Santapan Harian Keluarga, 29 Des 2024 – 04 Jan 2025

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Bersyukurlah dan Berserah kepada Tuhan Pemelihara Kehidupan

Minggu, 29 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 111 : 1 – 10

Kebajikan Allah
Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah. 2 Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. 3 Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya. 4 Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang. 5 Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya. 6 Kekuatan perbuatan-Nya diberitakan-Nya kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka bangsa-bangsa. 7 Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh, 8 kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran. 9 Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat. 10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Bersyukurlah atas kebaikan Tuhan.

Tanpa terasa klta sudah berada di minggu terakhir atau minggu ke 52 dari tahun yang akan kita tinggalkan; 2024. Kita bersyukur dan memuliakan serta mengagungkan kebesaran kuasa Allah dalam cinta kasih Kristus dan Roh Kudus yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati perjalanan hidup kita, mulai dari minggu pertama sampai terakhir di tahun 2024 ini, Dalam semua dinamika yang menjadi realitas hidup, kita harus mengakui bahwa kebajikan atau kebalkan Tuhan tidak pernah berubah. Kebaikan Tuhan sesungguhnya tidak berkurang ataupun surut, sekalipun kita tidak setia dan taat kepada Tuhan. Untuk itu, sebagai keluarga yang percaya pada kebesaran dan kasih Allah, kita patut memuji, memuliakan dan memasyurkan namaNya; Allah didalam Kristus, dengan selalu mengucap syukur yang tiada habisnya. Sebab siapakah kita; manusia yang hina dan berdosa ini? Kasih dan kemurahan Tuhan yang telah melayakkan kita sekeluarga untuk menikmati pemeliharaan dan seluruh kebaikanNya hingga hari ini.

doa : Terima kasih ya TUhan, untuk pemeliharaan dan kebaikanMu. Amin.

Senin, 30 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 112 : 1-10

Bahagia orang benar
Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. 2 Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. 3 Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. 4 Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. 5 Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. 6 Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya. 7 Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN. 8 Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya. 9 Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan. 10 Orang fasik melihatnya, lalu sakit hati, ia menggertakkan giginya, lalu hancur; keinginan orang fasik akan menuju kebinasaan.

Takut akan Tuhan adalah sumber kebahagiaan.

Masing-masing orang mengukur kebahagiaannya dan setiap orang memiliki ukuran kebahagian yang berbeda-beda. Ada yang bahagia karena mempunyai uang yang banyak, harta yang melimpah, mempunyai kuasa dan jabatan. Ada juga yang bahagia saat anak-anak sudah mendapat pekerjaan. Hal tersebut wajar saja. Menarik untuk kita renungkan melalui firman Tuhan saat ini,Pemazmur menyatakan berbahagialah orang yang takut akan Tuhan. Takut Tuhan adalah pokok kebahagian bagi semua orang percaya. Kondisi yang baik atau pun buruk tak akan mengurangi kebahagiaan seseorang.la akan tetap berdiri teguh dan kokoh dalam segala situasi maupun kondisi sebab takut akan Tuhan menjadi kekuatan bagi orang yang selalu berbahagia. Takut Tuhan berarti mengagumi,mengagungkan dan memuliakan Tuhan dalam seluruh hidup orang beriman. Kata-kata dan sikap serta perilakunya selalu setia dan taat kepada perintah dan kehendak Tuhan. Demikianlah sebagai keluarga, kebahagiaan yang sejati akan kita peroleh,dengan hidup takut akan Tuhan.

doa : Tuntun kami Tuhan agar hidup takut kepada Tuhan, supaya kehidupan kami selalu bahagia. Amin.

Selasa, 31 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 115 : 1-18

Kemuliaan hanya bagi Allah
Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu! 2 Mengapa bangsa-bangsa akan berkata: "Di mana Allah mereka?" 3 Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya! 4 Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, 5 mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, 6 mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium, 7 mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya. 8 Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya. 9 Hai Israel, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 10 Hai kaum Harun, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 11 Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 12 TUHAN telah mengingat kita; Ia akan memberkati, memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun, 13 memberkati orang-orang yang takut akan TUHAN, baik yang kecil maupun yang besar. 14 Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu. 15 Diberkatilah kamu oleh TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. 16 Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia. 17 Bukan orang-orang mati akan memuji-muji TUHAN, dan bukan semua orang yang turun ke tempat sunyi, 18 tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya!

Terima kasih atas tuntunan dan penyertaan Tuhan.

Puji Tuhan! Kita semua telah tiba di har terakhir, hari yang ke 365 di tahun 2024dengan selamat. Tidak ada yang dapat diungkapkan selain ucapan syukur atas kemurahan dan kebaikan Tuhan Allah Sang Pencipta serta Pemelihara kehidupan semua makhluk di alam semesta ini terkhusus umat manusia. Pemazmur menyaksikan kebesaran kuasa Tuhan yang tiada tertandingi oleh kuasa dan kekuatan apapun dunia ini.Ketika kita disini sampai di waktu terakhir penghujung tahun ini, kita mungkin akan bertanya siapakah kita sehingga patut memperoleh segala kebaikan Tuhan? Kita adalah manusia yang penuh dengan segala kelemahan, keterbatasan oleh karena keberdosaan kita. Tidak ada sesuatupun yang dapat kita banggakan dan andaikan,saat kita merenung sejenak di penghujung akhir tahun ini. Kita hanya dapat mengatakan dengan hati yang bersyukur bahwa kasih sayang Tuhan sungguh tak terbatas.Bahkan,dengan cucuran air mata yang menetes karena berat pergumulan hidup yang terus menantang,kita hanya dapat mengatakan bahwa Tuhan sungguh baik. Kita tidak sendiri,sekalipun tertatih-tatih melangkah, suara Tuhan merdu terdengar:anakKu, AKU mengasihimu. AKU tidak akan meninggalkanmu, AKU selalu ada dan tetap ada untuk menemani, menuntun, menyertai dan memberkatimu sampai selama-lamanya.

doa : Terima kasih ya Tuhan atas penyertaan dan tuntunanMu sehingga kami boleh tiba dipenghujung tahun ini. Amin.

Rabu, 1 Januari 2025

bahan bacaan : Titus 2 : 11 – 15

Kasih karunia Allah menyelamatkan semua manusia

11 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. 12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini 13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, 14 yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. 15 Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah.

Kasih Karunia Allah Menyelamatkan Kita
Selamat berjumpa dalam kasih Tuhan!. Mari sambut tahun baru dengan syukur dan sukacita karena kita masih diberi kesempatan untuk hidup, berkarya dan beriman kepada Tuhan. Kesempatan itu diberikan secara cuma-cuma oleh Allah melalui kasih karunia-Nya yang menyelamatkan. Kasih Karunia Allah itu pula yang membebaskan manusia dari kejahatan, sehingga tidak ada cara lain untuk menusia meresponi karya keselamatan itu selain dengan melakukan kebaikan-kebaikan di dalam dunia ini. Hal ini yang diingatkan Rasul Paulus dalam bacaan hari ini. Allah telah berkarya menyelamatkan manusia, dan mendidik setiap orang agar meninggalkan kefasikan dan segala keinginan duniawi yang jahat, karena itu akan membuat kita jauh dari Allah. Sebab itu, Rasul Paulus menasehati, selagi masih ada di dunia ini, hiduplah bijaksana, adil, dan beribadah sambil terus menantikan hari kedatangan Yesus Kristus kembali. Nasehat berharga ini disampaikan kepada Titus dan tentunya kepada kita semua di awal tahun baru ini, agar bersyukur atas kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan. Anugerah keselamatan itu bukanlah supaya kita hidup sembarangan tanpa tujuan, tetapi supaya kita menjadi umat milik Tuhan yang kudus dan yang selalu berbuat kebaikan. Karena itu, marilah kita letakkan seluruh harapan di tahun yang baru dan meminta kekuatan serta hikmat dari Tuhan, agar kita bijaksana menjalani hidup dengan segala kenyataannya ke depan.

Doa: terima kasih ya Tuhan, sebab atas kasih karuniaMu kami hidup di tahun yang baru. Amin.

Kamis, 2 Januari 2024

bahan bacaan : Efesus 2 : 8 – 10

8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Janganlah Bermegah Diri

Kalau kita masih hidup hingga hari ini, itu semuanya hanya karena anugerah dan kemurahan Tuhan. Sungguh, kita patut bersyukur. Ajakan untuk bersyukur atas kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan, diingatkan pula oleh rasul Paulus kepada jemaat di Efesus. Kata kunci “menyelamatkan” menunjukkan bagaimana kasih karunia Allah membawa manusia keluar dari kegelapan dosa ke dalam terang keselamatan-Nya. Itulah sebabnya semua orang yang percaya dan beriman kepada Allah didalam Yesus Krstus, berkenan menerima keselamatan secara cuma-cuma. Keselamatan itu bukan hasil usaha manusia. Keselamatan itu bukan hasil pekerjaan manusia, melainkan pemberian Allah. Janganlah kita bermegah diri dan menganggap bahwa keselamatan itu kita peroleh karena perbuatan baik yang dilakukan. Kita tidak diselamatkan karena melakukan perbuatan baik, tetapi melakukan perbuatan baik adalah respons atas anugerah keselamatan yang telah diterima.. Marilah kita selalu bersyukur kepada Tuhan, sebab siapakah kita ini? Kita manusia berdosa yang kadang hidup tidak berkenan di hadapan Tuhan dan selayaknya binasa. Tetapi karena kasih Kristus, kita diselamatkan. Ingatlah, Tuhan memiliki tujuan mulia dengan hidup kita di tahun baru ini, yakni senantiasa melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang memuliakanNya. Wujudkanlah hal itu agar hidup kita tidak sia-sia melainkan terus berarti bagi Tuhan dan sesama.

Doa: Tuhan ajarkan kami untuk tidak bermegah diri karena keselamatan itu hanya berasal dari-Mu, Amin.

Jumat, 3 Januari 2024

bahan bacaan : Roma 5 : 18 – 21

18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. 19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. 20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, 21 supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Menghargai Anugerah Kehidupan Kekal
Dosa adalah segala tindakan, pikiran, atau sikap yang melanggar kehendak Allah. Ketika kita berdosa, ada konsekuensi yang harus ditanggung, dan konsekuensi itu adalah “maut.” Maut yang dimaksud bukan hanya kematian fisik, tetapi juga kematian rohani. Dosa membuat kita terpisah dari Allah, dan jika tidak ada jalan keluar, akibat akhirnya adalah kematian kekal, yaitu hidup yang jauh dari Allah selama-lamanya. Namun, kabar baiknya adalah kita berhak atas karunia Allah, yakni hidup yang kekal. Allah memberikan karunia ini kepada kita, bukan karena kita layak, tetapi karena kasih dan rahmat-Nya. Hidup yang kekal berarti hidup bersama Allah untuk selama-lamanya. Ini bukan hanya tentang kehidupan setelah kematian, tetapi juga tentang kualitas hidup yang baru mulai dari sekarang. Hidup yang dipenuhi dengan kebenaran, damai, sukacita, dan hubungan yang dekat dengan Allah. Sebagai orang percaya kita harus menghargai anugerah hidup kekal yang Allah berikan, dengan menghadirkan keindahan dalam perbuatan kasih kita. Sehingga melaluinya nama Tuhan terus dipermuliakan dan semakin banyak orang percaya kepada Tuhan kita Yesus Kristus!

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk terus ada dalam jalan-jalan kebenaranMu,. Amin .

Sabtu, 4 Januari 2025

bahan bacaan : Roma 6 : 15 – 23

Dua macam perhambaan
15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! 16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? 17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. 18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. 19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan. 20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. 21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian. 22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. 23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Kristus Memerdekakan Hidup Kita

Dalam kehidupan ini kita diperhadapkan dengan pilihan benar atau salah, baik atau buruk dan sebagainya. Pilihan kita akan sangat menentukan perjalanan hidup ke depan. Sebab itu kita harus arif dan bijaksana dalam membuat pilihan-pilihan hidup. Ketika rasul Paulus menasehati jemaat di Roma, ia pun mengingatkan apakah mereka mau menjadi hamba dosa atau hamba kebenaran?. Artinya mereka harus memilih salah satu. Jika memilih menjadi hamba dosa, maka upahnya ialah maut, tetapi jika memilih menjadi hamba kebenaran maka kehidupan kekal menjadi jaminan. Pilihan untuk tidak hidup dalam dosa dan kematian adalah mau meninggalkan hidup yang lama dan memulai hidup yang baru dengan pengudusan dalam Kristus. Pilihan ini selayaknya menjadi pilihan kita sebagai orang percaya yang telah menerima anugerah keselamatan. Kita perlu ingat bahwa hidup ini bukan hanya tentang lepas dari belenggu dosa, tetapi mau hidup dalam kebenaran bagi Tuhan. Apa dasar dan landasan hidup benar? Ini sangat bergantung pada bagaimana cara kita memandang diri dan kehidupan. Firman Tuhan berkata, “demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus” (Rm.6:11). Hanya dengan cara pandang ini kita dapat menjadi hamba kebenaran. Dosa tidak akan berkuasa lagi dalam tubuh kita yang fana. Dan kita, sebagai orang-orang yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup, akan dapat menyerahkan anggota-anggota tubuh kita kepada Allah untuk dipakai sebagai senjata kebenaran.

Doa: Tuhan, di tahun yang baru ini, kami memilih untuk menjadi hamba kebenaran amin.

*SUMBER : SHK BULAN DES 2024 DAN JAN 2025, LPJ – GPM

Tinggalkan komentar