Tema Bulanan : Bertumbuh Sebagai Gereja yang Tangguh
Tema Mingguan : Bertumbuh Dalam Pengharapan
Minggu, 16 Februari 2025
bahan bacaan : Mazmur 62 : 1 – 13
Perasaan tenang dekat Allah
Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud. (62-2) Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. 2 (62-3) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 3 (62-4) Berapa lamakah kamu hendak menyerbu seseorang, hendak meremukkan dia, hai kamu sekalian, seperti terhadap dinding yang miring, terhadap tembok yang hendak roboh? 4 (62-5) Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi; mereka suka kepada dusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. Sela 5 (62-6) Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. 6 (62-7) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 7 (62-8) Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. 8 (62-9) Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela 9 (62-10) Hanya angin saja orang-orang yang hina, suatu dusta saja orang-orang yang mulia. Pada neraca mereka naik ke atas, mereka sekalian lebih ringan dari pada angin. 10 (62-11) Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya. 11 (62-12) Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya, 12 (62-13) dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.
Bertumbuh Dalam Pengharapan
Saya seorang ibu berusia 41 tahun dan memiliki seorang anak perempuan yang berusia 7 tahun. Pernikahan saya telah berjalan selama 8 tahun. Mertua saya selalu menekan saya karena belum memberikan mereka seorang cucu laki-laki. Kata mereka, perempuan itu tidak akan menyandang nama keluarga mereka sebab akan mengikuti marga suaminya kelak. Sebenarnya saya juga memiliki kerinduan yang sama. Situasi ini juga adalah gambaran ketidaktenangan pemazmur. Tetapi bagi pemazmur, hanya dekat Allah saja ia tenang. Allah adalah gunung batu dan pada Allah terletak keselamatan dan kemuliaan. Saya percaya pada kata Firman Tuhan seperti yang dibilang dalam Mazmur : percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu kepada-Nya, Allah ialah tempat perlindungan yang kekal. Itu sebabnya saya pun tetap memberi diri untuk tetap dekat kepada Tuhan dan puji Tuhan, sekarang saya telah memiliki seorang anak laki-laki. Marilah tetap berharap kepada Tuhan.
Doa: ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup saling berbagi, ,Amin.
Senin, 17 Februari 2025
bahan bacaan : Mazmur 42 : 1 – 6
Kerinduan kepada Allah
Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. 2 (42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? 3 (42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?" 4 (42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan. 5 (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Pengharapan Dalam Kegelisahan
Gelisah adalah kata yang tepat menggambarkan situasi dimana kita merasa tidak nyaman. Ada hal sensitif yang ingin sekali kita wujudkan tetapi kenyataannya adalah berbanding terbalik dengan yang diharapkan. Ini hal yang manusiawi sebab inilah realita hidup. Tetapi di dalam menyikapi situasi seperti ini, tindakan seperti apa yang tepat yang bisa dilakukan? Kita mungkin akan mencoba menutupi kegelisahan. Tetapi yang namanya gelisah, itu sama sekali tetap bisa terbaca melalui gerak gerik dan nada bicara kita. Hari ini pemazmur menawarkan kepada kita solusi untuk tidak gelisah. Pemazmur berkata kepada dirinya : mengapa engkau tertekan, hai jiwaku dan gelisah di dalam diriku? berharaplah kepada Allah sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku. Pemazmur merasa bahwa apapun caranya ia tidak bisa melepaskan diri dari kegelisahan. Pemazmur meyakini yang bisa menolongnya hanyalah ketika ia menaruh harapan kepada Tuhan. Marilah menaruh harap selalu kepada Tuhan.
Doa: Tuhan Yesus, tolong kami menghadapi musuh kami, Amin.
Selasa, 18 Februari 2025
bahan bacaan : Mazmur 42 : 7 – 12
6 (42-7) Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar. 7 (42-8) Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku. 8 (42-9) TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku. 9 (42-10) Aku berkata kepada Allah, gunung batuku: "Mengapa Engkau melupakan aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?" 10 (42-11) Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: "Di mana Allahmu?" 11 (42-12) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Pengharapan Dalam Menghadapi Tekanan Musuh
Hidup ini bukan hanya dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi kita. Musuh adalah tipikal manusia yang juga pasti akan ada. Mereka selalu mencoba membuat kita merasa tidak nyaman,susah dan menderita. Tekanan yang diberikan mereka bisa saja dalam berbagai bentuk. Kita bisa saja kemudian merasa seolah sendiri bahkan Tuhan pun terkesan melupakan kita. Pemazmur mengungkapkan kebenaran ini. Musuhnya secara berulang terus mempertanyakan dimanakah Tuhan yang dipercayainya. Ia merasa sangat tertekan. Kegelisahan seolah menyergap dirinya. Tetapi kemudian ia menyadari. Tuhan masih ada. Tuhan punya kuasa. Allah adalah gunung batu tempat perlindungan yang kekal. Musuh tidak memiliki kuasa melebihi kuasa Tuhan. janganlah takut menghadapi musuh sebab kita masih punya Tuhan. Tetaplah percaya Allah!
Doa: Ya Allah, mampukanlah kami untuk tetap berharap pada-Mu, amin
Rabu, 19 Februari 2025
bahan bacaan : Mazmur 119 : 161 – 168
161 Pembesar-pembesar mengejar aku tanpa alasan, tetapi hanya terhadap firman-Mu hatiku gemetar. 162 Aku gembira atas janji-Mu, seperti orang yang mendapat banyak jarahan. 163 Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi Taurat-Mu kucintai. 164 Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. 165 Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka. 166 Aku menantikan keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN, dan aku melakukan perintah-perintah-Mu. 167 Aku berpegang pada peringatan-peringatan-Mu, dan aku amat mencintainya. 168 Aku berpegang pada titah-titah-Mu dan peringatan-peringatan-Mu, sebab seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu.
Pengharapan Akan Firman Tuhan
Setiap orang berhak mengatur dirinya sendiri. Namun dalam prakteknya, tidak selamanya semua orang bebas melakukan apa saja. Ada hukum yang mengatur; mengikat dan menjadi pedoman. Kehidupan sebagai orang percaya juga demikian. Kita punya Firman Tuhan yang menuntun. Selain itu Firman Tuhan juga menguatkan kita tatkala menghadapi tantangan hidup. Tidak selamanya kita kuat dalam menghadapi persoalan hidup. Ada saatnya dimana kita bisa rapuh, tidak berdaya dan membutuhkan petunjuk sebagai arah hidup. Kita memerlukan Firman Tuhan. Pemazmur menyatakan betapa ia mencintai Firman Tuhan. Melalui Firman Tuhan, ia tahu bagaimana menghadapi hidup yang keras. Ia memiiki Tuhan yang luar biasa. Damai sejahtera dimilikinya tatakala Firman Tuhan menjadi bagian yang menyatu di dalam hidupnya. Marilah kita belajar mencintai Firman Tuhan.
Doa: Ya Allah, ajari kami untuk tetap berserah diri pada-Mu disepanjang hidup kami, Amin.
Kamis, 20 Februari 2025
bahan bacaan : Mazmur 131 : 1 – 3
Menyerah kepada TUHAN
Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. 2 Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. 3 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!
Berserah Dan Berharaplah Hanya Pada Tuhan
Seperti apakah gaya hidup Kekristenan yang memperlihatkan gereja teguh? Berserah dan berharap hanya kepada Allah adalah jawabannya. Gereja dibentuk oleh Tuhan. Tuhan yang memanggil dan mengutus gereja. Sebagai milik Tuhan, maka yang dapat dilakukan sebagai gereja adalah tidak lain hanya berserah dan berharap hanya kepada Tuhan. Kebenaran ini kadang kala kita lupakan. Kita lupa Tuhan yang membentuk kita sehingga kadang kala melalui pelayanan apapun, pujian manusia itu dicari. Kita tidak menaruh Tuhan di depan semua perencanaan sehingga kita andalkan kekuatan diri sendiri. Ketika dalam tekanan persoalan, yang dilakukan bukanlah mendekatkan diri kepada Tuhan, sebaliknya kita melarikan diri dari persoalan. Sebagai gereja yang teguh hendaklah kita berserah dan berharap kepada Allah dari sekarang sampai selama-lamanya. Inilah yang dikatakan pemazmur. Semoga itu juga menjadi bagian dalam keseharian hidup kita.
Doa: Tuhan Yesus, tolong kami menaruh harap pada-Mu melalui kedekatan pada Firman-Mu , Amin.
Jumat, 21 Februari 2025
bahan bacaan ; Mazmur 71 : 1 – 6
Doa minta perlindungan di masa tua
Pada-Mu, ya TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. 2 Lepaskanlah aku dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku! 3 Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku. 4 Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik, dari cengkeraman orang-orang lalim dan kejam. 5 Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH. 6 Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji.
Pengharapan Sepanjang Hidup Kepada Tuhan
Kasih-Nya seperti Sungai, kasih-Nya seperti Sungai, kasih-Nya seperti Sungai di hatiku, kasih-Nya seperti Sungai, kasih-Nya seperti Sungai, kasih-Nya seperti sungai di hatiku. Ini adalah lirik lagu yang biasa dinyanyikan terutama oleh anak sekolah minggu. Kedengaran biasa tetapi siapapun yang menciptakannya pasti hendak menanamkan pesan. Salah satu pesannya adalah bahwa kasih Tuhan itu tidak terbatas waktu. Kasih Tuhan itu berlangsung di sepanjang kehidupan ini. Ini pula yang mesti menjadi pengharapan kita. Sebagaimana yang diungkapkan dalam teks Mazmur ini. Ia meyakini Tuhan sebagai tempat perlindungan. Tuhan adalah gunung batu perlindungan. Sejak muda bahkan dari kandungan, Tuhan yang dipuji. Kita ada di dalam dunia yang penuh dengan beraneka ragam persoalan. Marilah di sepanjang hidup ini, kita membangun pengharapan hanya kepada Tuhan.
Doa : Ajarlah kami berharap hanya kepadaMu ya Tuhan. Amin.
Sabtu, 22 Februari 2025
bahan bacaan : Amsal 10 : 28
28 Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia
Harapan Orang Benar,Membawa Sukacita
Bagaimana orang meraih harapannya, akan menentukan pula hasil atau dampaknya. Amsal mengajarkan, orang benar akan meraih harapannya dengan jalan yang benar, mereka menaruh harapannya pada sesuatu yang ada di masa depan. Mereka hidup takut akan Allah. Hidup dalam kesalehan, supaya hari – harinya tidak saja akan menjadi banyak, tetapi hari – harinya dipenuhi kebahagiaan. Sementara kejahatan memperpendek usia orang dan menghancurkan harapan mereka. Tahun – tahun orang fasik, akan dihabiskan untuk menikmati dosa dan perkara dunia. Dan pengharapannya akan berganti menjadi keputusasaan yang tiada habisnya. Amsal mengingatkan kita, jadilah orang benar dalam meraih cita – cita dan harapan. Buktinya ada pada hasil, apa yang kita raih mendatangkan sukacita dan bahagia bagi kita, serta berdaya guna bagi orang lain. Jangan iri pada jalan orang fasik, sekali pun seolah meraih apa yang mereka inginkan. Tetap berharaplah pada Tuhan, maka hidupmu pasti diberkati.
Doa: Ya Allah, ajari kami untuk tetap berserah diri pada-Mu, Amin.
*SUMBER : SHK FEBRUARI 2025, LPJ-GPM