Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia
Tema Mingguan : Tahun Rahmat Tuhan Akan datang, Bersukacitalah
Minggu, 15 Desember 2024.
Bahan bacaan : Yesaya 61 : 1 -11
Kabar selamat kepada Sion
Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, 2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, 3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya. 4 Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi. 5 Orang-orang luar akan melayani kamu sebagai gembala kambing dombamu, dan orang-orang asing akan bekerja bagimu sebagai petani dan tukang kebun anggurmu. 6 Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita. Kamu akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan akan memegahkan diri dengan segala harta benda mereka. 7 Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu. 8 Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu. 9 Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN. 10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. 11 Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.
Bersukacitalah menanti kelahiran Sang Pembebas.
Setiap orang tentu ingin bersukacita. Tidak ada seorangpun yang ingin dalam hidupnya dipenuhi dengan situasi-situasi yang susah dan penuh duka. Seruan untuk bersukacita itu juga yang hendak disuarakan oleh teks Yesaya 61: 1-11. Di tengah berbagai ancaman hidup, kekerasan dan penindasan kepada umat, penulis teks menyuarakan untuk bersukacita sebab Tahun Rahmat Tuhan sudahtiba.Hadirnya Tahun Rahmat Tuhan adalah bukti nyata tentang pemberitaan kabar baik dan membebaskan.Tahun Rahmat Tuhan menegaskan tentang perjuangan untuk membebaskan dan menegakan keadilan di masyarakat, sehingga semua orang dapat bersukacita sebab mereka merasakan karya Allah itu. Mungkin saat kita memasuki Minggu III Adventus ini,kita masih dipenuhi dengan berbagai ancaman hidup, penindasan, dan kesusahan dalam berbagai bentuk. Namun percayalah, bahwa kita terpanggil untuk bersukacita sebab Tahun Rahmat Tuhan akan turut kita rasakan melalui peristiwa kelahiran Yesus. Kelahiran Yesus akan menjadi panggilan kepada semua orang percaya untuk bersukacita, dan bergembira. Bahkan jika situasi hidup masih dipenuhi dengan dukacita maka akan digantikan dengan situasi hidup yang penuh ketenangan dan kegembiraan.
doa : Ya Tuhan, ajari kami untuk tetap bersukacita dalam menanti karya pembebasan melalui kelahiran Yesus. Amin.
Senin, 16 Desember 2024.
Bahan bacaan : Mazmur 104 : 31 -35
31 Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya! 32 Dia yang memandang bumi sehingga bergentar, yang menyentuh gunung-gunung sehingga berasap. 33 Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. 34 Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN. 35 Biarlah habis orang-orang berdosa dari bumi, dan biarlah orang-orang fasik tidak ada lagi! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Haleluya!
Aku hendak bernyanyi bagiMu.
Dalam hidup ini, kita akan selalu menjumpai karya-karya Allah yang menakjubkan,sehingga terus memacu kita untuk bersyukur kepada-Nya. Mazmur 104 menjadi catatan menarik, bahwa kebesaran dan keagungan Allah terlihat dalam segala ciptaan-Nya. Jika langit dan senja menunjukan keindahannya di waktu pagi dan petang maka itulah bentuk nyata dari karya Allah. Menariknya, Pemazmur mengungkapkan hal itu dengan bernyanyi dan bermazmur. Pemazmur bersukacita karena di dalam perbuatan-perbuatan Allah yang besar akan nyata keselamatanNya. Bagi Pemazmur, biarlah Tuhan bersukacita karena perbuatan tangan-Nya, dan karena itu kita juga patut bersukacita karena Tuhan. Lirik lagu Ya Tuhanku aku hendak bemyanyi bagiMu telah terinspirasi dari teks Alkitab ini. Suatu pujian yang lahir dari iman sang pencipta lagu. Kita memang bersyukur dan bemyanyi bagi Tuhan bukan sekedar mata jasmani kita mengagumi apa yang kita lihat, tapi karena mata iman kita yang melihat dan mengakui kebesaran Tuhan, Sang Pencipta dan Penyelamat. Pengakuan ini pun, kita miliki di masa penantian kelahiran Kristus.
doa : Ya Tuhan, mampukan kami untuk bersukacita dalam nyanyian hidup kami, yang disertai iman. Amin.
Selasa, 17 Desember 2024.
Bahan bacaan : Mazmur 118 : 24 -29
24 Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! 25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! 26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN. 27 Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah. 28 Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau. 29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Bersukacitalah sebab Tuhan itu baik.
Lirik lagu “ Hari ini,hari yang telah dijadikan Tuhan”, sering dinyanyikan dalamberbagai aktivitas, termasuk dalam Ibadah Kristen. Dengan lirik lagu tersebut maka setiap orang percaya diajak untuk mengimani, bahwa hari-hari hidup yang dijalani, tetap berada dalam kendali dan kuasa Tuhan. Atas keyakinan itulah, maka setiap orang percaya harus bersukacita. Bersukacita bukan karena mereka telah memasuki hari-hari hidup yang baru,namun bersukacita karena sadar dan mengimani bahwa hari-hari hidup mereka tetap berada dalam kendali Tuhan. Pemazmnur juga mengimani hal yang sama, sehingga ia bersyukur kepada Allah. Bahkan Pemazmur menyatakan, bahwa tidak ada alasan untuk kita tidak bersukacita, sebab Allah itu baik bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk selama-lamanya. Bagaimana dengan kita yang menanti kelahiran Yesus? Benar adanya, bahwa hari-hari hidup ini tidak selamanya dipenuhi dengan situasi yang membuat kita bersukacita. Namun jika kita meyakini, bahwa segala situasi yang terjadi berada dalam kendali Allah maka tidak alasan untuk tidak bersyukur. Sebab sekalipun dipenuhi dengan berbagai masalah, kita harus ingat bahwa kita memiliki Allah yang Baik dan Besar. la mampu melakukan banyak hal-hal menakjubkan untuk kita. Karena itu, marilah kita bersukacita!
doa : Ajari kamni Tuhan untuk tetap bersukacita dalam menjalani hari- hari hidup ini Amin.
Rabu, 18 Desember 2024.
Bahan bacaan : Yesaya 40 : 1 -5
Berita kelepasan
Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, 2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya. 3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! 4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; 5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."
Tenanglah, berita pelepasan disampaikan kepadamu.
Seruan pembebasan selalu dinantikan oleh orang-orang yang berada dalam ancaman dan tekanan kehidupan. Karena dengan seruan itu maka mereka yakin akan adanya pelepasan. Umat Israel yang berada dalam pembuangan turut diberikan berita kelepasan. Dinyatakan, bahwa mereka harus menenangkan hati; kesalahan mereka telah diampuni Allah. Berita kelepasan tersebut tentu dirasakan sebagai berita yang membawa sukacita dan kegembiraan. Sebab sekian lamanya mereka diperhambakan, kini mereka akan dilepaskan karena pengampunan Allah. Dalam menjalani hari-hari hidup ini,mungkin sering kita merasakan dipenuhi dengan berbagai ancaman dan tekanan kehidupan. Hari-hari hidup dipenuhi dengan kesusahan, sakit yang tidak pemah berkesudahan, dan berbagai masalah hidup lainnya. Kita seolah-olah merasakan diperhambakan dalam situasi-situasi tersebut, sehingga sangat sulit untuk bersukacita. Namun belajarlah dari firman hari ini, bahwa berita pelepasan akan turut disampaikan kepada kita. Kita kemudian perlu untuk menenangkan hati untuk menerima berita pelepasan itu. Karena itu, biarlah di 7(tujuh) hari sisa menanti kelahiran Yesus ini, kita tetap dikuatkan untuk menenangkan hati, guna memperoleh berita pelepasan itu, sehingga pada akhimya kita semua dapat bersukacita.
doa : Mampukanlah kami ya Tuhan, agar mampu menenangkan hati ini dalam penantian memperoleh berita pelepasan. Amin.
Kamis, 19 Desember 2024.
Bahan bacaan : Yeremia 31 : 7 -9
7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel! 8 Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari! 9 Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.
Bersukacitalah karena keselamatan dari Tuhan.
Masalah yang datang silih berganti dalam hidup seringkali membuat seseorang Mmerasa putus asa dan kehilangan pengharapan pada kuasa Tuhan.Hal ini pernah dialami oleh Israel pada saat kehancuran Yerusalem (586 SM). Sebagian orang Israel dibawa sebagai orang-orang buangan di Babilonia. Hal ini menyebabkan penderitaan tapi juga krisis iman dan moral. Dalam situasi itu, Nabi Yeremia tampil menyampaikan harapan akan pemulihan dan janji Tuhan untuk masa depan yang lebih baik, termasuk perjanjian baru yang akan datang. Tuhan akan menyelamatkan dan mengumpulkan orang-orang yang tersisa dari seluruh negeri sehingga mereka akan bersorak-sorai. Yeremia mengingatkan bangsa itu supaya tetap berharap pada Tuhan dan bertobat dari dosa-dosa mereka. Pesan bagi kita saat ini, persoalan dan penderitaan apapun yang sedang kita alami, bahkan ketika doa belum terjawab dan situasi hidup kita tidak baik-baik saja, tetaplah berharap pada Kristus, Sang Imanuel yang akan menyertai kita. Ingatlah, Dia akan datang sebagai Hakim yang akan menghakimi kita, sebab itu bertobatlah!
doa : Roh Kudus tuntunlah kami untuk tetap percaya dan berharap pada Kristus, Sang Penyelamat. Amin.
Jumat, 20 Desember 2024.
Bahan bacaan : Zakharia 9 : 9 -10
Raja Mesias di Sion
9 Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. 10 Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.
Sambutlah sang raja damai dengan sukacita.
Saat ini dunia sedang terjerumus dalam perang yang mengancam perdamaian (Mis:Rusia-Ukraina, Israel-Palestina yang melibatkan negara-negara Timur Tengah dan Eropa). Teknologi dan kekuatan militer canggih digunakan secara membabibuta mengakibatkan-krisis kemanusian yang parah. Manusia menderita dan berjuang untuk hidup ditengah-tengah ketidakpastian. Dalam situasi tersebut, kita dikuatkan dengan pesan Nabi Zakharia tentang Raja yang akan dating, yaitu Yesus Kristus dengan penuh kerendahan hati akan menghadirkan perdamaian dan menghapus peperangan. di seluruh dunia. Nas ini mengajak kita untuk mengikuti teladan Kristus dalam menghadirkan perdamaian dengan mengutamakan nilai-nilai kasih dan kerendahan hati sehingga kita hidup adil, damai dan harmonis; baik dalam keluarga, di tempat pengabdian dan kerja, dalam gereja dan Masyarakat. Ingatlah: “Damai itu Indah”.
doa : Roh Kudus tuntun hati setiap manusia untuk menghadirkan perdamaian bukan kekerasan dan peperangan. Amin.
Sabtu, 21 Desember 2024.
Bahan bacaan : Lukas 1 : 67-80
Nyanyian pujian Zakharia
67 Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: 68 "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, 69 Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, 70 --seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus-- 71 untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, 72 untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, 73 yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, 74 supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, 75 dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. 76 Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, 77 untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, 78 oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, 79 untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera." 80 Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.
Bersoraklah karena keslamatan dan pelepasan dari Tuhan.
Kami mengucap syukur kepada Tuhan Yesus yang senantiasa menyertai dan menuntun Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) di usia yang ke-68Tahun.SMTPI merupakan wadah pembinaan gereja, dimana gereja terpanggil untuk mendidik dan mengajar anak-anak agar mengenal dan mempercayai Tuhan. Tugas ini mutlak dilakukan oleh pelayan gereja, orang tua dan semua warga gereja. Tugas mendidik dan membina juga dilakukan oleh Zakharia dan Elisabet sebagai orang tua kepada Yohanes Pembaptis sehingga ia bertumbuh dengan fisik yang sehat dan iman yang kuat (ay.80) dalam mempersiapkan tugasnya kelak. Anak adalah generasi keluarga, gereja, bangsa dan negara.Karena itu, orang tua dan pelayan wajib membimbing, mendidik dan membentuk mereka dengan cinta kasih dan nilai-nilai yang baik supaya mereka bertumbuh dan berakar didalam Tuhan menghadapi tantangan zaman dan memiliki masa depan yang cerah.
doa : Ya Tuhan, tuntunlah kami sebagai orang tua dalam melaksanakan tugas mengajar dan mendidik anak. Amin.
- SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2024, LPJ-GPM