Santapan Harian Keluarga, 20 – 26 Oktober 2024

Tema Bulanan : Meningkatkan Relasi Antar Sesama Untuk Kesejahteraan

Tema Mingguan : Hikmat Allah Menjadi Dasar Membangun Kerjasama

Minggu, 20 Oktober 2024

bahan bacaan : 1 Raja-Raja 10 : 1-13

Kunjungan ratu negeri Syeba
Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama TUHAN, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki. 2 Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya kepadanya. 3 Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu. 4 Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya, 5 makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu. 6 Dan ia berkata kepada raja: "Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu, 7 tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnyapun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar. 8 Berbahagialah para isterimu, berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu! 9 Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran." 10 Lalu diberikannyalah kepada raja seratus dua puluh talenta emas, dan sangat banyak rempah-rempah dan batu permata yang mahal-mahal; tidak pernah datang lagi begitu banyak rempah-rempah seperti yang diberikan ratu negeri Syeba kepada raja Salomo itu. 11 Lagipula kapal-kapal Hiram, yang mengangkut emas dari Ofir, membawa dari Ofir sangat banyak kayu cendana dan batu permata yang mahal-mahal. 12 Raja mengerjakan kayu cendana itu menjadi langkan untuk rumah TUHAN dan untuk istana raja, dan juga menjadi kecapi dan gambus untuk para penyanyi; kayu cendana seperti itu tidak datang dan tidak kelihatan lagi sampai hari ini. 13 Raja Salomo memberikan kepada ratu negeri Syeba segala yang dikehendakinya dan yang dimintanya, selain apa yang telah diberikannya kepadanya sebagaimana layak bagi raja Salomo. Lalu ratu itu berangkat pulang ke negerinya bersama-sama dengan pegawai-pegawainya.

Relasi Yang Baik Memudahkan Kerjasama

Membangun kerjasama yang baik adalah kunci untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini diperlihatkan dalam nas bacaan hari ini, Ratu Syeba datang dari jauh untuk menguji kebijaksanaan Salomo dan menyaksikan kekayaan serta kebesaran kerajaannya. Ia sangat kagum dengan hikmat yang dimiliki Salomo dan bagaimana Allah telah memberkati keluarganya sehingga mereka penuh kasih, rasa hormat, ramah dan disiplin dalam beragama (Band. Ayat 4-5). Pelayanan Salomo kepada Ratu Syeba ini telah membangun kerjasama yang harmoni dari kedua belah pihak sehingga ratu Syeba memberikan bantuan bagi pembangunan Bait Allah dan Istana Raja (ay.10-12). Kisah ini mengingatkan kita bahwa hikmat Tuhan adalah dasar untuk membangun kerjasama yang lebih harmonis dan produktif, baik antar keluarga, rekan pelayan, mitra kerja, dan sebagainya. Untuk itu, marilah kita terus memohon hikmat dari Tuhan dan menggunakannya dalam membangun hubungan kerjasama yang lebih baik.

Doa: Ajari kami Tuhan untuk memahami dan meyakini, bahwa perbedaan adalah anugerah kehidupan yang berasal dari-Mu. Amin.

Senin, 21 Oktober 2024

bahan bacaan : Roma 11 : 11-12

Israel tersandung, bangsa-bangsa lain selamat
11 Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu. 12 Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka.

 Keselamatan Terwujud Dalam Hidup Baru

Ada prinsip yang keliru dikalangan orang kristen bahwa “keselamatan pasti diperoleh meskipun kita berbuat dosa”. Pemahaman yang keliru ini juga dianut oleh bangsa Yahudi bahwa mereka adalah bangsa pilihan Allah yang berhak atas keselamatan yang dianugerahkan didalam Yesus Kristus sehingga mendorong mereka untuk tidak taat kepada Tuhan. Melalui perikop ini, Paulus memperingatkan bangsa Yahudi, bahwa memang keselamatan telah dianugerahkan kepada mereka akan tetapi bila mereka tetap hidup didalam dosa dan tidak taat pada perintah Tuhan Allah, maka penolakan dari Allah akan mereka peroleh. Sebaliknya, Allah membuka jalan bagi bangsa-bangsa non Yahudi untuk menerima keselamatan dari Allah. Nasehat Paulus, mengingatkan kita bahwa menjadi kristen saja bukanlah jaminan menerima anugerah keselamatan Allah melainkan kita harus hidup beriman dan taat melakukan kehendak Allah. Firman Tuhan : “Iman tanpa perbuatan, pada hakekatnya adalah mati” (Yakobus 2:17).

Doa: Roh Kudus tuntun kami untuk merespon keselamatan Allah dengan hidup benar, Amin.

Selasa, 22 Oktober 2024

bahan bacaan : Roma 11 : 13-24

13 Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku, 14 yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu di dalam hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa orang dari mereka. 15 Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati? 16 Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus. 17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, 18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu. 19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas. 20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah! 21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu. 22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga. 23 Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali. 24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.

Keselamatan Bagi Semua Bangsa

Perikop ini dialamatkan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi (ayat 13), dimana Paulus mengingatkan mereka yang sekarang menerima anugerah keselamatan agar tidak boleh merasa sombong dengan meremehkan bangsa Yahudi/Israel melainkan mereka harus hidup takut akan Tuhan (ayat 20). Kesombongan dapat mendorong mereka untuk melakukan dosa sehingga mengakibatkan penolakan mereka terhadap anugerah yang telah diterima. Selain itu, bila mereka hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada Allah, mereka akan menjadi saksi bagi bangsa yahudi untuk berbalik kepada Allah dan menerima anugerah keselamatan. Paulus juga  mengingatkan kita, supaya hidup dalam kerendahan hati. Orang percaya harus mengakui bahwa keselamatan adalah hasil dari anugerah Allah, dan tidak ada yang bisa disombongkan, sebaliknya orang percaya harus merespon kasih Allah tersebut dengan menampakkan hidup kekristenan yang sejati sehingga Allah dimuliakan dan banyak orang menjadi percaya.

Doa: Roh Kudus, kiranya menuntun kami hidup dalam kerendahan hati Amin.

Rabu, 23 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 2 : 1-10

Persiapan-persiapan untuk mendirikan Bait Suci
Salomo memerintahkan untuk mendirikan suatu rumah bagi nama TUHAN dan suatu istana kerajaan bagi dirinya sendiri. 2 Dan Salomo mengerahkan tujuh puluh ribu kuli, delapan puluh ribu tukang pahat di pegunungan, dan tiga ribu enam ratus mandur untuk mengawasi mereka itu. 3 Lalu Salomo mengutus orang kepada Huram, raja negeri Tirus, dengan pesan: "Perbuatlah terhadap aku seperti yang kauperbuat terhadap ayahku Daud, ketika engkau mengirim kayu aras kepadanya, sehingga ia dapat mendirikan baginya suatu istana untuk tinggal di situ. 4 Ketahuilah, aku hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahku, untuk menguduskannya bagi Dia, supaya di hadapan-Nya dibakar ukupan dari wangi-wangian, tetap diatur roti sajian dan dipersembahkan korban bakaran pada waktu pagi dan pada waktu petang, pada hari-hari Sabat dan bulan-bulan baru, dan pada perayaan-perayaan yang ditetapkan TUHAN, Allah kami, sebab semuanya itu adalah kewajiban orang Israel untuk selama-lamanya. 5 Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kami lebih besar dari segala allah. 6 Tetapi siapa yang mampu mendirikan suatu rumah bagi Dia, sedangkan langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku hendak mendirikan suatu rumah bagi Dia, kecuali sebagai tempat untuk membakar korban di hadapan-Nya? 7 Maka sekarang, kirimlah kepadaku seorang yang ahli mengerjakan emas, perak, tembaga, besi, kain ungu muda, kain kirmizi, kain ungu tua, dan yang juga pandai membuat ukiran, untuk membantu para ahli yang ada padaku di Yehuda dan di Yerusalem, yang telah ditunjuk ayahku Daud. 8 Kirim juga kepadaku kayu aras, sanobar dan cendana dari gunung Libanon, sebab aku tahu, bahwa hamba-hambamu pandai menebang pohon dari Libanon. Dalam pada itu hamba-hambaku akan membantu hamba-hambamu 9 untuk menyediakan bagiku sejumlah besar kayu, sebab rumah yang hendak kudirikan itu harus besar dan mentakjubkan. 10 Dan untuk tukang-tukang yang menebang pohon kuberikan gandum dua puluh ribu kor, jelai dua puluh ribu kor, anggur dua puluh ribu bat dan minyak dua puluh ribu bat, sebagai bahan makanan bagi hamba-hambamu itu."

Kerjasama Mendatangkan Manfaat Besar

Saudaraku, membangun relasi yang baik memberi manfaat besar bagi kepentingan dan kesuksesan bersama. Raja Salomo menyadari bahwa untuk membangun Bait Allah, diperlukan kerjasama dengan orang-orang yang memiliki keahlian dan potensi. Ia membangun relasi yang baik dengan Hiram; Raja Tirus, dalam mendukung proses pembangunan tersebut, melalui bantuan materi dan tenaga kerja yang memadai. Salomo memulai relasi ini dengan pendekatan yang penuh hormat. Dia  tidak hanya meminta bantuan, tetapi juga menawarkan konpensasi (imbalan) yang adil dan sesuai. Ini menunjukkan pentingnya mutualisme (saling menguntungkan) dalam membangun relasi. Dalam hubungan apapun, baik kelompok maupun pribadi penting untuk menjaga keseimbangan antara memberi dan menerima. Kita dapat melakukannya dengan membangun komunikasi yang baik dan membangun kepercayaan serta rasa hormat.  

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk terus menabur kebaikan demi kemuliaan Tuhan, Amin.

Kamis, 24 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 2 : 11-18

11 Dan Huram, raja negeri Tirus, mengirim surat balasan kepada Salomo, yang berbunyi: "Karena TUHAN mengasihi umat-Nya, Ia telah mengangkat engkau menjadi raja atas mereka." 12 Lalu Huram melanjutkan: "Terpujilah TUHAN, Allah orang Israel, yang menjadikan langit dan bumi, karena Ia telah memberikan kepada raja Daud seorang anak yang bijaksana, penuh akal budi dan pengertian, yang akan mendirikan suatu rumah bagi TUHAN dan suatu istana kerajaan bagi dirinya sendiri! 13 Maka sekarang aku mengirim seorang ahli, yang penuh pengertian, yakni Huram Abi, 14 anak seorang perempuan dari bani Dan, sedang ayahnya orang Tirus. Ia pandai mengerjakan emas, perak, tembaga, besi, batu, kayu, kain ungu muda, kain ungu tua, lenan halus dan kain kirmizi, dan juga pandai membuat segala jenis ukiran dan segala jenis rancangan yang ditugaskan kepadanya dengan dibantu oleh ahli-ahlimu dan oleh ahli-ahli ayahmu, tuanku Daud. 15 Baiklah sekarang tuanku kirim kepada hamba-hamba tuanku gandum dan jelai, minyak dan anggur yang telah tuanku sebutkan itu. 16 Dan kami akan menebang kayu dari gunung Libanon sebanyak engkau perlukan dan membawanya kepadamu dengan rakit-rakit melalui laut sampai ke Yafo, dan engkau dapat mengangkutnya ke Yerusalem." 17 Lalu Salomo menghitung semua orang asing yang laki-laki yang ada di negeri Israel sama seperti yang pernah dilakukan Daud, ayahnya. Maka terdapatlah seratus lima puluh tiga ribu enam ratus orang. 18 Dan dari antara mereka, tujuh puluh ribu orang dijadikannya kuli, delapan puluh ribu orang tukang pahat di pegunungan, dan tiga ribu enam ratus orang mandur yang harus menyuruh orang-orang itu bekerja.

Perbuatan Baik Memuliakan Tuhan

Ada kalimat bijak mengatakan” Perbuatan baik dapat menjadi sarana kemuliaan Tuhan”. Artinya, jika seseorang melakukan kebaikan, maka seharusnya ia  menunjukkan nilai-nilai kasih, kemurahan hati dan keadilan sesuai ajaran Tuhan. Kebaikan ini bukan hanya berdampak positif pada orang-orang sekitar, tetapi juga menjadi bentuk kesaksian yang nyata tentang sifat Allah (Mat.5:16). Hal ini terlihat dalam nas bacaan hari ini, yakni Salomo merupakan raja yang bijaksana, penuh akal budi dan pengertian (ay.12), menghormati relasi dengan orang lain (ay.1-10), dan berbuat baik (Band.1Raja-Raja 10:1-13). Sikap Salomo tersebut telah membuat Hiram; Raja Tirus, memuliakan Tuhan Allah orang Israel (ay.12) serta dengan sukacita memberikan bantuan materi dan tenaga kerja untuk pembangunan rumah Tuhan (Bait Allah). Pesan teks bagi kita, teruslah menabur kebaikan kapan dan dimana saja dan kepada siapapun tanpa memandang latarbelakang dan perbedaan yang ada. Sebab setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus membuat orang-orang dapat melihat dan memuliakan Tuhan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami membangun relasi yang baik dengan sesama, Amin.

Jumat, 25 Oktober 2024

bahan bacaan : 1 Tawarikh 22 : 1 – 5

Lalu berkatalah Daud: "Di sinilah rumah TUHAN, Allah kita, dan di sinilah mezbah untuk korban bakaran orang Israel."
Persiapan untuk mendirikan Bait Suci
2 Daud menyuruh mengumpulkan orang-orang asing yang ada di negeri orang Israel, lalu ditempatkannya tukang-tukang untuk memahat batu-batu pahat yang akan dipakai untuk mendirikan rumah Allah. 3 Selanjutnya Daud menyediakan sangat banyak besi untuk paku-paku bagi daun pintu gerbang dan bagi tupai-tupai, juga sangat banyak tembaga yang tidak tertimbang beratnya, 4 dan kayu aras yang tidak terbilang banyaknya, sebab orang Sidon dan orang Tirus membawa sangat banyak kayu aras bagi Daud. 5 Karena pikir Daud: "Salomo, anakku, masih muda dan kurang berpengalaman, dan rumah yang harus didirikannya bagi TUHAN haruslah luar biasa besarnya sehingga menjadi kenamaan dan termasyhur di segala negeri; sebab itu baiklah aku mengadakan persediaan baginya!" Lalu Daud membuat sangat banyak persediaan sebelum ia mati.

Membangun Kerjasama yang Baik Demi Kepujian Nama Tuhan

Daud sebagai seorang raja yang mengasihi Tuhan, berkeinginan untuk membangun Bait Allah. Keinginan Daud tersebut tidak dikehendaki Allah, namun anaknya Salomo yang akan membangun bait Allah. Sebagai seorang ayah, Daud sangat memahami keberadaan Salomo yang masih muda dan kurang berpengalaman untuk melaksanakan tanggung jawab besar itu. Daud menginginkan pekerjaan membangun bait Allah dapat dilakukannya sehingga akan membuat namanya termashur dan menjadi kenamaan di segala negeri. Itulah sebabnya, Daud mempersiapkan pembangunan tersebut dengan mengumpulkan bahan-bahan bangunan yang terbaik dan sangat banyak jumlahnya yang bawah oleh orang Tirus dan Sidon. Kerjasama yang dibangun oleh Daud dalam tuntunan hikmat Allah menjadi dasar untuk proses pembangunan bait Allah. Sebuah teladan bagi kita sebagai orang tua untuk mempersiapkan masa depan anak-anak dengan selalu membangun kerjasama dalam komunikasi tentang situasi dan kondisi mereka. Jangan kita membiarkan mereka berjalan sendiri, namun tanggung jawab pendampingan dapat kita lakukan dengan baik melalui tuntunan hikmat Tuhan, agar masa depan yang baik dapat tercapai demi hormat dan kepujian nama Tuhan. 

Doa: Tuhan tuntun dan kami dengan hikmatMu agar kami dapat melakukan berbagai hal baik demi kepujian nama Tuhan. Amin.

Sabtu, 26 Oktober 2024

bahan bacaan : 1 Tawarikh 22 : 6 – 13

6 Kemudian dipanggilnya Salomo, anaknya, dan diberinya perintah kepadanya untuk mendirikan rumah bagi TUHAN, Allah Israel, 7 kata Daud kepada Salomo: "Anakku, aku sendiri bermaksud hendak mendirikan rumah bagi nama TUHAN, Allahku, 8 tetapi firman TUHAN datang kepadaku, demikian: Telah kautumpahkan sangat banyak darah dan telah kaulakukan peperangan yang besar; engkau tidak akan mendirikan rumah bagi nama-Ku, sebab sudah banyak darah kautumpahkan ke tanah di hadapan-Ku. 9 Sesungguhnya, seorang anak laki-laki akan lahir bagimu; ia akan menjadi seorang yang dikaruniai keamanan. Aku akan mengaruniakan keamanan kepadanya dari segala musuhnya di sekeliling. Ia akan bernama Salomo; sejahtera dan sentosa akan Kuberikan atas Israel pada zamannya. 10 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan dialah yang akan menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi Bapanya; Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya atas Israel sampai selama-lamanya. 11 Maka sekarang, hai anakku, TUHAN kiranya menyertai engkau, sehingga engkau berhasil mendirikan rumah TUHAN, Allahmu, seperti yang difirmankan-Nya mengenai engkau. 12 Hanya, TUHAN kiranya memberikan kepadamu akal budi dan pengertian dan membuat engkau menjadi pemegang perintah atas Israel, supaya engkau memelihara Taurat TUHAN, Allahmu. 13 Maka engkau akan berhasil, jika engkau melakukan dengan setia ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum yang diperintahkan TUHAN kepada Musa untuk orang Israel. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan janganlah tawar hati.

Tantangan yang Besar dihadapi Dengan Dukungan Kerjasama

Kelanjutan nas bacaan kemarin, bahwa sebagai seorang ayah, Daud sangat peduli kepada Salomo; anaknya yang akan menggantikan sebagai raja atas Israel dan khusus untuk membangun bait Allah. Daud memanggil Salomo dan menceritakan bahwa kerinduannya untuk membangun bait Allah, tetapi Allah tidak menghendaki sebab tangan Daud telah banyak menumpahkan darah dalam peperangan. Tuhan menyatakan bahwa Salomo yang akan membangun Bait Allah tersebut dan kuasa serta anugerah Allah akan menyertainya dalam seluruh tanggung jawab kepemimpinan sebagai Raja Israel. Kerajaannya akan berdiri kokoh serta proses pembangunan bait Allah akan selesai dengan baik. Itulah sebabnya Salomo tidak perlu takut dan tawar hati sebab Tuhan Allah selalu menyertai dan memberkatinya. Salomo pun tidak sendiri, Daud sebagai orang tua memberi penguatan melalui nasehat kepadanya. Demikianpun kita sebagai keluarga Allah, harus meminta hikmat Tuhan agar kita menjadi keluarga Allah yang tat dan setia. Ketaatan kepada Tuhan menjadi dasar untuk kita saling mendampingi, menguatkan dan menyemangati satu dengan yang lain demi masa depan bersama yang terbaik.

Doa: Ya Tuhan karuniakan hikmatMu bagi kami dalam pekerjaan, pendidikan demi masa depan yang baik. Amin.-

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2024, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar