Santapan Harian Keluarga, 22-28 Desember 2024

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Hiduplah Bersama Dalam Kedamaian, Tuhan Segera Datang

Minggu, 22 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yesaya 65 : 17 – 25

Janji mengenai langit yang baru dan bumi yang baru
17 "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. 18 Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. 19 Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak. 20 Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. 21 Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. 22 Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan-Ku akan menikmati pekerjaan tangan mereka. 23 Mereka tidak akan bersusah-susah dengan percuma dan tidak akan melahirkan anak yang akan mati mendadak, sebab mereka itu keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN, dan anak cucu mereka ada beserta mereka. 24 Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya. 25 Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus," firman TUHAN.

Janji Tuhan memulihkan dan menghidupkan.

Tema utama kitab Yesaya adalah “Tuhan Menyelamatkan’. Dapat dikatakan Tbahwa sejarah Israel adalah sejarah bersama Tuhan yang menyelamatkan terutama pada saat Israel pulang dari pembuangan Babel (70 tahun). Melalui Nabi Yesaya Tuhan berjanji akan menciptakakan Yerusalem yang baru; yang dulu telah hancur dibangun kembali,yang dulu penuh dengan ratap tangis (penderitaan)akan bersorak-sorai. Selain itu, Tuhan akan memberikan umur panjang, kehidupan yang penuh berkat dan damai dimana tidak ada kekacauan dan penderitaan. Pesan ini mengingatkan kita tentang pentingnya berharap dan percaya pada janji Tuhan, meskipun masalah dan penderitaan datang silih berganti dalam hidup kita.Janji Tuhan tidak pernah gagal. Tuhan akan mengaruniakan berkat dan sukacita, dimana tidak ada lagi kesedihan, tangisan atau penderitaan bahkan Tuhan akan memenuhi kebutuhan kita dan akan menjawab setiap doa kita, amin.

doa : Ya Roh Kudus, tuntunlah kami hidup untuk tetap berharap dan percaya pada janji Tuhan. Amin.

Senin, 23 Desember 2024.

Bahan bacaan : 1 Korintus 14 : 33

33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

Hiduplah dalam damai sejahtera.

Dapat dibilang bahwa dunia yang kita diami saat ini penuh dengan kekacauan,misalnya: demonstrasi secara anarkhi sampai peperangan. Kekacauan disebabkan oleh sikap ego, ketidakadilan sosial, perbedaan idelogi, persaingan, dil”. Apapun alasannya, kekacauan selalu membawa dampak yang negatif bagi hidup manusia, yakni stres, kecemasan, ketakutan bahkan penderitaan sampai kematian. Selain itu, kekacauan menimbulkan perpecahan; baik dalam keluarga, gereja maupun masyarakat. Realitas bahaya kekacauan tersebut, membuat Paulus menasehati jemaat di Korintus bahwa “Allah lidak menghendaki kekecauan, tetapi damai sejahtera”. Makna bagi kita saat ini adalah kita bertanggung jawab membawa damai sejahtera (cinta kasih, sukacita, kebaikan, keadilan, kesabaran, dil) kepada lingkungan dimana kita berada; baik lingkungan keluarga, antar tetangga, lingkungan tempat kerja bahkan relasi dengan sesama dari latarbelakang yang berbeda (suku, ras,agama) supaya “dimana ada kekacauan disitu ada kedamaian”.

doa : Roh Kudus tuntulah kami membawa damai bagi sesama. Amin.

Selasa, 24 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 1 : 26 – 28

26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."

Sambutlah Yesus sang raja dengan kerendahan hati.

Hari ini umat kristiani di seluruh dunia mempersiapkan diri untuk merayakan Natal Kristus yang tinggal beberapa jam lagi. Untuk itu, marilah kita siapkan hati untuk menyambut Tuhan Yesus, Sang Imanuel melalui pesan Alkitab, Lukas 1:26-38. Perikop ini menceritakan tentang pemberitahuan kelahiranYesus, dimana Maria seorang gadis sederhana dari Nazaret telah dipilih Allah untuk peran yang sangat besar dalam sejarah keselamatan umat manusia.Pemanggilan Maria ini dikarenakan ia memiliki kerendahan hati dan bersedia melaksanakan kehendak Tuhan dengan sikap taat dan setia. Hal ini menunjukkan bagaimana Tuhan memilih siapa saja termasuk, orang-orang biasa namun memiliki kerendahan hati dan bersedia melayani pekerjaan Tuhan dengan sukacita.

doa : Ya Tuhan, kami sambut kelahiranMu dengan kerendahan hati. Amin.

Rabu, 25 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yohanes 1 : 1 – 18

Firman yang telah menjadi manusia
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. 14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. 15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." 16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. 18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Percayalah, Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Hari ini semua orang percaya di seluruh dunia bersukacita merayakan Natal;memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus ke dunia di kota Betlehem. Kita bersukacita merayakan peristiwa iman,sebab Injil atau Firman yaitu Kristus sebagai Tuhan menjadi manusia sejati yang lahir melalui Maria. Sejarah iman yang sampai saat ini masih banyak orang yang menolak serta belum percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hal ini yang disaksikan oleh pengijil Yohanes dengan menyatakan bahwa IA ( Kristus ) ada di dunia ini tetapi dunia tidak mengenalNya, dan IA datang kepada milik kepunyaanNya tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya. Hal ini gambaran dari bangsa Yahudi yang menolak dan menyalibkan Tuhan Yesus. Namun bagi yang menerimaNya akan diberi kuasaNya untuk menjadi anak-anak Allah yaitu mereka yang percaya dalam namaNya. Kita sekeluarga termasuk kelompok yang mana, menolak atau menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat? Semoga di hari Natal ini kita terus diingatkan dan dikuatkan untuk meneguhkan pengakuan kita menerima dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kita juga mampu untuk meneruskan kepada mereka yang belum percaya melalui sikap kita.

doa : Ya Tuhan di hari natal ini, berkati kami agar kami tetap teguh dalampercaya kami kepadaMu. Amin.

Kamis, 26 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yohanes 1 : 29 -34

Yohanes menunjuk kepada Yesus
29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. 30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. 31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." 32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. 33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Roh Kudus membuka mata iman kita untuk mengenal Tuhan Yesus.

Kesaksian Yohanes pembaptis bahwa ia belum mengenal Tuhan Yesus yang datang ke dunia sebagai Anak Allah. Oleh tuntunan Roh Kudus yang turun dan langit seperti burung merpati dan tinggal kepada Tuhan Yesus, menjadi tanda kepada Yohanes akan pengenalan kepada Tuhan Yesus sebagai Anak Allah. Yohanes pun bersaksi bahwa kalau ia membaptis dengan air, maka Tuhan Yesus akan membaptis orang percaya dengan Roh Kudus. Artinya siapa yang percaya akan menerima pencurahan karunia Roh Kudus yang menuntun pada pengenalan yang benar kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kita juga merindukan pencurahan dan tuntunan kuasa Roh Kudus agar kita selalu bertumbuh dalam pengenalan yang benar kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Seringkali kita ditutupi dan disilaukan oleh dunia dengan segala kekuatan dan godaan si pencoba sehingga membuat mata iman kita menjadi kabur. Kita menjadi orang-orang yang bimbang, kuatir dan takut ketika dihantam oleh badai dan gelombang hidup ini. Itulah sebabnya, penting untuk iman dan percaya kita yang teguh agar mata iman kita selalu terang benderang untuk melihat Tuhan Yesus selalu hadir dan menyertai perjalanan hidup kita.

doa : Tuntun kami dengan kuasa Roh KudusMu agar kami mampu untuk melihat dan mengenal Tuhan dengan benar. Amin.

Jumat, 27 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 2 : 21 – 40

Yesus disunat dan diserahkan kepada Tuhan -- Simeon dan Hana
21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. 22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, 23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", 24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. 25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, 26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, 28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: 29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, 30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, 32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." 33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. 34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 35 --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." 36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, 37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. 38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. 39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. 40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Taat dan setia bersaksi.

Karya Allah yang besar, agung dan mulia melalui kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia telah dinubuatkan oleh para nabi. Allah pun memakai orang-orang saleh dan benar yang tetap menjaga iman dan ketaatan mereka pada Tuhan untuk menyaksikan kegenapan nubuatan para nabi itu. Penginjil Lukas menyaksikan tentang Simeon dan Hana seorang nabiah yang berjumpa dengan Yesus, saat dibawa oleh orang tuanya; Yusuf dan Maria, ke bait Allah untuk di sunat. Simeon dan Hana bersukacita di masa lanjut usia, sebab oleh tuntunan Roh Kudus, mereka dapat menyaksikan kegenapan nubuatan janji Allah dalam kehadiran Tuhan Yesus. Penantian mereka tidaklah sia-sia dan saatnya mereka akan kembali kepada Allah Bapa di Sorga dengan penuh sukacita.Sebuah keteladanan bagi kita dalam masa penantian kembali Tuhan Yesus sebagai Raja dan Hakim pada kali yang kedua.Pentingnya tuntunan Roh Kudus, agar kita menjadi anak-anak Allah yang selalu taat dan setia kepada tugas pelayanan dan kesaksian, agar semua orang pun menjadi percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

doa : Tuntun kami ya Tuhan, agar kami senantiasa belajar dari firman Tuhan yang mengingatkan kami agar selalu taat kepadaMu. Amin.

Sabtu, 28 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 2 : 41 – 52

Yesus pada umur dua belas tahun dalam Bait Allah
41 Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. 42 Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. 43 Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. 44 Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. 45 Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. 46 Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. 47 Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. 48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau." 49 Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" 50 Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. 51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. 52 Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

Kedamaian dalam kendali Tuhan.

Hidup dalam kedamaian merupakan dambaan setiap keluarga, dimana masing-masing orang saling menasehati, memperhatikan untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Sebagai sebuah keluarga, Yesus pun bertumbuh besar dalam pendampingan dengan penuh cinta kasih dari Yusuf dan Maria sebagai orang tua. Kecintaan itu berwujud saat mereka kembali ke Yerusalem dan berusaha mencari Yesus. Tiba di bait Allah,mereka menemukan Yesus sementara bersoal jawab dengan alim ulama. Maria kemudian menyatakan kegelisahannya sebagai orang tua dan dijawab oleh Yesus bahwa la harus berada di rumah BapaNya. Maria harus mengerti dan menerima Yesus dalam panggilannya sebagai Tuhan dan Mesias. Yesus bertanggung jawab mengajarkan kebenaran yang membawa kedamaian bagi seluruh dunia. Sebagai orang tua, kita harus menunjukkan perhatian kepada anak-anak agar keberadaan mereka aman, tenteram dan damai. Namun,kedamaian tidak selalu berada dalam kendali kita. Kedamaian berasal dari Tuhan dan berlangsung dalam penyataan tentang kebenaran yang dikehendakiNya. Tanggung jawab pendampingan harus terus kita lakukan dalam keluarga supaya kedamaian yang sesungguhnya itu dapat diperoleh dan dapat pula dinyatakan.

doa : Roh Kudus pimpin kami untuk memahami kedamaian yang berasal dari padaMu. Amin.

  • SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2024

Tinggalkan komentar