelima untuk bulan yang kelima ialah Samhut orang Yizrah, panglima itu, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 9 Yang keenam untuk bulan yang keenam ialah Ira anak Ikesh orang Tekoa dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 10 Yang ketujuh untuk bulan yang ketujuh ialah Heles, orang Peloni, dari bani Efraim, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 11 Yang kedelapan untuk bulan yang kedelapan ialah Sibkhai, orang Husa dari orang Zerah itu, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 12 Yang kesembilan untuk bulan yang kesembilan ialah Abiezer, orang Anatot itu, dari bani Benyamin, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 13 Yang kesepuluh untuk bulan yang kesepuluh ialah Maharai, orang Netofa dari orang Zerah itu, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 14 Yang kesebelas untuk bulan yang kesebelas ialah Benaya, orang Piraton, dari bani Efraim, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 15 Yang kedua belas untuk bulan yang kedua belas ialah Heldai, orang Netofa itu, keturunan Otniel, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang.
Pentingnya Keamanan Untuk Kesejahteraan Hidup
Daud dalam kepemimpinannya sebagai raja Israel bukan saja mengatur soal peribadahan tetapi juga soal keamanan, pasukannya serta semua hal yang terkait dengan aktivitas kehidupan kerajaan. Nas bacaan hari ini menyaksikan tentang pengaturan pelayanan dalam kerajaan yang diatur setiap bulan dengan melibatkan tiap rombongan yang berjumlah dua puluh empat ribu orang. Rombongan ini diatur dengan memiliki seorang pemimpin dari suku tertentu. Pembagian tugas dengan cara ini dimaksudkan supaya adanya keadilan dalam pelaksanaan peran serta keterlibatan semua suku di Israel. Setiap suku mendapatkan perannya masing-masing hingga bulan kedua belas. Keselarasan pengaturan potensi dengan mempertimbangkan waktu telah menjadikan pula keseimbangan dalam kehidupan suatu bangsa. Hal ini menegaskan bahwa sebanyak apapun jumlah orang dengan berbagai keberagaman potensi, namun jika diatur secara baik, maka akan menjadi sebuah kekuatan yang besar dalam keteraturan pekerjaan serta memberikan hasil yang baik dan memuaskan. Sebuah keteladanan bagi kita bahwa adanya potensi dan keberagaman perlu diatur secara baik dan dengan menggunakan hikmat Tuhan.
Doa: Roh Kudus pimpin kami untuk menyerahkan setiap perencanaan pada Tuhan. amin.
*SUMBER : SHK BULAN SEPT 2024, LPJ-GPM