Santapan Harian Keluarga, 19-25 Januari 2025

Tema Bulanan : Berdirilah Teguh Sebagai Gereja!

Tema Mingguan : Berakar pada Kristus, Melayani dengan Tulus

Minggu, 19 Januari 2025

bahan bacaan : Markus 10 : 35 – 45

Permintaan Yakobus dan Yohanes Bukan memerintah melainkan melayani
35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!" 36 Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?" 37 Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu." 38 Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?" 39 Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. 40 Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan." 41 Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. 42 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. 45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Kepemimpinan Berhati Hamba

Manusia cenderung memiliki keinginan untuk mencapai posisi yang lebih tinggi dan terhormat. Keinginan ini seringkali berakar pada beberapa faktor, seperti: kebutuhan untuk diakui, dihargai dan memiliki pengaruh dalam kehidupan sosial. Ambisi untuk menjadi yang terbesar/terkemuka ini sangat ditentang oleh Tuhan Yesus sebagaimana terdapat dalam perikop tadi. Yesus dengan tegas merespons permintaan yang penuh ambisi dari Yakobus dan Yohanes yang ingin duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus dalam kemuliaan-Nya (ayat 37). Mereka menginginkan posisi terhormat, kedudukan yang tinggi dan penghargaan yang besar. Namun kepemimpinan menurut Yesus adalah tentang melayani bukan menguasai. “Siapa yang ingin menjadi besar di antara kamu , hendaklah ia menjadi pelayanmu” (ayat 43). Kepemimpinan sejati dalam Kerajaan Allah bukan tentang menguasai, mencari kedudukan tinggi melainkan tentang memberi diri untuk melayani orang lain dengan penuh kasih dan kerendahan hati.

Doa: Tuhan tolonglah kami agar dapat memberitakan cinta kasihMu kepada semua orang dengan tidak mementingkan diri sendiri. Amin.-

Senin, 20 Januari 2025

bahan bacaan : Filipi 1 : 12 – 17

Kesaksian Paulus dalam penjara
12 Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, 13 sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus. 14 Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut. 15 Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, tetapi ada pula yang memberitakan-Nya dengan maksud baik. 16 Mereka ini memberitakan Kristus karena kasih, sebab mereka tahu, bahwa aku ada di sini untuk membela Injil, 17 tetapi yang lain karena kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.

Tidak Mementingkan Diri Sendiri

Panggilan kita sebagai orang kristen adalah memberitakan injil Kristus agar semua orang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Panggilan ini mesti kita lakukan dengan sukacita dan tidak hanya sebatas kata-kata saja, namun melalui sikap dan perilaku hidup. Salah satunya adalah tidak mementingkan diri sendiri. Sikap ini sering terjadi dalam hidup kita sebagai manusia. Ingin senang, untung hanya untuk diri sendiri. Kalau yang susah, menderita, rugi tentu tidak ada yang mau terjadi dalam hidupnya. Namun sebagai murid Tuhan Yesus, Paulus memberi contoh dari pengalaman hidupnya dan kiranya itupun menjadi teladan bagi kita sebagai orang tua maupun anak-anak. Paulus setia, taat melakukan pelayanan pemberitaan injil. Sekalipun ia menderita, namun ia tetap setia, tidak meninggalkan pelayannnya demi umat yang ia layani untuk mendapatkan keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus. Hendaknya keteladanan Paulus dapat kita teruskan melalui perilaku hidup yang mau melayani, membantu dan menolong sesama dengan tulus dan sukacita sebagai wujud memberitakan Tuhan Yesus agar kita semua diselamatkan.

Doa: Tuhan tolonglah kami agar dapat memberitakan cinta kasihMu kepada semua orang dengan tidak mementingkan diri sendiri. Amin.-

Selasa, 21 Januari 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 5 : 1 – 4

Gembalakanlah kawanan domba Allah
Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. 2 Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. 3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. 4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

Lakukan Tugas Pelayanan Sebagai Bentuk Pengabdian Diri

Menjadi pelayan baik dalam gereja maupun masyarakat adalah anugerah dari Tuhan sebagai sumber hidup yang mesti kita lakukan dengan baik. Petrus sebagai rasul Tuhan menasehati kita agar pelayanan yang kita lakukan kepada umat dan masyarakat hendaknya dengan sukacita dan tidak dengan keterpaksaan. Jangan mencari keutungan untuk diri sendiri, namun selalu memperhatikan seluruh kehidupan umat dan masyarakat yang dilayani secara baik. Semua itu dilakukan sebagai bentuk pengabdian diri kita kepada Allah dalam Kristus sebagai sumber hidup yang memanggil, memilih dan mengutus kita dalam tugas panggilan pelayanan tersebut. Sekalipun ada banyak tantangan, persoalan bahkan penderitaan yang kita alami, namun cinta kasih Tuhan Yesus selalu memberikan kekuatan dan sukacita untuk kita tetap setia dalam tugas pelayanan tersebut. Kita mulai dari dalam keluarga sebagai papa, mama dan anak-anak untuk saling mengasihi, menolong dan membantu satu dengan yang lain. Sehingga tugas dan beban apapun yang berat, akan menjadi ringan sebab kita melakukannya dengan sukacita sebagai bentuk pengabdian diri kita dalam iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Doa: Ya Tuhan karuniakan hikmatMu agar kami dapat lakukan tugas pelayanan dengan sukacita Amin.-

Rabu, 22 Januari 2025

bahan bacaan : 2 Korintus 7 : 2 – 7

Sukacita sesudah dukacita
2 Berilah tempat bagi kami di dalam hati kamu! Kami tidak pernah berbuat salah terhadap seorangpun, tidak seorangpun yang kami rugikan, dan tidak dari seorangpun kami cari untung. 3 Aku berkata demikian, bukan untuk menjatuhkan hukuman atas kamu, sebab tadi telah aku katakan, bahwa kamu telah beroleh tempat di dalam hati kami, sehingga kita sehidup semati. 4 Aku sangat berterus terang terhadap kamu; tetapi aku juga sangat memegahkan kamu. Dalam segala penderitaan kami aku sangat terhibur dan sukacitaku melimpah-limpah. 5 Bahkan ketika kami tiba di Makedonia, kami tidak beroleh ketenangan bagi tubuh kami. Di mana-mana kami mengalami kesusahan: dari luar pertengkaran dan dari dalam ketakutan. 6 Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus. 7 Bukan hanya oleh kedatangannya saja, tetapi juga oleh penghiburan yang dinikmatinya di tengah-tengah kamu. Karena ia telah memberitahukan kepada kami tentang kerinduanmu, keluhanmu, kesungguhanmu untuk membela aku, sehingga makin bertambahlah sukacitaku.

Saling Keterbukaan Dalam Melakukan Tugas Pelayanan

Pelayanan yang berakar dan bertumbuh didalam Tuhan Yesus Kristus akan berbuah manis dan penuh dengan sukacita. Sekalipun ada banyak persoalan yang dihadapi, namun kekuatan cinta kasih Kristus sebagai anugerah selalu memberikan kekuatan, penghiburan, semangat untuk teguh dan kokoh dalam melayani. Paulus menyampaikan perasaan dan isi hatinya kepada jemaat di Korintus sebab ia sendiri merasakan dan menikmati persekutuan dengan jemaat dalam tugas pelayanannya. Sehingga apapun tantangan yang dihadapi oleh Paulus dan teman-temannya dalam pelayanan, membuat Paulus tetap bersyukur dan bersukacita. Itulah sebabnya Paulus pun tetap menasehati umat agar mereka pun mengikuti teladan hidupnya dimana memohon agar persekutuan hidup terus terjalin diantara mereka serta berdampak baik dan positif kepada persekutuan umat secara keseluruhan. Keteladanan inipun bagi kita sebagai keluarga untuk melakukan tugas panggilan pelayanan, baik di rumah, di sekolah maupun di tempat kerja dan di tengah masyarakat. Saling terbuka dan saling mendukung dengan membantu dan menolong satu dengan yang lain adalah hal yang baik dan positif untuk terus kita lakukan dan wujudkan. Dari padanya kita akan menikmati sukacita dan berkat yang melimpah sebagai buah dari pelayanan demi hormat dan kepujian nama Tuhan.

Doa: Tuhan tuntunan kami dengan RohMu agar kami saling terbuka satu dengan yang lain dalam tugas pelayanan. Amin.-

Kamis, 23 Januari 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 5 : 5 – 6

5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." 6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Hidup Dalam Kerendahan Hati Sebagai Orang Muda

Nasehat rasul Petrus terkhusus kepada para pemuda agar mereka tunduk kepada orang-orang tua. Pengertian tunduk berarti menghormati dan menghargai orang tua yang hadir sebagai wakil Allah dalam kehidupan kita di dunia ini. Kenyataan sering membuktikan terkadang orang muda kurang menghargai dan menghormati para orang tua. Hal ini disebabkan karena perbuahan zaman dengan segala kemajuannya sehingga anak-anak muda menganggap orang tua telah ketinggalan zaman. Orang muda merasa diri lebih kuat, lebih hebat dan lebih pintar sehingga membuat mereka sombong dan angkuh. Padahal rasul Petrus menasehati bahwa hal menghormati dan mengahagai orang tua akan membawa dampak positif yakni menikmati berkat Tuhan. Sebab orang yang angkuh dan sombong, Allah menentang mereka. Itulah sebabnya sebagai orang muda kita selalu rendah hati dengan menjadikan orang tua sebagai teladan dengan menghormati dan menghargai mereka. Kita dengar setiap nasehat untuk yang terbaik kita lakukan sebab mereka punya segudang pengalaman hidup dengan bergantung dan berakar didalam persekutuan dengan Tuhan.-

Doa: Ya Tuhan tolong kami sebagai orang muda untuk selalu rendah hati dengan menghormati para orang tua kami. Amin.

Jumat, 24 Januari 2025

bahan bacaan : Matius 6 : 19 – 24

Hal mengumpulkan harta
19 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. 21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; 23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. 24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Selalu Mengandalkan Tuhan Dengan Tidak Mendua Hati

Bersama dengan Tuhan menjadi kekuatan utama dalam tugas dan panggilan pelayanan kita sebagai anak-anak Tuhan di tengah dunia ini. Ada berbagai tawaran dunia yang sangat menggiurkan bagi kita yang sering membuat kita gagal sehingga kehilangan berkat dan sukacita yang sesungguhnya dalam hidup kita. Penginjil Matius menggambarkan antara Tuhan dan mamon atau segala hal yang bertentangan dengan Tuhan ibarat terang dan gelap selalu menantang kehidupan kita. Tidak ada kekuatan lain bagi kita, selain datang kepada Tuhan sumber hidup dan terang kita sehingga kita tahu ke mana jalan yang mesti kita tempuh dan lalui menuju kepada kehidupan dan keselamatan kekal. Itulah sebabnya penting untuk kita meminta dan memohon hikmat dari Tuhan agar kita mampu untuk melakukan tugas dan pelayanan kita dengan membawa dan menghadirkan terang Kristus bagi dunia dan semua orang agar mereka menjadi yakin dan percaya. Kita memulainya dari dalam keluarga kita sebagai orang tua dan anak-anak untuk menjadi terang melalui tutur kata serta perilaku hidup agar nama Tuhan terus di puji dan dimuliakan.

Doa: Ya Tuhan mampukan kami agar kami mampu menjadi terang dalam kehidupan kami. Amin.

Sabtu, 25 Januari 2025

bahan bacaan : Kolose 3 : 23 – 24

23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

Melayani Dengan Segenap Hati

Hendaknya tugas pekerjaan ataupun pelayanan kita melakukannya dengan segenap hati dan jangan setengah hati. Tentu semua itu akan berdampak kepada hasil dari apa yang kita lakukan. Hasil tidak dapat menyangkali proses. Artinya ketika proses yang kita lakukan dengan segenap hati, setulus hati maka hasilnya pasti akan baik dan bermanfaat bagi banyak orang serta untuk hormat dan kepujian nama Tuhan. Sebaliknya kalau proses kita lakukan dengan setengah hati dan tidak tulus maka hasilnya pun juga setengah-setengah dan hanya untuk kepentingan diri serta keangkuhan diri. Paulus menasehati jemaat di Kolose agar semua yang dikerjakan dalam pelayanan hendaknya dengan segenap hati untuk kepujian nama Tuhan. Kita lakukan dan kerjakan bukan untuk manusia sehingga kita cari berkenan dengan berbagai pencitraan diri. Tetapi untuk Tuhan berarti dengan segenap dan setulus hati, sebab Tuhan akan melihat hati kita dan bukan penampilan sebagai upaya pencitraan. Hal ini menjadi teladan bagi kita sekeluarga untuk menjadi anak-anak Tuhan dalam melakukan semua tugas pekerjaan, pelayanan dan pendidikan dengan sungguh-sungguh dan segenap hati demi kepujian nama Tuhan.

Doa: Ya Tuhan mampukan kami untuk melayani dengan segenap hati untuk kepujian nama Tuhan. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2025, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar