Santapan Harian Keluarga, 12-18 Januari 2025

Tema Bulanan : Berdirilah Teguh Sebagai Gereja!

Tema Mingguan : Berakar pada Kristus, Teguhlah Melayani

Minggu, 12 Januari 2025

bahan bacaan : 2 Timotius 4 : 1 – 8

Penuhilah panggilan pelayananmu
Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: 2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! 6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Berakarlah Pada Kristus
Dan Teguhlah Melayani Pekerjaan-Nya

Sebagai gereja, kita bersyukur sebab hari ini telah dilakukan penahbisan diaken dan penatua GPM masa bakti pelayanan 2025-2030. Penting untuk diingat, bahwa tantangan pelayanan saat ini cukup berat, sebab harus berjalan bersama-sama dengan perkembangan zaman. Bahkan tidak dapat dipungkiri, bahwa pelayanan gereja akan selalu dipenuhi dengan masalah dan ancaman, baik dari dalam maupun dari luar. Terhadap situasi yang berat tersebut maka seruan Paulus dalam 2 Timotius 4:1-8 penting untuk kita maknai sebagai dasar dan kekuatan melangkah ke depan. Di tengah beragam tantangan pelayanan dan pemberitaan injil, Paulus mengingatkan Timotius agar tetap teguh memberitakan firman di segala kondisi dengan tetap berakar pada Kristus (ay. 2). Pesan Paulus ini menjadi penguatan kepada Timotius, sebab dalam pemberitaan firman nanti Timotius akan diperhadapkan dengan berbagai tantangan dan penolakan (ay. 3-4), sebagaimana yang pernah dialami olehnya. Namun sekalipun dipenuhi dengan berbagai masalah, Timotius harus tetap sabar dalam melakukan pekerjaan pemberitaan injil itu. Sebab di tengah situasi kelam sekalipun, Kristus sebagai Sang Pengutus akan tetap menyertai dan menolong orang-orang yang diutus-Nya, termasuk para majelis yang baru di tabiskan serta kita semua sebagai orang-orang percaya.

Doa: Tuhan, kuatkanlah kami untuk tetap kuat mempertahankan kemurnian injil-Mu. Amin

Senin, 13 Januari 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 20 : 17 – 24

Perpisahan Paulus dengan para penatua di Efesus
17 Karena itu ia menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus. 18 Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka: "Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini: 19 dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku. 20 Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu; 21 aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus. 22 Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ 23 selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. 24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.


Lakukanlah Tugas Pelayananmu
Dengan Setia Sampai Akhir

Ada satu pesan dalam pelayanan yang selalu dititipkan, yaitu: “Biarlah kita setia melayani sampai akhir”. Sebenarnya, pesan tersebut bukan tanpa alasan sebab dalam kenyataannya, ada orang yang tidak dapat menunaikan tugasnya dengan setia sampai akhir. Ketika diperhadapkan dengan masalah dalam pelayanan, mereka memilih lari dan meninggalkan pelayanan yang telah dimulainya. Bagi penatua di jemaat Efesus, Paulus kemudian berpesan agar mereka tetap setia sampai akhir (ay. 24). Paulus sadar betul, bahwa pelayanan mereka akan dipenuhi dengan banyak tantangan sampai dapat mencucurkan air mata, bahkan mungkin saja akan ada ancaman hidup (ay. 19). Namun mereka harus percaya, bahwa Kristus yang empunya pekerjaan yang akan mengokohkan dan mendampingi mereka dalam menunaikan pelayanan yang tidak mudah itu. Kita juga mesti belajar dari pesan Paulus, agar tetap setia menjalankan tugas pelayanan dengan setia sampai akhir. Kita sadar, bahwa tugas pelayanan yang kita emban saat ini juga tidak mudah. Kita mungkin akan menangis karena ditolak, kita mungkin akan dimusuhi karena berusaha menyampaikan kebenaran, dan lain sebagainya. Namun untuk segala situasi yang berat itu, datanglah kepada Kristus, sebab Ia yang mampu menguatkan kita.

Doa: Roh Kudus tuntun kami sebagai pelayan untuk memelihara iman umat, Amin

Selasa, 14 Januari 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 20 : 25 – 38

25 Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah. 26 Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa. 27 Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu. 28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. 29 Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. 30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. 31 Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata. 32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya. 33 Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga. 34 Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. 35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." 36 Sesudah mengucapkan kata-kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua. 37 Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia. 38 Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena ia katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal.

Memelihara Iman Di Tengan Tantangan Zaman

Dalam ajaran Gereja Protestas Maluku (GPM), penatua memiliki tugas yang penting dalam pelayanan gereja, salah satu yakni pengawasan jemaat. Seorang penatua bertugas mengawasi kehidupan rohani jemaat dan memastikan bahwa ajaran gereja dipahami dan diterapkan dengan benar oleh jemaat. Mereka berperan dalam memberikan bimbingan rohani kepada anggota jemaat. Tugas tersebut juga ditekankan oleh Paulus pada saat berpamitan dengan para penatua di Efesus sebagaimana dijelaskan pada ayat 28. Mereka dinasehati untuk memelihara baik kehidupan iman mereka sendiri maupun kehidupan iman semua anggota jemaat yang sudah dipercayakan oleh Roh Kudus kedalam pengawasan mereka. Pesan bagi kita sebagai pelayan (khusus penatua), kita diingatkan untuk mengawasi diri kita maupun jemaat untuk senantiasa memelihara iman kepada Yesus Kristus di tengah tantangan zaman, misalnya pengaruh media sosial dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Doa: Tetap kuatkan kami, Tuhan untuk setia melayani pekerjaan-Mu sampai akhir. Amin.

Rabu, 15 Januari 2025

bahan bacaan : 2 Timotius 1 : 3 – 10

Ucapan syukur dan nasihat untuk bertekun
3 Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. 4 Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. 5 Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. 6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. 7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. 8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. 9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman 10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.

Janganlah Malu Untuk Bersaksi Tentang Tuhan

Salah satu tantangan utama dalam bersaksi tentang Tuhan adalah ketakutan akan penolakan atau penghakiman dari orang lain. Banyak orang takut jika mereka mengungkapkan iman kepada Tuhan Yesus, mereka akan dikucilkan bahkan dihina. Terutama di dunia yang semakin majemuk dan hidup secara duniawi (sekuler), orang merasa bahwa berbicara tentang Tuhan bisa dianggap sensitif atau tidak relevan. Dalam situasi tersebut, Paulus menasehati kita sebagaimana nasehatnya kepada Timotius untuk menghidupkan karunia Allah yang ada dalam dirinya. Kita harus memohon tuntunan kuasa Roh Kudus yang memberikan keberaniaan, membangkitkan kekuatan, pelayanan kasih kepada sesama dengan penguasaan diri serta tidak malu untuk bersaksi tentang Tuhan. Meskipun tantangan dan penderitaan datang silih berganti dalam hidup. Namun ingatlah akan firman Tuhan “barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapaku di Sorga (Matius 10:33).

Doa: Tuhan mampukan kami untuk menginspirasi orang melalui keteladanan kami, Amin

Kamis, 16 Januari 2025

bahan bacaan : 2 Timotius 1 : 11 – 18

11 Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. 12 Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. 13 Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus. 14 Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita. 15 Engkau tahu bahwa semua mereka yang di daerah Asia Kecil berpaling dari padaku; termasuk Figelus dan Hermogenes. 16 Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara. 17 Ketika di Roma, ia berusaha mencari aku dan sudah juga menemui aku. 18 Kiranya Tuhan menunjukkan rahmat-Nya kepadanya pada hari-Nya. Betapa banyaknya pelayanan yang ia lakukan di Efesus engkau lebih mengetahuinya dari padaku.

Berilah Teladan Kepada Orang Lain
Keteladanan adalah sikap yang menjadi contoh baik dan patut ditiru oleh orang lain. Seseorang yang memiliki keteladanan tidak terbatas pada perkataan tetapi lebih kepada tindakan yang positif, seperti kejujuran, kasih, kerendahan hati dan kepedulian terhadap sesama. Orang yang menunjukkan keteladanan seringkali menginspirasi orang lain untuk berbuat baik. Hal ini ditunjukkan oleh Rasul Paulus dalam menginspirasi Timotius untuk tetap setia kepada panggilan Allah, serta juga menunjukkan keteguhan dalam kasih dan pengharapan di tengah kesulitan, berpegang pada ajaran Tuhan (ayat 13). Makna bagi kita sebagai pelayan dan umat untuk menunjukkan keteladanan sehingga kita dapat menginspirasi orang lain untuk berbuat baik. Panutan dalam kehidupan sehari-hari dengan memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik dan membentuk karakter seseorang baik dalam keluarga, gereja dan masyarakat untuk tetap setia kepada panggilan Allah.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk berani bersaksi tentang Tuhan, Amin.

Jumat, 17 Januari 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 26 : 16 -18

16 Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti. 17 Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, 18 untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.

Jadilah Saksi Kristus Yang Membawa Orang Dalam Pertobatan

Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang unik, dengan berbagai peristiwa yang membentuk siapa mereka hari ini. Terkadang, peristiwa-peristiwa ini menjadi titik balik yang membawa seseorang kepada pertobatan, yaitu perubahan hidup yang mendalam dimana seseorang berbalik dari cara hidup yang lama. Untuk menjadi saksi Tuhan, salah satu contoh yang sangat jelas dari panggilan ini adalah kisah pertobatan dan panggilan Paulus dalam perjalanan hidupnya. Dalam perikop tadi, kita melihat bagaimana Allah memanggil dan mengutus Paulus membawa orang di dalam pertobatan dan mengalami pengampunan dosa. Hal ini menunjukkan bahwa panggilan Allah seringkali datang dengan cara yang tidak terduga bahkan mungkin tidak kita suka. Namun yang pasti bahwa kita dipanggil untuk menjadi saksi Kristus untuk membawa orang menerima keselamatan dan pengampunan dosa.

Doa : Tuhan terima kasih, atas kasihMu yang selalu menuntun kami dalam pembaruan dan pertobatan hidup. Amin

Sabtu, 18 Januari 2025

bahan bacaan : Efesus 6 : 10 – 17

Perlengkapan rohani
10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. 13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

Kenakan Perlengkapan Senjata Allah

Saudaraku yang terkasih, kita semua tahu bahwa kehidupan ini penuh dengan tantangan dan peperangan, baik itu peperangan rohani, godaan, maupun kesulitan hidup lainnya. Namun, sebagai orang percaya kita tidak ditinggalka dan selalu ada dalam perlindungan Allah Sumber Hidup. Dalam Efesus 6 : 10 – 17, rasul Paulus mengingatkan kita untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, agar kita dapat melawan iblis, bertahan dalam peperangan rohani dan tetap berdiri teguh dalam iman kepada Kristus. Setia kepada Allah dan melakukan keadilan dan kebenaran sesuai kehendak Allah. Siap memberitakan Injil sehingga kita dapat bertahan melawan tipu muslihat/ godaan iblis. Saudaraku, Allah telah menyediakan segala yang kita perlukan untuk berdiri teguh dalam iman dan menghadapi peperangan iman melawan kuasa iblis (amarah, kebencian, kesombongan, dendam, dll) dengan menggunakan perlengkapan senjata Allah dan berdoa.

Doa: Tuhan, terima kasih atas pemberian senjata rohani bagi kami dalam menghadapi iblis dan kekuatannya, amin.

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2025, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar