Santapan Harian Keluarga, 18 – 24 Mei 2025

Tema Bulanan : Kritik Diri dan Transformasi Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Berbahagialah Rumah Tangga yang Mengandalkan Tuhan

Minggu, 18 Mei 2025

bahan bacaan : Mazmur 127 : 1 – 5

Berkat TUHAN pangkal selamat
Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. 2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. 3 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. 4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. 5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Berbahagialah Rumah Tangga yang Mengandalkan Tuhan

Mazmur 127 adalah sebuah nyanyian ziarah yang dinisbatkan kepada Salomo. Mazmur ini menekankan bahwa segala usaha manusia, baik dalam membangun rumah, menjaga kota, maupun mencari nafkah, akan sia-sia jika tidak melibatkan Tuhan. Pesan Alkitab ini disaksikan oleh Mario dalam suatu ibadah yang dilakukan. Baginya, doa dalam keluarga menjadi kekuatan baginya bersama istri untuk membangun rumah tangga mereka. Karena itu, ia sangat merasakan penyertaan Tuhan dalam hidup keluarganya. Di dalam satu rumah, mereka hidup tak sendiri, tapi bersama juga dengan orang tua dan saudara yang lain. Walau kadang diperhadapkan dengan tantangan yang berat, Mario tetap mengandalkan Tuhan. Mario meyakini campur tangan Tuhan di dalam hidupnya. Seperti kata Firman Tuhan : Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.” Setiap perencanaan keluarga terutama masa depan anak-anak di bawa hanya kepada Tuhan. Tuhan adalah fondasi utama dalam setiap aspek kehidupan, termasuk rumah tangga dan pekerjaan

Doa: Ya Allah, berkatilah rumah tangga kami, Amin.

Senin, 19 Mei 2025

bahan bacaan : Maleakhi 2 : 10 – 16

TUHAN memarahi Israel karena kawin campur dan perceraian
10 Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita? 11 Yehuda berkhianat, dan perbuatan keji dilakukan di Israel dan di Yerusalem, sebab Yehuda telah menajiskan tempat kudus yang dikasihi TUHAN dan telah menjadi suami anak perempuan allah asing. 12 Biarlah TUHAN melenyapkan dari kemah-kemah Yakub segenap keturunan orang yang berbuat demikian, sekalipun ia membawa persembahan kepada TUHAN semesta alam! 13 Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu. 14 Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu. 15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. 16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Tuhan Membenci Perceraian

Keluarga adalah ruang dimana cinta kasih Tuhan dinyatakan baik sebagai orangtua kepada anak dan dari suami kepada istri. Tidak jarang dalam perkembangan dewasa ini, banyak keluarga mengalami kehancuran. Perceraian menjadi wujud nyata kehancuran itu. Biasanya hal itu terjadi karena kurangnya cinta kasih dan lunturnya kepercayaan diantara pasangan suami istri. Belum lagi dengan adanya tindakan KDRT dan perselingkuhan. Kitab Maleakhi memberikan kesaksian bahwa Tuhan membenci perceraian, sebab pernikahan adalah perjanjian kudus. Semua orang percaya berasal dari satu Tuhan yang sama, sehingga mereka harus hidup dalam kesatuan dan kesetiaan, baik kepada Tuhan maupun sesama, termasuk dalam pernikahan. Tuhan juga marah ketika orang Israel mengkhianati Tuhan dengan menikahi wanita asing yang menyembah dewa-dewa lain, sehingga membawa pengaruh buruk dalam iman mereka. Ini menunjukkan bahwa pernikahan tidak hanya urusan manusia, tetapi juga harus selaras dengan kehendak Tuhan. Keluarga kristen harus membangun rumah tangganya yang selaras dengan kehendak Tuhan, untuk itu suami dan istri harus saling setia dan tidak boleh bercerai. Rumah tangga Kristen harus menjadi tempat dimana laki-laki dan perempuan belajar dewasa dalam cinta kasih Tuhan.

Doa: Ya Allah, tolong berkati pernikahan kami, amin.

Selasa, 20 Mei 2025

bahan bacaan : Ibrani 13 : 1 – 4

Nasihat dan doa selamat
Peliharalah kasih persaudaraan! 2 Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat. 3 Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini. 4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Menjaga Kasih Persaudaraan dan Kehormatan Perkawinan

Tuhan mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga kasih persaudaraan dan hidup dalam kebaikan. Kasih yang tulus kepada sesama menunjukkan kita peduli satu sama lain, tanpa membeda-bedakan, dan dengan tulus membantu mereka yang membutuhkan. Memberi tumpangan dengan hati yang terbuka, memberikan tempat bagi orang lain untuk merasa diterima dan dihargai merupakan bentuk kasih yang nyata. Melalui sikap ini, kita memperlihatkan kebaikan yang berasal dari Tuhan, yang menginginkan agar kita saling mendukung dalam kasih persaudaraan. Selain itu, kita juga dipanggil untuk hidup dalam kesucian dan menjaga hubungan yang terhormat, termasuk menghormati perkawinan dan menjauhi segala bentuk perilaku cabul dan perzinahan. Tuhan menekankan pentingnya kesetiaan dalam hubungan, baik dalam pernikahan maupun dalam kehidupan sosial kita. Dengan menjaga hal-hal ini, kita membangun fondasi yang kuat dalam kehidupan keluarga dan komunitas, yang pada gilirannya mencerminkan kehormatan kepada Tuhan dan sesama. Melalui hidup yang saling menghormati dan mencintai, kita menjadi saksi kasih Tuhan di tengah dunia ini.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk selalu menjaga kasih persaudaraan dan kasih dalam perkawinan. Amin.

Rabu, 21 Mei 2025

bahan bacaan : Amsal 12 : 4

4 Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya.

Istri yang Cakap sebagai Mahkota Keluarga

Istri yang cakap adalah mahkota bagi suami. Istri yang bijaksana, penuh kasih, dan mampu mendukung suami dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam peran sebagai pasangan hidup maupun dalam mengelola rumah tangga, memberikan kebanggaan dan kehormatan bagi suami. Ketika seorang istri menjalani peran dengan penuh pengertian dan kebaikan, dia menjadi sumber kebahagiaan dan kedamaian dalam keluarga, yang pada gilirannya mendatangkan kesejahteraan bagi suami dan anak-anak. Suami merasa dihargai dan didukung, sehingga hubungan mereka semakin erat dan penuh berkat. Sebagai suami, kita diajak untuk menghargai dan menghormati istri yang cakap, karena keberadaannya memberikan kestabilan dan kehormatan dalam kehidupan keluarga. Seorang istri yang bijaksana tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga menjaga suasana hati yang positif di rumah. Dalam kerjasama yang penuh kasih ini, suami dan istri saling mendukung untuk membangun rumah tangga yang sehat dan penuh berkat. Maka, sebagai keluarga, mari kita terus menghargai dan merayakan peran penting yang dimiliki setiap anggota, terutama peran seorang istri yang cakap sebagai mahkota yang memperindah kehidupan keluarga.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk selalu menghargai dan mendukung satu sama lain dalam kasih. Amin.

Kamis, 22 Mei 2025

bahan bacaan : Amsal 19 : 23 – 26

23 Takut akan Allah mendatangkan hidup, maka orang bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka. 24 Si pemalas mencelup tangannya ke dalam pinggan, tetapi tidak juga mengembalikannya ke mulut. 25 Jikalau si pencemooh kaupukul, barulah orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, jikalau orang yang berpengertian ditegur, ia menjadi insaf. 26 Anak yang menganiaya ayahnya atau mengusir ibunya, memburukkan dan memalukan diri.

Takut Tuhan, Kunci Kedamaian Keluarga

Hidup yang takut akan Tuhan adalah hidup yang penuh damai sejahtera dan jauh dari kehancuran. Anak muda yang takut Tuhan akan menjaga hidupnya di jalan yang benar. Ia akan menghormati orang tua, dan mendengarkan nasihat mereka dengan hati yang terbuka. Ketika seorang anak muda hidup dalam takut akan Tuhan, ia akan dilimpahi berkat dan dipenuhi dengan rasa hormat terhadap orang tua sebagai bentuk penghargaan terhadap otoritas yang Tuhan tempatkan dalam kehidupan mereka. Orang muda menghormati orang tua bukan hanya sekedar ketaatan, tetapi juga mencerminkan pengertian dan kasih mereka dalam hubungan keluarga. Hubungan yang harmonis antara anak dan orang tua adalah bagian penting dari kebahagiaan rumah tangga. Pengamsal mengingatkan agar kita tidak menganiaya atau mengusir orang tua. Sebagai orang Kristen, kita harus membangun hubungan yang sehat dan penuh kasih, dengan menghormati orang tua sebagai bagian dari hidup yang takut Tuhan, yang mendatangkan damai sejahtera dalam keluarga.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk hidup takut padaMu. Amin.

Jumat, 23 Mei 2025

bahan bacaan : Mazmur 128 : 1 – 6

Berkat atas rumah tangga
Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! 2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! 3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! 4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. 5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, 6 dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Hidup Takut akan Tuhan Membawa Berkat

Berkat Tuhan akan tercurah atas keluarga yang hidup dalam takut akan Tuhan. Ketika suami istri berjalan dalam ketaatan kepada Tuhan, mereka akan menikmati damai sejahtera dan keberhasilan. Tuhan akan memberkati pekerjaan tangan mereka, memberikan kelimpahan, dan menyertai mereka dalam setiap langkah. Keluarga yang takut akan Tuhan akan merasakan sukacita dan kebahagiaan yang tidak tergantung pada keadaan dunia, karena berkat Tuhan mencakup segala aspek hidup mereka, dari hubungan suami istri hingga anak-anak yang tumbuh dalam kasih dan takut akan Tuhan. Sebagai keluarga, kita diajak untuk terus menjaga hidup dalam takut Tuhan, karena melalui ketaatan kepada-Nya, kita akan menikmati berkat-Nya yang melimpah. Tuhan akan mempererat hubungan dalam rumah tangga, memberikan kebahagiaan yang sejati, dan menjadikan rumah tangga kita sebagai tempat yang penuh kedamaian dan kasih. Sebagai orang tua, kita juga memiliki tanggung jawab untuk menanamkan ajaran Tuhan kepada anak-anak kita, agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang takut akan Tuhan, dan berkat-Nya akan terus mengalir dalam keluarga kita.

Doa: Tuhan, pererat hubungan kami dan tolonglah kami untuk menanamkan ajaranMu kepada anak-anak kami. Amin.

Sabtu, 24 Mei 2025

bahan bacaan : Amsal 6 : 20 – 31

Nasihat tentang perzinahan
20 Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu. 21 Tambatkanlah senantiasa semuanya itu pada hatimu, kalungkanlah pada lehermu. 22 Jikalau engkau berjalan, engkau akan dipimpinnya, jikalau engkau berbaring, engkau akan dijaganya, jikalau engkau bangun, engkau akan disapanya. 23 Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan, 24 yang melindungi engkau terhadap perempuan jahat, terhadap kelicikan lidah perempuan asing. 25 Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya. 26 Karena bagi seorang sundal sepotong rotilah yang penting, tetapi isteri orang lain memburu nyawa yang berharga. 27 Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya? 28 Atau dapatkah orang berjalan di atas bara, dengan tidak hangus kakinya? 29 Demikian juga orang yang menghampiri isteri sesamanya; tiada seorangpun, yang menjamahnya, luput dari hukuman. 30 Apakah seorang pencuri tidak akan dihina, apabila ia mencuri untuk memuaskan nafsunya karena lapar? 31 Dan kalau ia tertangkap, haruslah ia membayar kembali tujuh kali lipat, segenap harta isi rumahnya harus diserahkan.

Menjaga Kesucian Hidup Keluarga di Era Digital

Tuhan mengingatkan kita dalam Amsal 6:20-31 untuk memegang teguh ajaran orang tua dan hidup sesuai dengan hukum-Nya, termasuk dalam hal menjaga kesucian hidup. Seks bebas dan perzinahan adalah pelanggaran terhadap perintah Tuhan yang dapat merusak keharmonisan keluarga, kesehatan, dan hubungan kita dengan Tuhan. Di zaman sekarang, pengaruh digital dan teknologi seringkali mempermudah akses kepada konten yang tidak suci, yang dapat menjerat kita dalam dosa. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga hati dan pikiran, serta melibatkan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita, agar kita terhindar dari godaan dan tetap setia dalam pernikahan. Sebagai keluarga, kita diajak untuk saling mengingatkan dan mendukung dalam menjaga kemurnian hidup, termasuk dalam penggunaan teknologi. Marilah kita menggunakan media digital dengan bijak, memastikan bahwa segala yang kita konsumsi, baik dalam bentuk gambar, video, maupun percakapan, mencerminkan nilai-nilai kesucian dan integritas. Kita harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak kita, mengajarkan mereka pentingnya menjaga diri dari perzinahan dan dampak negatif dari pengaruh digital.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk untuk bijak menggunakan teknologi. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2025, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar