Santapan Harian Keluarga, 16 – 22 Maret 2025

Tema Bulanan : Gereja Teguh: Memiliki Daya Tahan

Tema Mingguan : Bertahan dan Ingat Kasih Setia Tuhan

Minggu, 16 Maret 2025

bahan bacaan : Ayub 19 : 1 – 29

Ayub yakin bahwa Allah akan memihak kepadanya
Tetapi Ayub menjawab: 2 "Berapa lama lagi kamu menyakitkan hatiku, dan meremukkan aku dengan perkataan? 3 Sekarang telah sepuluh kali kamu menghina aku, kamu tidak malu menyiksa aku. 4 Jika aku sungguh tersesat, maka aku sendiri yang menanggung kesesatanku itu. 5 Jika kamu sungguh hendak membesarkan diri terhadap aku, dan membuat celaku sebagai bukti terhadap diriku, 6 insafilah, bahwa Allah telah berlaku tidak adil terhadap aku, dan menebarkan jala-Nya atasku. 7 Sesungguhnya, aku berteriak: Kelaliman!, tetapi tidak ada yang menjawab. Aku berseru minta tolong, tetapi tidak ada keadilan. 8 Jalanku ditutup-Nya dengan tembok, sehingga aku tidak dapat melewatinya, dan jalan-jalanku itu dibuat-Nya gelap. 9 Ia telah menanggalkan kemuliaanku dan merampas mahkota di kepalaku. 10 Ia membongkar aku di semua tempat, sehingga aku lenyap, dan seperti pohon harapanku dicabut-Nya. 11 Murka-Nya menyala terhadap aku, dan menganggap aku sebagai lawan-Nya. 12 Pasukan-Nya maju serentak, mereka merintangi jalan melawan aku, lalu mengepung kemahku. 13 Saudara-saudaraku dijauhkan-Nya dari padaku, dan kenalan-kenalanku tidak lagi mengenal aku. 14 Kaum kerabatku menghindar, dan kawan-kawanku melupakan aku. 15 Anak semang dan budak perempuanku menganggap aku orang yang tidak dikenal, aku dipandang mereka orang asing. 16 Kalau aku memanggil budakku, ia tidak menyahut; aku harus membujuknya dengan kata-kata manis. 17 Nafasku menimbulkan rasa jijik kepada isteriku, dan bauku memualkan saudara-saudara sekandungku. 18 Bahkan kanak-kanakpun menghina aku, kalau aku mau berdiri, mereka mengejek aku. 19 Semua teman karibku merasa muak terhadap aku; dan mereka yang kukasihi, berbalik melawan aku. 20 Tulangku melekat pada kulit dan dagingku, dan hanya gusiku yang tinggal padaku. 21 Kasihanilah aku, kasihanilah aku, hai sahabat-sahabatku, karena tangan Allah telah menimpa aku. 22 Mengapa kamu mengejar aku, seakan-akan Allah, dan tidak menjadi kenyang makan dagingku? 23 Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab, 24 terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya! 25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. 26 Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, 27 yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu. 28 Kalau kamu berkata: Kami akan menuntut dia dan mendapatkan padanya sebab perkaranya!, 29 takutlah kepada pedang, karena kegeraman mendatangkan hukuman pedang, agar kamu tahu, bahwa ada pengadilan."

Harapan Di Tengah Penderitaan
Perasaan ditinggalkan, baik oleh manusia maupun oleh Tuhan adalah salah satu pengalaman yang sangat berat dan menakutkan. Ketika kita merasa ditinggalkan oleh sahabat, rekan kerja bahkan keluarga dekat atau merasa Tuhan meninggalkan dan menghakimi membuat kita merasa sangat sakit, stress dan kecewa. Kondisi yang sama dihadapi oleh Ayub, ia ditinggalkan bahkan dihakimi oleh teman-temannya (Elifas, Bildad dan Zafar). Selain itu, ia merasa dijauhkan oleh Tuhan, bahwa Tuhan tidak peduli dengan penderitannya. Namun ada hal menarik yang dapat kita pelajari dari sosok Ayub, bahwa penderitaan tidak semata-mata membuat dia kehilangan pengharapan kepada Tuhan. Justru dia mengakui bahwa “Allah, Penebus yang hidup akan menyelamatkan dirinya” (ayat 25). Hal ini mengingatkan kita apapun masalah yang sedang kita hadapi saat ini, tetaplah berharap kepada Tuhan yang hidup, yang tidak akan membiarkan kita binasa.

Doa: Tuhan pimpin kami untuk berdoa dengan segenap hati (tulus dan yakin), amin.

Senin, 17 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 25 : 1- 7

Doa mohon ampun dan perlindungan
Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku; 2 Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku. 3 Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya. 4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. 5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. 6 Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. 7 Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.

Kasih Setia Tuhan Yang Mengampuni

Penulis Anne Lamout mengisahkan seorang anak kecil tersesat di sebuah kota besar. Ia kelihatan sangat panik dan berusaha mendapatkan bantuan. Hal ini dilihat oleh seorang polisi yang mengantarnya pulang. Dalam perjalanan tiba-tiba anak kecil itu menghentikan mobil dan menunjuk ke arah sebuah Gereja sambil berkata “ini Gereja saya dan saya bisa menemukan jalan pulang dari sini”. Ilustrasi ini menunjukkan bahwa kita sering tersesat. Kita tersesat karena keinginan daging (dosa) sehingga menjadi takut dan putus asa. Hal ini pun dialami oleh raja Daud dimana ia terus-menerus terperangkap dalam perasaan bersalah yang membebaninya akibat dosa masa lalu (ayat 7). Dosa tersebut berhubungan dengan perzinahannya dengan Batsyeba dan pembunuhan terhadap Uria, suami Batsyeba. Dalam penderitaan, Daud mencari Tuhan dan memohon pengampunan karena ia percaya kasih setia Tuhan akan menuntun ke jalan yang benar. Saudaraku, meskipun kita tidak sempurna dan sering jatuh dalam dosa, namunTuhan selalu menerima kita dengan kasihNya supaya kita mengalami pertobatan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah hati kami agar senantiasa bersyukur atas kebaikan Tuhan, Amin.

Selasa, 18 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 103 : 1 – 5

Pujilah TUHAN, hai jiwaku!
Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! 2 Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! 3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, 4 Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, 5 Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

Bersyukur Atas Kebaikan Tuhan

Saudaraku, seringkali satu penderitaan kita anggap sudah cukup untuk menyalahkan Tuhan, tetapi ribuan kebaikan-Nya seolah-olah tidak pernah cukup untuk bersyukur kepada Tuhan . Betapa kita mudah melupakan segala kebaikan-Nya. Hal berbeda diperlihatkan oleh pemazmur raja Daud melalui nas bacaan yang paling terkenal dan terindah ini. Pemazmur mengakui kebaikan Tuhan melalui puji-pujian dengan segenap hati. Kebaikan Tuhan diungkapkan melalui tiga hal yakni: Tuhan mengampuni segala kesalahan (ayat 3), Tuhan menyembuhkan penyakit (ayat 3) dan Tuhan menyelamatkan orang mati dan memberikan hidup baru yang penuh kasih setia dan rahmat (ayat 4). Dari pemazmur kita belajar untuk tidak berhenti memuji Tuhan dan tidak melupakan segala kebaikan-Nya. Di tengah segala kesulitan hidup, jangan lupa bersyukur karena Tuhan telah memberikan banyak berkat, yakni: pengampunan dosa, penyembuhan, keselamatan, dan perlindungan.

Doa: Datanglah kepada Tuhan dan memohon pengampunan-Nya, amin.

Rabu, 19 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 103 : 6 – 14

6 TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas. 7 Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-kepada orang Israel. 8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. 9 Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. 10 Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, 11 tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; 12 sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. 13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. 14 Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.

Tuhan Adil dan Memberikan Keadilan

Dalam dunia peradilan, istilah “korban sistem hukum” mengacu pada orang-orang yang mengalami ketidakadilan pada sistem hukum yang ada. Mereka dihukum bukan karena kejahatan yang mereka lakukan atau ketika tidak memiliki kemampuan finansial (keuangan) untuk mendapatkan pembelaan hukum yang adil., misalnya orang miskin atau minoritas. Dalam situasi tersebut, Pemazmur mengingatkan kita bahwa: “Tuhan menegakkan keadilan dan hukum bagi semua orang tertindas”. (ayat 6). Ayat ini menjelaskan bahwa Tuhan adalah Pembela keadilan yang setia. Ia bertindak menegakkan hak-hak orang kecil yang diberlakukan dengan tidak adil. Pesan teks, saat kita bergumul dengan ketidakadilan hukum yang berdampak pada penderitaan hidup, janganlah putus asa dan kecewa. Tetaplah percaya dan berharap kepada Tuhan yang berlimpah kasih setia, sebab Ia akan bangkit menyelamatkan kita.

Doa: : Roh Kudus, tuntunlah kami untuk hidup Takut Tuhan supaya kami dan seluruh keturunan kami diberkati Tuhan, Amin.

Kamis, 20 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 103 : 15 – 18

15 Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; 16 apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. 17 Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, 18 bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.

Kasih Setia Tuhan Bagi Orang Yang Takut Dia

Ada sepenggal bait pujian yang terinspirasi dari Mazmur 103 yakni “Kasih setia-Mu lebih dari hidup, biar mulutku memuliakan-Mu”. Pujian ini mengajak kita untuk merenungkan kasih setia Tuhan yang kekal di sepanjang hidup yang penuh dengan lika-liku. Sehingga kita dapat bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, tulus serta sungguh-sungguh kepada Tuhan. Kasih setia Tuhan ini pun ditekankan oleh pemazmur dalam ayat 17 – 18, bahwa Allah mengasihi orang-orang yang takut akan Dia. Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang taat melakukan kehendak Tuhan melalui firmanNya. Misalnya: Jika Tuhan menghendaki kita mengasihi maka kita harus mengasihi, jika Tuhan menghendaki kita mengampuni maka kita harus mengampuni, jika Tuhan menghendaki kita berbuat baik maka setialah berbuat baik kepada siapapun, kapan dan di mana saja. Bagi setiap orang yang hidup takut akan Tuhan, maka keturunannya akan diberkati Tuhan untuk selama-lamanya.

Doa: : Tuhan Kiranya Engkau memberikan kasih setia dan keadilan kepada korban ketidakadilan hukum, amin.

Jumat, 21 Maret 2025

bahan bacaan : Yunus 4 : 1 – 11

Yunus belajar menginsyafi, bahwa Allah mengasihi bangsa-bangsa lain
Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia. 2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. 3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup." 4 Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?" 5 Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu. 6 Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu. 7 Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu. 8 Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup." 9 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati." 10 Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula. 11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"

Jangan Picik Memaknai Kasih Tuhan

Terkadang dalam keadaan marah ataupun emosi membuat kita berpikir pendek dan dangkal. Alangkah bahaya kondisi demikian, sebab dalam keadaan demikian bisa saja membuat kita melakukan tindakan atau perbuatan yang membahayakan diri kita dan orang lain. Cerita yang tidak asing bagi kita tentang Yunus yang marah kepada Tuhan karena Tuhan tidak melakukan tindakan penghukuman kepada bangsa Niniwe. Tuhan menyesal untuk menghukum mereka, saat mereka sadar akan segala dosa mereka dengan berdoa dan berpuasa serta mohon pengampunan dari Tuhan. Keputusan Tuhan inilah yang membuat Yunus marah. Maunya Yunus, Tuhan lakukan saja penghukuman tersebut agar mereka semua binasa. Namun apa yang dipikirkan oleh Yunus tidak sama dengan apa yang dipkirkan Tuhan. Karena cinta kasih Tuhan bagi umat ciptaanNya. Kita juga jangan picik untuk menilai dan mengukur cinta kasih Tuhan hanya kepada kita dan tidak kepada orang lain. Cinta kasih Tuhan yang tak berbatas itu telah kita nikmati, pun juga bagi semua orang sehingga mengajak kita untuk selalu bersyukur kepadaNya.

Doa: Tuhan ajarlah kami untuk memaknai cinta kasihMu kepada kami dan semua orang agar kami selalu bersyukur kepadaMu. Amin.

Sabtu, 22 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 13 : 1 – 6

Doa kepercayaan
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (13-2) Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku? 2 (13-3) Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku? 3 (13-4) Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati, 4 (13-5) supaya musuhku jangan berkata: "Aku telah mengalahkan dia," dan lawan-lawanku bersorak-sorak, apabila aku goyah. 5 (13-6a) Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. 6 (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

Selalu meyakini akan kasih setia Tuhan

Bagian mazmur ini menyaksikan tentang doa pengharapan pemazmur raja Daud kepada Tuhan ditengah kondisi tantangan dan masalah yang membuatnya menderita. Tantangan dan masalah datang dari orang-orang yang membenci dan memusuhinya. Mereka mengharapkan pemazmur binasa dan hal itu membuat mereka bersorak dan bersukacita. Dalam kondisi demikian, pemazmur datang kepada Tuhan dan menyampaikan keluh kesahnya dalam doa. Sepanjang hari ia melewati hari-hari hidup dalam kekuatiran dan ecewasan. Pemazmur meminta Tuhan memandang dan menjawabnya sehingga membuat matanya bercahaya dan jauh dari kondisi tertidur seperti orang mati. Dari pengalamannya bersama dengan Tuhan, pemazmur tetap yakin dan percaya akan kasih setia Tuhan yang tiada pernah berubah, sekalipun dalam kondisi hidupnya yang tidak baik-baik saja. Kesaksian inipun juga bagi kita sebagai keluarga papa, mama dan anak-anak untuk tetap berpengharapan kepada Tuhan sebagai sumber hidup yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati hidup kita. Sekalipun kita mengalami banyak tantangan, namun kita tetap yakin akan kasih setia Tuhan selalu nyata dalam kehidupan kita. Itulah sebabnya hendaklah kita tetap teguh dalam iman dan doa selalu kepada Tuhan.

Doa: Kami bersyukur atas kasih setiaMu Tuhan, sekalipun banyak tantangan harus kami hadapi. Amin,-

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2025, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar