Tema Bulanan : Bertumbuh Sebagai Gereja Yang Teguh
Tema Mingguan : Bertumbuh Dalam Ketekunan
Minggu, 23 Februari 2025
bahan bacaan : Kisah Para Rasul 14 : 21 – 28
Kembali ke Antiokhia
21 Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. 22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. 23 Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. 24 Mereka menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. 25 Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. 26 Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan. 27 Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. 28 Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu.
Miliki Hati Hamba
Penderitaan dan penganiayaan tak dapat dielakkan oleh Paulus dan Barnabas dalam perjuangan memberitakan injil. Namun, Allah tetap menolong Paulus dan Barnabas. Di mana pun mereka berada, Paulus dan Barnabas selalu mendorong jemaat untuk tetap bertekun dalam iman. Mereka tetap memelihara pertumbuhan injil dalam jemaat. Untuk itu mereka menetapkan penatua-penatua, dan bagi jemaat yang masih muda, mereka terus memberikan kekuatan dan nasihat agar dapat memahami dan berani menghadapi resiko hidup sebagai murid Kristus. Seperti Paulus dan Barnabas,kita pun memiliki fungsi dan tanggung jawab yang dipercayakan dalam menjalani hidup ini. Untuk itu, milikilah hati yang menghamba dan sikap yang bertanggung jawab terhadap apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Dan muliakanlah Allah melalui apa yang kita lakukan.
Doa: Tuhan, ajarlah kami tetap setia dan tekun dalam menjalani hidup, Amin.
Senin, 24 Februari 2025
bahan bacaan ; Ibrani 10 : 19 – 23
Ketekunan
19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
Tahan Untuk Beriman
Beriman kepada Tuhan berarti memberi hidup kita kepada-Nya dan siap mengikuti perintah Tuhan dengan setia. Dalam realitasnya, kita sering diperhadapkan dengan godaan untuk tidak setia. Untuk tetap teguh dalam iman dan setia dalam menjalani panggilan kita, ada dua hal istimewa yang kita terima dari penebusan Yesus Kristus. Pertama, jalan hidup yang baru untuk datang kepada Allah, dan kedua Kristus sendiri sebagai Imam besar agung. Kedua hal inilah yang memampukan kita untuk beribadah kepada-Nya dengan tekun dan iman yang teguh. Itulah dasar kita memiliki pengharapan yang kokoh kepada Allah. Oleh anugerah Allah di dalam Kristus, kita sudah disucikan dan ditebus. Dengan iman yang teguh, kita melangkah maju penuh pengharapan dan mengisi kehidupan ini dengan melakukan perbuatan baik. Dan terus belajar bertahan di dalam menghadapi tantangan hidup. Hidup yang bertahan dalam pergumulan adalah hidup yang mengandalkan iman kepada Tuhan.
Doa : Mampukan kami Tuhan, untuk menjadii hamba yang setia. Amin.
Selasa, 25 Februari 2025
bahan bacaan : Kisah Para Rasul 26 : 1 – 11
Pembelaan Paulus di hadapan Agripa
Kata Agripa kepada Paulus: "Engkau diberi kesempatan untuk membela diri." Paulus memberi isyarat dengan tangannya, lalu memberi pembelaannya seperti berikut: 2 "Ya raja Agripa, aku merasa berbahagia, karena pada hari ini aku diperkenankan untuk memberi pertanggungan jawab di hadapanmu terhadap segala tuduhan yang diajukan orang-orang Yahudi terhadap diriku, 3 terutama karena engkau tahu benar-benar adat istiadat dan persoalan orang Yahudi. Sebab itu aku minta kepadamu, supaya engkau mendengarkan aku dengan sabar. 4 Semua orang Yahudi mengetahui jalan hidupku sejak masa mudaku, sebab dari semula aku hidup di tengah-tengah bangsaku di Yerusalem. 5 Sudah lama mereka mengenal aku dan sekiranya mereka mau, mereka dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah hidup sebagai seorang Farisi menurut mazhab yang paling keras dalam agama kita. 6 Dan sekarang aku harus menghadap pengadilan oleh sebab aku mengharapkan kegenapan janji, yang diberikan Allah kepada nenek moyang kita, 7 dan yang dinantikan oleh kedua belas suku kita, sementara mereka siang malam melakukan ibadahnya dengan tekun. Dan karena pengharapan itulah, ya raja Agripa, aku dituduh orang-orang Yahudi. 8 Mengapa kamu menganggap mustahil, bahwa Allah membangkitkan orang mati? 9 Bagaimanapun juga, aku sendiri pernah menyangka, bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus dari Nazaret. 10 Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati. 11 Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing."
Bersaksi di Tengah Himpitan
Biasanya, ketika seseorang berada dalam situasi genting dan tertindas, jati dirinya akan terlihat. Entah dia marah, entah dia membela diri. Paulus, meskipun dalam keadaan terjepit, tidak mementingkan dirinya sendiri. Paulus malah menggunakan kesempatan itu untuk memberitakan injil. Paulus bercerita tentang pertobatannya kepada raja Agripa. Selain menceritakan pertobatan dan panggilannya, Paulus juga mengajak raja Agripa untuk percaya kepada Yesus. Paulus tidak peduli dengan kondisi dirinya. Ia justru sangat peduli dengan orang-orang yang dia hadapi, karena mereka adalah orang-orang terhilang yang perlu diselamatkan. Adakah kepedulian itu kita miliki juga, kepedulian terhadap orang-orang yang terhilang yang ada di sekitar kita? Seperti Paulus yang di tengah himpitan sekalipun tetap memberitakan tentang keselamatan, marilah kita juga melakukan hal yang sama. Baik ataupun tidak baik keadaan kita, tetaplah bersyukur dan tetap nyatakan kebaikan Tuhan bagi sesama. Mintalah pertolongan Tuhan, agar kita mampu untuk melakukannya.
Doa: Jangan Iman kami goyah Tuhan, Ketika dihajar ujian dan cobaan. Amin.
Rabu, 26 Februari 2025
bahan bacaan : Yakobus 1 : 2 – 8
Salam Iman dan hikmat
2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. 5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. 6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. 7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. 8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
Masalah itu Berguna
Masalah itu berguna, ketika mendengar kalimat ini, orang akan berpikir, kita berada dalam situasi yang sulit atau sedang mengalami masalah, masakan masalah itu berguna ? Ada 3 hal yang mau disampaikan. Pertama, melalui masalah kita belajar menjadi tangguh, sebab diuji dan muncullah ketekunan. Dari ketekunan, muncul pribadi yang matang. Kedua, masalah membantu kita kembali dekat dengan Tuhan, kesenangan dunia dapat menjauhkan kita dari Tuhan. Sebab saat itu kita ingat untuk berdoa dan meminta pertolongan kepada Tuhan. ketiga, masalah membantu kita tetap setia. Oleh masalah, kita yang semula kerap mengabaikan firman Tuhan, menjadi sungguhsungguh melakukannya. Mulai hari ini, jangan lagi kita menjadi tawar hati dalam menghadapi masalah. Sebab kita mengerti bahwa masalah itu berguna. Setiap kita mengalami masalah, ketika kita meminta pertolongan Tuhan, kita yakin bahwa semuanya akan terselesaikan. Karena Tuhan jauh lebih besar dari masalah kita.
Doa: Tuhan, di tengah tantangan apapun mampukan kami untuk bersaksi, Amin.
Kamis, 27 Februari 2025
bahan bacaan : Yakobus 5 : 7 – 11
Bersabar dalam penderitaan
7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. 8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! 9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. 10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. 11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.
Sabar Dalam Pengharapan
Seorang petani menceritakan tentang kesulitan yang dihadapinya pada musim tanam. Mulai dari berhentinya hujan dan sulitnya air saat sawah mulai dibajak, hingga serangan hama yang memaksa mereka menanam ulang benih hingga tiga sampai empat kali. Selain menambah pekerjaan, masalah itu tentu menambah keresahan. Solusinya ialah tetap menggarap sawah sebaik mungkin dengan penuh kesabaran seraya berdoa agar hasil panen tidak mengecewakan. Bersabar dalam menghadapi situasi apapun, inilah nasihat Yakobus bagi umat pada saat itu. Yakobus mengajak mereka melihat penderitaan dari sudut pandang Allah. dengan cara ini mereka dapat melihat tujuan akhir penderitaan dalam pengharapan akan kedatangan Tuhan. Terus berbuat baik tanpa lelah, tetap teguh di dalam Tuhan, tetap menyerahkan hidup kepada Allah dalam iman dan pengharapan, sekalipun banyak penderitaan dan tertatih-tatih, Tuhan akan memberikan pertolongan.
Doa: Tuhan, jadikan kami kuat untuk mewartakan kebaikanMu. Amin.
Jumat, 28 Februari 2025
bahan bacaan : 2 Timotius 2 : 1 – 13
Panggilan untuk ikut menderita
Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. 2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. 3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. 4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. 6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. 7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu. 8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. 9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. 10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal. 11 Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia; 12 jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; 13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."
Pejuang Iman
Mau mengalami penderitaan? Pada umumnya orang akan menjawab tidak. Namun, apakah ada hidup tanpa penderitaan? Rasanya tidak. Setiap orang pasti punya penderitaannya sendiri. Lazimnya, orang berusaha melepaskan diri dari penderitaan. Namun, orang percaya justru dipanggil untuk siap menderita. Orang yang memberitakan injil disebut “seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus”, karena hal itu tidaklah mudah, tantangan serta hambatan senantiasa menghadang. Namun ia rela menanggung derita demi mengabarkan injil Yesus Kristus, Sebagai penggenapan janji Allah dan berita keselamatan bagi manusia, Perjuangan Paulus menjadi contoh. Ia dipenjara namun firman Allah tidak dapat dibelenggu. Paulus terus berkarya dengan sabar demi membimbing sesama kepada keselamatan. Semangat dan perjuangan semacam inilah yang ingin ditularkan Paulus kepada Timotius dan jemaat Allah pada saat itu. Dibutuhkan pejuang iman Kristen yang setia untuk memberitakan tentang keselamatan meski menghadapi berbagai penolakan dan rintangan. Yesus memanggil kita untuk menyatakan kemuliaan-Nya.
Doa: Sesungguhnya pertolongan akan datang dengan kesabaran. Amin.
Sabtu, 1 Maret 2025
bahan bacaan : 1 Tesalonika 1 : 2 – 5
Salam Buah pemberitaan Paulus
2 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami. 3 Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita. 4 Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu. 5 Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.
Mengucap Syukur Apapun Keadaan Kita
Ketekunan dapat diartikan sebagai ketetapan hati yang kuat atau teguh untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan tugas apapun. Ketekunan juga berarti fokus, konsisten dan tidak mudah putus asa terhadap apa yang sedang dikerjakan. Sikap ketekunan dimiliki oleh jemaat Tesalonika. Jemaat ini adalah buah karya penginjilan Rasul Paulus. Jemaat ini memberi diri sepenuhnya untuk membantu Paulus dalam pelayanan penginjilannya. Karena itu, ketika rasul Paulus sedang berada di Korintus, dia menyurati jemaat Tesalonika untuk menyatakan apresiasinya atas komitmen dan konsistensi mereka memberitakan Injil. Paulus juga bersyukur atas ketaatan dan ketekunan pengharapan mereka pada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia. Setiap waktu, Paulus menyebut jemaat Tesalonika dalam doanya kepada Tuhan. Hari ini kita telah memasuki kehidupan baru di bulan Maret. Kita sungguh bersyukur atas kesempatan hidup yang masih Tuhan anugerahkan. Seperti apapun keadaan kita nanti di hari ini atau di sepanjang bulan ini, kita harus tekun mengucap syukur. Bukan hanya pada saat keadaan sedang baik, tetapi juga ketika keadaan kita tidak baik. Teruslah bertekun menjaga pengharapan kita kepada Tuhan.
Doa: Tuhan, tolong kami selalu bertekun mengucap syukur setiap hari, amin
*SUMBER : SHK FEB-MARET 2025, LPJ GPM