Santapan Harian Keluarga, 08-14 Desember 2024

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Kerajaan Sorga Sudah Dekat, Hiduplah Saling Mengampuni

Minggu, 08 Desember 2024.

Bahan bacaan : Matius 18 : 21 -35

Perumpamaan tentang pengampunan
21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" 22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. 28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. 31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. 35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Mengampuni tanpa batas.

Hidup yang dijalani oleh seseorang pasti akan berkaitan dengan relasi yang terbangun antara dirinya dengan orang lain bahkan dengan ciptaan lainnya. Relasi yang tercipta memungkinkan manusia bisa saling menolong atau saling menopang satu dengan lainnya.Disadari sungguh bahwa dalam keterbatasan, manusia bisa juga saling membenci, saling menjatuhkan jika keinginan tidak terpenuhi. Teladan yang diberikan oleh Yesus menjadi tanda bahwa sebagai manusia pun harus mampu untuk mengampuni jika timbul perasaan marah,benci dan sikap lainnya. Pertanyaan Petrus kepada Tuhan Yesus tentang sikap mengampuni menjadi bukti bahwa sering terdapat keraguan untuk mewujudkan sikap mengampuni dalamn hidup manusia. Makna dari jawaban Yesus kepada Petrus ialah sikap mengampuni itu harus dilakukan tanpa batas. Hal ini bukanlah tanpa alasan sebab Yesus pun telah menunjukkannya bahwa la memberi dirinya untuk keselamatan umat manusia. Allah telah memberi anugerah keampunan lewat karya keselamatan Yesus Kristus. Hal ini yang menjadi alasan bahwa manusia pun harus saling mengampuni satu dengan lainnya. Sikap mengampuni pun harus diwujudkan dengan kesungguhan hati atau tanpa batas sebab Yesus pun memberi anugerah keselamatan bagi manusia tanpa batas.

doa : Ya Tuhan, tuntunlah kami untuk dapat mengampuni tanpa batas. Amin.

Senin, 09 Desember 2024.

Bahan bacaan : Matius 6 : 14 -15

14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Mengampunilah! Itu kehendak Tuhan.

Hidup beriman bukanlah sesuatu yang mudah atau gampang untuk dilakukan.Mewujudkan iman dalam kehidupan sesehari haruslah didasari pada kesungguhan hati untuk menaati dan melakukan kehendak Tuhan. Orang percaya tentu mengandalkan Tuhan dalam seluruh kenyataan hidup yang dijalani. Jika Tuhan menjadi satu-satunya yang diandalkan dalam hidup orang percaya maka sudah sepantasnya hidup orang percaya harus sesuai dengan kehendakNya. Teladan dari Yesus yang patut untuk dilakukan oleh setiap orang percaya adalah mengampuni kesalahan orang lain. Hal ini bukanlah perkara yang mudah sebab manusia kadang sulit untuk melupakan kesalahan apalagi mengampuni kesalahan orang lain. Sekalipun sulit untuk dilakukan namun sebagai orang percaya harus tetap mewujudkannya. Ajaran Yesus tentang Hal Berdoa dalam KhotbahNya di Bukit bagi para murid dan pengikutNya waktu itu memberi teladan tentang sikap beriman dan setiap orang percaya. Ketika seseorang berdoa meminta Tuhan mengampuni setiap kesalahannya maka hal itu harus disertai dengan sikapnya untuk mengampuni sesamanya yang berbuat salah. Jika mengampuni sesama dilakukan maka Bapa di sorga akan mengampuni kesalahan yang dilakukan. Sebaliknya jika tidak mampu untuk mengampuni sesama manusia maka Bapa di sorga juga tidak mengampuni kesalahan manusia.

doa : Tuntunlah kami Tuhan agar tetap melakukan kehendakMu. Amin.

Selasa, 10 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 17 : 1 -6

Beberapa nasihat
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. 2 Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. 3 Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. 4 Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." 5 Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" 6 Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."

Jagalah dirimu dan ampunilah sesamamu.

Setiap orang percaya adalah hamba dari Tuhan. Menjadi hamba dalam kehidupan yang dijalani membutuhkan sikap ketaatan dan kesetiaan. Masing-masing tentu bertanggung jawab atas dirinya sendiri tentang apa yang harus dilakukan sebagai hamba Tuhan. Menjadi seorang hamba harus tetap dekat dengan Tuhan bukan membuat hal-hal yang sesat dalam realitas bersama. Wujud dekat dengan Tuhan adalah tetap mengandalkan Tuhan dalam seluruh gerak perjalanan hidup. Sikap dekat dengan Tuhan pun dapat terwujud ketika sesama orang percaya atau hamba Tuhan saling menegor bahkan saling mengampuni jika kedapatan berbuat yang salah. Saling menegor dan saling mengampuni harus dilakukan terus menerus dan tidak boleh dibatasi pada tempat dan waktu tertentu saja. Karena itu, sebagai hamba Tuhan maka setiap orang percaya harus menjaga dirinya dari perilaku yang sesat dan tetap hidup dalam spirit saling menegor dan saling mengampuni antara satu dengan lainnya.

doa : Ya Tuhan, bimbinglah kami agar tetap menjadikan Engkau sebagai yang terutama. Amin.

Rabu, 11 Desember 2024.

Bahan bacaan : Markus 11 : 20 -26

Pohon ara yang sudah kering Nasihat Yesus tentang doa
20 Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. 21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering." 22 Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! 23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. 24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. 25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." 26 (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)

Mengampuni bersumber dari kemurnian hidup.

Hati adalah pusat kendali kehidupan manusia. Hati yang bersih atau murni akan membuat orang mampu melakukan hal yang baik. Sebaliknya hati yang kotor akan membuat orang melakukan hal yang buruk atau tidak baik.Hati yang murni atau bersih membuat orang dapat berpikir, berkata dan bertindak yang benar. Semua yang benar dalam pikiran, perkataan dan perbuatan adalah sesuai dengan kehendak Tuhan. Orang percaya yang mengimani Yesus Kristus harus menunjukkan teladan Yesus dalam hidupnya. Sebab jika seseorang berdoa dan meminta sesuatu dari Tuhan maka harus terlebih dahulu melakukannya kepada orang lain. Perihal mengampuni merupakan kewajiban setiap orang percaya. Mengampuni dapat dilakukan dengan baik jika setiap orang melandasinya dengan kemurnian hati. Iman kepada Yesus harus disertai dengan hati yang mumi untuk melakukan seluruh kehendak-Nya dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Hal ini penting sebab sebagai manusia kita pasti menginginkan sesuatu yang baik bagi diri sendiri. Oleh sebab itu, jika ingin mendapatkan hal yang baik dalam hidup maka harus terlebih dahulu memiliki hati yang murni lewat sikap mengampuni. Dengan demikian maka Tuhan pun akan mengampuni dan memberikan segala sesuatu yang diinginkan dalam hidup.

doa: Ya Tuhan, tolonglah agar kami tetap memiliki hati yang murni. Amin.

Kamis, 12 Desember 2024.

bahan bacaan : Kolose 3 : 13

13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Mengampuni adalah ciri manusia baru.

Menjadi pengikut Kristus harus disertai dengan ciri hidup yang berbeda. Ciri yang Mberbeda adalah setiap pengikut Kristus harus menjadi manusia baru. Manusia baru memiliki sikap hidup yang berbeda dengan orang lain. Bahkan jika pernah melakukan hal-hal yang tidak mencerminkan pengikut Kristujs maka harus berubah menjadi manusia baru.Menjadi manusia baru artinya meninggalkan segala sesuatu yang bersifat duniawi atau segala hal yang berkaitan dengan keinginan daging. Sebaliknya sikap yang harus untuk dilakukan oleh orang percaya adalah memiliki belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati,kelemahlembutan dan kesabaran. Hal-hal ini merupakan ciri dari orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan atau yang disebut sebagai pengikut Kristus. Sikap hidup yang penuh dengan kesabaran, saling mengampuni satu dengan lainnya, merupakan kewajiban dari setiap pengikut Kristus. Pengikut Kristus harus berbeda dengan orang lain dan perbedaan sikap itu ditunjukkan ketika mampu saling mengampuni ketika ada orang lain yang dendam terhadap dirinya. Ciri hidup seperti inilah yang harus menjadi wujud sebuah kehidupan baru dari pengikut Kristus. Kehidupan baru ini hendaknya mempengaruhi cara hidup, baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatan dari setiap orang percaya.

doa : Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk saling mengampuni sebagai pengikut Kristus. Amin.

Jumat, 13 Desember 2024.

Bahan bacaan : 2 Korintus 2 : 5 -11

Harus diampuni orang yang bersalah
5 Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya--supaya jangan aku melebih-lebihkan--,hati beberapa orang di antara kamu. 6 Bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu, 7 sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat. 8 Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia. 9 Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu. 10 Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, --seandainya ada yang harus kuampuni--,maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, 11 supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Mengampuni dan menghibur.

Memberi pengampunan kepada orang yang membuat hati kita sedih bukan pekerjaan yang mudah. Sebagian besar di antara kita pasti sulit untuk mengampuni dalam waktu yang cepat. Namun menarik, bahwa dalam situasi yang membuat sedih, Paulus menasehati jemaat di Korintus uintuk memberi pengampunan kepada mereka yang menimbulkan kesedihan itu. Paulus menegaskan, bahwa jemaat di Korintus juga harus saling menghibur, supaya setiap orang tidak binasa dalam kesedihan tersebut. Tindakan mengampuni dan menghibur merupakan bukti nyata bahwa jemaat di Korintus hidup dalam kasih yang utuh. Panggilan untuk mengampuni sesama yang membawa luka dan kesedihan dalam hidup kita, perlu juga untuk dilakukan. Marilah kita belajar untuk memberi pengampunan kepada mereka yang membawa atau mengakibatkan kesedihan itu. Kita belajar dari Paulus, bahwa pengampunan telah kita dapatkan di hadapan Kristus. Karena itu, kita perlu belajar untuk memberi pengampunan kepada sesama.

doa : Ya Tuhan, ajarilah kami untuk mampu mengampunisesamaseperti kami telah diampuni olehMu. Amin.

Sabtu, 14 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 6 : 37

37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.

Ampunilah sesamamu.

Salah satu penggalan Doa Bapa Kami yang sering kita ucapkan adalah: “Ampunilah kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. Namun pertanyaan untuk kita semua, apakah kita sudah mengampuni sesama yang bersalah?Atau kita cenderung menghakimi dan menghukum melalui perkataan dan perbuatan kita?Jika kita berada dalam kecenderungan itu maka Lukas 6:37 penting untuk kita maknai.Penulis kitab Lukas 6:37 memberikan suatu rumusan timbal balik untuk para pembaca:”Jika kita ingin diampuni maka kita harus mengampuni; sebaliknya, jika kita menghakimi maka kita juga akan dihakimi”. Penulis kitab Lukas memberikan penegasan, bahwa kita dapat memberi respon atas apa yang terjadi dalam hidup kita, sebab kita memiliki kebebasan untük melakukannya. Namun yang perlu juga untuk dipahami adalah apa yang kita lakukan kepada sesama merupakan cerminan atas apa yang akan terjadi dalam hidup kita. Karena itu, jika kita menyadari bahwa kita adalah ciptaan yang cenderung berbuat dosa dan membutuhkan pengampunan dari Allah maka kita patut melakukannya kepada sesama yang sudah melakukan kesalahan kepada kita.

doa : Ya Tuhan, mampukanlah kami agar mampu mengampuni sesama yang telah bersalah kepada kami. Amin.

  • SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2024, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar