Santapan Harian Keluarga, 29 Sept – 5 Okt 2024

Tema Bulanan : Gereja Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Allah

Tema Mingguan : Dokumen Sejarah menyelamatkan hidup

Minggu, 29 September 2024

bahan bacaan : Ester 6 : 1-14

Mordekhai dihormati
Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja. 2 Dan di situ didapati suatu catatan tentang Mordekhai, yang pernah memberitahukan bahwa Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, telah berikhtiar membunuh raja Ahasyweros. 3 Maka bertanyalah raja: "Kehormatan dan kebesaran apakah yang dianugerahkan kepada Mordekhai oleh sebab perkara itu?" Jawab para biduanda raja yang bertugas pada baginda: "Kepadanya tidak dianugerahkan suatu apapun." 4 Maka bertanyalah raja: "Siapakah itu yang ada di pelataran?" Pada waktu itu Haman baru datang di pelataran luar istana raja untuk memberitahukan kepada baginda, bahwa ia hendak menyulakan Mordekhai pada tiang yang sudah didirikannya untuk dia. 5 Lalu jawab para biduanda raja kepada baginda: "Itulah Haman, ia berdiri di pelataran." Maka titah raja: "Suruhlah dia masuk." 6 Setelah Haman masuk, bertanyalah raja kepadanya: "Apakah yang harus dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya?" Kata Haman dalam hatinya: "Kepada siapa lagi raja berkenan menganugerahkan kehormatan lebih dari kepadaku?" 7 Oleh karena itu jawab Haman kepada raja: "Mengenai orang yang raja berkenan menghormatinya, 8 hendaklah diambil pakaian kerajaan yang biasa dipakai oleh raja sendiri, dan lagi kuda yang biasa dikendarai oleh raja sendiri dan yang diberi mahkota kerajaan di kepalanya, 9 dan hendaklah diserahkan pakaian dan kuda itu ke tangan seorang dari antara para pembesar raja, orang-orang bangsawan, lalu hendaklah pakaian itu dikenakan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya, kemudian hendaklah ia diarak dengan mengendarai kuda itu melalui lapangan kota sedang orang berseru-seru di depannya: Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya!" 10 Maka titah raja kepada Haman: "Segera ambillah pakaian dan kuda itu, seperti yang kaukatakan itu, dan lakukanlah demikian kepada Mordekhai, orang Yahudi, yang duduk di pintu gerbang istana. Sepatah katapun janganlah kaulalaikan dari pada segala yang kaukatakan itu." 11 Lalu Haman mengambil pakaian dan kuda itu, dan dikenakannya pakaian itu kepada Mordekhai, kemudian diaraknya Mordekhai melalui lapangan kota itu, sedang ia menyerukan di depannya: "Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya." 12 Kemudian kembalilah Mordekhai ke pintu gerbang istana raja, tetapi Haman bergesa-gesa pulang ke rumahnya dengan sedih hatinya dan berselubung kepalanya. 13 Dan Haman menceritakan kepada Zeresh, isterinya, dan kepada semua sahabatnya apa yang dialaminya. Maka kata para orang arif bijaksana dan Zeresh, isterinya, kepadanya: "Jikalau Mordekhai, yang di depannya engkau sudah mulai jatuh, adalah keturunan Yahudi, maka engkau tidak akan sanggup melawan dia, malahan engkau akan jatuh benar-benar di depannya." 14 Selagi mereka itu bercakap-cakap dengan dia, datanglah sida-sida raja, lalu mengantarkan Haman dengan segera ke perjamuan yang diadakan oleh Ester.

Dokumen Sejarah Mengubah Hidup

Saya tidak bisa mengubah sejarah, saya tidak ingin mengubahnya. Saya hanya ingin mengubah masa depan, dan saya sedang mengerjakannya” demikian kata-kata Boris Frans Becker, mantan petenis nomor satu dunia asal Jerman. Kata-kata Becker ini mirip dengan sejarah perjalanan hidup Mordekhai yang tidak menyangka akan mendapat penghargaan tertinggi dari raja Ahasyweros saat raja membuka dokumen sejarah yang mencatat bahwa ia pernah menyelamatkan raja. Mordekhai memberi informasi tentang rencana pembunuhan raja kepada dua orang pengawal raja. Catatan sejarah ini membawa masa depan baru bagi Mordekhai ketika ia menggantikan Haman yang dihukum gantung karena kebencian serta rencana jahatnya kepada Mordekhai dan orang Yahudi. Sebuah teladan bagi kita, bahwa pentingnya untuk kita selalu melakukan yang baik dalam hidup ini. Sekalipun mungkin tidak diketahui orang dan juga tidak dicatat dalam sejarah sebab kita hanyalah orang “kecil”. Namun kita mesti yakin bahwa akan selalu tercatat oleh Allah Sang Pencipta dalam cacatan Ilahi. Hal tersebut akan membawa kebahagian dan sukacita bagi kita pada suatu saat kelak. Untuk itu teruslah berbuat baik bagi semua orang dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. 

Doa: Tuntun kami Tuhan agar kami senantiasa belajar dari Firman Tuhan. Amin.

Senin, 30 September 2024

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 22 : 1-20

Yosia, raja Yehuda -- Kitab Taurat ditemukan kembali
Yosia berumur delapan tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga puluh satu tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yedida binti Adaya, dari Bozkat. 2 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup sama seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. 3 Dalam tahun yang kedelapan belas zaman raja Yosia maka raja menyuruh Safan bin Azalya bin Mesulam, panitera itu, ke rumah TUHAN, katanya: 4 "Pergilah kepada imam besar Hilkia; suruhlah ia menyerahkan seluruh uang yang telah dibawa ke dalam rumah TUHAN yang telah dikumpulkan dari pihak rakyat oleh penjaga-penjaga pintu; 5 baiklah itu diberikan mereka ke tangan para pekerja yang diangkat untuk mengawasi rumah TUHAN, supaya diberikan kepada tukang-tukang yang ada di rumah TUHAN untuk memperbaiki kerusakan rumah itu, 6 yaitu kepada tukang-tukang kayu, tukang-tukang bangunan dan tukang-tukang tembok, juga bagi pembelian kayu dan batu pahat untuk memperbaiki rumah itu. 7 Tetapi tidak usahlah mengadakan perhitungan dengan mereka mengenai uang yang diberikan ke tangan mereka, sebab mereka bekerja dengan jujur." 8 Berkatalah imam besar Hilkia, kepada Safan, panitera itu: "Telah kutemukan kitab Taurat itu di rumah TUHAN!" Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, dan Safan terus membacanya. 9 Kemudian Safan, panitera itu, masuk menghadap raja, disampaikannyalah kabar tentang itu kepada raja: "Hamba-hambamu ini telah mengambil seluruh uang yang terdapat di rumah TUHAN dan memberikannya ke tangan para pekerja yang diangkat mengawasi rumah itu." 10 Safan, panitera itu, memberitahukan juga kepada raja: "Imam Hilkia telah memberikan kitab kepadaku," lalu Safan membacakannya di depan raja. 11 Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya. 12 Kemudian raja memberi perintah kepada imam Hilkia, kepada Ahikam bin Safan, kepada Akhbor bin Mikha, kepada Safan, panitera itu, dan kepada Asaya, hamba raja, katanya: 13 "Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi rakyat dan bagi seluruh Yehuda, tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang bernyala-nyala terhadap kita, oleh karena nenek moyang kita tidak mendengarkan perkataan kitab ini dengan berbuat tepat seperti yang tertulis di dalamnya." 14 Maka pergilah imam Hilkia, Ahikam, Akhbor, Safan dan Asaya kepada nabiah Hulda, isteri seorang yang mengurus pakaian-pakaian, yaitu Salum bin Tikwa bin Harhas; nabiah itu tinggal di Yerusalem, di perkampungan baru. Mereka memberitakan semuanya kepadanya. 15 Perempuan itu menjawab mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel! Katakanlah kepada orang yang menyuruh kamu kepada-Ku! 16 Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan malapetaka atas tempat ini dan atas penduduknya, yakni segala perkataan kitab yang telah dibaca oleh raja Yehuda; 17 karena mereka meninggalkan Aku dan membakar korban kepada allah lain dengan maksud menimbulkan sakit hati-Ku dengan segala pekerjaan tangan mereka; sebab itu kehangatan murka-Ku akan bernyala-nyala terhadap tempat ini dengan tidak padam-padam. 18 Tetapi kepada raja Yehuda, yang telah menyuruh kamu untuk meminta petunjuk TUHAN, harus kamu katakan demikian: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Mengenai perkataan yang telah kaudengar itu, 19 oleh karena engkau sudah menyesal dan engkau merendahkan diri di hadapan TUHAN pada waktu engkau mendengar hukuman yang Kufirmankan terhadap tempat ini dan terhadap penduduknya, bahwa mereka akan mendahsyatkan dan menjadi kutuk, dan oleh karena engkau mengoyakkan pakaianmu dan menangis di hadapan-Ku, Akupun telah mendengarnya, demikianlah firman TUHAN, 20 sebab itu, sesungguhnya Aku akan mengumpulkan engkau kepada nenek moyangmu, dan engkau akan dikebumikan ke dalam kuburmu dengan damai, dan matamu tidak akan melihat segala malapetaka yang akan Kudatangkan atas tempat ini." Lalu mereka menyampaikan jawab itu kepada raja.

Kitab Pengajaran Sebagai Dokumen Yang Mengubah

 Ditemukannya kitab Taurat oleh imam besar Hilkia saat para pekerja sementara memperbaiki rumah Tuhan, membuat raja Yosia segera meminta petunjuk Tuhan melalui seorang nabiah yang tinggal di Yerusalem. Yosia adalah raja Yehuda yang memerintah di usia muda yakni delapan tahun. Sekalipun muda, Yosia berlaku benar di mata Tuhan seperti Daud bapa leluhurnya. Ia mengoyakkan pakaiannya saat Safan, panitera membacakan kitab yang ditemukan itu, sebagai tanda penyesalan dan menangis akibat dosa dan kecemaran leluhurnya dengan menyembah kepada allah lain dan menimbulkan sakit hati Tuhan. Sikap Yosia ini mendapat simpatik Tuhan dengan menubuatkan bahwa ia akan mendapat tempat saat meninggal dunia bersama dengan para leluhurnya dan ia tidak akan mengalami pengukuman Tuhan atas Bangsa Israel. Sebuah teladan bagi kita bahwa Kitab Pengajaran merupakan juga dokumen sejarah iman untuk menyaksikan dan menceritakan kemahakuasaan Allah yang nyata bagi semua umat ciptaanNya. Firman Tuhan itu memberikan petunjuk agar kita mau menjadi anak-anak Tuhan yang selalu hidup dalam pembaharuan dan pertobatan hidup.  

Doa: Tuntun kami Tuhan untuk melakukan kebaikan sebagai hal terindah dalam sejarah perjalanan hidup ini. Amin.-

Selasa, 01 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 34 : 8-21

Kitab Taurat ditemukan kembali
8 Pada tahun kedelapan belas dari pemerintahannya, setelah selesai mentahirkan negeri dan rumah TUHAN, ia menyuruh Safan bin Azalya, dan Maaseya, penguasa kota, serta Yoah bin Yoahas, bendahara negara, untuk memperbaiki rumah TUHAN, Allahnya. 9 Maka datanglah mereka kepada imam besar Hilkia dan menyerahkan kepadanya uang yang telah dibawa ke rumah Allah dan yang telah dikumpulkan oleh orang-orang Lewi, yakni oleh para penjaga pintu, dari orang-orang Manasye dan Efraim, dan dari semua orang yang masih tinggal dari Israel, pula dari seluruh orang Yehuda dan Benyamin, dan dari penduduk Yerusalem. 10 Uang itu diberikan mereka ke tangan para pekerja yang diangkat untuk mengawasi rumah TUHAN; dan mereka itu, yang bekerja dalam rumah TUHAN, mengeluarkannya untuk membetulkan dan memperbaiki rumah itu. 11 Mereka memberikannya kepada tukang-tukang kayu dan tukang-tukang bangunan, supaya tukang-tukang itu membeli batu pahat dan kayu untuk tupai-tupai dan untuk memasang balok-balok pada gedung-gedung, yang oleh raja-raja Yehuda dibiarkan roboh. 12 Orang-orang itu melakukan pekerjaan itu dengan setia. Orang-orang yang diangkat menjadi pengawas mereka ialah: Yahat dan Obaja, orang-orang Lewi dari bani Merari, sedangkan Zakharia dan Mesulam dari bani Kehat mengepalai semua. Dan semua orang Lewi yang pandai memainkan alat-alat musik, 13 mengepalai kuli-kuli dan mengiringi semua tukang dalam pekerjaan apapun. Dari antara orang-orang Lewi itu ada yang menjadi panitera, pengatur atau penunggu pintu gerbang. 14 Ketika mereka mengeluarkan uang yang telah dibawa ke rumah TUHAN, imam Hilkia menemukan kitab Taurat TUHAN, yang diberikan dengan perantaraan Musa. 15 Maka berkatalah Hilkia kepada Safan, panitera negara itu: "Aku telah menemukan kitab Taurat di rumah TUHAN!" Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, 16 dan Safan membawa kitab itu kepada raja. Ia juga menyampaikan kabar kepada raja: "Segala sesuatu yang ditugaskan kepada hamba-hambamu, telah mereka laksanakan. 17 Mereka telah mengambil seluruh uang yang terdapat di rumah TUHAN dan memberikannya ke tangan para pengawas dan para pekerja." 18 Safan, panitera negara itu, memberitahukan juga kepada raja: "Imam Hilkia telah memberikan kitab kepadaku," lalu Safan membacakan sebagian di depan raja. 19 Segera sesudah raja mendengar perkataan Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya. 20 Kemudian raja memberi perintah kepada Hilkia, kepada Ahikam bin Safan, kepada Abdon bin Mikha, kepada Safan, panitera negara itu, dan kepada Asaya, hamba raja, katanya: 21 "Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi yang masih tinggal di Israel dan di Yehuda tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang dicurahkan kepada kita, oleh karena nenek moyang kita tidak memelihara firman TUHAN dengan berbuat tepat seperti yang tertulis dalam kitab ini!"

Warisan yang Baik Pasti Menguntungkan

Sebagai manusia, kita ini pasti mewarisi sesuatu. Baik dari sejarah sebelum kita atau dari para pendahulu, leluhur orang tua atau warisan dari masa lalu kita sendiri. Warisan itu bisa yang baik, bisa pula yang buruk. Warisan  yang baik pasti menguntungkan, melegakan dan melancarkan jalan kita ke depan.Warisan yang buruk akan membebani, menghambat dan merugikan jalan kita ke depan. Kitab Tawarikh adalah kitab yang ditulis atau ditujukan kepada satu generasi umat Israel yang mewarisi kehancuran bangsanya, karena generasi pendahulu mereka kalah perang. Mereka dibuang dan dijajah di tanah Babilonia. Setelah 70 tahun mereka diijinkan untuk pulang ke negeri asal dan mulai memperbaiki rumah Tuhan. Ketika pekerjaan dilakukan, Imam Hilkia menemukan kitab Taurat Tuhan. Sebuah dokumen hidup yang mengingatkan bahwa hukuman hebat yang dialami mereka adalah karena nenek-moyang mereka tidak memelihara dan melakukan Firman Tuhan. Kitab Taurat sebagai dokumen mengingatkan umat Israel dan kita semua, bahwa Tuhan itu terlebih besar dari semua kondisi yang kita warisi, termasuk kondisi yang buruk dan warisan-warisan yang negatif. Jikalau Tuhan memberi perkenaan dan rahmat, dan kita tidak menyerah pada penjara nasib atau kegagalan di masa lampau atau warisan-warisan yang membebani dan menghambat, maka segala perubahan bisa saja terjadi. Firman Tuhan adalah dokumen warisan yang baik dan menguntungkan, bacalah!

Doa: Tuhan, sertailah agar warisan masa lalu yang buruk, tidak memenjarakan kami untuk berubah, amin.

Rabu, 02 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 34 : 22-28

22 Maka pergilah Hilkia dengan orang-orang yang disuruh raja kepada nabiah Hulda, isteri seorang yang mengurus pakaian-pakaian, yaitu Salum bin Tokhat bin Hasra, penunggu pakaian-pakaian; nabiah itu tinggal di Yerusalem, di perkampungan baru. Mereka berbicara kepadanya sebagaimana yang diperintahkan. 23 Perempuan itu menjawab mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel! Katakanlah kepada orang yang menyuruh kamu kepada-Ku! 24 Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan malapetaka atas tempat ini dan atas penduduknya, yakni segala kutuk yang tertulis dalam kitab yang telah dibacakan di depan raja Yehuda, 25 karena mereka meninggalkan Aku dan membakar korban kepada allah lain dengan maksud menimbulkan sakit hati-Ku dengan segala pekerjaan tangan mereka; sebab itu nyala murka-Ku akan dicurahkan ke tempat ini dengan tidak padam-padam. 26 Tetapi kepada raja Yehuda yang telah menyuruh kamu untuk meminta petunjuk TUHAN, harus kamu katakan demikian: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Mengenai perkataan yang telah kaudengar itu, 27 oleh karena engkau sudah menyesal dan engkau merendahkan diri di hadapan Allah pada waktu engkau mendengar firman-Nya terhadap tempat ini dan terhadap penduduknya, oleh karena engkau merendahkan diri di hadapan-Ku, mengoyakkan pakaianmu dan menangis di hadapan-Ku, Akupun telah mendengarnya, demikianlah firman TUHAN, 28 maka sesungguhnya Aku akan mengumpulkan engkau kepada nenek moyangmu, dan engkau akan dikebumikan ke dalam kuburmu dengan damai, dan matamu tidak akan melihat segala malapetaka yang akan Kudatangkan atas tempat ini dan atas penduduknya." Lalu mereka menyampaikan jawab itu kepada raja.

Bangkit dan Berjuang Dengan Sepenuh Hati

Warisan adalah sesuatu yang diluar kuasa kita untuk mengaturnya. Kita memang harus menampung atau menanggungnya. Dengan kalimat lain, kita  mewarisinya saja. Warisan yang baik, misalnya nama baik keluarga, harta warisan, benih unggul dari orangtua, kemerdekaan, tentunya membuat kita senang dan bersyukur. Sebaliknya, jika warisan itu adalah hal-hal yang buruk. Warisan genetik yang kurang baik, kemiskinan, penyakit turunan, atau kondisi bangsa yang terjajah dan generasi pendahulu kalah perang, dosa serta kejahatan orangtua di masa lalu, tentunya hal itu menjadi sesuatu yang membebani. Kesadaran akan akibat dari warisan yang buruk ketika mendengarkan sebagian kitab Taurat, itulah yang membuat Raja Yosia untuk meminta petunjuk seorang nabiah tentang apa maksud Tuhan. Ternyata, hukuman akan menimpa mereka karena perbuatan para pendahulu. Tetapi penyesalan dan kerendahan hati yang ditunjukan Raja, membuat mereka terluput dari segala malapetaka. Ketika masa lalu meninggalkan jejak-jejak yang tidak menguntungkan untuk diwarisi. Kita diingatkan untuk tidak berteriak menyalahkan para pendahulu atau menangisi keadaan atas sesuatu yang diwariskan. Tidak pula tergoda membesarkan sakit hati. Bawalah hati kepada Tuhan dan duduk di hadapan hadirat-Nya, supaya keadaan masa lalu menjadi inspirasi dan  motivasi.

Doa: Tuhan Bawalah hati kami kepadaMu, agar keluar dari gelapnya masa lalu, Amin

Kamis, 03 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 34 : 29-33

29 Sesudah itu raja menyuruh orang mengumpulkan semua tua-tua Yehuda dan Yerusalem. 30 Kemudian pergilah raja ke rumah TUHAN bersama-sama semua orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, para imam, orang-orang Lewi, dan seluruh orang awam, baik yang besar maupun yang masih kecil. Dengan didengar mereka ia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah TUHAN itu. 31 Sesudah itu berdirilah raja pada tempatnya dan diikatnyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya dan untuk melakukan perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu. 32 Ia menyuruh semua orang yang berada di Yerusalem dan Benyamin ikut serta dalam perjanjian itu. Dan penduduk Yerusalem berbuat menurut perjanjian Allah, yakni Allah nenek moyang mereka. 33 Yosia menjauhkan segala dewa kekejian dari semua daerah orang Israel dan menyuruh semua orang yang ada di Israel beribadah kepada TUHAN, Allah mereka. Maka sepanjang hidup Yosia mereka tidak menyimpang mengikuti TUHAN, Allah nenek moyang mereka.

Dalam Hidup dan Perjuangan Kita Masih Ada Tuhan

Sejarah kehidupan bangsa Israel yang tercatat sebagai dokumen dalam kitab Taurat,  mengingatkan mereka bahwa Tuhan dengan kuasa-Nya jauh lebih besar dari semua kondisi yang mereka warisi apapun itu. Berdasarkan petunjuk Tuhan, raja Yosia berseru kepada Allah dan mengajak umat Israel untuk kembali kepada Tuhan. Tidak hanya itu, mereka pun mengikat perjanjian dengan Tuhan untuk hidup mengikuti segala perintah Tuhan yang ada dalam Kitab Taurat. Jikalau Tuhan memberi perkenaan dan rahmat maka perubahan akan terus terjadi. Demikianlah perubahan terjadi dalam kehidupan umat Israel di masa pemerintahan Raja Yosia menjadi semakin lebih baik. Warisan masa lalu yang buruk, tidak boleh memenjarakan kita. Masa depan masih terbuka, sebab hal itu ada dalam genggaman Tuhan.Yang penting, kita punya Tuhan dan dapat memulai segala sesuatu yang baru bersama Tuhan. Benarlah kata satu nasehat yang  berbunyi begini: “engkau boleh kehilangan segala-galanya dan hanya tersisa Tuhan saja. Kalau itu yang terjadi, engkau punya lebih dari cukup untuk memulai sesuatu yang baru. Hal lain boleh pergi dan tersisa Tuhan sendiri, itu sudah cukup untuk memulai langkah yang baru. Ingatlah, dalam hidup dan perjuangan kita masih ada Tuhan. Teruslah berubah semakin baik.

Doa: Tuhan, celikanlah mata kami untuk melihat bahwa Engkau selalu ada di setiap perjuangan, Amin

Jumat, 04 Oktober 2024

bahan bacaan : Yosua 8 : 30 – 35

Mezbah di gunung Ebal; pembacaan hukum Taurat
30 Pada waktu itulah Yosua mendirikan mezbah di gunung Ebal bagi TUHAN, Allah Israel, 31 seperti yang diperintahkan Musa, hamba TUHAN, kepada orang Israel, menurut apa yang tertulis dalam kitab hukum Musa: suatu mezbah dari batu-batu yang tidak dipahat, yang tidak diolah dengan perkakas besi apapun. Di atasnyalah mereka mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN dan mengorbankan korban keselamatan. 32 Dan di sanalah di atas batu-batu itu, dituliskan Yosua salinan hukum Musa, yang dituliskannya di depan orang Israel. 33 Seluruh orang Israel, para tua-tuanya, para pengatur pasukannya dan para hakimnya berdiri sebelah-menyebelah tabut, berhadapan dengan para imam yang memang suku Lewi, para pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu, baik pendatang maupun anak negeri, setengahnya menghadap ke gunung Gerizim dan setengahnya lagi menghadap ke gunung Ebal, seperti yang dahulu diperintahkan oleh Musa, hamba TUHAN, apabila orang memberkati bangsa Israel. 34 Sesudah itu dibacakannyalah segala perkataan hukum Taurat, berkatnya dan kutuknya, sesuai dengan segala apa yang tertulis dalam kitab hukum. 35 Tidak ada sepatah katapun dari segala apa yang diperintahkan Musa yang tidak dibacakan oleh Yosua kepada seluruh jemaah Israel dan kepada perempuan-perempuan dan anak-anak dan kepada pendatang yang ikut serta.

                                             Simpanlah Firman Tuhan dalam Ingatan

Ada sebuah tulisan bunyinya begini: “lupakan setiap kebaikan yang kamu lakukan segera sesudah kamu melakukannya. Tetapi ingatlah orang-orang yang pernah membantumu, berterimakasihlah kepada mereka”. Nasehat seperti ini muncul karena memang dalam kenyataan sering terjadi ironi. Manusia selalu mengingat hal-hal yang sepatutnya dilupakan dan sebaliknya lekas melupakan hal-hal yang sepatutnya untuk diingat. Padahal apa yang diingat itu akan ikut menentukan bagaimana rupa kehidupan kita. Kesadaran akan pentingnya mengingat, menjadi alasan mengapa Yosua menuliskan kembali salinan hukum Musa diatas loh-loh batu. Tidak lain, supaya umat Israel jangan melupakan firman Tuhan dan terus hidup menurut ketetapanNya. Kitab Taurat menjadi dokumen sejarah yang menyelamatkan dan menuntun kehidupan mereka memasuki masa depan yang baik. Apakah yang sedang menempel di ingatan kita saat ini? kenangan buruk atau manis? Jangan biarkan memori kita terus dipenuhi dengan pengalaman buruk, perkataan pahit, perkara-perkara usang dan merusak kebahagiaan. Kita punya pilihan untuk terus menjalani kehidupan yang diarahkan oleh ingatan akan hal-hal yang baik, indah, luhur dan bermutu. Hal itu semua didapati dalam kebenaran firman Tuhan sebagai sumber kekuatan dan kemenangan kita. Maka, simpanlah firman Tuhan dalam ingatan dan lakukanlah!

Doa: Tuhan, perkataanMu selalu menghidupkan. Tolong kami untuk terus mengingatnya, Amin.

Sabtu, 05 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Raja-raja 23 : 1 – 3

Pembaharuan yang dilakukan Yosia
Sesudah itu raja menyuruh orang mengumpulkan semua tua-tua Yehuda dan Yerusalem. 2 Kemudian pergilah raja ke rumah TUHAN dan bersama-sama dia semua orang Yehuda dan semua penduduk Yerusalem, para imam, para nabi dan seluruh orang awam, dari yang kecil sampai yang besar. Dengan didengar mereka ia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah TUHAN itu. 3 Sesudah itu berdirilah raja dekat tiang dan diadakannyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan untuk menepati perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu. Dan seluruh rakyat turut mendukung perjanjian itu.

Berjanji Mengikuti Tuhan dan Menuruti Perintah-Nya

Yosia adalah raja Yehuda yang baik dan takut Tuhan. Hidup takut Tuhan kunci kebahagiaan dan kesejahteraan. Sebab itu ia melakukan pembaruan dengan menggantikan para imam yang beribadah kepada allah-allah lain dan menghancurkan tempat-tempat persembahan berhala. Selanjutnya, Yosia menyuruh memperbaiki rumah Tuhan. Ia membayar orang-orang yang bekerja untuk melakukan perbaikan dimaksud. Ketika pekerjaan perbaikan berlangsung, ditemukanlah kitab Taurat Tuhan. Kitab ini sebagai dokumen sejarah yang mengingatkan bahwa hukuman hebat yang dialami adalah karena nenek moyang mereka tidak memelihara dan melakukan firman Tuhan. Karena itu, Yosia meminta semua orang Yehuda dan penduduk Yerusalem untuk berjanji mengikuti Tuhan dan menuruti perintah-perintah-Nya. Seluruh rakyat mendukung perjanjian itu. Masa lalu bisa saja mewariskan hal-hal yang buruk, tetapi bukan berarti masa depan ikut menjadi gelap. Masih ada Tuhan yang sanggup mengubah keadaan. Di tengah berbagai tantangan, kesibukan pekerjaan dan banyak hal lain yang menyita waktu, sempatkanlah membaca Alkitab setiap hari. Dengarkanlah apa yang menjadi kehendak Tuhan dan berjanjilah menurutiNya, agar memasuki hari hidup yang baru dan berjalan terus ke depan, kita menempuhnya dengan kekuatan kebenaran firman-Nya.

Doa: Kami mau melakukan perintahMu dengan segenap hati dan jiwa, Amin.

  • SUMBER : SHK BULAN SEPT-OKT 2024, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar