Tema Bulanan : Gereja Teguh: Memiliki Daya Tahan
Tema Mingguan : Bertahanlah dan Pandanglah pada TUHAN
Minggu, 23 Maret 2025
bahan bacaan : Ratapan 5 : 1 – 22
Doa untuk pemulihan
Ingatlah, ya TUHAN, apa yang terjadi atas kami, pandanglah dan lihatlah akan kehinaan kami. 2 Milik pusaka kami beralih kepada orang lain, rumah-rumah kami kepada orang asing. 3 Kami menjadi anak yatim, tak punya bapa, dan ibu kami seperti janda. 4 Air kami kami minum dengan membayar, kami mendapat kayu dengan bayaran. 5 Kami dikejar dekat-dekat, kami lelah, bagi kami tak ada istirahat. 6 Kami mengulurkan tangan kepada Mesir, dan kepada Asyur untuk menjadi kenyang dengan roti. 7 Bapak-bapak kami berbuat dosa, mereka tak ada lagi, dan kami yang menanggung kedurjanaan mereka. 8 Pelayan-pelayan memerintah atas kami; yang melepaskan kami dari tangan mereka tak ada. 9 Dengan bahaya maut karena serangan pedang di padang gurun, kami harus mengambil makanan kami. 10 Kulit kami membara laksana perapian, karena nyerinya kelaparan. 11 Mereka memperkosa wanita-wanita di Sion dan gadis-gadis di kota-kota Yehuda. 12 Pemimpin-pemimpin digantung oleh tangan mereka, para tua-tua tidak dihormati. 13 Pemuda-pemuda harus memikul batu kilangan, anak-anak terjatuh karena beratnya pikulan kayu. 14 Para tua-tua tidak berkumpul lagi di pintu gerbang, para teruna berhenti main kecapi. 15 Lenyaplah kegirangan hati kami, tari-tarian kami berubah menjadi perkabungan. 16 Mahkota telah jatuh dari kepala kami. Wahai kami, karena kami telah berbuat dosa! 17 Karena inilah hati kami sakit, karena inilah mata kami jadi kabur: 18 karena bukit Sion yang tandus, di mana anjing-anjing hutan berkeliaran. 19 Engkau, ya TUHAN, bertakhta selama-lamanya, takhta-Mu tetap dari masa ke masa! 20 Mengapa Engkau melupakan kami selama-lamanya, meninggalkan kami demikian lama? 21 Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala! 22 Atau, apa Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkau terhadap kami?
Di Tengah Penderitaan, Tetaplah Berharap Kepada Tuhan
Tema pelayanan di minggu ini “bertahan dan pandanglah Tuhan”. Tema ini menginspirasi kita di minggu sengsara Tuhan Yesus ke 4. Penderitaan Tuhan Yesus memberi teladan bagi kita sebagai orang percaya. Kita tidak hanya dianugerahi untuk percaya kepada Tuhan Yesus saja, tetapi juga menderita karena iman dan percaya kita kepadaNya. Sebab kata Tuhan Yesus, barangsiapa yang tidak memikul salibnya ia tidak layak menjadi muridNya. Salib adalah lambang penderitaan yang mesti kita pikul sebagai jawaban iman kita kepada Tuhan. Demikianpun umat Israel sebagai umat pilihan Tuhan harus dibuang sebagai cara Tuhan untuk mendidik mereka agar mereka berbalik dan bertobat kepadaNya. Sekalipun di tengah penderitaan penulis meyakini akan kasih setia Tuhan yang tidak pernah berubah. Itulah sebabnya kita tetap kuat dan bertahan dalam iman percaya kita kepada Allah dalam Kristus dengan selalu memandang kepadaNya yang tersalib sebagai bukti cinta kasihNya kepada kita sebagai umat pilihanNya untuk diselamatkan.
Doa: Tuhan kuatkan kami agar selalu berharap kepadaMu ditengah penderitaan yang kami alami Amin.-
Senin, 24 Maret 2025
bahan bacaan : Mazmur 25 : 15 – 22
15 Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring. 16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas. 17 Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku! 18 Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku. 19 Lihatlah, betapa banyaknya musuhku, dan bagaimana mereka membenci aku dengan sangat mendalam. 20 Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu. 21 Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau. 22 Ya Allah, bebaskanlah orang Israel dari segala kesesakannya!
Di Tengah Kesulitan Hidup Tetaplah Pandang Tuhan
Bagian bacaan di hari ini menyaksikan tentang keadaan pemazmur raja Daud yang datang kepada Tuhan dalam doa dengan meminta perlindungan dari Tuhan. Pemazmur menghadapi para lawan dan musuhnya yang menginginkan kehancuran dan kebinasaanya. Pemazmur juga menyadari akan segala keterbatasannya sebagai orang berdosa yang telah melakukan perbuatan mendukacitakan hati Tuhan. Namun pemazmur meminta agar pengasihan Tuhan melalui kasih setiaNya agar ia dapat terluput dari ancaman para musuhnya. Di tengah kondisi yang begitu mengancam nyawa dan keselamatan pemazmur, ia tetap berharap kepada Tuhan. Pemazmur tetap mengarahkan pandangannya kepada Tuhan sebab ia yakin dan percaya bahwa ia akan diselamatkan dari ancaman para lawan dan musuhnya. Pemazmur selalu menanti-nantikan Tuhan melalui doa yang ia panjatkan kepada Tuhan. Sebuah teladan bagi kita, bahwa ketika kita berhadapan dengan para musuh atau lawan baik itu manusia maupun juga beban hidup, masalah dan pergumulan, hendaknya kita selalu mengarahkan padangan kita kepada Tuhan. Yakin dan percaya akan kuasaNya yang memberi jalan keluar serta pertolongan kepada kita, indah dan tepat pada waktunya.
Doa: Ya Tuhan kuatkan kami agar tetap memadangMu saat kami mengalami kesulitan dalam hidup. Amin.
Selasa, 25 Maret 2025
bahan bacaan : Mazmur 141 : 8 – 10
8 Tetapi kepada-Mulah, ya ALLAH, Tuhanku, mataku tertuju; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku! 9 Lindungilah aku terhadap katupan jerat yang mereka pasang terhadap aku, dan dari perangkap orang-orang yang melakukan kejahatan. 10 Orang-orang fasik akan jatuh serentak ke dalam jala mereka, tetapi aku melangkah lalu.
Bersama Dengan Tuhan Tidak Takut Dan Gentar
Hidup yang kita jalani tidak sepi dari berbagai tantangan, persoalan bahkan ancaman terhadap diri dan keselamatan kita. Kondisi seperti itu bertujuan untuk menghacurkan kehidupan kita. Tentu sebagai manusia kita merasa takut dan hal ini penting untuk membangun kesadaran bahwa hanya kepada Tuhan sajalah sebagai sumber hidup kita dapat menaruh harapan kita. Tuhan sebagai gunung batu, kota benteng tempat perlidungan kita. Harapan itu yang dibangun oleh pemazmur raja Daud saat ia harus berhadapan dengan para musuhnya. Padahal Daud sebagai seorang raja, bisa saja ia mengandalkan para pengawal yang selalu menjaganya. Namun Daud sadar bahwa manusia sehebat-hebatnya ia, tetap punya keterbatasan. Hanya Tuhan Allah sajalah yang menjadi sumber hidup dan keselamatan bagi Daud sehingga menuntun ia untuk meminta pertolongan dari Tuhan. Daud percaya bahwa para musuhnya akan dibinasakan oleh Allah dalam kuasa dan penghukumanNya. Hal ini menjadi kesaksian bagi kita ketika berhadapan dengan kondisi orang-orang yang tidak suka dan memusuhi kita. Kita berdoa dan memohon perlindungan Tuhan dan penjagaanNya agar kita diselamatkan dan para musuh akan berhadapan dengan kuasa Tuhan.
Doa: Tolong kami Tuhan Ketika berhadapan dengan orang-orang yang memusuhi kami. Amin.-
Rabu, 26 Maret 2025
bahan bacaan : Mazmur 16 : 7 – 11
7 Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku. 8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. 9 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; 10 sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. 11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
Kuasa Tuhan Yang Menjaga dan Melindungi
Keteladanan Daud sebagai raja selalu ada dalam perlindungan dan penjagaan Tuhan selama perjalanan hidupnya. Sekalipun ia telah menikmati kekokohan kerajaannya dengan segala kemuliaan yang ia miliki sebagai seorang raja, namun harapan dan sandarannya hanya tertuju kepada Tuhan. Daud selalu menggambarkan Tuhan dengan segala kuasa, pemeliharaan dan penjagaanNya seperti gunung batu dan kota benteng. Tentu sebagai manusia, Daud pun tidak luput dari pelanggaran yang mendatangkan dosa kepadanya. Namun ia sungguh-sungguh memohon pengampunan dari Tuhan dan selalu meminta tuntunan Tuhan melalui didikan dan ajaranNya. Bagian nas ini merupakan salah satu mazmur ajaran yang mengajak kita semua untuk tetap hidup dalam persekutuan dengan Tuhan. Hal ini akan memberikan ketenangan dan ketentraman bagi hati kita, sekalipun ada banyak tantangan dan persoalan yang kita hadapi. Pun juga harus berhadapan dengan orang-orang yang tidak menyukai dan memusuhi kita. Bersama Tuhan kita tetap berdiri teguh dan kokoh sebab tangan Tuhan yang kuat dan perkasa itu senantiasa menuntun, menyertai dan memberkati kehidupan kita sebagai orang percaya.
Doa: Terima kasih Tuhan atas kuasaMu yang selalu melindungi kami dari segala macam ancaman. Amin.-
Kamis, 27 Maret 2025
bahan bacaan : Mazmur 17 : 13 – 15
13 Bangunlah, TUHAN, hadapilah mereka, rebahkanlah mereka, luputkanlah aku dengan pedang-Mu dari pada orang fasik. 14 Luputkanlah aku, ya TUHAN, dengan tangan-Mu, dari orang-orang dunia ini yang bagiannya adalah dalam hidup ini; biarlah perut mereka dikenyangkan dengan apa yang Engkau simpan, sehingga anak-anak mereka menjadi puas, dan sisanya mereka tinggalkan untuk bayi-bayi mereka. 15 Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.
Pandang Tuhan Dalam Kebenaran
Nadya adalah nama gadis yang berpindah agama karena mengikuti suaminya beragama Kristen. Suatu ketika suaminya menuduhnya berselingkuh. Nadya pun ditingalkan suaminya. Sebagai seorang yang baru mengikut Tuhan Yesus, Nadya hampir saja hilang arah hidupnya. Namun, setelah ia mencoba memahami Firman Tuhan, ia pun dikuatkan untuk tetap tenang menghadapi kemelut rumah tangganya. Pergumulan Nadya tidak beda jauh dari apa yang disampaikan teks hari ini. Pemazmur menyampaikan betapa ia tengah berhadapan dengan orang-orang yang disebutnya “yang bagiannya adalah dalam hidup ini”. Ia merasa tidak tidak mampu dan sebab itu, ia membangun kedekatan hanya dengan Tuhan. Dengan memandang Tuhan, ia meyakini Tuhan akan membuat ia melewati semua tantangan dalam hidupnya. Ini teladan baik bagi kita semua yakni bahwa kita diajar untuk memandang Tuhan dalam kebenaran. Semoga ini tetap menjadi gaya hidup Kekristenan kita dalam menyikapi apapun.
Doa: ya Allah, mampukanlah kami memandang-Mu dalam kebenaran, ,Amin.
Jumat, 28 Maret 2025
bahan bacaan : Mazmur 123 : 1 – 4
Berharap kepada anugerah TUHAN
Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga. 2 Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita. 3 Kasihanilah kami, ya TUHAN, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan; 4 jiwa kami sudah cukup kenyang dengan olok-olok orang-orang yang merasa aman, dengan penghinaan orang-orang yang sombong.
Teruslah Pandang Tuhan Sampai Ia mengasihani
Pernahkah kita merasa Tuhan begitu jauh ? Kita merasa seolah Tuhan tidak mengingat kita lagi? Tuhan sudah melupakan kita. Bila itu keadaan kita, maka ini juga keadaan yang dihadapi pemazmur. Hal terburuk yang terjadi dalam hidup adalah ketika kita melihat keadaan sekeliling kita dan kita tahu bahwa hanya sendirian. Ini kesendrian yang mencekam sebab kita ada dalam situasi yang sesungguhnya membutuhkan orang lain. Namun keadaan nampaknya tidak bersahabat dengan kita. Pemazmur mengalaminya dan ia mengungkapkan betapa yang diharapkan hanyalah Tuhan. Pemazmur memakai ibarat mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya dan mata hamba perempuan kepada tangan nyonyanya. Seluruh upaya ini dilakukan semata mennunjukan bahwa ia akan tetap menanti kemurahan Tuhan sampai Tuhan mengasihani. Kita bisa memaknainya dalam hidup kita. Pandanglah terus hanya kepada Tuhan..
Doa: ya Allah, kami akan tetap memandang-Mu sampai kapanpun, amin
Sabtu, 29 Maret 2025
bahan bacaan : Yesaya 17 : 7 – 8
7 Pada waktu itu manusia akan memandang kepada Dia yang menjadikannya, dan matanya akan melihat kepada Yang Mahakudus, Allah Israel; 8 ia tidak akan memandang kepada mezbah-mezbah buatan tangannya sendiri, dan tidak akan melihat kepada yang dikerjakan oleh tangannya, yakni tiang-tiang berhala dan pedupaan-pedupaan.
Pandang Tuhan Yang Kudus
Tuhan adalah Allah yang kudus. Di dalam kekudusan-Nya kita tidak boleh menduakannya dengan cara apapun. Tuhan menginginkan hidup yang hanya berpaut kepada-Nya. Ketika kita mengandalkan yang lain di luar Tuhan, maka kesia-siaan itulah yang akan terjadi dalam hidup kita. Bacaan kita menceritakan ucapan Ilahi terhadap Damsyik dan Efraim. Dua kota yang berbeda dalam berbagai aspek. Damsyik sebagai ibu kota Aram yakni musuh Israel yang menyerang Yehuda dan Efraim sebagai nama lain untuk Kerajaan Israel Utara. Mezbah/kuil dan tiang berhala yang diandalkan mereka di Kanaan dipercayai sebagai lambang kesuburan akan dilenyapkan oleh kuasa Tuhan. Bagaimana dengan kita ? Apakah kita juga akan menduakan Tuhan dalam hidup terutama ketika kita diperhadapkan dengan tantangan ? Firman Tuhan ajak kita untuk hanya memandang Tuhan yang kudus.
Doa : Tuhan Yesus layakkan kami memandang-Mu yagg kudus, Amin
*SUMBER : SHK BULAN MARET 2025, LPJ-GPM