Tema Bulanan : Berdirilah Teguh Sebagai Gereja!
Tema Mingguan : Berakar Pada Kristus, Bermitralah!
Minggu, 26 Januari 2025
bahan bacaan : Efesus 4 : 1 – 16
Kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda-beda
Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. 2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. 7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia." 9 Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. 11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.
Berakar dan Bertumbuh dalam Kasih Kristus
Setiap rumah pasti punya fondasi yang berfungsi sebagai dasar berdirinya tiang dan bangunan rumah. Fondasi rumah yang kuat berefek pada kokohnya rumah yang dibangun. Begitu pula dengan pohon, bahwa setiap pohon atau tumbuhan pasti mempunyai akar yang disebut akar pohon/tumbuhan. Semakin dalam akar pohon itu tumbuh, maka semakin kokoh pohon itu berdiri, sehingga mampu menghadapi angin kencang atau cuaca buruk. Orang Kristen ibarat tumbuhan atau pohon yang menurut Paulus harus bertumbuh di dalam Kristus (ay. 15). Bahwa orang Kristen dalam hidup ini harus tetap berpegang teguh kepada kebenaran di dalam Kristus. Tujuannya agar orang Kristen mampu membangun dirinya dalam kasih, meskipun ada berbagai macam perbedaan yang dihadapi dan dialami dalam kenyataan hidup kekristenan. Karakter tersebut hendaknya diwujudnyatakan dalam kehidupan berelasi dengan sesama, yakni dalam hal saling membantu, sesuai dengan karunia yang telah dianugerahkan kepada kita, sehingga perbedaan yang kita jumpai, tidak lagi menimbulkan perpecahan melainkan boleh bersatu, saling melengkapi, dan mencapai tujuan bersama.
Doa: Ya Tuhan mampukan kami untuk melayani dengan segenap hati untuk kepujian nama Tuhan. Amin.
Senin, 27 Januari 2025
bahan bacaan : Kisah Para Rasul 18 : 1 – 4
Paulus di Korintus
Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. 2 Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. 3 Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah. 4 Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.
Mengasihi Sebagai Orang Kristen di Tengah Tantangan Hidup
Sejak peristiwa penganiayaan dan pembunuhan terhadap Stefanus, orang-orang kristen terus mengalami kesulitan dan penderitaan. Orang-orang kristen mengalami penganiayaan dan penderitaan karena nama Yesus. Meskipun demikian, pekabaran injil terus dilakukan, sebab Allah memakai situasi tersebut untuk menumbuhkan dan menguatkan iman orang-orang kristen. Salah satu faktor yang menonjol dari hidup sebagai orang kristen adalah saling membantu. Penganiayaan dan penderitaan tidak membuat karakter saling membantu hilang dari hidup sebagai orang Kristen. Itulah kasih yang menguatkan dan menyatukan kekristenan saat itu.
Ketika kita mengalami penderitaan kasih jangan pernah hilang antara satu dengan lainnya. Ingatlah bahwa kasih merupakan keuntungan bagi setiap orang yang setia kepada Allah. Kasih itulah yang akan menguatkan perjalanan hidup sebagai orang kristen dalam menghadapi tantangan.
Doa: Tuhan, ajari kami agar mampu mengerjakan pelayanan kepada semua orang. Amin
Selasa, 28 Januari 2025
bahan bacaan : Galatia 2 : 6 – 10
6 Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu--bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak memandang muka--bagaimanapun juga, mereka yang terpandang itu tidak memaksakan sesuatu yang lain kepadaku. 7 Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat 8 --karena Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat. 9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat; 10 hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya.
Layanilah Semua Orang, Meskipun Berbeda
Suatu hal yang sulit dilepaskan dari setiap orang adalah tradisi. Hal itu terlihat pada orang-orang kristen di Galatia. Mereka sudah menerima Kristus, namun masih tetap mempertahankan tradisi Yahudi, yaitu sunat. Orang-orang kristen di Galatia mempersoalkan perkara sunat dan tidak bersunat. Padahal, posisi Paulus terhadap isu ini sudah jelas, yaitu ia sudah tidak punya keberatan dengan mereka yang tidak bersunat. Sunat atau tidak bersunat, bagi Paulus, sama sekali tidak berpengaruh pada anugerah keselamatan. Dalam pemberitaan Injil, Paulus tidak tunduk kepada sekelompok orang yang berusaha menghalanginya. Ia sama sekali tidak memandang kasta. Paulus hanya ingin mengingatkan bahwa betapa pentingnya pelayanan kepada siapapun, teritimewa untuk orang miskin dan yatim piatu. Pesan terdalam dari Paulus adalah pelayanan yang dikerjakan Paulus itu bersifat menyeluruh, tanpa memandang muka. Ini penting bagi kita ke depan.
Doa: Kuatkanlah kami untuk tetap mengasihi dalam tantangan hidup.. Amin.
Rabu, 29 Januari 2025
bahan bacaan : 1 Tesalonika 3 : 1 – 13
Kabar baik yang dibawa oleh Timotius
Kami tidak dapat tahan lagi, karena itu kami mengambil keputusan untuk tinggal seorang diri di Atena. 2 Lalu kami mengirim Timotius, saudara yang bekerja dengan kami untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus, untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu, 3 supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu. 4 Sebab, juga waktu kami bersama-sama dengan kamu, telah kami katakan kepada kamu, bahwa kita akan mengalami kesusahan. Dan hal itu, seperti kamu tahu, telah terjadi. 5 Itulah sebabnya, maka aku, karena tidak dapat tahan lagi, telah mengirim dia, supaya aku tahu tentang imanmu, karena aku kuatir kalau-kalau kamu telah dicobai oleh si penggoda dan kalau-kalau usaha kami menjadi sia-sia. 6 Tetapi sekarang, setelah Timotius datang kembali dari kamu dan membawa kabar yang menggembirakan tentang imanmu dan kasihmu, dan bahwa kamu selalu menaruh kenang-kenangan yang baik akan kami dan ingin untuk berjumpa dengan kami, seperti kami juga ingin untuk berjumpa dengan kamu, 7 maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu. 8 Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan. 9 Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita? 10 Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu. 11 Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu. 12 Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu. 13 Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.
Jadilah Umat yang Selalu Bersyukur dan Berdoa
Timotius merupakan rekan sekerja Paulus yang diutus ke Tesalonika untuk melayani orang-orang kristen di Tesalonika. Rasul Paulus sangat mengetahui dengan pasti keadaan jemaat Tesalonika sehingga mengirim orang yang tepat, supaya pelayanan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Ternyata pelayanan di Tesalonika membawa perubahan positif mengenai iman dan kasih jemaat Kristen di Tesalonika (ay.6). Karena itu bagi Paulus, orang-orang kristen di Tesalonika harus selalu bersyukur (ay.9) dan berdoa (ay.10) agar selalu bertumbuh dalam kelimpahan (ay.12). Pesan mendalam dari teks ini adalah orang-orang kristen harus selalu bersyukur dan berdoa kepada Tuhan dalam setiap keadaan hidup, baik suka maupun duka, susah, senang, gagal dan sukses, serta yang lainnya. Dengan cara hidup demikian, akan memberikan teladan yang baik dan positif kepada semua orang.
Doa: Jauhkanlah keangkuhan dan kesombongan dari hidup kami. Amin.
Kamis, 30 Januari 2025
bahan bacaan : Filipi 4 : 2 – 3
2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. 3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.
Sehati Sepikir Dalam Berteman
Apa gunanya punya banyak teman kalau teman tidak membantu kita saat susah; kalau teman membuat kita susah; kalau teman selalu berniat jahat menjatuhkan kita; dan kalau teman hanya menyalahkan dan menghakimi kita, tidak menasehati saat kita melakukan kesalahan. Bacaan hari ini hendak mengingatkan kita tentang bagaimana bagaimana berteman. Euodia, Sintikhe, Sunsugos, dan Klemens adalah sahabat-sahabat Paulus dalam pelayanan. Kepada mereka Paulus menasihati agar selalu sehati sepikir, dan selalu saling tolong-menolong dalam pekerjaan apapun. Bagi Paulus pertemanan yang baik adalah yang dalam dirinya selalu tidak membuat dan membiarkan teman susah, dan karena itu selalu sehati sepikir dalam pertemanan. Nasehat Paulus ini penting bagi kita, supaya kita tidak berteman hanya saat teman kita sukses. Kita juga mau berteman kalau teman kita gagal atau susah.
Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk selalu bersyukur dan berdoa dalam keadaan apapun. Amin.
Jumat, 31 Januari 2025
bahan bacaan : 2 Korintus 8 : 16 – 21
Titus diutus
16 Syukur kepada Allah, yang oleh karena kamu mengaruniakan kesungguhan yang demikian juga dalam hati Titus untuk membantu kamu. 17 Memang ia menyambut anjuran kami, tetapi dalam kesungguhannya yang besar itu ia dengan sukarela pergi kepada kamu. 18 Bersama-sama dengan dia kami mengutus saudara kita, yang terpuji di semua jemaat karena pekerjaannya dalam pemberitaan Injil. 19 Dan bukan itu saja! Ia juga telah ditunjuk oleh jemaat-jemaat untuk menemani kami dalam pelayanan kasih ini, yang kami lakukan untuk kemuliaan Tuhan dan sebagai bukti kerelaan kami. 20 Sebab kami hendak menghindarkan hal ini: bahwa ada orang yang dapat mencela kami dalam hal pelayanan kasih yang kami lakukan dan yang hasilnya sebesar ini. 21 Karena kami memikirkan yang baik, bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia.
Bersungguh-Sungguhlah Dalam Bekerja dan Melayani
Dalam bekerja kita pasti ingin melihat hasil kerja. Jika ada keberhasilan, maka perlu ditingkatkan. Apabila belum berhasil perlu melakukan perubahan pendekatan. Paulus merasa bahwa ia perlu mengirim Titus yang dipercaya dapat melakukan perubahan yang signifikan pada kekristenan di Korintus. Kesungguhan bekerja dalam pelayanan (ay.17) itulah yang membuat Paulus yakin bahwa Titus mampu melayani dengan baik untuk perubahan peningkatan iman Kristen di Korintus. Paulus dan Titus sama-sama memiliki prinsip dalam pelayanan, yaitu memikirkan yang baik bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia (ay.16). Kerelaan melayani dan memiliki integritas adalah faktor utama yang dimiliki Titus. Nasihat Paulus ini harus dijadikan pegangan bagi kita dalam bekerja dan melakukan pelayanan dimana pun kita ditempatkan, supaya di situ nama Tuhan Yesus dimuliakan.
Doa: buatlah kami sungguh-sungguh bekerja dan melayani bagi semua orang. Amin
Sabtu, 1 Februari 2025
bahan bacaan : Efesus 6 : 21 – 24
Pemberitahuan Salam
21 Supaya kamu juga mengetahui keadaan dan hal ihwalku, maka Tikhikus, saudara kita yang kekasih dan pelayan yang setia di dalam Tuhan, akan memberitahukan semuanya kepada kamu. 22 Dengan maksud inilah ia kusuruh kepadamu, yaitu supaya kamu tahu hal ihwal kami dan supaya ia menghibur hatimu. 23 Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara. 24 Kasih karunia menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.
Akar Kehidupan Yang Kuat Hanya di Dalam Yesus Kristus
Pasal 6 : 21-24 adalah bagian akhir dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus. Bagian akhir ini merupakan kelanjutan dari ayat sebelumnya dimana Paulus memperingatkan jemaat di Efesus agar jemaat tetap teguh dan berpengharapan hanya pada Tuhan. Kondisi yang dialami Paulus membuat ia menjadi kuat dan karena itu, ia menyerukan dan mengingatkan jemaat Efesus untuk tetap berakar dan teguh pada Kristus. Kesetiaan dan keteguhan hati seorang pengikut Kristus mengantarnya pada keadaan dimana Damai Sejahtera akan senantiasa menaunginya. 31 hari di bulan januari telah terlewati dan pastinya telah mengukir 31 cerita baik suka atau duka sepanjang bulan januari. Oleh karenanya, memulai perjalanan hidup di bulan kedua tahun ini harus didasari dengan kesetiaan dan kepasrahan hanya kepada Yesus Kristus, Penyelamat kehidupan. Hendaklah hidup saling menguatkan seperti yang diserukan Paulus kepada jemaat di Efesus. Pendampingan bagi mereka yang hilang harapan, putus asa serta diliputi dengan kekecewaan. Tugas dan tanggung jawab di dalam keluarga, suami-istri, orang tua-anak, adik dan kakak serta di dalam ladang-ladang gumulan (pekerjaan), akan diperhadapkan dengan berbagai persoalan sehingga kadang melemahkan iman dan pendirian kita akan kuasa Allah di dalam Yesus Kristus. Pada kondisi yang demikian, hendaknya saling mengingatkan dan menguatkan. Percayalah! Damai SejahteraNya akan selalu menyertai kita yang selalu berharap pada Kasih Allah yang tidak terbatas itu.
Doa: TopanganMu Tuhan, menguatkan kami. Amin.
*SUMBER : SHK BU;AN JANUARI 2025, LPJ-GPM