Santapan Harian Keluarga, 1 – 7 Juni 2025

Tema Bulanan : Advokasi Hak-Hak Komunitas Bumi sebagai gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Suara Bumi: dari Ratapan ke Pemulihan

Minggu, 01 Juni 2025

bahan bacaan : Yeremia 12 : 1 – 17

Keluhan Yeremia dan jawab Allah
Engkau memang benar, ya TUHAN, bilamana aku berbantah dengan Engkau! Tetapi aku mau berbicara dengan Engkau tentang keadilan: Mengapakah mujur hidup orang-orang fasik, sentosa semua orang yang berlaku tidak setia? 2 Engkau membuat mereka tumbuh, dan merekapun juga berakar, mereka tumbuh subur dan menghasilkan buah juga. Memang selalu Engkau di mulut mereka, tetapi jauh dari hati mereka. 3 Ya TUHAN, Engkau mengenal aku, Engkau melihat aku, dan Engkau menguji bagaimana hatiku terhadap Engkau. Tariklah mereka ke luar seperti domba-domba sembelihan, dan khususkanlah mereka untuk hari penyembelihan. -- 4 Berapa lama lagi negeri ini menjadi kering, dan rumput di segenap padang menjadi layu? Karena kejahatan penduduknya binatang-binatang dan burung-burung habis lenyap, sebab mereka telah mengira: "Ia tidak akan melihat tingkah langkah kita!" 5 "Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda? Dan jika di negeri yang damai engkau tidak merasa tenteram, apakah yang akan engkau perbuat di hutan belukar sungai Yordan? 6 Sebab saudara-saudaramu dan kaum keluargamu, mereka sendiri juga berbuat khianat terhadap engkau; mereka juga bersama-sama di belakangmu. Janganlah percaya kepada mereka, sekalipun mereka berkata manis kepadamu! 7 Aku telah meninggalkan kediaman-Ku, telah membuangkan negeri milik-Ku; Aku telah menyerahkan buah hati-Ku ke dalam tangan musuhnya. 8 Negeri milik-Ku sudah menjadi seperti singa di hutan bagi-Ku; ia mengeraskan suaranya menentang Aku, sebab itu Aku membencinya. 9 Negeri milik-Ku sudah menjadi seperti burung belang bagi-Ku; burung-burung buas mengerumuninya. Ayo, kumpulkanlah segala binatang di padang, bawalah untuk menghabiskannya! 10 Banyak gembala telah merusakkan kebun anggur-Ku, memijak-mijak tanah-Ku, dan membuat tanah kedambaan-Ku menjadi padang gurun yang sunyi sepi. 11 Ya, mereka telah membuatnya sunyi sepi, sunyi sepi tanah itu berkabung di hadapan-Ku! Sunyi sepi sekarang segenap negeri itu, tetapi tidak ada orang yang memperhatikannya. 12 Para pembinasa telah datang melintasi segala bukit gundul di padang gurun; sebab pedang TUHAN mengamuk makan dari ujung negeri yang satu ke ujung lain; tidak ada damai bagi segala yang hidup. 13 Mereka telah menabur gandum, tetapi yang dituai adalah semak duri; mereka telah bersusah payah, tetapi usaha mereka tidak berguna; mereka malu karena hasil yang diperoleh mereka, akibat dari murka TUHAN yang menyala-nyala." 14 Beginilah firman TUHAN: "Mengenai sekalian tetangga-Ku yang jahat yang telah mengusik negeri yang telah Kuberikan sebagai milik pusaka kepada umat-Ku Israel, bahwasanya Aku akan mencabut mereka dari tanah mereka dan Aku mencabut kaum Yehuda dari tengah-tengah mereka. 15 Tetapi setelah Aku mencabut mereka, maka Aku akan menyayangi mereka kembali. Aku akan mengembalikan mereka masing-masing ke milik pusakanya dan masing-masing ke negerinya. 16 Dan jika mereka sungguh-sungguh belajar cara hidup umat-Ku sehingga bersumpah demi nama-Ku: Demi TUHAN yang hidup, seperti tadinya mereka mengajar umat-Ku untuk bersumpah demi Baal, maka mereka akan dibangun di tengah-tengah umat-Ku. 17 Tetapi jika mereka tidak mau mendengarkan, maka Aku akan sungguh-sungguh mencabut dan membinasakan bangsa yang demikian, demikianlah firman TUHAN."

Suara Bumi: dari Ratapan ke Pemulihan

Hidup ini bergulir mengikuti laju sang waktu hingga tidak terasa kita telah memasuki minggu pertama bulan Juni. Hampir enam bulan terlalui oleh pertolongan Tuhan. Kiranya dengan pertolongan kuat kuasa Tuhan, kita terus menjalani hidup dengan bersandar pada kebenaran firman-Nya. Hari ini kita mendengarkan firman Tuhan yang mengingatkan akan pentingnya memelihara bumi ciptaan Tuhan. Bumi dari waktu ke waktu mengalami kehancuran oleh ulah kita manusia yang cenderung egois dan serakah. Jika dibiarkan terus maka bumi akan menjadi hancur dan akibatnya akan dialami bukan hanya oleh manusia, tetapi ciptaan Tuhan yang lain juga. Keluhan akan semakin rusaknya bumi oleh kejahatan manusia, juga pernah disampaikan Yeremia kepada Tuhan sebagaimana ada dalam nas bacan ini. Yeremia melihat bahwa umat Israel mengalami kesukaran dan penderitaan akibat tindakan mereka sendiri yang merusak alam. Tetapi Yeremia berpengharapan dan mengingatkan umat bahwa akan datang waktunya pemulihan terjadi, jika mereka sungguh-sungguh bertobat dari kejahatan yang sering merusak alam. Peringatan ini juga penting bagi kita bahwa kita harus menjaga dan merawat bumi ini dengan sungguh-sungguh. Menjaga dan merawat disini berdimensi tanggung jawab mengembangkan dan mengusahakan kelestariannya, demi memuliakan Tuhan Sang Pencipta. Maka, dengarkanlah ratapan bumi dan pulihkan!.

Doa: Tuhan,buatlah kami untuk memulihkan dan merawat alam ciptaanMu ini,  Amin

Senin, 02 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 104 : 10 – 13

10 Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung, 11 memberi minum segala binatang di padang, memuaskan haus keledai-keledai hutan; 12 di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan. 13 Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu

                                    Engkau yang Membuat Mata Air Membual

Air merupakan kebutuhan vital semua makhluk hidup. Tanpa air, kehidupan tidak akan berlangsung. Kita dapat membayangkan, kalau suatu ketika air bersih yang dibutuhkan semakin berkurang, krisis air terjadi dimana-mana, maka yang ada hanyalah bencana dan penderitaan. Pentingnya air bagi keberlanjutan hidup semua makhluk menyadarkan kita untuk dapat menjaga dan melestarikan sumber-sumber air yang ada disekitar kita. Bagi pemazmur, air menyimbolkan kebesaran dan keagungan Tuhan. TanganNya yang menciptakan dan menyediakan air membual di lembah-lembah, begitu melimpah sehingga mencukupi kebutuhan semua makhluk. Tuhan mengalirkan air di antara gunung-gunung dan membuat bumi menjadi kenyang. Semuanya bersumber dari kamar-kamar loteng milik Tuhan. Betapa hebat pekerjaan Tuhan ini. Karya agung Tuhan yang ada dalam ciptaanNya ini haruslah kita jaga. Salah satu masalah yang kita hadapi sekarang dan ke depan adalah kiris air bersih. Sebab itu, kita perlu arif dan bijaksana memanfaatkan air. Tidak mencemari dan merusakkan sumber-sumber mata air, agar bukan hanya kita sekarang yang menikmati membualnya air, melainkan turut dinikmati oleh anak cucu generasi kita di masa depan.

Doa: Terima kasih atas karya agungMu ya Tuhan, yang memberikan air bagi kami,  Amin

Selasa, 03 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 104 : 14 – 18

14 Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah 15 dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia. 16 Kenyang pohon-pohon TUHAN, pohon-pohon aras di Libanon yang ditanam-Nya, 17 di mana burung-burung bersarang, burung ranggung yang rumahnya di pohon-pohon sanobar; 18 gunung-gunung tinggi adalah bagi kambing-kambing hutan, bukit-bukit batu adalah tempat perlindungan bagi pelanduk.

Anugerah Tuhanlah Yang Menjamin Kehidupan

Pemazmur dalam nas hari ini menegaskan bahwa anugerah Tuhanlah yang menjamin kehidupan semua makhluk di bumi. Jaminan pemeliharaan Tuhan itu nampak dalam segala sesuatu yang diciptakanNya tidak pernah berdiri sendiri, melainkan saling terkait satu dengan yang lain untuk menopang dan memberi kehidupan. Mata air yang keluar dari lembah dan mengalir diantara gunung-gunung memberikan minum bagi binatang-binatang. Menumbuhkan rumput bagi makanan para binatang dan pepohonan sebagai tempat tinggal atau tempat bersarang. Demikian juga tumbuhan untuk keperluan makanan manusia. Melalui alam ciptaanNya Tuhan menyediakan kebutuhan segala makhluk. Untuk anugerah Tuhan ini kita patut bersyukur oleh karena kehidupan kita semua terjamin dalam tangan Tuhan. Tuhan peduli terhadap seluruh ciptaanNya. Anugerah Tuhan ini harus diresponi dengan kesediaan kita menjaga dan melestarikan semua yang sudah diberikan. Jadi ada aspek keberlanjutan hidup yang senantiasa harus diupayakan. Sebagaimana Tuhan ingin kita tidak lalai  beribadah, berdoa dan merenungkan firmanNya, Tuhan juga tidak ingin kita mengabaikan lingkungan alam ciptaan yang telah dijadikanNya dengan amat baik, apalagi merusaknya hanya demi kepentingan diri dan kepentingan sesaat.

Doa: Terima kasih Tuhan atas anugerahMu yang menjamin kehidupan kami tiap waktu,  Amin

Rabu, 04 Juni 2025

bahan bacaan : Yesaya 35 : 1 – 4

Keselamatan bagi umat TUHAN
Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; 2 seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita. 3 Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. 4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu

Kegembiraan dan Sukacita Karena Dipulihkan

Umat Israel yang mengalami pembuangan ke Babel karena dosa dan pelanggaran, sungguh merindukan pengampunan dosa dan pemulihan dari Allah. Mereka sadar bahwa hanya Allah yang dapat mengampuni dan memulihkan keadaan mereka. Ketika sadar, mereka bertobat dan bertekad untuk meninggalkan kebodohan dan kejahatan yang dilakukan dan mendengarkan kembali firman Allah. Melalui nabi Yesaya, Tuhan Allah berfirman tentang akan datang waktunya untuk pemulihan. Allah memulihkan keadaan mereka seutuhnya, manusia bersama alam ciptaanNya.Tanah-tanah kering akan bergirang, padang gurun dan padang belantara akan bersorak dan berbuah.Gambaran kehidupan yang dipulihkan dan diberkati akan kembali mereka nikmati. Sebab itu mereka bersyukur dan bersukacita. Kehidupan yang dipulihkan, penuh dengan sukacita dan damai sejahtera merupakan pemberian Allah yang hanya dapat dinikmati jika kita setia pada kehendak Allah. Wujud kehendak Allah itu  adalah jika kita memperhatikan kepentingan hidup bersama, membangun relasi yang baik dengan semua orang maupun dengan alam ciptaan Tuhan, sehingga kebaikan Allah dialami oleh kita semua selaku ciptaanNya. Firman Tuhan hari ini mengajak kita semua untuk sadar akan kelemahan kita dan bertobat, termasuk melakukan pertobatan ekologis. Kerusakan alam terjadi karena kegagalan kita manusia melakukan mandat Allah, yaitu merawat ciptaanNya. Maka marilah bertekad dan bertindak dengan cepat untuk memulihkan alam ciptaan Tuhan yang sedang rusak ini, agar kehidupan yang penuh damai sejahtera akan terus kita nikmati.

Doa: Ampunilah kami yang masih gagal melakukan perintah untuk merawat ciptaanMu, Tuhan. amin. 

Kamis, 05 Juni 2025

bahan bacaan : Yesaya 35 : 5 – 10

5 Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. 6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; 7 tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. 8 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. 9 Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, 10 dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Allah Memanggil Kita Untuk Memulihkan Ciptaan-Nya

Hari ini kita memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia. Hari yang mengingatkan kita semua untuk bersyukur atas pemeliharaan Tuhan yang setia bagi kita melalui alam ciptaanNya. Rasa syukur kita mesti dibarengi dengan kesadaran akan situasi nyata kondisi alam dan lingkungan hidup sekarang ini. Eksploitasi sumber daya alam semakin marak. Sampah yang dibuang sembarangan tidak hanya mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga mengotori dan menghalangi air sungai mengalir untuk memberikan kehidupan bagi sekitarnya. Selain itu, penebangan pohon masih secara masif dilakukan. Penebangan hutan dan pengerukan tanah di bukit-bukit menyebabkan tanah longsor dan banjir dimana-mana. Lingkungan hidup kita bertambah rusak. Jika hari ini nabi Yesaya mengingatkan, Allah bermaksud membebaskan semua ciptaanNya dari belenggu dosa yang menyebabkan mereka menderita dan memberikan kehidupan yang penuh damai sejahtera dan sukacita, semua itu karena Allah peduli dan mengasihi seluruh ciptaanNya. Allah selalu bekerja memulihkan kehidupan ini. Karena itu, Allah memanggil kita sebagai teman sekerja-Nya untuk juga memulihkan alam semesta yang mengerang kesakitan karena perlakuan semena-mena manusia. Tanggungjawab ini menuntut manusia untuk mengambil prakarsa, usaha, kebijakan dan tindakan nyata untuk menjaga alam semesta dengan seluruh isinya.

Doa: Terima kasih atas alam ciptaanMu yang telah memberikan kehidupan bagi kami,  Amin

Jumat, 06 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 8 : 1 – 10

Manusia hina sebagai makhluk mulia
Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud. (8-2) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. 2 (8-3) Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. 3 (8-4) Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: 4 (8-5) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? 5 (8-6) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. 6 (8-7) Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: 7 (8-8) kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; 8 (8-9) burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan. 9 (8-10) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

Masihkah Sadar Kita Ini Makhluk Mulia?

Dalam kehidupan sehari-hari, persaingan makin meningkat hingga menyebabkan manusia cenderung tidak peduli lagi kepada sesamanya demi mengejar keuntungan bagi diri, keluarga atau kelompoknya. Akibatnya, banyak sesama yang tersisih dalam persaingan yang berujung kemiskinan dan ketidakadilan. Kekerasaan acapkali menandai persaingan tersebut. Tidak jarang perempuan dan anak menjadi korban kesewenangan manusia. Bahkan, alam ciptaan Tuhan pun menjadi korban kekerasan manusia yang mengeksploitasi dan ingin memperoleh sebanyak mungkin keuntungan. Kehidupan spiritualitas kita menjadi semakin merosot. Masih sadarkah kita sebagai makhluk mulia?. Pemazmur dalam nas bacaan hari ini mengingatkan akan keberadaan diri kita sebagai makhluk Tuhan yang mulia, yang dikasihi Tuhan dan diberikan kewenangan untuk berkuasa atas segala buatan tangan Tuhan. Kuasa dari Tuhan itu bukan berarti kita menjadi tuan yang dapat berbuat sewenang-wenang terhadap alam ciptaan-Nya. Justru kuasa itu diberikan agar kita bertanggungjawab menjaga dan melestarikan alam ciptaan Tuhan. Mari kita turut berjuang mewujudkan kehidupan yang lebih ramah, nyaman dan membawa damai sejahtera untuk semua. Itulah cara hidup makhluk yang mulia.

Doa: Tuhan, tolong kami agar sebagai makhluk mulia, kami selalu mengasihi dan merawat alam ini, Amin 

Sabtu, 07 Juni 2025

bahan bacaan : Zakharia 8 : 9 – 13

9 Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Kuatkanlah hatimu, hai orang-orang yang selama ini telah mendengar firman ini, yang diucapkan para nabi, sejak dasar rumah TUHAN semesta alam diletakkan, untuk mendirikan Bait Suci itu. 10 Sebab sebelum waktu itu tidak ada rezeki bagi manusia, juga tidak bagi binatang; dan karena musuh tidak ada keamanan bagi orang yang keluar dan bagi orang yang masuk, lagipula Aku membuat manusia semua bertengkar. 11 Tetapi sekarang, Aku tidak lagi seperti waktu dahulu terhadap sisa-sisa bangsa ini, demikianlah firman TUHAN semesta alam, 12 melainkan Aku akan menabur damai sejahtera. Maka pohon anggur akan memberi buahnya dan tanah akan memberi hasilnya dan langit akan memberi air embunnya. Aku akan memberi semuanya itu kepada sisa-sisa bangsa ini sebagai miliknya. 13 Dan kalau dahulu kamu telah menjadi kutuk di antara bangsa-bangsa, hai kaum Yehuda dan kaum Israel, maka sekarang Aku akan menyelamatkan kamu, sehingga kamu menjadi berkat. Janganlah takut, kuatkanlah hatimu!"

Ketaatan Manusia dan Pemulihan Bumi

Zakharia 8 ditulis dalam konteks pasca-pembuangan, di mana bangsa Israel baru saja kembali dari pembuangan Babel dan sedang dalam proses membangun kembali Bait Suci serta kehidupan mereka di Yerusalem. Sebelum pemulihan, mereka mengalami penderitaan, kelaparan, dan kekacauan akibat dosa dan ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan. Untuk itu, mereka harus berubah dengan taat dan bertekun dalam membangun Bait Suci. Tuhan kemudian berjanji untuk memberikan pemulihan atas kehidupan mereka. Dia akan memberkati mereka dengan damai, hasil tanah yang berlimpah dan kesejahteraan. Ini artinya bahwa janji pemulihan Tuhan akan terjadi seiring dengan ketaatan manusia. Bahkan, Tuhan akan menyatakan pemulihan yang seutuhnya bagi bumi (Ayat 11-12). Ketaatan tersebut mestinya berwujud juga dalam tanggung jawab menjaga alam ini. Kita melakukannya seperti sekelompok anak-anak pecinta lingungan yang menamakan diri mereka sebagai Komunitas Anak peduli Lingkungan LEBEBAE dan  melakukan aksi bersih-bersih sampah di Pantai Amahusu serta yang dilakukan Solidaritas Anak-anak Alam, di Kabupaten Maluku Tenggara, Kepulauan Kei. Marilah kita memulihkan bumi ini!

Doa: Tuhan, Tuntunlah kami dengan Roh-Mu untuk hidup taat dan bertanggungjawab pulihkan bumi ini. Amin  

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2025, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar