Santapan Harian Keluarga, 6 – 12 Oktober 2024

Tema Bulanan : Meningkatkan Relasi Antar Sesama Untuk Kesejahteraan

Tema Mingguan : Kasih Kristus Mempersatukan Gereja

Minggu, 6 Oktober 2024

bahan bacaan : Roma 12 : 9-21

Nasihat untuk hidup dalam kasih
9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. 10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. 11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. 12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! 13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! 14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! 15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! 16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! 17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! 18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! 19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. 20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. 21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Membangun Relasi atas Dasar Kasih

Setiap saat kita suka berelasi dan berkomunikasi, entah dengan perkataan lisan atau tulisan atau dengan perangkat gadget maupun melalui tindakan. Semua itu menjadi sarana untuk membangun relasi. Namun sayangnya, tidak semua relasi itu lancar dan mendatangkan sukacita dan kebahagiaan sebab dalam kehidupan ini ada banyak relasi yang terganggu, komunikasi yang buntu, yang rusak dan menghadirkan permusuhan berkepanjangan. Kalau memakai bahasa Rasul Paulus dalam surat Roma 12 ini, “sedapat-dapatnya kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang. (ay.18) Relasi damai dalam keluarga antar suami dan isteri, orangtua dan anak, antar saudara, antar teman, antar rekan sepelayanan, antar elemen dalam masyarakat atau siapa saja. Salah satu alasan sulitnya terbangun relasi adalah kasih yang pura-pura. Itulah sebabnya Rasul Paulus mengingatkan, hendaklah kasih itu jangan pura-pura!, Perbuatan kasih haruslah dilakukan atas dasar ketulusan. Dengan kasih, seseorang akan terus berpikir untuk menghadirkan kebaikan dan bukan kejahatan. Bahkan terhadap musuh pun, ia mampu menunjukan kebaikan hatinya. Karena itu, marilah kita mendasarkan semua relasi dengan kasih dan perbuatan yang baik.

Doa: Kami mau membangun relasi dengan kasih-Mu yang tulus dan suci,. Amin.

Senin, 07 Oktober 2024

bahan bacaan : Ibrani 13 : 8-16

8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. 9 Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing. Sebab yang baik ialah, bahwa hati kamu diperkuat dengan kasih karunia dan bukan dengan pelbagai makanan yang tidak memberi faedah kepada mereka yang menuruti aturan-aturan makanan macam itu. 10 Kita mempunyai suatu mezbah dan orang-orang yang melayani kemah tidak boleh makan dari apa yang di dalamnya. 11 Karena tubuh binatang-binatang yang darahnya dibawa masuk ke tempat kudus oleh Imam Besar sebagai korban penghapus dosa, dibakar di luar perkemahan. 12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri. 13 Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya. 14 Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang. 15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. 16 Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

Hidup Persaudaraan Dalam Kasih Kristus

Perubahan selalu terjadi dalam kehidupan yang dijalani. Berbagai kemajuan zaman yang berkembang masa kini turut mempengaruhi perubahan pola pikir, tutur kata, tindakan bahkan gaya hidup dari manusia. Semua itu menjadi tanda bahwa perubahan adalah sesuatu yang mutlak. Sekalipun dunia terus mengalami perubahan dengan berbagai kenyataannya namun ada satu hal yang tidak akan pernah berubah. Kasih Kristus adalah sesuatu yang tidak akan pernah berubah dalam hidup orang percaya. Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini, bahkan sampai selama-lamanya. Hal ini menjadikan hidup orang percaya harus tetap mengimani Yesus Kristus dalam setiap perjalanan hidupnya. Mengimani Yesus Kristus tidaklah dibatasi pada sikap percaya saja tetapi juga dalam sikap mempercayakan seluruh hidup dalam kendali-Nya. Jika mempercayakan seluruh hidup kepada Yesus maka harus menaati dan mengikuti seluruh perintahNya. Ini menjadi penting sebab terkadang orang mengaku percaya tetapi tidak melakukan seluruh kehendak Yesus. Salah satu kehendak Yesus haruslah terwujud dalam sikap hidup yang membangun persaudaraan. Karena itu, jagalah hidup persaudaraan sebagai wujud menaati kehendak Yesus Kristus.

Doa : Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk hidup dalam persaudaraan. Amin.

Selasa, 08 Oktober 2024

bahan bacaan : Kolose 2 : 6-7

Kepenuhan hidup dalam Kristus
6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Jadikanlah Kristus Sebagai Dasar Hidupmu

Dasar hidup orang percaya adalah tetap berakar di dalam Yesus Kristus. Nasihat Rasul Paulus kepada jemaat Kolose menjadi sesuatu yang penting sebab orang percaya terkadang hanya mengaku percaya tetapi tidak sungguh-sungguh hidup mengandalkan Tuhan. Perilaku hidup masa kini seperti narkoba, miras, judi, seks bebas, selingkuh, korupsi, nepotisme, materialisme dan perilaku lainnya menjadi tanda bahwa hidup orang percaya tidak berakar di dalam Yesus Kristus. Perilaku-perilaku tersebut menjadi bukti bahwa orang percaya lebih mudah untuk percaya kepada ajaran-ajaran sesat, tawaran-tawaran dunia yang menghancurkan. Seperti halnya dengan jemaat Kolose, nasihat Rasul Paulus dalam bacaan hari ini hendak menegaskan bahwa orang percaya haruslah tetap berakar di dalam Yesus Kristus. Sebagai orang percaya yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka hidupnya harus dibangun di atas Dia. Orang percaya pun harus tetap teguh dalam iman yang telah diajarkan. Keteguhan iman juga terwujud ketika memiliki hati nurani yang bersumber pada kasih Kristus. Oleh sebab itu, hidup orang percaya yang menjadikan Kristus sebagai dasar harus saling mengasihi satu dengan lainnya. Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama adalah wujud orang percaya berakar di dalam Yesus Kristus.

Doa: Ya Tuhan, tuntunlah kami untuk hidup selalu mengandalkanMu. Amin.

Rabu, 09 Oktober 2024

bahan bacaan : Kolose 2 : 8 – 15

8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. 9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, 10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. 11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, 12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati. 13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, 14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: 15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

Tetaplah Beriman Kepada Yesus Kristus

Hidup menawarkan berbagai hal yang dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Dalam perjalanan hidup di tengah berbagai tawaran tersebut, manusia akan senantiasa bergumul dengan pilihan baik atau buruk. Baik dan buruk kehidupan tergantung dari keputusan yang dipilih seseorang terhadap hidup yang dijalaninya. Dalam hidup beriman pun orang percaya diperhadapkan dengan pilihan baik atau buruk. Baik adalah ketika hidup mengandalkan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Penolong yang membawa kepada keselamatan. Sebaliknya, buruk adalah ketika hidup orang percaya jauh dari kehendak Tuhan, mengikuti ajaran palsu dan terpengaruh pada roh-roh duniawi yang membawa kepada malapetaka. Pilihan hidup bagi orang percaya adalah tetaplah beriman kepada Yesus Kristus sebab Ia yang menjaminkan kehidupan bagi semua orang. Yesus Kristus berkuasa atas segala kuasa yang ada di dunia. Yesus mati di kayu salib dan bangkit dari dunia orang mati menunjukkan bahwa Ia sungguh-sungguh berkuasa atas hidup dan mati segala ciptaan. Jika orang percaya hidup mengandalkan Yesus dan tetap beriman kepadaNya maka keselamatan menjadi bagian dari hidupnya.

Doa: Tuntunlah kami Tuhan agar tetap beriman kepadaMu. Amin

Kamis, 10 Oktober 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 15 : 20-24

20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. 21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. 22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. 23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. 24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.

                Yesus Kristus Yang Terutama

Dalam hidup ini, ada yang utama tetapi ada juga yang lebih utama. Hidup yang utama adalah ketika orang percaya mengusahakan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan makan, minum, pakai, tempat tinggal bahkan kebutuhan lainnya seperti kesehatan, pendidikan dan berbagai kebutuhan lainnya. Namun selain itu ada juga hidup yang lebih utama bagi setiap orang percaya. Yesus Kristus menjadi yang lebih utama dalam hidup setiap orang percaya. Menjadikan Yesus Kristus sebagai yang lebih utama artinya orang percaya harus meletakkan pengharapan seutuhnya kepada Dia. Yesus Kristus adalah yang terutama atau yang sulung, Ia dibangkitkan dari kuasa maut dan menjaminkan kehidupan kekal bagi setiap orang percaya. Oleh sebab itu, keyakinan kepada Yesus yang bangkit harus menjadi spirit atau dorongan bagi setiap orang dalam menjalani kehidupannya. Spirit hidup dalam kuasa Yesus terwujud dalam saling mengasihi, saling menopang bahkan saling mengutuhkan sebagai satu persekutuan.

Doa: Ya Tuhan, bimbinglah kami agar tetap menjadikan Engkau sebagai yang terutama. Amin.

Jumat, 11 Oktober 2024

bahan bacaan : 1 Yohanes 4 : 7-21

Allah adalah kasih
7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. 8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. 10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. 11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. 12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. 13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. 14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. 15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. 16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. 17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. 18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. 19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. 20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Mengasihi Sesama Adalah Wujud Mengasihi Allah

Manusia adalah makhluk sosial yang akan selalu berjumpa dengan banyak orang di dalam hidupnya. Perjumpaan manusia dalam relasi bersama bukan hanya dengan kelompok yang kuat tetapi juga yang lemah. Hal ini tidak dapat disangkali sebab masa kini masih banyak orang yang hidup dalam keterbatasan. Sebagai makhluk sosial maka sikap hidup saling menopang harus dinyatakan dalam perjumpaan bersama. Dalam hidup beriman pun setiap orang harus saling mengasihi. Yesus Kristus telah lebih dahulu mengasihi manusia dan karena itu sudah sepatutnya manusia pun harus hidup saling mengasihi. Pengakuan kepada kemahakuasaan Yesus tidak bisa hanya sebatas pada ucapan bibir semata. Mengaku percaya kepada Yesus juga harus terwujud dalam tindakan sesehari. Baik dalam perkataan maupun perbuatan harus didasarkan pada hati nurani yang bersumber dari kasih Kristus. Kasih Allah dalam Yesus Kristus membuat setiap orang mampu hidup saling menopang. Kasih menjadi penting sebab hanya dengan demikian maka semua orang akan menikmati kebaikan dalam hidup bersama. Oleh sebab itu, tetaplah hidup saling mengasihi antara satu dengan lainnya sebagai wujud mengasihi Allah.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami tetap hidup saling mengasihi. Amin.

Sabtu, 12 Oktober 2024

bahan bacaan : Roma 3 : 27-31

27 Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! 28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. 29 Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! 30 Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman. 31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

Kasih Kristus Mempersatukan Semua Orang

Kebersamaan di dalam hidup menjadi impian semua orang. Manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup sendiri. Sejak lahir hingga mengakhiri hidup pun manusia membutuhkan orang lain untuk menopang kehidupannya. Dalam memenuhi seluruh kebutuhan hidup pun manusia akan membutuhkan sesama manusia bahkan ciptaan lainnya. Namun terkadang sesama manusia tidak bisa untuk menjaga keutuhan dalam hidup bersama. Sikap egoisme dan kecemburuan sosial membuat persekutuan menjadi terancam. Dalam hidup beriman pun persekutuan merupakan kewajiban bagi setiap orang percaya untuk menjaganya. Bukan tentang orang Yahudi atau non Yahudi (Yunani), bukan berdasarkan latar belakang atau asal kelompok tertentu. Yesus Kristus dalam karya-Nya telah mempersatukan semua orang dari semua latar belakang yang berbeda. Jika sungguh-sungguh mengimani Yesus Kristus maka harus mampu menunjukkan teladan kebaikan-Nya dalam sikap yang menjaga persekutuan. Hidup orang beriman tidaklah untuk bermegah dalam perbuatan sebab bisa saja perbuatan tidak sesuai dengan kehendak Yesus. Karena itu, sebagai orang beriman maka harus bermegah di dalam iman kepada Yesus. Iman kepada Yesus terwujud dalam hidup persekutuan sebab kasih Kristus telah mempersatukan semua orang.

Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk tetap menjaga persekutuan bersama. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2024, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar