Tema Bulanan : Gereja Teguh: Memiliki Daya Tahan
Tema Mingguan : Bertahan Dalam Pencobaan Iman
Minggu, 2 Maret 2025
bahan bacaan : Ibrani 4 : 14 – 16
Yesus sebagai Imam Besar
14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. 15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. 16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Iman Pada Tuhan Dalam Pergumulan
Minggu ini kita mulai memasuki peringatan minggu-minggu sengsara Tuhan Yesus. Di mulai dengan minggu sengsara pertama yang mengingatkan kita untuk bertahan dalam pencobaan iman. Kita sadar, iman kita kepada Tuhan dapat menjadi lemah, manakala kita dicobai dengan banyak persoalan dan pergumuan berat. Tetapi setiap kali kita berhadapan dengan pencobaan iman, kita diingatkan untuk bertahan dan datang menghampiri Tuhan. Mengapa? karena Tuhan dapat menolong memberikan apa yang diperlukan pada saat yang tepat, sesuai dengan kebutuhan kita. Memang adakalanya kita merasa, tidak ada jalan keluar atas masalah yang dialami, tidak ada lagi waktu, semua terlambat. Tetapi, sesungguhnya Tuhan tahu dan peduli akan masalah hidup kita. Dialah Imam Besar yang turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, demikianlah nas bacaan ini mengingatkan. Jadi ketika kita ada dalam berbagai pencobaan, termasuk pencobaan iman, ingatlah bahwa kita punya Imam Besar Agung yang setia mendengar dan peduli. Jangan biarkan rasa takut menghalangi kita untuk datang dan berbicara kepada-Nya. Percayalah bahwa Tuhan tahu kapan waktu yang tepat untuk memberikan pertolongan. Bersabarlah dan tetap teguh bertahan dalam iman pada Tuhan yang tak terbatas kasihNya.
Doa: Beri kekuatan dan pertolonganMu ya Tuhan, ketika kami menghadapi pergumulan, amin
Senin, 3 Maret 2025
bahan bacaan : Ibrani 10 : 32 – 39
32 Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat, 33 baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. 34 Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya. 35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. 36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. 37 "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. 38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." 39 Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.
Upah Besar Menanti bagi yang Bertahan Dalam Iman
Penulis kitab Ibrani mengajak pembacanya untuk mengingat kembali keberanian yang mereka tunjukkan pada masa-masa mereka baru percaya. Sekalipun mengalami penghinaan dan penganiayaan di muka umum, mereka tetap membantu orang-orang percaya yang mendekam dalam penjara karena iman mereka kepada Kristus. Dengan mengingat hal itu, ia berkata, “Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu” (ay. 35-36). Keyakinan kita tidaklah didasarkan pada diri sendiri melainkan dalam Yesus dan janji-Nya. Kuasa Allah yang memampukan kita untuk terus melangkah dalam perjalanan iman. Ketika beban hidup yang berat terus menekan, janganlah melepaskan kepercayaan pada Tuhan. Ingatlah bahwa ada upah besar yang menanti bagi orang bertahan dalam imannya kepada Tuhan. Karena itu marilah kita meminta Tuhan mengaruniakan keteguhan agar tetap beriman kepadaNya meski didalam pergumulan hidup yang berat.
Doa: Ya Tuhan, karuniakanlah keteguhan agar kami tetap beriman kepada-Mu sampai akhir. Amin.
Selasa, 4 Maret 2025
bahan bacaan : Ayub 23 : 1 – 17
Ayub ingin membela diri di hadapan Allah
Tetapi Ayub menjawab: 2 "Sekarang ini keluh kesahku menjadi pemberontakan, tangan-Nya menekan aku, sehingga aku mengaduh. 3 Ah, semoga aku tahu mendapatkan Dia, dan boleh datang ke tempat Ia bersemayam. 4 Maka akan kupaparkan perkaraku di hadapan-Nya, dan kupenuhi mulutku dengan kata-kata pembelaan. 5 Maka aku akan mengetahui jawaban-jawaban yang diberikan-Nya kepadaku dan aku akan mengerti, apa yang difirmankan-Nya kepadaku. 6 Sudikah Ia mengadakan perkara dengan aku dalam kemahakuasaan-Nya? Tidak, Ia akan menaruh perhatian kepadaku. 7 Orang jujurlah yang akan membela diri di hadapan-Nya, dan aku akan bebas dari Hakimku untuk selama-lamanya. 8 Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia; 9 di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia. 10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. 11 Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang. 12 Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya. 13 Tetapi Ia tidak pernah berubah--siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga. 14 Karena Ia akan menyelesaikan apa yang ditetapkan atasku, dan banyak lagi hal yang serupa itu dimaksudkan-Nya. 15 Itulah sebabnya hatiku gemetar menghadapi Dia, kalau semuanya itu kubayangkan, maka aku ketakutan terhadap Dia. 16 Allah telah membuat aku putus asa, Yang Mahakuasa telah membuat hatiku gemetar; 17 sebab bukan karena kegelapan aku binasa, dan bukan juga karena mukaku ditutupi gelap gulita."
Iman Kepada Tuhan Dimurnikan
Dalam nas bacaan hari ini, Ayub bertanya kepada Tuhan mengapa masalah yang berat menimpanya dan keluarganya. Ayub ingin membela diri dan mengajukan perkaranya kepada Tuhan, berkeluh kesah bahwa ia tidak sepatutnya mengalami musibah tersebut. Tuhan seakan diam tidak memberikan jawaban yang melegakan. Bahkan para sahabatnya menganggapnya kena tulah karena ia berbuat dosa. Namun ditengah kebimbangan dan keraguannya itu, ada satu pengakuan yg mengandung kepastian bahwa Tuhan tahu yang terbaik bagi dirinya. “Ia tahu jalan hidupku, seandainya Tuhan menguji aku, aku akan keluar seperti emas”. Walaupun proses Tuhan menyakitkan tetapi proses itu membuat kita semakin dimurnikan. Kisah penderitaan Ayub ini dimaksudkan untuk mengajarkan kepada kita bahwa selalu ada rencana terbaik di balik setiap ujian hidup yang Tuhan izinkan menimpa kita. Sebab itu, kita harus memahami perbuatan Tuhan bahkan di dalam penderitaan dan pergumulan yang berat. Cara Ayub memandang persoalan hidupnya, mengajarkan kita bahwa Tuhan memegang kendali atas kehidupan. Ia tahu jalan hidup yg terbaik bagi kita. Maka bersyukur dan yakinlah bahwa ditengah tantangan apapun, Tuhan akan memampukan kita dalam proses pemurnian iman.
Doa: Di tengah tantangan apapun, mampukan kami hadapi proses pemurnian iman, amin
Rabu, 5 Maret 2025
bahan bacaan : 1 Petrus 1 : 3 – 12
Pengharapan, iman dan kasih
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, 4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. 5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. 6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. 7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. 8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, 9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. 10 Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. 11 Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. 12 Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.
Buktikan Kemurnian Imanmu
Bagian alkitab ini meneguhkan iman kita bahwa berbagai pergumulan, penderitaan bahkan kemalangan hidup tidaklah menjadi penentu nasib hidup kita. Semua penderitaan yang kita alami hendaknya dilihat sebagai momentum untuk menunjukkan bahwa hidup kita telah dijamin oleh karunia keselamatan yang telah diberikan Allah melalui Yesus Kristus. Kita orang-orang yang bertekun hendaklah mampu menghadapi penderitaan dan menaklukkannya dibawah kekuatan iman. Kita mungkin menderita dan menghadapi pergumulan dalam berbagai hal terkait kehidupan kita secara pribadi, dalam keluarga, dalam pekerjaan atau usaha dan pelayanan kita. Tetapi hadapilah semuanya sebagai kesempatan untuk membuktikan kemurnian iman di hadapan Tuhan. Kiranya kita menyadari bahwa di tengah-tengah kenyataan dunia yang selalu mengecewakan, penuh dengan pergumulan, kita punya pengharapan sejati. Dialah Kristus Penyelamat dan Penjamin kehidupan. Berharaplah terus pada-Nya dan jadilah pemenang bersama Tuhan dalam penderitaan, sehingga hidup kita menjadi kesaksian yang nyata bagi banyak orang.
Doa: Tuhan , Engkaulah harapan kami dalam penderitaan, amin.
Kamis, 6 Maret 2025
bahan bacaan : 2 Korintus 1 : 3 – 11
Ucapan syukur
3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, 4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. 5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. 6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga. 7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami. 8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. 9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. 10 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, 11 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.
Allah Sumber Segala Penghiburan
Rasul Paulus dalam surat 2 Korintus ini menyebut Allah sebagai “Bapa yang penuh belas kasihan dan Sumber segala penghiburan”. Itu berarti, ketika kita lemah, berkecil hati, tertekan, atau teraniaya, Dia hadir untuk menyatakan belas kasihanNya kepada kita. Ketika kita berpaling kepada-Nya dalam doa, Dia “menghibur” kita dalam segala penderitaan. Namun, hal ini tidak berakhir di sini. Paulus, dan rekan-rekan sepelayanannya yang pernah mengalami penderitaan hebat, memberikan kesaksian, bahwa penghiburan yang Allah berikan itu membuat mereka sanggup menghibur orang lain yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang diterima sendiri dari Allah. Pengalaman rasul Paulus bersama rekan-rekannya membuat kita sungguh bersyukur memiliki Allah yang penuh kasih dan yang selalu menghibur. Ya, Allah Bapa senantiasa menghibur kita. Sehingga dalam peristiwa hidup yang susah bagaimanapun, kita tetap kuat menanggungnya. Namun, setelah mengalami penghiburan dari Allah, kita dikuatkan dan dimampukan untuk menghibur orang lain pula. Itu panggilan iman kita ketika memperingati minggu sengsara ini. Juruselamat kita yang penuh belas kasihan dan menderita sengsara bagi kita, sangat sanggup menghibur di tengah penderitaan dan kesusahan hidup kita. Maka ketika Tuhan menolong dan menghibur kita melewati masa-masa yang sulit, Dia juga akan memperlengkapi kita untuk melakukan hal yang sama bagi orang lain.
Doa: Tuhan, Tuhan terima kasih untuk penghiburanMu bagi jiwa kami, amin.
Jumat, 7 Maret 2025
bahan bacaan : Kejadian 22 : 1 – 19
Kepercayaan Abraham diuji
Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." 2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." 3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. 4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. 5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu." 6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. 7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" 8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. 9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. 10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. 11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." 12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." 13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. 14 Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan." 15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, 16 kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, 17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. 18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." 19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.
Taatlah Kepada Allah Dalam Segala Situasi Hidupmu
Ketaatan harus menjadi sikap hidup umat sebagai respon kepada Allah dan karya-Nya. Ketaatan yang dimaksud adalah sikap hidup yang diarahkan kepada Allah dan tunduk hanya kepada-Nya. Umat yang taat kepada Allah adalah umat menjadikan Allah dan seluruh perintah-Nya sebagai prioritas dalam hidup. Sikap taat turut diperlihatkan Abraham, sebagaimana yang terbaca dalam Kejadian 22:1-19. Sekalipun Abraham diberikan perintah yang sulit karena harus mempersembahkan Ishak anaknya kepada Allah (ay. 2), namun Abraham dengan penuh ketaatan melakukannya (ay. 9). Tindakan Abraham yang bangun pagi-pagi (ay. 3) guna mempersiapkan perjalanannya memberikan penegasan, bahwa Abaraham sungguh taat kepada Allah. Ia tidak melakukan tawar menawar dengan Allah, sekalipun sebagai seorang ayah, Abraham mungkin merasa sedih atas perintah Allah itu. Nilai ketaatan Abraham kepada Allah harus dimaknai dalam hidup kita. Kita mesti sadar, bahwa hidup adalah anugerah Allah, dan sebagai responnya, kita harus taat kepada-Nya. Percayalah, ketaatan kepada Allah tidak pernah membawa kita kepada kegagalan, kehancuran, dan malapetaka. Namun ketaatan kepada Allah selalu membawa kita kepada kebahagiaan dan kehidupan.
Doa: Tuhan, mampukanlah kami dengan kuasa Roh-Mu, agar kami tetap taat dan setia kepada-Mu Amin.
Sabtu, 8 Maret 2025
bahan bacaan : 2 Korintus 11 : 21b – 33
Tetapi jika orang-orang lain berani membanggakan sesuatu, maka akupun--aku berkata dalam kebodohan--berani juga! 22 Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham! 23 Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. 24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, 25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. 26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. 27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, 28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. 29 Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita? 30 Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku. 31 Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta. 32 Di Damsyik wali negeri raja Aretas menyuruh mengawal kota orang-orang Damsyik untuk menangkap aku. 33 Tetapi dalam sebuah keranjang aku diturunkan dari sebuah tingkap ke luar tembok kota dan dengan demikian aku terluput dari tangannya.
Kesusahanmu dalam Pelayanan
Adalah Bukti Kesetiaan-Mu kepada Allah
Salah satu cara Paulus menghadapi para musuhnya adalah membuktikan kesetiaannya dalam proses pemberitaan injil. Tindakan pembuktian Paulus itu adalah respon atas gugatan musuh yang menyampaikan bahwa pengajaran Paulus adalah tidak benar. Untuk gugatan tersebut, Paulus menampilkan bukti kesetiaannya. Paulus menyatakan, bahwa karena kesetiaan terhadap injil Kristus, ia rela disesah, dipukul, dilempari dengan batu, terkatung di laut, tidak tidur, lapar, dahaga dan lainnya. Bukti-bukti itu adalah kritik Paulus bagi musuhnya, sekaligus memberikan penegasan bahwa ia telah setia dan taat dalam pemberitaan injil Kristus. Sekalipun diperhadapkan dengan berbagai masalah, penolakan, bahkan ancaman kehidupan, ia tidak pernah mundur. Pemberitaan injil yang telah ia mulai, terus ia tunaikan sebab ia telah lebih dulu merasakan kesetiaan Allah dalam hidupnya. Kita juga perlu belajar dari Paulus, supaya dalam situasi apapun, jangan pernah kita mundur dari pemberitaan injil Kristus. Sekalipun kita ditolak, bahkan berada dalam ancaman kehidupan, biarlah kita tetap taat kepada Allah. Sebab itulah bukti kesetiaan kita kepada-Nya.
Doa: Kami bersyukur atas kesetiaan-Mu dalam hidup kami. Kami bersatu hati untuk terus berusaha setia juga dalam pelayanan-Mu. Amin.
*SUMBER : SHK BULAN MARET 2025, LPJ-GPM